
71.LIBURAN BERSAMA DI LABUAN BAJO
Tuan Hazlan yang sudah menghubungi orang tua sahabat anak nya yang juga merupakan rekan bisnis nya menyetujui untuk berlibur bersama, bahkan tuan Marvin begitu semangat bahkan ia membatalkan liburan nya ke Amsterdam, Belanda. Karena tuan Marvin bertujuan ke Belanda adalah ia ingin melihat keadaan orang tua nya yang memang menetap di sana dan asli warna negara Belanda.
flashback on
tuan Hazlan menghubungi orang tua sahabat nya dengan aplikasi zoom dari laptop nya.
panggilan pun terhubung.
" selamat malam tuan semua maaf saya menggangu semua nya nih, ada hal yang ingin saya sampaikan kepada semua nya dan hal ini bersifat pribadi."
" ya ampun Haz Haz kamu kok lagak nya sok formal padahal kita teman sekelas dulu waktu SMA wkwkwkwk." ucap salah satu sahabatnya nya merupakan rekan bisnis nya dan salah satu orang tua dari sahabat anak nya.
" wah kurang asem kamu Ren, eh kamu kok aku bisa hubungi kami ya?"
" kamu lupa aku kan papa nya Chintya anak gadis ku yang cantik itu."
" walah kok beda ya sama Chintya nya yang terkesan anggun kalem, gak kayak bapak nya kayak kucing lepas dari kandang nya."
sementara yang lain ikut tertawa melihat kelucuan mereka berdua, karena mereka baru tau di balik tegas nya tuan Hazlan tersimpan jiwa humoris nya. Di sana juga ada beberapa sahabat tuan Hazlan di masa sekolah dulu.
" wah kampret ya sampean." kesal nya.
" yaelah Ren gitu aja kesal hehehe nanti gak dapat mantu baru tau rasa lu hahaha."
" enak aja pokok nya kakak nya Chintya kudu nikah dah gak mau tau."
" hahaha wah parah pemaksaan, eh kelar kelar ini mah oh iya tujuan saya menghubungi kalian karena saya ingin mengusulkan untuk mengajak kalian sekeluarga berlibur sembari menjelang tau baru bersama anak anak kita juga tentu nya, pasti terlihat lebih seru sekalian kita bahas pekerjaan gak masalah juga." usul tuan Hazlan kepada rekan bisnis nya yang sudah akrab dengan nya.
" wah boleh juga tuh tapi destinasi yang paling bagus di Indonesia apa nih kalau Bali mah udah biasa kan sesekali yang memanjakan mata sama suasana alam gitu, kan lebih menarik." ucap tuan Rendi, rekan bisnis nya sekaligus sahabat tuan Hazlan semasa sekolah.
" benar tuan Haz apa yang di katakan tuan Rendi, oh saya punya usulan bagaimana kalau kita ke Labuan Bajo saja." ucap tuan Marvin yang memberikan usulan destinasi tempat wisata terbaik di Indonesia selain Bali.
__ADS_1
" oh iya Labuan Bajo, setau saya tempat itu tak kalah bagus nya dengan Bali apalagi pulau nya sangat bagus, boleh juga kita semua kesana, pasti para istri anak kita juga juga menyetujui nya." sambung tuan Arul yang juga sangat menyukai nuansa lautan dan di setujui oleh semua rekan bisnis nya.
" baik lah kalau begitu keputusan sudah kita ambil dan tempat destinasi wisata nya sudah kita tentukan, tinggal kita atur saja jadwal keberangkatan nya kapan, bagaimana jika lusa saja apa tidak keberatan?"
" sama sekali tidak tuan justru lebih cepat lebih bagus."
Setelah mengatur jadwal yang telah di sepakati mereka menutup panggilan via zoom tersebut.
flashback off
Saat ini keluarga besar Radiansyah berkumpul di ruang keluarga setelah mereka selesai makan malam bersama.
" oh iya tadi ayah sudah menghubungi orang tua mereka dan meminta persetujuan pada nya apa mereka menerima atau menolak nya, hal itu sangat di respon baik oleh semua nya apalagi ada sahabat ayah semasa sekolah dulu dan ia orang tua nya Chintya."
" benarkah begitu ayah wah ternyata dunia bagaikan selebar daun kelor ya sesempit itu ternyata."
" iya nak kamu tau kan paman Rendi dialah papa nya Chintya."
" tunggu yah paman Rendi yang anak ada laki-laki juga ya kan." ucap Dev yang juga begitu familiar dengan nama tersebut.
" lah kalau paman Rendi mah kakak tau ayah kan anak nya waktu itu satu kampus sama kakak waktu di London nama nya Rio itu kan , terus katanya dia lanjutkan bisnis papa nya di Bandung?"
" loh ternyata dia teman kuliah kamu dulu nak, wah gak ayah sangka dunia selebar daun kelor, ayah juga kurang tau kalau soal putra nya yang melanjutkan bisnis nya di sana."
heran gw demen banget sih nyebut daun kelor, kalian gak tau aja kalau daun kelor pengusir demit ih serem.
" iya yah soal nya kakak sering kontakan juga sama dia, kadang suka ketemu iya kan Gi."
" iya yah benar itu."
Tak lama bunda datang karena sebelum nya ia di dapur membantu membersihkan sisa makan malam tadi dengan membawa kue kering dan minuman.
" kalian pada bahas apa sih kayak nya seru banget deh sampai bunda gak di ajak." ujar bunda Sita duduk di samping sang suami.
__ADS_1
" nah mumpung sekarang semua nya udah kumpul, ayah telah sepakat kepada semua orang tua yang lain nya kalau kita akan berlibur bersama sama, bagaimana kalian suka."
wahh kesempatan gw nih buat melamar ayang Clara eh btw di mana dulu nih tempat nya, yang ada di hutan belantara lagi malah serem pula. ( Dev )
waw ini peluang besar gw nih biar makin dekat sama adek manis, apalagi ini waktu nya tepat banget Sabi kali sekalian nembak dia... ahayyyy. ( Irgi )
" ya kalau menurut bunda sih gimana baik nya aja yah, bunda ikut aja yang penting sama anak anak udah lebih dari cukup apalagi kalau ramai ramai."
" aku sependapat sama bunda karena kalau ramai pasti seru terus kita foto bersama." ujar Irgi.
" betul sekali yah eh tapi tempat wisata nya di mana nih yah di Indo apa di luar negeri?" tanya Dev.
" iya yah kalau luar negeri terus bosan juga yah, Indonesia juga banyak kok tempat wisata yang gak kalah bagus nya sama luar negeri malah lebih ke alami lagi wah gak kebayang gimana seru nya." ucap Dav dan di setujui oleh ketiga nya.
" tenang aja nak kita akan berlibur di Indonesia kok, kalian pasti suka sama tempat nya, provinsi nya di Nusa Tenggara Timur tempat nya Labuan Bajo kalian mau gak?"
" wah Labuan Bajo yah itu kan tempat yang lagi trending di berita yah apalagi NTT terkenal dengan keindahan pulau nya bunda mau kesana yah oke please bunda, anak anak juga mau kan."
" pasti nya dong bund kita malah suka banget sama keindahan alam Indonesia, soalnya NTT juga pulau nya bagus bagus maka nya kakak kesampaian ke sana, dan rencana nya kakak sama yang lain mau ke pulau padar yang di kenal keindahan laut dan pemandangan nya sama pulau Sumba juga."
" oke baik lah jika kalian telah setuju semua maka lusa kita akan bersiap meluncur ke sana, oh iya nak kamu besok jemput Winda ya kamu suruh dia menginap di sini dan kita pergi bersama sama."
" baik yah besok pagi nya Dav akan ke rumah Winda."
" bagus lah kalau begitu ayah juga bisa merasakan kesedihan terdalam apa yang di rasakan oleh nak Winda, maka dari itu ayah mengajak nya untuk berlibur bersama kalian sekaligus memberikan suasana baru untuk nya."
" iya yah bunda juga berharap semoga seperti itu, bunda sangat takjub sekali dengan semangat nak Winda walaupun ia sebatang kara namun ia mampu bisa berada di titik sekarang."
" benar Bund terkadang Dav juga berpikir untuk mengajak nya tinggal bersama kita namun ia menolak karena ia ingin tinggal di rumah tempat peninggalan mendiang kakek nya karena rumah orang tuanya telah di jual untuk biaya kebutuhan nya dan sekolah."
aku akan membantu sebisa ku sebagai rasa ikhlas ku menolong, nasib nak Winda sama seperti ku yang kehilangan kedua orang tua nya namun aku masih sangat beruntung ada anak dan istri yang menguatkan ku hingga sampai sekarang. ( tuan Hazlan )
win kamu begitu kuat sekali menjalani kerikil besar yang menghalangi jalan mu melangkah, aku janji win akan selalu ada untuk kamu karena kita bukan hanya sekedar sahabat melainkan keluarga.
__ADS_1
...****************...