Happy Story In High School

Happy Story In High School
115. REJEKI ANAK SOLEHAH KETEMU COWOK BULE TAMPAN


__ADS_3


REJEKI ANAK SOLEHAH KETEMU COWOK BULE TAMPAN



Seorang gadis berambut lurus panjang sepinggang, sedang menuju ke minimarket yang ada di sebrang jalan yang tak jauh dari rumah nya. Ia melirik ke kiri dan ke kanan untuk melihat situasi kendaraan yang berlalu lalang, agar memudah kan ia menyebrang jalan. Saat di rasa nya kendaraan mulai sepi, gadis berambut panjang berwajah oriental itu menyebrangi jalan hendak menuju ke minimarket.


Ketika ia di tengah jalan menuju trotoar, tiba-tiba mobil yang berkendarakan seorang pria tampan bertubuh atletis ini sedang nelpon, mobil itu melintas dengan kecepatan cukup tinggi tanpa melihat seorang gadis sedang menyebrang jalan, Gadis itu melirik mobil yang sudah mendekati nya langsung panik.


" Aaargh." Teriak gadis itu dengan berlari hingga kaki nya terluka karena saat berlari menuju trotoar, ia tersungkur.


Tepat saat itu juga, pria yang mengendarai mobil itu langsung mengerem cepat.


Perasaan syok dengan kejadian yang menimpa nya tak dapat ia hindarkan.


" Astaghfirullah aku nabrak orang, tapi kan dia udah lari sebelum aku rem mendadak." Ucap pria berwajah blasteran Indonesia-Prancis itu.


Pria itu adalah Darrell, ia menggunakan mobil dari orang yang menjemputnya ketika di bandara, karena saat itu ia belum ke rumah kebesaran keluarga Radiansyah. Ia mengendarai mobil karena ingin menuju ke sana, namun nasib sial menimpa nya.


Dengan perasaan takut, ia berusaha untuk memberanikan diri untuk keluar dari mobil itu.


Saat ia keluar dari mobil, alangkah terkejut nya ia melihat sosok gadis cantik, jika di lihat dari segi usia kurang lebih sama seperti adik sepupu bontot nya.


" Aku menabrak gadis kecil, apa dia terluka." Gumam nya pelan.


Lalu ia menghampiri seorang gadis yang sedang kesakitan karena luka di kaki nya yang memang cukup mengeluarkan banyak darah.


" Shhhh auu sakit banget." Ucap gadis itu pelan.


" Dia terluka, aku harus membawa nya ke rumah sakit." Ucap nya pelan.


" Ehem nona, maaf atas kesalahan besar saya yang membuat nona terluka seperti ini, saya akan bertanggung jawab." Darrell duduk di trotoar tepat nya di samping gadis itu yang masih mengeluh kesakitan.


Gadis itu melirik sejenak siapa gerangan pemilik suara serak, dan betapa terkejutnya gadis itu saat melihat wajah tampan nan rupawan pria bule yang mahir berbahasa Indonesia mengajak nya bicara. Sejenak ia melupakan kejadian yang menimpa nya. Lalu kembali teringat akan apa yang terjadi dengan nya langsung marah-marah.


" Eh bule. Lain kali kalau bawa mobil yang benar dong, gak liat orang nyebrang apa,,, untung aja gw gak di tabrak." Ucap gadis itu kesal.


Lucu juga ya kalau lagi marah,,, kayak nya dia cukup menarik juga, apalagi di liat dari muka nya kayak nya dia asli pribumi. Ini nih cita-cita gw dari dulu, pingin dapat cewek indo asli. Ucap Darrell dalam hati.


Ada rasa suka dan tertarik saat Darrell melihat sosok gadis bertubuh mungil yang saat ini sedang memarahi nya.

__ADS_1


" Maafkan saya nona, kalau begitu saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya kepada nona." Ucap nya merasa bersalah.


Gila sih ini mah cowok idaman gw sejak jaman baholak, gw kan paling suka cowok bule bulean. Aaaaaa oh my God mommy Daddy anak mu kebelet,,, kebelet pingin diaaaa. Batin gadis itu berkhayal.


" Oke lah, tapi saya gak bisa gerak soal nya kaki saya sakit banget." Ucap nya jujur.


Tanpa pikir panjang Darrell langsung mengangkat tubuh gadis mungil itu ala bridal style menuju mobil nya.


Aaaaaa mimpi apa sih gw semalam sampai di gendong sama bule tampan ahay de', emang dah rejeki anak solehah ketemu cowok bule tampan hihihihi.


Blush


Merah sudah pipi gadis yang di gedong oleh Darrell, namun Darrell sendiri tak menyadari nya.


Darrell langsung menancap gas menuju ruang sakit, sepanjang perjalanan tak ada suara sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Baik Darrell maupun gadis itu sendiri sedari tadi lebih memilih bungkam.


Sesampai nya di rumah sakit, Darrell kembali mengangkat tubuh mungil itu agar cepat mendapat tindakan.


15 menit kemudian...


Ia begitu setia menunggu hingga pintu ruangan rawat terbuka, nampak lah dokter yang menangani gadis mungil yang ia temui di pinggir trotoar.


" Dokter, bagaimana keadaan gadis itu? apakah dia baik-baik saja?" Tanya nya khawatir.


" Tuan tidak perlu khawatir, kondisi pasien baik-baik saja, dan saya sudah menjahit luka nya. Ya memang sedikit apa luka sobekan di betis nya, namun tidak terlalu panjang, saat ini ia dalam keadaan belum sadar akibat biusan yang saya berikan guna untuk pasien agar lebih leluasa beristirahat." Ucap dokter.


" Syukurlah kalau begitu dok, apakah saya boleh menjenguk nya?" Tanya Darrell.


" Ya silahkan tuan, kalau begitu saya permisi oh iya jika pasien sudah sadar sudah di perbolehkan pulang. Kalau begitu saya permisi, mari tuan."


Darrell hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian ia masuk keruangan di mana saat ia masuk gadis itu sudah sadar.


Kenapa rasa nya hati ku sakit sekali melihat nya terluka. Batin Darrell.


" Hallo nona bagaimana kondisi anda saat ini, apa sudah mulai membaik?" Tanya Darrell.


" Ya aku baik kok santai aja, eh makasih ya udah antar aku ke rumah sakit dan makasih juga kamu udah mau bertanggung jawab, maaf tadi aku sempat marah-marah sama kamu." Ucap gadis itu merasa bersalah.


" Tidak nona, anda tidak perlu meminta maaf karena ini memang murni kesalahan saya, lagipun sudah jadi kewajiban saya sebagai penanggung jawab untuk mengantarkan nona ke rumah sakit." Ujar nya lembut.


Ya ampun lembut serak gitu suara ahay,,, senang nya hati ku. Batin gadis periang itu.

__ADS_1


" Oiya nona sebelum nya kita belum berkenalan, nama saya Darrell kalau anda siapa?"


" Saya Monica, panggil senyaman nya aja." Ucap gadis itu.


Oh nama nya Monica toh,,, iya nama nya Monica? Monica cama aku hehehehe.


" Tuan, saya ingin pulang soal nya saja tadi keluar rumah gak ijin masa orang tua, takut nya merek mencari."


" Apa anda sudah mulai membaik?" Tanya khawatir.


" Udah kok malah sehat bugar gini." jawab Monica.


" Baik lah kalau begitu ayo." Ajak Darrell.


Darrell mengurus administrasi gadis yang hampir saja ia celakai jika dengan tidak sigap ia mengerem mendadak.


Setelah selesai semua mereka berdua pergi dari rumah sakit dan mengantarkan Monica pulang.


" Oiya eee tuan, kenapa anda bisa mahir bahasa Indonesia nya?" Tanya Monica.


Monica memang gadis yang mudah bergaul sama seperti sahabat mereka yang lain nya.


" Kebetulan mommy saya asli Indonesia sedangkan Daddy asli Prancis." Ucap nya sembari menyetir namun sesekali melirik ke arah Monica dengan tersenyum manis.


" Kita bicara nya jangan terlalu formal ya, di bawa santai aja jangan ada embel-embel tuan nona, kayak berasa ngomong sama Ratu Elisabeth." ucap Monica.


Hihihi kamu lucu banget ya, entah kenapa dari sekalian banyak cewek yang terbuka suka sama gw, gw merasa biasa aja. Tapi kenapa sama gadis kecil ini seolah gw langsung tergila-gila ya sama dia, pakai pelet apa nih anak. Batin Darrell.


Pelet cinta mas Darrell. Jawab author


Sesampai nya mereka di depan rumah mewah itu, Monica keluar dari mobil itu dengan di bantu oleh Darrell sendiri.


" Makasih ya kamu udah antar aku pulang."


" Sama-sama, oiya emang kamu bisa jalan masuk kedalam rumah nya atau aku antar aja ya sekalian aku juga mau minta maaf sama orang tua kamu karena gak sengaja lukai kamu."


Saat mereka sedang asik bicara, ada suara panggilan yang memanggil nama Darrell.


" Darrell."


...****************...

__ADS_1


Eh siapa tuh yang manggil nama Darrell?


__ADS_2