
DIA SEMAKIN CANTIK
Acara doa selamat yang di gelar sebagai hari ulang tahun Dev yang menginjak ke usia 24 tahun, sangat berkesan untuk keluarga Radiansyah apalagi Dev sendiri. Bahkan ia sampai meminta restu sang ayah dan juga bunda nya di hadapan ustadz Salim untuk meniatkan diri melangkah ke jenjang pernikahan bersama Clara, wanita yang ia cintai.
Acara memang telah selesai, dan sebagian para tamu telah kembali ke kediaman nya, namun juga sebagian orang masih berada di rumah kebesaran Radiansyah, seperti sahabat tuan Hazlan yang merupakan rekan bisnis nya, juga para orang tua dari sahabat Dav yang juga merupakan rekan bisnis tuan Hazlan masih berada di sana. Seperti yang di lakukan saat ini, mereka berbincang hangat membahas mengenai bisnis mereka masing-masing.
Para anak yatim-piatu sudah mendapatkan santunan dari Dev sendiri, bahkan ia memberikan donasi untuk panti asuhan yang mereka tempati agar kehidupan anak yatim-piatu ini lebih terjamin lagi.
" Terima kasih banyak ya kak, semoga Allah membalas segala kebaikan kakak, dan semoga kakak mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT." Ucap salah satu anak yatim-piatu itu.
Ya Allah,,, sungguh menyedihkan kehidupan mereka tanpa kasih sayang dari kedua orang tua nya, terima kasih kau masih memberikan aku keluarga yang lengkap.
" Aamiin ya Allah makasih ya adik-adik." Jawab Dev tersenyum manis.
Setelah nya para anak yatim-piatu piatu itu pulang ke kediaman nya dengan di antar langsung oleh supir bus yang Dev sewa sendiri.
" Kami pamit dulu kak semua nya assalamualaikum." Ucap anak Yatim-piatu itu.
" Iya wa'alaikumsalam hati-hati di jalan ya." Ucap Dev.
Setelah Dev mengantarkan anak yatim-piatu itu ke depan rumah nya, ia kembali masuk ke dalam rumah, tuan Hazlan sendiri menyerahkan segala keperluan yang berurusan dengan anak yatim-piatu ia serahkan langsung kepada pemilik acara yaitu putra nya sendiri.
" Bagaimana nak, apa kamu udah atur semua nya?" Tanya tuan Hazlan kepada Dev.
" Tenang yah semua nya aman terkendali." Ucap Dev.
__ADS_1
Dev melihat Clara sedang berbincang dengan adek bungsu nya beserta sahabat di lesehan karpet bulu. Lalu ia menghampiri nya tanpa Clara sadari.
" Kayak nya seru banget ngobrol nya sampai gak tau aku datang." Ucap Dev tepat di telinga Clara.
Clara sampai merinding saat bibir Dev tepat mengenai telinga nya.
" Sayang, aku gak sadar loh kamu udah di sini aja." Ujar Clara.
Kemudian Dev duduk bersampingan dengan Clara, bahkan Dev tak menghiraukan tatapan jengah dari adik bungsu nya dan yang lain nya, bahkan irgi yang bersebelahan dengan Dav saja tidak sampai segitu nya. Sementara Darrell tidak terlihat karena meminjam ruangan kerja tuan Hazlan untuk. menyelesaikan pekerjaan nya yang ia handle di Paris.
" Loh kak Darrell kemana Gi?" Tanya Dev.
" Di ruangan kerja ayah, dia lagi banyak kerjaan. Apalagi dia yang handle semua perusahaan yang di Paris."
Teguh menyimak penjelasan dari Irgi, ia mulai menelaah apa yang di katakan oleh Irgi.
Tak lama kemudian orang yang sedang di bicarakan pun keluar dari ruangan itu, Monica yang merasa sebuah pintu terbuka langsing menoleh. Saat ia menoleh, Darrell pun melihat ke arah nya.
Blush...
Pipi Monica memerah saat Darrell menatap nya sambil tersenyum. Teguh sekilas melihat Monica tersipu malu saat Darrell menatap nya tersenyum manis. Lalu Darrell menghampiri mereka yang sedang duduk santai, ia memilih duduk di samping Monica, bahkan ia sempat mencuri pandang kepada gadis berbodi seksi itu.
Tapi lebih seksi othor lah.
" Kakak udah selesai kerjaan nya?" Tanya Irgi.
" Iya Gi malah banyak banget lagi, si Daddy mah enak ngobrol-ngobrol lah kakak di suruh handle semua." Ucap Darrel lesu, bahkan ia sengaja menyender di bahu Monica agar gadis itu semakin salah tingkah.
" Eh kakak sembarangan aja main nyender nyender di bahu orang, gak bisa liat cewek montok dikit apa." Cegah Dav namun sudah terlambat.
__ADS_1
Monica memang memiliki body yang aduhai seperti Dav, bahkan mereka berdua di juluki oleh sahabat nya sebagai cemon ( cewek montok ), apalagi Dav selalu olahraga dan nge-gym maka semakin bagus lah bentuk tubuh nya, sedangkan Monica sendiri memang hobi nge-gym bahkan mereka berdua suka nge-gym bersama. Berbeda dengan dengan sahabat wanita nya yang berbodi langsing bak model, tapi Tere juga hampir mendekati body goal apalagi ia juga sangat rajin berolahraga.
" Yaelah dek kamu kayak gak tau aja cewek idaman kak Darrell, kan dia emang penyuka body semok nah itu lagi cari kesempatan dalam kesempitan tuh." Goda Dev.
" Cieee cuit cuit si Monic akhir nya melepas masa jomblo hahahaha." keluarlah kelakuan gesrek Edo, bahkan Winda yang wanita pendiam saja ikut menggoda nya.
" Otw pajak Nic jangan lupa tuh, si Tere aja traktir kita masa lu kagak sih." Ujar Chintya yang ikut menimbrung untuk menggoda Monica.
" Hehehehe iya Nic, lumayan loh dapat bule hehehe biar orang lain percaya kalau lu normal." Ucap Tere.
" Buahahaha emang si Monic lesbi, ada-ada aja lu Re." jawab Julia.
" Ye lu kagak tau si, sebelum Tere punya doi kan mereka berdua dekat terus, malah sampai di bilang orang mereka berdua pasangan homo, tapi mereka berdua gak ambil pusing, ya kan Ter."
" Betul banget Vi, bahkan gw masih ingat banget tu kata orang hahaha kadang lucu aja kalau gw bilang, padahal mah gw normal." sahut Tere yang membenarkan fakta nya.
" Apaan sih lu pada rese deh." Ucap Monica salah tingkah.
" Ealah Nic Nic lu mau bohong juga kira-kira kali, lu gak tau kalau gw bisa baca raut wajah seseorang, gw tau kok." teguh tersenyum menyeringai.
" Ow ow kayak nya gw ketinggalan berita nih." Ucap Dev, sedangkan Clara hanya menyimak percakapan mereka tanpa mau ikut menimpali nya.
" Maka nya kak Dev jangan berkas mulu yang di urus, masa berita hot news gini sampai ketinggalan." Ucap Edo, bahkan ia sangat akrab kepada Dev.
Sedangkan pria bule yang di bicarakan itu seolah tak peduli, ia masih pada mode dimana ia bersandar di bahu Monica.
Kenapa ni cewek makin hari makin cantik banget ya, eh tapi kata Dav bodi nya membahenol. Wahhhh my favorit girl ini mah ahay. Batin Darrell kegirangan.
Dasar bule Soak ente. Umpat othor.
__ADS_1