
AKSI DI LUAR DUGAAN TUAN MARVIN
Jika sudah menyangkut nama sahabat nya, Teguh tidak akan diam. Bahkan ia menjadi tameng ketika salah satu sahabat nya di lukai bahkan di sakiti oleh orang lain. Ia tak akan segan-segan berbuat perhitungan kepada siapa saja yang berani mengusik ketenangan sahabatnya.
Pelajaran sekolah tak terasa telah usai, Dav dan para sahabat nya berinisiatif langsung menuju ke rumah sakit di mana Julia di rawat.
" Guys kalian ingat ya bagi yang bawa kendaraan tolong perhatikan jalan, dan jangan bawa kendaraan di atas kecepatan rata-rata, always patuhi peraturan right." Ucap Teguh posesif.
" Oke." Ucap mereka kompak.
" Oh iya Dav lu juga hati-hati bawa motor nya, kalau bisa jangan pisah jalan sama kita."
" Iya sip aman kok Guh. Yaudah yuk kita langsung berangkat, keburu sore nanti." Ajak Dav.
Mereka semua melesat pergi dari sekolah menuju rumah sakit, butuh waktu dua puluhan menit untuk sampai sana, namun jika jalanan macet bahkan bisa memakan waktu hingga 30 menit.
30 menit kemudian
Mereka semua telah sampai di halaman depan rumah sakit, mereka langsung memarkirkan kendaraan nya lalu menuju ruangan di mana Julia di rawat. Lift yang menghubungkan langsung ke lantai yang mereka tuju.
Disana mereka melihat sudah ada orang tua mereka yang juga sedang menjenguk sahabat nya. Lalu mereka semua menghampiri orang tua mereka.
" Bunda ayah kakak kalian ada di sini?" Tanya Dav.
" Iya sayang, loh kok kamu langsung ke sini sih harus nya pulang dulu ganti baju terus makan baru ke sini." Ujar bunda Sita kepada putri bungsu nya.
" Gapapa kok bund lagipun Dav di sini juga gak lama, soal nya Dav sama yang lain mau belajar kelompok." Jelas Dav.
__ADS_1
" Oh gitu ya sudah."
" Mom. Gimana perkembangan mengenai Julia, apa sudah ada kemajuan?" Tanya Teguh.
" Mom juga belum tau nak, tadi Daddy mengajak mommy ke sini baru beberapa menit yang lalu, karena saat ini dokter juga lagi meriksa keadaan Julia."
Tuan Marvin menghampiri istri dan anak nya dan duduk di dekat mereka.
" Son kenapa kamu langsung ke sini dulu, kamu kan baru pulang sekolah sebaik nya pulang dulu baru ke sini, nanti kamu sakit loh nak, kasian sahabat mu kalau liat kamu sakit juga." Setelah kejadian yang menimpa anak dari rekan bisnis nya, ia menjadi sangat protektif kepada putra semata wayangnya.
" Gak kok dad, aku di sini mau liat keadaan Julia sebentar aja. Lagipun aku sama yang lain gak bisa lama soal nya ada tugas kelompok yang harus kita kerjakan nanti, jadi aku minta ijin ya." Teguh tau akan khawatir nya kedua orang tua nya, maka dari itu setiap Teguh keluar rumah selalu minta ijin kepada mereka.
" Baik lah kalau begitu Daddy ijin kan kamu, tapi jangan pulang terlalu sore ya nak, kalau seandainya tugas kamu belum selesai lanjutkan besok hari nya." Ucap nya sambil mengusap lembut rambut putra nya.
" Baik lah dad."
Mereka menunggu dokter dan tenaga medis yang lain nya menangani Julia yang tiba-tiba sempat down, eomma Sheina tak henti-hentinya menangis mengetahui kondisi anak nya yang semakin memburuk. Bahkan mereka belum menemuka pendonor lambung untuk putri kecil nya.
Ya Allah. Selamatkan lah putri kecil ku, sungguh hati ku lah yang paling hancur melihat nya masih setia memejamkan mata nya hiks, aku bertaruh nyawa melahirkan nya, menyusui nya, membesarkan nya penuh kasih sayang. Kini kenapa kau harus uji aku melalui putri kecil ku hiksss,,, jangan kau ambil dia ya Allah. Selamat kan lah nyawa buah hati ku.
Tak lama dokter dan yang lain keluar dari ruangan tersebut, eomma Sheina dan appa Hoon dengan sigap menghampiri mereka.
" Dokter bagaimana keadaan anak saya." Tanya appa Hoon.
" Seperti biasa nya pak, pasien masih dalam keadaan kritis. Maka langkah cepat nya kita harus mencari pendonor lambung agar pasien bisa di selamatkan pak bu." Ujar dokter Rico.
Mereka semua yang mendengar nya sangat sedih, apalagi nyawa Julia hampir di ujung tanduk. Sangat sulit mencari pendonor lambung, untung nya darah sudah di dapatkan dari appa Hoon sendiri yang memiliki golongan darah yang sama yaitu A+ dan juga Winda yang memiliki golongan darah yang sama. Tuan Marvin melangkah menuju ke arah mereka.
" Dokter apa masih ada waktu untuk bisa mencari pendonor lambung pasien?" Tanya tuan Marvin.
" Kalau bisa dalam kurun waktu kurang dari seminggu sudah ada pendonor nya tuan, maka dari itu lebih cepat lebih baik."
__ADS_1
" Baik lah kalau begitu, beri kami waktu kurang lebih 3-4 hari untuk mencari pendonor nya."
Mereka semua terkejut dengan penuturan tuan Marvin yang sanggup mencari pendonor organ tubuh itu yang memang sedikit sulit di cari.
" Tuan Marvin, bagaimana cara nya anda bisa mencari pendonor lambung dalam waktu yang singkat ini." Tanya appa Hoon.
" Anda tidak perlu khawatir tuan Hoon, saya tau tempat untuk mencari pendonor organ tubuh manusia."
Dev yang paham maksud tuan Marvin bergidik ngeri, karena ia tau jika tuan Marvin adalah mantan mafia. Akan sangat mudah bagi nya mencari organ tubuh manusia.
Yang lain juga tak kalah ngeri saat tuan Marvin sudah menunjukkan sisi lain nya, bahkan jiwa mafia nya bisa saja keluar hanya sekedar mencari organ tubuh manusia. Sementara Tuan Aras dan tuan Arul hanya santai saja, karena ia tau jika mantan bos mafia nya pasti akan bertindak cepat.
Saya sudah menduga jika tuan Marvin pasti akan ke markas untuk mencari organ tubuh manusia. Batin tuan Aras.
Hiiiiiiiiiii uncle Marvin serem banget ih, tapi wajar aja sih uncle bilang gitu kan dia mantan mafia, otomatis mau cari organ tubuh manusia mah mudah aja buat dia. Ucap Dev dalam hati ngeri.
Ya ampun Daddy emang dia kira cari organ tubuh manusia kayak nyari kutu di rambut apa ya, enteng banget kalo ngomong. Ini organ tubuh dad, bukan cari duit astaghfirullah. Teguh sangat tercengang saat Daddy dengan santai akan mencari lambung dalam kurun waktu yang sangat singkat.
" Kamu yakin bisa mencari itu sayang, gak mudah loh." Mommy Safira menghampiri suami nya yang sedang berbincang serius dengan dokter Rico.
" Kamu tenang aja sayang, justru keselamatan Julia lah yang harus kita khawatir kan, gimana kalau seandainya itu terjadi kepada putra kita, mungkin aku gak akan kuat seperti tuan Hoon dan istri nya. Julia juga sudah aku anggap seperti putri ku sendiri, apalagi mereka bersahabat sedari kecil, mungkin ini sebagai ucapan terima kasih ku kepada nak Julia karena begitu setia menjadi sahabat anak kita dan yang lain nya." Ucap tuan Marvin penuh perhatian.
" Terima kasih ya uncle udah mau nolongin sahabat kami, kami memang terlalu kecil untuk urusan seperti ini, tapi kami sangat menyayangi sahabat kami." Ucap Dav dan di setujui oleh semua nya.
" Kamu gak perlu berterima kasih nak, uncle melakukan ini memang kalian sudah uncle anggap seperti anak uncle sendiri." Ucap nya tersenyum manis.
Teguh yang melihatnya sangat bangga kepada Daddy nya yang memiliki hati yang baik.
Aku bersyukur banget punya ayah sebaik Daddy, di balik ketegasan Daddy. Daddy punya sifat penyayang kepada kami.
" Terima kasih tuan Marvin anda begitu Sudi menolong putri ku, maaf jika saya sudah merepotkan anda, saya juga sudah berusaha mencari pendonor tersebut namun memang sangat sulit." Ucap nya sendu
__ADS_1
" Saya belum melakukan apapun tuan Hoon, jadi tidak perlu berterima kasih, tapi saya akan pasti kan jika nak Julia bisa di selamatkan." Ucap nya sambil menepuk pelan bahu appa Hoon.
...****************...