
BERTEMU DENGAN MU KEMBALI
Jangan katakan bagaimana perasaan Dev saat melihat sesosok wanita cantik berwajah imut dengan rambut sedikit bergelombang dengan baju kebesaran nya sebagai seorang guru siapa lagi kalau bukan Bu Clara, ia wanita yang membuat Dev merasakan arti cinta dan detak jantung nya seolah tak menentu akan kehadiran nya yang selama ini dia cari.
Mereka pernah dekat ketika semasa sekolah menengah atas namun pada saat kelulusan telah tiba mereka lost contact di karenakan Clara melanjutkan studi nya di Stanford university Amerika Serikat sementara Dev melanjutkan di Oxford university London, Inggris. 6 tahun mereka hilang kontak dan tak ada kabar dari mereka masing-masing.
Cla... apa benar ini kamu? kenapa rasa nya seperti mimpi... kamu terlihat lebih cantik dan wajah imut nya yang membuat aku selalu kepikiran dia... ya Allah apa kah ini jawaban dari doa ku kalau Clara lah jodoh ku... ( Dev )
Deva... aku gak nyangka akan bertemu kamu lagi setelah 6 tahun lama nya kita lost contact akhir nya kita bertemu lagi, tapi kenapa dia ada di sini ? oh ya ampun jangan-jangan Davi adik nya Deva, anak nya paman Hazlan.
mereka masih tidak percaya antara satu sama lain sampai pada akhir nya di kejutkan oleh suara tuan Hazlan.
" pak Rudi sebenarnya apa yang terjadi kepada anak saya? kenapa bisa sampai seperti ini?"
pak Rudi yang saat ini berada di depan pintu ruang UGD pun menjelaskan secara detail karena sebelum nya telah di cerita kan kepada bu Clara selaku guru yang mengajar di kelas nya tadi sontak membuat bunda Sita menangis histeris mendengar penuturan pak Rudi sementara tuan Hazlan menenangkan bunda Sita yang menangis, ia pun juga merasa sedih mendengar nya apalagi setau nya bahwa anak nya tidak memiliki riwayat penyakit yang parah, tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD.
" kepada keluarga nona Davita Saraswati." ucap dokter yang diketahui bernama dokter Ciko spesialis penyakit dalam.
" ya..saya ayah nya dok, bagaimana dengan keadaan anak saya? apa yang terjadi dengan anak saya dok?"
" jadi begini tuan dan semua nya, bahwasannya yang terjadi dengan nona Davita tidaklah terlalu parah. Namun jangan di anggap sepele, sebab yang di alami nona Davita adalah anemia yang bisa di katakan parah dan apa yang menjadi penyebab nona mimisan adalah terjadi nya infeksi pada hidung dan rongga hidung, dan bukan merupakan tanda dari penyakit dalam setelah saya cek lebih lanjut. tapi pasien masih belum sadarkan diri, kurang lebih 1 jam nona Davita akan siuman ."
mereka semua mengucap syukur karena tidak terjadi hal buruk kepada Dav, namun mereka juga tidak bisa mengabaikan sakit yang di alami oleh Dav terutama keluarga nya.
" syukur lah jika tidak ada hal yang buruk kepada anakku, lalu apa boleh saya masuk keruangan melihat anak saya?."
" boleh tuan namun harus dalam kondisi yang tenang guna untuk kenyamanan pasien karena hal itu sangat berpengaruh besar dalam proses siuman pasien."
" baik dok kalau gitu terima kasih banyak."
apa ? terima kasih? saya baru pertama kali mendengar tuan Hazlan mengucapkan terima kasih, karena yang saya tau dan saya dengar dari orang-orang kalau tuan Hazlan sangat irit bicara apalagi kesan dingin nya itu bikin orang merinding...
" iya sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi."
__ADS_1
tuan Hazlan menjawab nya dengan anggukan, setelah dokter Ciko telah pergi mereka pun masuk ke dalam ruangan UGD dimana Dav mendapatkan perawatan nya di sana.
Saat membuka pintu ruang sekretaris Irgi yang melihat wajah Dav yang pucat dan terdapat selang infus yang ada di tubuh nya membuat hati nya ikut sakit melihat nya, Dev yang seolah tau apa yang di rasakan nya, tapi di satu sisi ia pun juga merasa seolah kaget sekaligus ada tatapan kerinduan di matanya saat melihat kepada sosok wanita yang merupakan guru Dav adik nya sendiri.
Bunda berjalan ke arah sang putri yang tergolek lemah pun tak kuasa menahan tangis dengan di dampingi Bu Clara seolah menguatkan bunda Sita.
" Tante gak pernah liat Dav selemah ini nak Ara ...hiks... sakit hati tante melihat Dav seperti ini, Tante gak mau terjadi apa-apa sama anak tante gak siapapun bunda gak mau terjadi hal buruk terhadap anak tante hiks."
" Tante... tante ingat kan kata dokter tadi, tante harus tenang, lagipun kan dokter juga udah bilang kalau Dav gak apa-apa mungkin Dav kelelahan aja dan Ara juga yakin kalau Dav kuat buat melewati semua nya dan Tante percaya kan kalau Dav anak yang kuat? "
Dev yang sedari tadi melihat nya pun menghampiri bunda nya dengan di ikuti oleh sekretaris Irgi yang begitu pilu melihat keadaan Dav yang masih belum sadarkan diri akibat obat bius yang di berikan dokter pasca memeriksa kondisi Dav.
" apa yang di katakan Ara itu benar bund, kakak yakin kalau adek itu gadis yang kuat, kan bunda ,ayah,kakak, dan Irgi yang selalu kuat kan Dav maka nya kita sebagai keluarga nya akan selalu mensupport Dav."
Deva... bahkan kamu masih ingat nama panggilan itu, hanya kamu dan keluarga kamu yang panggil aku Ara... jujur Deva, aku merindukan mu... ~ Clara~
sementara tuan Hazlan dan kepala sekolah sedang mengobrol dan sahabat Dav seperti Teguh, Edo, dan Julia masih setia untuk menuggu perkembangan sahabat nya hingga sadar.
" Ra... kamu apa kabar nya, lama ya kita gak saling kirim kabar setelah 6 tahun yang lalu kita lost contact."
" kabar aku baik Va, kamu sendiri apa kabar."
setelah salah satu dari mereka yang berbincang hingga di kejutkan dengan tangan yang terpasang kan infus pun bergerak hal itu tak luput dari pandangan sekretaris Irgi yang melihat Dav mulai sadar.
" Dev tangan Dav bergerak."
Dev pun mengamati apa yang di jelaskan oleh sekretaris Irgi barusan dan ternyata benar ada nya dan langsung memanggil dokter yang mana membuat bunda Sita yang sedang duduk di dampingi Bu Clara pun bahagia mendengar anak nya telah sadar.
" Alhamdulillah ya Allah anak ku hiks terima kasih ya Allah engkau telah mendengar kan doa kami."
para sahabat Dav pun ikut bahagia bahwa Dav sudah sadar.
tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadaan Dav.
mereka yang menunggu hasil pemeriksaan dari dokter pun hampir tegang di buat nya.
" bagaimana dengan keadaan anak saya dok?"
__ADS_1
" syukurlah kondisi nona Davita sudah membaik namun saya akan tetap pantau terus mengenai perkembangan Dav yang terkadang bisa drop kembali,bukan maksud menakuti hanya saja ini harus lebih di perhatikan."
" baik dok saya mengerti, terima kasih dokter."
" sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi dan untuk selalu ingatkan nona jangan terlalu lelah apalagi nona punya anemia dan pola makan nya juga di utamakan yang mengandung zat besi."
" baik dokter saya mengerti, sekali lagi terima kasih banyak."
" sama-sama tuan."
Dav membuka mata nya dan di lihat nya terdapat banyak orang yang melihat nya dengan tatapan sedih sekaligus bahagia dengan keadaan Dav yang sudah membaik.
" bagaimana dengan keadaan kamu nak, kamu butuh sesuatu?" tanya bunda Sita yang begitu antusias melihat Dav yang sudah siuman dan di ikuti oleh tuan Hazlan dan yang lain nya.
" Dav baik kok bund, Dav gak mau apa-apa,tapi kenapa kalian semua keliatan sedih?"
" kami semua gapapa kok nak, ya sudah kalau kamu gak mau apa-apa kamu istirahat aja ya sayang."
" iya bund."
setelah Dav istirahat kemudian pak Rudi selaku kepala sekolah pamit untuk kembali ke sekolah dan ikuti oleh sahabat nya,karena mereka harus belajar juga dan berjanji akan menjenguk Dav ketika pulang sekolah, sementara Bu Clara masih tetap berada di rumah sakit dan sekaligus meminta ijin kepada kepala sekolah.
" kalau begitu saya sama anak-anak pamit undur diri dulu tuan untuk kembali ke sekolah dan saya juga masih ada pekerjaan yang belum saya kerjakan juga."
" iya tidak apa-apa pak Rudi terima kasih sudah mau menjaga anak saya dan membawa tepat waktu anak saya ke rumah sakit, saya sangat berhutang Budi kepada bapak."
" tuan besar jangan terlalu sungkan sama saya, saya lakukan itu karena Davita adalah anak didik saya dan kepada siapapun juga saya akan melakukan hal yang sama pak."
" iya pak terima kasih sekali lagi dan juga hati-hati di jalan untuk kalian."
" sama-sama tuan besar kalau begitu saya pamit assalamualaikum."
" wa'alaikumsalam."
setelah kepala sekolah Dav dan di ikuti dengan sahabat nya pun ikut pamit, karena mereka memang masih ada urusan di sekolah terutama sahabat Dav yang notabene nya seorang siswa siswi.
...****************...
__ADS_1
Alhamdulillah ya ternyata gak ada hal buruk mengenai Dav dan doakan Dav ya para reader semoga ia cepat sembuh Aamiin 🤲
untuk tau cerita antara Devanka dan Clara, aku punya cerita yang aku buat baru namun belum aku rilis karena aku masih fokus untuk menulis Happy Story In High School dulu sampai tamat🙏🎉