Happy Story In High School

Happy Story In High School
110. SIAPA AYARA


__ADS_3


SIAPA AYARA



Suasana keluarga Radiansyah sudah kembali membaik setelah sedikit ada perselisihan antara anak dan ayah itu, siapa lagi kalau bukan tuan Hazlan dan Dev yang saat kemarin sore melihat adik kesayangan nya tertunduk bahkan sampai menangis. Dev yang tau jika sang adik di marahi dan di bentak habis-habisan oleh tuan Hazlan langsung tersulut emosi, karena Dev lah yang menjadi saksi saat sang adik menangis ketakutan waktu di culik sekita 12 tahun yang lalu.


Dev yang sudah memaafkan ayah nya kini harus mengetahui jika sang adik sakit, bahkan ia sudah berfirasat buruk, jika sakit adik nya ada hubungan nya sama kejadian sore hari saat Dav di marahi oleh ayah nya. Namun saat penjelasan dari dokter jika adik nya sakit karena dehidrasi dan memang suhu tubuh nya saat itu sudah tinggi.


Mereka berkumpul bersama di meja makan, saat itu juga kondisi Dav sudah membaik meskipun masih terlihat pucat, namun suhu tubuh nya sudah menurun kurang lebih 36,3°C.


Bunda Sita sebagai ibu tentunya sangat protektif, apalagi menyangkut tentang anak. Sebagai seorang ibu, ia tentu ingin melakukan yang terbaik.


Seperti yang di lakukan saat ini, ia begitu telaten nya mengurus Dav yang sedang sakit, bukan hanya Dav saja bahkan Dev dan Irgi pun ia perlakukan bak berlian, dan tentu nya juga sang suami yang ia cintai bahkan ia sudah tak marah lagi kepada nya.


" Anak-anak ku yang cantik dan tampan, kalian makan yang banyak ya nak biar sehat terus, bunda sengaja buatkan sarapan sehat-sehat supaya kita tetap sehat, ayah juga makan yang banyak biar semangat kerja nya." Ucap bunda penuh perhatian.


" Emang nya kami anak kecil apa bund harus bilang begitu." ucap Dev.


" Hei nak. Bagi ayah maupun bunda mau sebesar apapun kamu, mau sedewasa apapun kamu, tetap bagi kami kalian anak-anak kecil kami sayang. Kalian harta berharga kami." Ucap tuan Hazlan tersenyum.


Kemudian mereka berempat menikmati sarapan pagi tersebut, dan saat Dev dan tuan Hazlan ingin berangkat ke kantor ada suara yang mengejutkan mereka berdua.


" Ayah bunda. Dav mau sekolah, Dav udah sehat kok boleh ya."


Ternyata itu berasal dari suara Dav yang meminta ijin untuk pergi ke sekolah.


" Enggak dek, kamu harus istirahat dulu dan itu pesan dari dokter Leon, jadi sebaik nya kamu beristirahat lah di rumah baru besok boleh sekolah."


Bukan bunda Sita maupun tuan Hazlan yang bersuara, melainkan sang kakak yang juga sangat protektif akan kesembuhan Dav.


Dav beralih menatap Irgi yang ada di samping nya dengan pakaian santai, tidak seperti ayah dan kakak nya yang menggunakan pakaian kerja.


" Loh. Kakak juga gak ke kantor, kakak juga sakit?" Tanya Dav kepada Irgi.


" Ayah sama Dev yang kasih kakak cuti sehari, soal nya kakak juga kurang enak badan maka nya mereka suruh kakak istirahat." Ucap nya sambil tersenyum menatap gadis nya yang masih pucat.


" Iya nak lagipun kan kak Irgi juga capek banget selama seharian dia kerja, terus dia juga malam jagain kamu,,, awal nya bunda sama kak Dev dan ayah yang ingin menjaga kamu, tapi kak Irgi lah yang pada akhir nya bersikeras untuk menjaga kamu dan menolak kami yang menjaga nya."


Bunda menghampiri Dav dan Irgi lalu ia memberikan pelukan hangat kepada mereka berdua.


Dev dan tuan Hazlan yang melihat nya sedikit cemburu.


" Bunda gak mau peluk kita berdua nih." Ucap tuan Hazlan cemberut dan di ikuti oleh Dev yang juga memasang wajah cemberut.


*Y*a ampun kenapa wajah mereka saat seperti ini mirip sekali hihihi,,, jadi gemas sendiri liat nya deh, eh iya lupa kan dia fotocopy nya papa hehehe jelas aja mirip.


" Oalah sini sayang nya bunda, bunda peluk biar semangat cari uang nya buat kami."


*H*ehehe jangan kan buat cari uang, buat anak aja aku ahli nya hehehehe liat aja nanti saat aku pulang kerja istri ku sayang, kamu akan ketagihan akan belaian aku hihihi.


Timbul lah sifat mesum tuan Hazlan, dan ia berniat akan menjahili sang istri saat nanti pulang kerja.


" Yaudah kalau begitu sebaik nya kalian berangkat gih ke kantor, nanti macet di jalan loh." ucap bunda Sita saat melepaskan pelukan nya.


" Oke bunda sayang kalau begitu kami berdua berangkat dulu assalamualaikum." Ucap Dev pamit dengan mencium kedua pipi bunda.

__ADS_1


Tuan Hazlan tak ingin kalah dari bibit kembaran nya, ia pun melakukan hal yang sama namun bukan di pipi, melainkan di bibir manis sang istri.


*C*up


Dengan sigap Irgi memeluk Dav dan mendekap nya di dada nya agar tak melihat kejadian menyakitkan mata. Bahkan tanpa rasa berdosa sedikit pun, mereka terbuai akan lum*tan itu sampai tak melihat jika mereka jadi tontonan seluruh penduduk keluarga Radiansyah.


" Ehem panas ya Gi, rasa nya ni bibir mau ghibah deh, ada sambel terasi gak ya kayak nya enak tu di campur sama pete." Ucap Dev menyinggung dua pasangan lucknut yang masih asik dengan dunia kiss nya.


Bunda yang menyadari itu langsung memukul lengan tuan Hazlan agar melepaskan kiss nya.


Tuan Hazlan tanpa rasa bersalah nya, hanya tersenyum manis menatap wajah cantik sang istri tanpa peduli tatapan sengit kedua anak mereka, sementara Dav sendiri melepaskan pelukan nya bersama Irgi.


" Deh deh deh,,, enak ya mendadak jadi murid nya soang, sosor sana sosor sini gak liat tempat, waktu, kondisi apalagi di depan anak di bawah umur, emang dasar ya pasangan gak ada akhlak ya begini nih." Kesal Dev.


*Ad*uh mati aku,,, Dav kan masih di bawah umur, walah aku kok malah memperlihatkan nya di depan dia sih tanpa aku sadari. Batin bunda Sita malu sendiri.


" Yaelah kak,,, kak, kamu kayak gak pernah merasakan nya aja deh, emang sama si ayang pernah gitu hem hem." Justru tuan Hazlan malah menggoda nya.


" Sorry ya yah, kakak belum tuh merasakan nya, biar lah kakak menahan nya tapi asal udah nikah mah auto buka kado hahahahaha." Ucap Dev nyeleneh tapi jujur.


*C*uriga sama nih anak. Batin tuan Hazlan curiga.


" Emang iya Gi? dia gak sosor bebek kayak gitu?" Tanya tuan Hazlan kepada Irgi.


*La*h kok gw sih Dev,,, eh tapi emang iya sih Dev kagak pernah begitu kan dia aja selama ini gak pernah gandeng cewek, lah dia aja setiap kerja otw balik rumah mulu kayak anak perawan. ucap Irgi dalam hati.


" Benar kok yah, malah Irgi gak pernah liat Dev gandeng cewek atau dekat sama cewek mana pun selain nona Clara."


" Tuh yah Irgi aja tau, masa ayah yang tau kakak dari orok sampai gak bisa tau sih anak sendiri ya gak Gi."


Irgi hanya mengangguk kan kepala nya.


" Baik bunda assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Mereka berdua berangkat menuju perusahaan Hazard Group.


25 menit kemudian...


Mereka berdua telah sampai di perusahaan dan di sambut hangat oleh para pekerja di sana.


" Selamat pagi tuan." ucap mereka para pekerja.


" Pagi, lanjutkan kerja kalian."


Mereka menuju lantai teratas yaitu lantai 38.


Ting


Saat sampai di lantai teratas mereka berdua di sambut oleh sekretaris Clara yang merupakan calon istri Dev.


" Selamat pagi paman, Deva." Sapa Clara dengan hormat.


" Pagi nak lanjutkan kerja mu." Ucap tuan Hazlan lembut.


Dev tersenyum manis menanggapi wanita yang ia cintai itu.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Saat mereka begitu fokus bekerja, mereka di datangkan seorang wanita yang usia nya sama seperti tuan Hazlan namun jika di lihat nya sedikit dewasa, namun masih terlihat cantik.


Namun sebelum nya saat di lobby utama, wanita itu menuju resepsionis untuk menanyakan ruang Presiden Direktur.


" Permisi nyonya ada yang bisa kami bantu?" Tanya resepsionis lembut.


" Saya ingin tanya di mana lantai ruang Presiden Direktur? saya kerabat nya." Tanya wanita itu tenang


" Apa sebelum nya anda sudah membuat janji nyonya?"


" Sudah." Ucap nya singkat namun berbohong.


" Baik lah anda bisa naik lift di sebelah kanan, lalu lantai 38 adalah ruangan nya."


" Baik lah terima kasih banyak."


.


.


.


.


Clara melihat wanita itu datang menghampiri nya.


" Hai cantik. Apa di dalam ada orang nya, saya ingin bertemu sama pemilik perusahaan ini?" tanya wanita itu.


" Ada nyonya mari saya antar kan." Ucap Clara sopan.


" Tidak usah nak, sebaik nya kamu lanjutkan pekerjaan mu, biar saya sendiri yang masuk."


*T*uk tuk tuk.


" Masuk." Ucap seseorang di dalam ruangan.


Saat wanita itu masuk, Dev dan tuan Hazlan terkejut saat melihat wanita yang ada di depan nya.


" Kakak,,, kak Yara ." Ucap tuan Hazlan


" Aunty Ayara." Ucap Dev terkejut.


" Kakak....."


...****************...


Pasti pada ngira nya itu cewek masa lalu nya antara Dev sama Irgi wkwkwkwk....

__ADS_1


Eh ternyata kakak nya tuan Hazlan 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2