
BEBAS HUKUMAN DAN TIDAK BERSALAH
Ketika ketakutan melanda seseorang, apapun yang di rasakan nya seolah hawa takut yang menghantui nya. Begitulah yang di rasakan oleh Dav sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah.
Sesampai nya ia di rumah dan di antar oleh sahabat nya, Dav beserta yang lain nya masuk kedalam ruang Dav dan tak lupa juga ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
tuk tuk tuk
" assalamualaikum." ucap mereka serempak namun Dav sedari tadi terdiam dan Julia dan para wanita yang lain nya berusaha menenangkan kan nya.
Mereka sudah tau apa yang terjadi setelah Edo dan Teguh menceritakan kejadian itu dan sontak membuat mereka terkejut bukan main, namun di satu sisi ia juga paham akan posisi Dav yang melindungi sahabat dan diri nya sendiri.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka, dan nampak lah bunda Sita yang masih memakai celemek yang sudah pasti ia sedang memasak entah apa itu.
Bunda yang melihat sahabat anak nya pun menyapa mereka, bunda Sita tak menyadari akan kondisi Dav yang tidak baik.
" eh kalian tumben ramai sekali."
" iya tan, kami antar Dav pulang." ucap Julia dan di setujui oleh semua teman nya.
" ya sudah kalian masuk dulu yuk kebetulan bunda lagi buat makanan cemilan, nak kamu masuk dulu ya ganti baju langsung ke sini lagi kita makan siang sama-sama."
Dav pun masuk berjalan ke depan yang semula nya ia berada di posisi belakang, betapa terkejut nya bunda melihat darah segar masih mengalir di lengan putri nya.
" astaghfirullah nak kamu kenapa." ucap bunda Sita yang panik dan meneteskan air mata nya.
Sementara Dav hanya diam apalagi mata nya sudah sembab karena sedari tadi ia sudah banyak menangis.
" nak jawab bunda kamu kenapa hiks, apa yang terjadi sama kamu, kenapa kamu sampai luka parah begini hiks hiks."
sahabat Dav yang melihat itu ikut merasakan sedih dengan apa yang Dav alami.
Tak lama kemudian Dav menangis dan memeluk bunda nya.
" hiks hiks hiks D D D Dav sama Edo di be begal bund, aku gak sengaja menghabisi nyawa orang hiks." pecah sudah air mata nya yang sedari tadi ia pendam.
" ya Allah nak kenapa bisa jadi seperti itu, ya Allah nak Edo nak Teguh kenapa kalian babak belur begini."
Luka lebam pada Edo dan Teguh ia tutupi dengan tangan nya lalu ia pun tak sengaja membuka nya dan bunda Sita melihat itu dengan sangat terkejut.
" Dav mau lindungi Edo karena begal itu mau nikam Edo pakai pisau dari belakang, Dav refleks hajar mereka sampai Dav juga gak sadar kalau Dav luka dan pisau itu menancap di perut mereka hiks hiks." Dav menjelaskan nya secara detail tentang kronologi ia sampai balik menikam begal tersebut hingga tak bernyawa.
Dav maafin gw, harus nya lu biarin gw di tikam mereka, gw gak mau lu sampai di penjara gara gara nyelamatkan gw. batin Edo yang tanpa sadar ikut meneteskan air mata nya dan Teguh beserta yang lain nya ikut menguatkan Edo.
" enggak nak, kamu gak salah karena posisi kamu saat itu melindungi diri kamu dan sahabat kamu, itu perbuatan yang mulia nak. kamu harus percaya sama bunda kalau semua gak akan terjadi hal yang memberatkan kamu." bunda Sita berusaha untuk meyakinkan Dav agar ia tidak selimuti rasa takut dan bersalah.
" tapi Dav gak mau Edo sama Teguh sampai di penjara karena mereka juga ikut melawan begal itu, yang secara gak langsung membunuh begal itu Dav bukan mereka hiks hiks."
Teguh dan Edo pun berjalan menghampiri Dav.
" Dav, dengar gw baik-baik, apapun yang terjadi lu sama sekali gak salah apapun, karena yang lu lakuin itu semata-mata untuk melindungi diri Dav bukan buat niatan untuk membunuh. Justru mereka yang menghadang kita sampai lu sendiri juga luka parah bahkan lengan lu sobek gara-gara lu lindungi gw oke." ucap Edo panjang lebar dengan deraian air mata nya dan Teguh berusaha menguatkan kedua sahabatnya itu.
" maafin gw yang gagal lindungi lu Dav sampai sampai lu luka karena lindungi gw." ucap Edo yang masih berusaha untuk meyakinkan Dav agar ia jangan merasa bersalah akan apa yang terjadi.
" enggak Do lu sahabat gw, apapun yang terjadi kita semua akan hadapi bersama, gw cuma syok aja sampai bisa ngehabisin nyawa orang gw kaget Do."
__ADS_1
" iya Dav, lu juga harus tenangin diri lu, gw yakin kita gak salah akan masalah ini."
" benar apa yang di katakan nak Edo nak, kalau niat nya untuk melindungi diri itu belum tentu kita akan berakhir di jeruji besi."
Suara mobil pun telah sampai di depan halaman rumah kebesaran keluarga Radiansyah.
" loh ini mobil siapa?" ucap Dev yang baru keluar dari mobil dan di ikuti oleh tuan Hazlan dan Irgi.
" mungkin sahabat nya Dav kali kak yaudah yuk kita masuk."
Mereka pun masuk ke dalam rumah tanpa ada sambutan dan yang mereka lihat juga adalah sahabat anak nya dengan ekspresi sedih seolah membuat mereka heran sebenarnya apa yang terjadi. Lalu ia berjalan lagi ke depan dan betapa kaget nya melihat Dav yang sudah bersimbah darah di lengan kanan nya, bahkan baju nya sudah penuh dengan darah apalagi ia juga melihat Dav yang menangis.
" astaghfirullah nak kamu kenapa, apa yang terjadi sama kamu, ya ampun nak Edo nak Teguh kalian kenapa bisa babak belur begini, siapa yang lakuin ini sama kalian." ucap tuan Hazlan yang panik dan terpancar aura kemarahan di mata nya melihat putri bungsu nya luka parah begitupun dengan sahabat anak nya.
" ya Allah dek kamu kenapa bisa begini, siapa yang lakuin ini sama kalian." sambung Dev yang khawatir akan kondisi Dav yang luka parah.
" iya Dev sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian, kenapa kalian jadi seperti ini." ucap sekretaris Irgi yang juga ikut merasakan kekhawatiran itu apalagi sang pujaan hati nya terluka parah di lengan kanan nya.
" Dav sama Edo di cegat sama begal." ucap Dav pelan.
" APA DI BEGAL !!"
" ya Allah terus kenapa gak ke rumah sakit nak, ayo kita kerumah sakit sekarang karena luka kalian parah semua."
" yah ( diam sejenak )."
" iya nak ada apa."
" hiks Dav gak sengaja hiks hiks."
" gak sengaja apa nak, coba kamu cerita."
" sekarang kamu cerita sama ayah apa yang sebenarnya terjadi?"
Dav pun menceritakan sedetail mungkin tanpa ada satupun yang tertinggal, Edo dan juga Teguh pun ikut menceritakan kejadian itu dengan sebenar-benarnya sontak membuat tuan Hazlan terkejut bercampur dengan amarah yang sudah memuncak. Bunda Sita yang melihat itu berusaha untuk menenangkan sang suami.
" kamu gak salah akan hal ini nak karena posisi kamu di sini adalah melindungi diri kamu dan sahabat kamu, nanti masalah ini akan ayah urus dan kamu juga sahabat kamu menjadi saksi dan cukup memberikan kesaksian nya di depan polisi, ayah juga akan meminta bantuan kepada paman Robert karena ia pengacara andalan keluarga ini, sudah nya sekarang kita kerumah sakit karena lengan kamu harus di jahit dan nak Edo juga nak Teguh kamu juga ikut paman ke rumah sakit karena luka kalian cukup parah dn untuk lain nya juga boleh ikut tapi terlebih dahulu minta ijin kepada orang tua kalian termasuk nak Julia dan lain nya." ucap tuan Hazlan panjang lebar kepada mereka semua.
" kami sebaik nya pulang dulu paman karena kami semua belum ijin kepada orang tua kami, kalau begitu kami pamit pulang dulu dan kami juga akan menjenguk Dav dan yang lain ke rumah sakit." ucap Chintya yang mewakili semua nya sementara Julia ingin ikut bersama mereka namun di larang Dav dan akhir nya Julia pun ikut pulang bersama mereka.
Dav Edo dan Teguh pun di bawa kerumah sakit, tuan Hazlan sudah menghubungi orang tua mereka dan betapa terkejut nya mereka mendengar informasi yang di sampaikan oleh tuan Hazlan mengenai anak nya.
mereka pun di rawat di dalam satu ruangan karena itu permintaan dari mereka sendiri.
sungguh kalian best friend forever
Tak lama kemudian pintu ruangan mereka ada suara ketukan dan masuk lah orang tua dari Edo dan Teguh.
" ya Allah nak apa yang terjadi sama kamu sayang hem." ucap mommy Safira kepada Teguh yang masih terbaring lemas namun dalam keadaan sadar.
" biasa mom ada accident sedikit."
" Edo ya Allah kamu kenapa sayang kenapa bisa babak belur begini nak." ucap mami Silvi yang khawatir dengan kondisi anak semata wayang nya.
" aku gapapa kok mi yang parah tu Dav mi dia yang nyelamatkan aku dari maut maka nya dia sampai sobek lengan nya." ucap Edo dengan ekspresi sedih nya.
Mami Silvi pun menghampiri tempat Dav dan benar saja ia yang paling terluka parah.
" ya Allah nak Dav kenapa kalian bisa seperti ini, sebenarnya siapa yang sudah jahatin kalian, padahal kan kalian gak punya musuh sama sekali." ucap mami Silvi yang prihatin dengan kondisi anak sahabatnya
__ADS_1
" mereka di begal say, bahkan anak ku secara gak langsung melenyapkan nyawa begal itu secara gak sengaja."
" astaghfirullah, tapi kan nak Dav melakukan itu karena ingin membela diri nya dan sahabat nya, ya Allah lindungi lah anak-anak kami semua."
" iya say suami ku juga lagi urus semua nya dan juga meminta bantuan dari pengacara biar masalah nya gak sampai jauh."
" iya say kita berdoa saja semoga masalah nya cepat selesai."
" Aamiin ya Allah." ucap mereka serempak.
Sementara di luar ruangan tuan Hazlan, Dev , Irgi dan orang tua Edo juga teguh berada di luar untuk membahas kasus yang mengenai anak nya.
" tuan Hazlan apa sebaik nya kasus ini kita selesaikan secepat nya dan apalagi bukti sudah kuat bahwa nona Dav melakukan itu untuk melindungi sahabat nya dan juga diri nya." ucap pak Robert selaku pengacara andalan keluarga Radiansyah.
" benar yah apa yang di katakan paman Robert apalagi kasus nya juga cukup serius." sambung Dev yang ikut menanggapi nya.
" benar sekali tuan Hazlan saya setuju dengan pak Robert benar begitu tuan Arul." jawab tuan Marvin ayah dari Teguh.
" benar sekali tuan Hazlan apa perlu kita ke kantor polisi sekarang juga."
" iya yah lebih cepat lebih baik dan masalah ini cepat selesai juga."
" baik lah kita selesaikan masalah ini secepatnya."
mereka semua pun bergegas menuju kantor polisi.
20 menit kemudian...
Akhir nya mereka pun sampai di kantor polisi yang letak nya tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat anak mereka di rawat.
mereka berjalan dengan gagah nya bahkan di sambut dengan hormat dan segan oleh para polisi yang ada di sana, karena ia tau bahwa mereka merupakan pebisnis hebat dan di segani apalagi tuan Hazlan yang notabene nya pengusaha sukses.
sesampai nya mereka di dalam kantor polisi ia bertemu dengan kepala kepolisian dan kemudian ia menceritakan kejadian yang menimpa anak-anak mereka juga bukti kuat yang mereka dapat dari anak mereka dan tak lama salah satu polisi masuk dan memberikan sebuah informasi berupa kamera dari handphone salah satu orang yang melihat kejadian tersebut.
" baik tuan tuan semua berdasarkan hasil dari yang telah kami tentukan bahwasanya anak-anak anda melakukan nya untuk melindungi diri baik lah kalau begitu, eh mohon maaf kalau boleh saya tau kemana anak-anak anda saat ini."
" anak kami di rawat di rumah sakit karena luka yang cukup parah." ucap tuan Hazlan yang mewakili mereka dan juga memberi bukti dengan foto yang di kirim oleh sang istri.
" baik kalau begitu di karenakan kasus ini adalah pembegalan dan korban secara tidak langsung menghabisi nyawa pelaku tanpa sengaja dengan maksud untuk melindungi sahabat nya yang hampir di tikam dan melindungi diri nya, maka kami sepakat untuk anak anda di nyatakan tidak bersalah. Karena poin pertama anak anda juga luka apalagi luka itu sangat parah dan itu juga bukti kuat, apalagi mereka juga ada niat untuk membegal, dan membawa senjata tajam menjadikan bukti kuat bahwa mereka di nyatakan bersalah dan anak-anak anda bebas dari hukuman, terima kasih tuan tuan semua nya dan keberanian anak anda yang mengorbankan diri untuk melindungi satu sama lain." ucap kepala kepolisian dengan panjang lebar dan memberikan kabar kalau anak mereka di nyatakan tidak bersalah.
" terima kasih pak atas semua yang sudah anda usut kasus tersebut dan anak kami tidak bersalah. kalau begitu saya permisi sekali terima kasih." ucap tuan Arul Muskhan yang mewakili.
" sama-sama tuan Arul."
akhir nya kasus tersebut telah usai dan anak mereka di nyatakan tidak bersalah.
" Alhamdulillah ya yah adek gak bersalah sama yang lain nya kakak senang mendengar nya."
" iya kak ayah juga senang kalau adik kamu sudah melakukan hal yang membuat ayah jadi spot jantung tapi ada niat mulia nya."
" terima kasih tuan Hazlan semua nya sudah membantu membereskan masalah ini apalagi berkat pak Robert pengacara hebat ini."
" hahaha anda bisa saja tuan Marvin, saya melakukan ini memang semata-mata ini bukan lah tindakan kriminal, melainkan anak-anak tuan lah yang berusaha saling melindungi satu sama lain."
" iya tuan Marvin saya memang akui anak-anak kita ini sangat kuat juga persahabatan nya apalagi ilmu beladiri nya haha." ucap tuan Hazlan
wah baru kali ini saya melihat tuan Hazlan tertawa hemm berkat nyonya Sita, tuan banyak sekali perubahan.
Mereka semua pun kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan anak mereka dengan mobil yang di kendarai oleh asisten mereka masing-masing.
__ADS_1
...****************...