
KEGALAUAN DAV
Tes
Tiba-tiba saja Dav meneteskan air mata yang entah mengapa mengalir begitu saja. Sedih sudah pasti Dav rasakan saat tau Irgi semakin hari semakin cuek dan menjaga jarak dengan nya. Awal nya ia positive thinking, mungkin saja kekasih nya sibuk bekerja belum lagi rasa lelah yang melanda membuat Irgi sedikit cuek, tapi semakin hari sikap Irgi semakin berubah 180°.
Winda tanpa sengaja melihat ke arah Dav yang sedang mengusap air mata nya, Dav duduk menyendiri sedangkan yang lain dengan aktivitas mereka masing-masing.
" Kamu kenapa Dav, apa ada yang mengganggu pikiran kamu?" Winda khawatir melihat Dav sedari tadi diam menyendiri, bahkan kurang menikmati liburan nya kali ini seperti tidak biasa dengan sosok Dav kali ini.
" Aku gapapa kok Win." Jawab Dav dengan senyum damai nya, namun bekas tangisan itu masih terlihat jelas.
__ADS_1
" Eh kamu kenapa kok nangis sih, coba cerita sama aku kamu ada apa?" Tanya kembali saat melihat Dav yang terlihat habis menangis.
" Hiks hiks huuuuuuhhhhh."
Tiba-tiba Dav menangis pelan lalu Winda berinisiatif memeluk nya dengan arah menyamping.
" Shutttt ada apa, kamu sakit hem,,, kalau sakit kita udahan aja libur nya biar kamu langsung istirahat." Dengan penuh perhatian Winda membelai lembut rambut panjang Dav yang menjuntai sampai ke punggung.
" Win hikss hiks,,,, hiks win."
" Shuttt tenangkan diri kamu dulu Dav setelah itu baru kamu ngomong apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu tiba-tiba kayak gini." Winda menenangkan diri Dav yang sesugukkan pelan, untungnya yang lain tidak mengetahui jika Dav sedang menangis.
" Aku gak tau kenapa akhir-akhir ini kak Irgi cuek sama aku Win hiks bahkan dia mulai menjaga jarak nya sama aku, aku gak tau salah apa sama dia."
" Sabar Dav,,, mungkin kak Irgi terlalu sibuk maka nya dia sedikit jauh sama kamu Dav, jangan nethink dulu ya, siapa tau kak Irgi gak ada maksud apa-apa buat cuekin kamu, nanti sepulang dari sini kamu tanya aja baik-baik sama dia, kalau misal nya dia masih diamin kamu yaudah kamu cuekin balik aja."
__ADS_1
" Iya Win aku udah berusaha berpikir positif tapi dia malah makin cuek sama aku, yaudah lah aku bakal ikutin saran kamu, aku bakal cuekin dia balik kalau perlu aku bakal irit bicara sama dia biar tau rasa." Ucap nya penuh kekesalan.
" Nah gitu dong,,, jangan mau jadi perempuan itu harus nunggu kepastian terus emang gak capek apa nunggu terus, kita sebagai perempuan kalau hanya sekedar di janjikan tanpa kepastian lebih baik cari yang lain yang bisa bikin kamu bahagia."
Winda mendadak bagaikan Najwa Shihab yang memberikan kata mutiara kepada Dav akan tentang cinta.
" Sedih boleh Dav, galau juga boleh tapi apa iya kita terus-terusan berharap hanya kepada laki-laki yang gak bisa kasih kita kepastian? kita sebagai perempuan butuh yang pasti bukan janji manis apalagi janji setia karena semua itu bullshit Dav, gak ada yang nama nya janji kalau kepastian aja gak bisa mereka beri, bukan maksud aku mau memprovokasi kamu buat putus sama kak Irgi tapi kamu sebagai perempuan harus lebih cerdas dalam hal perasaan, masa di pelajaran sekolah jenius tiba-tiba soal cinta kayak anak bayi baru lahir kan lucu."
Nasihat panjang lebar Winda tak lepas dari pandangan Dav yang terus mendengar perkataan Winda yang begitu serius.
Gw balas lu kak, gak terima gw di diemin kayak gini, liat aja sejauh mana lu bisa liat gw gak ngomong sama lu. Batin nya di selimuti kabut kemarahan yang mendarah daging tulang lunak.
...****************...
Waduh bakal ada perang dunia ketiga nih, eh btw apa yang terjadi yaaaa...
__ADS_1