
CINTA KU TAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN.
" Kamu,,, mau... eh itu mmm anu,,, Li. aku sebenarnya juga suka sama kamu, bahkan jauh sebelum kamu menyukai ku mungkin aku lah yang terlebih dahulu menyukai mu, mungkin karena aku gak sadar akan perasaan itu dan aku pun menganggap nya hanya sebatas angin lalu aja. Tapi seiring berjalan nya waktu perasaan itu justru berlanjut bahkan aku mulai merasa bahwa aku,,, aku jatuh cinta sama kamu Li. Saat kamu mengungkapkan isi hati kamu waktu di kelas, di situlah aku semakin yakin bahwa cinta aku gak bertepuk sebelah tangan. Li, aku sayang sama kamu dari lubuk hati aku yang paling dalam." Ucap Axel dengan menggenggam erat kedua tangan Julia sembari menatap gadis itu yang saat itu juga menatap nya.
Julia yang mendengar kan segala isi hati Axel sangat bahagia jika ia lah yang begitu tergila-gila dengan guru tampan ini, bahkan justru cinta nya lah yang tidak bertepuk sebelah tangan saat ia mengetahui bahwa pria itu juga mencintai nya.
*A*pa gw gak salah dengar ya, ternyata dia juga suka sama gw, bahkan terang-terangan bilang ini di depan gw langsung. Gw terharu huaaa ya kan jadi gak bisa jauh dari dia ya kan,,, terus gw harus apa dong malah dia sweet banget lagi. ucap Julia dalam hati.
Axel kemudian mengeluarkan sesuatu di kantong celana nya, lalu keluarlah sebuah kotak mini berwarna merah tepat di hadapan Julia.
" Julia. aku cinta sama kamu,,, kamu mau kan jadi milik ku seutuh nya,,, aku tau kamu masih sekolah, aku akan tunggu sampai kamu lulus dan di situ juga aku melamar kamu untuk jadi pelabuhan hati ku yang terakhir." Ucap Axel sungguh-sungguh.
Dengan penuh keromantisan ia membuka kotak kecil tersebut yang berisikan cincin. Julia yang melihat nya sontak terkejut dan tak kuasa menahan haru, dengan spontan ia menutup mulut nya yang speechless ternganga dengan tangan nya.
*O*h ya ampun,,, dia ngelamar gw? sumpah demi apa gw gak ada kepikiran bisa sampai sejauh ini,,, oh my God. batin Julia.
" Iii,,, ini be,,, benar buat aku? kamu gak bohong kan, pasti kamu becanda ya kan." Julia tak mau mempercayai begitu saja.
" Buat apa aku bohong,,, atau gini aja kalau kamu bilang ngira nya aku hanya omong kosong,,, oke baik gini aja kamu mau gak jadi pacar aku."
Ap appp,,,, apa!! dia nembak gw haaaa mau bang mau banget.
" Kamu,,, kenapa kamu milih aku?"
Julia tak tau lagi harus berkata apa saat itu, jadi lebih baik ia tanyakan yang terlintas di pikiran nya saja.
__ADS_1
" Ya karena aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. Kamu aku ajak nikah tapi kamu anggap nya aku becanda, giliran aku ungkapkan perasaan kalau kamu mau gak jadi pacar aku, ehh malah makin jadi. Ucap Axel pura-pura merajuk.
" Eh em buka begitu,,, kan aku tanya aja lagian emang salah kalau nanya gitu."
" Ya enggak sih, tapi kamu itu terlalu acuh dan cuek sama aku."
" Ya maaf kalau gitu." Ucap Julia merasa bersalah.
" Iya kok gapapa,,, oh iya di jawab dong masa diam aja sih."
Ucapan Axel seolah kembali memulihkan Julia yang sangat menggemaskan.
" Kamu tau sendiri kan kalau aku memang sejujur nya suka sama kamu, aku cinta sama kamu, tapi aku takut kalau cinta itu akan bertepuk sebelah tangan,,, maka dari itu aku lebih memilih untuk menanggapi nya dengan biasa-biasa aja, takut sakit nanti ending nya."
" Cinta kamu tidak akan bertepuk sebelah tangan sayang, karena aku juga menyukai kamu bahkan mencintai kamu tulus. Makasih kamu udah bertahan sejauh ini sama pria bodoh seperti aku,, meskipun waktu itu kita belum resmi jadian tapi kita selalu bersama layak nya sepasang kekasih."
" Terus gimana sama jawaban nya? kamu mau gak jadi pacar aku,,, kalau soal nikah itu mah bisa kita bicarakan setelah kamu lulus sekolah nanti,,, oke." Axel kembali meyakinkan itu bahkan ia sempat menggoda Julia dengan mengedipkan sebelah matanya menatap Julia.
Julia yang di goda nya tersipu malu bahkan pipi nya kembali memerah.
" Ehm gimana ya, aku,,, emm,,, aku aku mau." ucap Julia malu.
" Serius ni kamu terima aku." Goda Axel dengan menaikturunkan alis nya menatap wajah imut Julia.
" Ih apaan sih iya iya aku terima kamu,,, puas."
*T*ernyata dia selain agak galak dia lucu juga ya, apalagi muka kesal nya itu bikin candu hihihi jadi gemas sendiri liat nya. ucap Axel dalam hati.
" Jadi mulai hari ini kita jadi sepasang kekasih dong ya kan,,, sayang." ucap nya kembali berulah.
__ADS_1
*Is*h ni orang kenapa sih hobi banget jahilin gw,, eeee ya jelas udah lah malah kalau seandainya gw udah lulus sekolah nanti gw siap terima pinangan mu bang tampan ahihi.
" Pikir aja sendiri, emang menurut kamu gimana? kita musuhan gitu." Ucap Julia pura pura kesal tapi sebenarnya dalam hati sudah berbunga-bunga bahagia.
" Ya kalau menurut aku sih kita udah resmi,,, jadi sepanjang kekasih hehehe."
Kemudian Axel memasangkan cincin itu tepat di jari manis Julia sebagai tanda jika julia adalah milik nya, dan tidak boleh ada satupun orang yang boleh mengambil nya jika tidak mau berurusan dengan nya langsung.
*T*es
Tanpa sadar Julia meneteskan air mata nya haru saat ia di pasangkan sebuah cincin yang indah melekat di jari manis nya oleh kekasih nya yang sangat ia cintai itu.
" Kenapa menangis Hem." Dengan penuh perhatian Axel mengusap air mata gadis nya dengan lembut.
" Aku bahagia ternyata cinta aku gak bertepuk sebelah tangan dan aku juga tau kebenaran nya kalau kamu juga mencintai aku... kakak." Ucap Julia bahagia.
" Ya. Mulai hari ini kamu panggil aku kakak untuk di luar sekolah, jika di suasana sekolah tetap seperti biasa nya, oke."
" Iya kak aku tau itu kok."
Axel memeluk tubuh berisi ramping Julia dalam keadaan duduk di kursi taman itu, ia seolah enggan untuk berdiri dan lebih memilih untuk duduk sembari mengungkapkan perasaan yang ia pendam kepada gadis nya itu.
...****************...
Ciee yang udah jadian ni yee...
pajak jadian nya Sabi kali,,, mentang-mentang ada Drakor mendadak eh sekarang berubah romantis²an lagi,,,
Ya sekali lagi selamat ya semoga hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan dan bahagia selamanya... Aamiin🤲
__ADS_1