Happy Story In High School

Happy Story In High School
50. KONDISI OMAH HANA


__ADS_3


KONDISI OMAH HANA



Mendengar hal yang tak pernah kita ingin kan pasti akan berbeda ketika kita rasakan. Apalagi tentang kesedihan, sudah pasti itu lah hal yang paling pahit untuk di rasakan.


Kondisi omah Hana saat sini sedang terbaring lemah di rumah sakit, pada saat pelayan di rumah omah Hana menghubungi tuan Hazlan jika kondisi sang mamah semakin menurun, langsung lah tuan Hazlan menghubungi orang di kediaman mamah nya untuk menyiapkan keperluan nya, karena tuan Hazlan ingin membawa omah Hana ke rumah sakit tempat di mana dokter Fedi adik sepupu nya bekerja.


Di ruangan VVIP terbaring lemah seorang wanita paruh baya yang sudah di pasangi beberapa alat. Untung saja omah Hana di rujuk ke rumah sakit tepat waktu, karena pada saat kambuh dada kiri nya sering mengeluh kesakitan seperti di tusuk tusuk.


" kak sebenar nya apa yang terjadi, kenapa Tante Hana sampai sakit nya kambuh kembali." tanya dokter Fedi yang merupakan adik sepupu tuan Hazlan.


" aku juga kurang tau Fed soal nya itupun tadi pagi aku dapat kabar dari pelayan kalau mamah mengeluh kesakitan di dada kiri nya." ucap nya yang merasa bersalah ketika sang mamah sedang sakit.


" ya Tuhan semoga saja Tante Hana kuat menjalani masa kritis nya."


saat ini mereka sedang berada di ruang dokter Fedi, sementara bunda Dev dan Irgi menunggu di depan ruangan VVIP tersebut. Untung nya mereka tidak ada jadwal meeting jadi ia lebih leluasa untuk pergi ke perusahaan agak siang.


sementara di depan ruangan, bunda tak henti nya terus berdoa untuk kesembuhan ibu mertua nya apalagi ia juga merasa sedih atas kepergian tuan Radiansyah ayah dari suami nya yang sudah berpulang ke pangkuan ilahi 5 tahun lalu di karenakan sakit jantung sama seperti omah Hana derita saat ini.


Mereka belum di ijin kan untuk menjenguk omah Hana yang dikarenakan memang omah Hana belum ada perkembangan mengenai kesehatan nya yang justru semakin menurun, hal itu membuat mereka sedih akan keadaan omah Hana.


" bunda kalau capek bunda pulang aja biar kakak antar ya."


" gak kok nak bunda masih kuat kok."


tak lama Irgi datang membawa bungkusan yang lumayan besar dan sudah di pastikan isi nya makanan untuk mereka.


" bund makan dulu yuk, ini udah waktu nya makan siang."


" iya bund kakak gak mau kalau bunda sampai sakit, kakak gak mau."


" iya nak bunda akan makan kalian juga makan ya."


" iya bund."

__ADS_1


Mereka pun makan siang yang Irgi bawakan, setelah selesai makan siang tak lama kemudian tuan Hazlan dan dokter Fedi pun datang.


" kak aku akan periksa keadaan Tante Hana semoga saja Tante ada perkembangan."


" iya Fed silahkan, tolong lakukan yang terbaik untuk mamah Fed, hanya mamah yang aku punya, tolong lakukan yang terbaik." ucap tuan Hazlan sangat memprihatikan.


ya Allah kak haz, aku gak pernah liat kakak sampai seperti ini setelah kepergian paman Radiansyah, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Tante Hana.


dokter Fedi pun masuk keruangan tersebut dan mengecek kondisi omah Hana saat ini.


10 menit kemudian...


dokter Fedi pun keluar dan menyampaikan berita yang cukup baik mengenai kesehatan omah Hana.


" bagaimana keadaan mamah Fed?" tanya bunda Sita.


" Alhamdulillah kak Sita kak Haz semua nya kondisi omah Hana sudah ada perkembangan dan beliau sudah melewati masa Kritis nya, namun nanti tetap kami kontrol juga perkembangan nya karena sewaktu-waktu bisa down kembali, karena kondisi omah saat ini perlu kami pantau." jelas dokter Fedi panjang lebar.


" Alhamdulillah syukur lah kalau begitu, apa boleh kami jenguk Fed."


" hm boleh tapi aku harap kalian tenang dan jangan ada kebisingan di sana karena hal itu sangat berpengaruh juga untuk pasien."


what ?? terima kasih? sejak kapan kak Haz bisa ngomong terima kasih, biasa nya ogah ogahan.


" iya kak sama sama kalau begitu aku permisi semua nya."


Mereka pun masuk keruangan di omah Hana di rawat, saat itu kondisi omah sudah melewati masa kritis nya, beberapa alat selang terpasang di tangan dan tubuh omah Hana pertanda betapa lemah nya kondisi beliau.


" mah." ucap tuan Hazlan menghampiri omah Hana yang terbaring lemah lalu menggenggam tangan ny.


" kenapa mamah gak pernah ngomong sama Haz atau yang lain nya kalau kondisi mamah kurang baik, apa mamah gak sayang sama kami semua, maaf kan Haz yang gak pernah ada di samping mamah di saat mamah butuh."


bunda yang berada di samping nya berusaha menenangkan sang suami yang sudah menangis sementara Dev dan Irgi duduk di sofa melihat ke arah ayah nya yang terlihat pilu.


ya Allah kasian ayah jangan kau beri kami ujian yang sulit kami lalui ya Allah, beri lah kami kemudahan untuk melewati semua nya, sembuhkan sakit omah ya Allah Aamiin. Dev


kasian ayah, terlihat tegar di luar tapi rapuh di h

__ADS_1


dalam, ya Allah jangan lah kau berikan kesedihan dan kedukaan untuk keluarga kami Aamiin.


" yah ayah harus sabar, bunda yakin mamah pasti sembuh dan bisa melalui semua nya, doa kan semoga mamah sehat seperti dulu."


" iya bund, ayah takut kejadian itu terjadi lagi di 5 tahun yang lalu hiks."


" yah... yang nama nya kematian itu rahasia illahi, segala sesuatu atas dasar kehendak Allah SWT, kita tidak bisa menolak atau memungkiri nya bahwa suatu saat kita pun akan merasakan nya yah."


" iya bund ayah akan selalu berdoa semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan semoga mamah bisa sehat selalu."


" Aamiin ya Allah."


Tuan Hazlan pun sudah lebih baik dan menghampiri para putra nya yang sedang duduk di sofa sembari mengecek pekerjaan mereka dari tab yang di bawa masing-masing.


" Gi kamu sama Dev ke kantor saja, ayah tidak ke kantor hari ini kalian gapapa kan."


" iya yah gapapa kok biar kantor jadi urusan kakak sama Irgi aja, yaudah kakak sama Irgi berangkat dulu assalamualaikum." ucap Dev mencium tangan ayah dan bunda nya begitu pun dengan Irgi.


" wa'alaikumsalam, nak kalau ada berkas yang memang harus dari ayah sendiri kamu letakkan aja di meja ayah, atau kamu bawa pulang aja biar ayah yang selesaikan di rumah."


" iya yah soal itu biar kakak sama Irgi yang atur semua nya."


akhir Dev dan Irgi pun pergi dari rumah sakit menuju perusahaan Hazard Group apalagi di sana hanya Clara saja yang bekerja membuat tuan Hazlan kasian dan memerintahkan mereka berdua untuk pergi ke perusahaan.


kini hanya tinggal tuan Hazlan dan bunda Sita yang berada di ruangan tersebut menjaga Omah Hana.


" ayah makan dulu yuk ini udah waktu nya makan siang loh."


" ayah gak lapar bund."


" ayo lah sayang kamu harus makan, kasian mamah kalau sampai liat kamu juga ikut sakit."


setelah memikirkan perkataan istri akhirnya ia pun makan sesekali di suapi oleh sang istri.


masih sempat sempat nya mesra mesraan.


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2