
MUAL.
" Maafkan aku." Ucap nya lirih.
Jangan katakan lagi bagaimana perasaan Dav kala itu, apalagi mendapatkan sebuah pelukan hangat mendadak dari kekasih nya, jujur pelukan Irgi lah yang Dav rindu kan semenjak si pria blasteran ini tiba-tiba mendiamkan nya.
Seketika kesadaran Dav kembali, ia melepaskan pelukan itu dengan sedikit kasar.
" Apa apaan sih main peluk peluk segala."
Jauh dari lubuk hati Dav yang paling dalam, ia tak ada niatan bersikap dingin dan datar kepada kekasih nya, akan tetapi pria ini lah yang memulai nya terlebih dahulu tanpa sebab.
Dapat Dav lihat sendiri bagaimana perubahan raut wajah Irgi yang berubah sendu saat Dav tiba-tiba menolak pelukan nya, tapi Dav sendiri berusaha untuk tetap pada posisi nya.
" Maaf."
Kata yang terlontar dari bibir manis Irgi sangat terdengar lirih di telinga Dav.
" Maaf untuk apa?" Tanya Dav ketus.
Helaan nafas Irgi seolah ia menyesal dengan apa yang di lakukan nya kepada Dav.
" Aku gak bermaksud buat cuekin kamu."
Tiba-tiba suara isakkan pelan dan lirih terdengar dari mulut Dav.
Hiks hiks hiks
Ternyata tanpa sadar Dav menangis pelan entah mengapa.
" Kenapa kak Irgi tega sama aku hehhh KENAPA KAK HIKS HUUUUUUHHHHH."
Untung nya kamar Dav kedap suara, jadi tiada yang tau jika Dav menangis berteriak kepada Irgi. Namun Irgi hanya mampu memeluk erat tubuh sintal itu karena Dav teriak berontak dan menangis.
__ADS_1
Di kala tangis gadis kecil nya sudah mereda, Irgi perlahan melepaskan pelukan hangat itu dan menangkup kedua pipi bulat gadis di depan nya yang menangis sesenggukan.
" Maafin aku sayang, aku gak bermaksud jauhin kamu, aku mau kasih tau kamu yang sebenarnya tapi aku juga bingung."
Dav semakin salah paham dengan apa yang dikatakan oleh Irgi.
" Maksud kakak mau kasih tau yang sebenarnya itu apa? hah! kakak ada main di belakang aku? JAWAB KAK ! IYA KAN, JAWAB KAKHHHMM... "
Namun belum selesai Dav mengomeli nya, tiba-tiba sebuah serangan manis nan kenyal mendarat sempurna tepat di bibir merah merona Dav yang sedari tadi terus menerus berbicara.
" Emmmhh....."
Irgi dengan santai nya melahap habis benda merah kenyal itu, dan di rasa nafas kedua nya hampir habis barulah Irgi melepaskan ciuman manis itu.
" Huh... hah... dasar cowok gila, bisa mati kurang nafas gw gara-gara lu tau gak." Ucap Dav penuh emosi.
" Udah selesai marah nya hem? udah ngamuk nya? masih kurang?"
Justru Irgi dengan santai nya bertanya kepada Dav sambil menangkup kembali pipi bulat itu.
Dengan penuh kasih sayang, Irgi memeluk tubuh sintal itu kembali, lalu kemudian ia melepaskan kembali.
" Kamu harus tau sayang, gak ada terlintas di pikiran aku buat khianatin kamu, kalau aku kasih tau kamu alasan nya, pasti gak akan jadi surprise. Tapi karena keadaan, ya udah mau gak mau aku kasih tau kamu."
Akhir nya Irgi menjelaskan di balik sikap Irgi yang mulai menjauhi Dav, Dav yang tau akan alasan itu menangis terharu karena sang kekasih akan memberikan nya kejutan di ulang tahun nya setelah selesai ujian kenaikan kelas nanti.
" Emmm kakak kenapa harus kayak gitu segala sih, lagian kan ulang tahun aku masih lama, sebulan lagi loh kak." Ucap Dav terharu.
" No sayang, ulang tahun kamu tinggal 3 Minggu lagi."
" Ehmm kakak mau peluk." Dav bertingkah manja kepada kekasih nya yang sangat ia sayangi itu.
" Sini kakak peluk."
Tak hanya sebuah pelukan saja Irgi berikan, bahkan kecupan manis di kening Dav sebagai pertanda betapa sayangnya Irgi kepada gadis kecil nya itu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Kicauan burung dan cerah nya mentari pagi hari, sangat di nikmati setiap insan manusia yang ingin menyambut cerah nya hari.
Seluruh keluarga Radiansyah saat ini telah berada di meja makan untuk sarapan pagi, namun ada yang berbeda dari sosok bunda. Mengapa dia terlihat pucat dan lebih aneh nya lagi, bunda baru bangun tidur. Dav yang melihat keadaan bunda nya yang terlihat pucat.
" Bunda kenapa kok muka nya pucat gitu, bunda sakit?" Tanya Dav khawatir.
Tuan Hazlan juga tak kalah khawatir nya dengan sang putri saat melihat istri tercinta nya terlihat kurang sehat.
" Sayang kamu kenapa? kita ke dokter ya."
" Gapapa kok kak, nak bunda gapapa cuma pusing dikit aja mungkin karena kecapekan kayak nya." Jawab bunda lesu.
" Aunty jangan terlalu banyak urusin rumah, kan ada pelayan biar mereka aja yang handle, kadang aunty suka lupa waktu." Sambung Darrell.
" Benar bund kadang bunda suka lupa waktu, kalau udah berurusan sama rumah kan jadi nya kecapekan."
" Udah udah mending kita sarapan biar sekalian bunda juga sarapan yang banyak biar sehat lagi." Ucap Irgi mengakhiri perbincangan.
Namun saat bunda hendak menyuapkan bubur ke dalam mulut nya, tiba-tiba saja ada rasa bergejolak di dalam perut nya seolah ingin mengeluarkan semua nya yang di rasa sangat mengganggu.
Dengan langkah cepat bunda Sita berlari menuju wastafel, Tuan Hazlan yang semakin khawatir mengikuti langkah bunda Sita yang sudah muntah-muntah.
" Huek huek."
...****************...
O'Ow bunda Sita kenapa ya bestie🤔
__ADS_1