Happy Story In High School

Happy Story In High School
KEDATANGAN CHINTYA YANG INGIN MENJENGUK DAV


__ADS_3


KEDATANGAN CHINTYA YANG INGIN MENJENGUK DAV



Suasana di ruang rawat kelas VIP begitu riuh apalagi di tambah lawakan dari Edo dan Julia menambah keseruan mereka hingga suara pintu ketukan pun mengejutkan mereka semua


tuk tuk tuk


" permisi."


Terdengar seperti suara wanita yang membuat mereka mengerutkan kening nya seolah tak tau siapa orang tersebut.


" iya masuk."


Dan pada akhir nya seorang wanita itu pun datang dengan membawa buah-buahan untuk menjenguk Dav. Berbagai macam ekspresi yang mereka perlihatkan kepada seseorang tersebut wanita itu adalah Chintya, dibilang musuh bukan di bilang teman juga bukan.


ngapain sih ni orang pake Dateng segala, awas aja kalau dia bikin ulah gw hajar muka mulus lu. ~ Julia ~


Edo dan Teguh seolah tau arti tatapan tajam Julia namun Chintya seolah berbeda tidak seperti biasa nya yang mudah terpancing emosi, kali ini ia hanya dapat menunduk dan berjalan menuju ke arah mereka.


" assalamualaikum." ucap nya.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam."


Chintya yang saat itu ragu harus berkata apa,ia mencoba untuk menenangkan diri nya dan berusaha untuk sesopan mungkin.


" maaf kedatangan say ke sini untuk menjenguk Dav sekalian saya juga ada hal yang mau saya bicarakan sama Dav dan teman-teman."


ia berusaha untuk tidak gugup dan kemudian ia memberikan buah-buahan yang ia beli di jalan sebelum sampai di rumah sakit dan di terima oleh bunda Sita tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.


" iya nak bunda akan dengan sangat senang kalau ada teman Dav yang datang menjenguk nya, dan apapun permasalahan yang kalian alami tolong jangan sampai menghancurkan pertemanan kalian apalagi kalian yang notabene nya adalah sama-sama siswa-siswi SMA Tunas Bakti malah sekelas pula, saran bunda selesaikan secara baik-baik."


what?


bunda bisa seakrab itu sama Chintya? orang yang paling gw benci di muka bumi ini. ~ Julia ~


" iya bund terima kasih atas sudah mau terima Chintya buat jenguk Dav." ucap Chintya kemudian permisi berjalan menuju Dav.


" Hai Dav apa kabar? "


" Alhamdulillah kabar gw baik Chin, tumben kamu sendiri? biasa nya sama Vivi, kemana dia?"


" oh si Vivi ad atuh di depan kebetulan dia lagi ketemu sama temen nya yang dokter itu."


" what? dokter, hebat banget si Vivi hehehehe ehem ada yang bakal nyesel nih."

__ADS_1


sementara orang yang di tuju pun menunjukkan ekspresi yang sulit di artikan.


" Li, sorry ya waktu itu gw pernah nyakitin lu, kata-kata gw yang bikin lu sakit hati, gw benar-benar minta maaf Li."


Julia pun diam sejenak untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan,sementara bunda Sita, tuan Hazlan, Dev, Irgi dan pak Axel sudah keluar sedari tadi karena mereka tau itu adalah hal yang bersifat privasi untuk mereka, sembari ia berpikir tak lama pintu terbuka dan tak lupa ketukan pintu,kemudian masuk lah Vivian bersama dokter muda tampan untuk memeriksa keadaan Dav.


Jangan tanyakan lagi bagaimana Teguh yang melihat kedekatan Vivian dengan dokter tampan bernama dokter Rico yang berjalan beriringan, kemudian dokter Rico pun memeriksa keadaan Dav karena ia merupakan dokter umum, setelah di periksa Edo menanyakan hal yang membuat suasana menjadi tegang.


" mohon maaf sebelum nya dokter kalau saya lancang, sama mau tanya hubungan anda sama Vivian apa ya, kok bisa sedekat ini." tanya Edo yang juga yang merasa ingin tau.


" oh Vivian ini sahabat saya waktu kecil, perbedaan usia kami 5 tahun." dokter Rico menjelaskan siapa ia dan bagaimana kedekatan ia dengan Vivian karena memang ia merupakan sahabat kecil Vivian.


Sementara Teguh sedari tadi diam dengan ekspresi wajah yang dingin namun ia sedikit merasa kesal melihat Vivian dekat dengan pria lain.


kenapa gw tiba-tiba kesel gini ya... padahal kan Vivi dulu bukan nya suka sama gw, kenapa sekarang malah deketin dokter segala,apa sampai sebatas itu aja dia suka sama gw. eh kenapa gw jadi bad mood gini sih, au ah gelap...


Vivian yang tiba-tiba berpaspasan saat menatap pun di buat salah tingkah sementara ia sendiri pun tak tau harus berbuat apa.


Mereka pun mengobrol di selingi rasa canggung yang di ciptakan oleh teguh dan Vivi, belum lagi sedari tadi teguh terus memandang Vivian, setelah kepergian dokter Rico.


Tak lama yang lain nya pun ikut nimbrung di selangi dengan Senda gurau yang terciptakan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2