
HARI BAHAGIA
Saat mereka sedang asik bicara, ada suara panggilan yang memanggil nama Darrell.
" Darrell."
Suara bariton yang di ketahui yaitu suara seorang pria yang memanggil nama nya, dengan cepat Darrell menoleh dan alangkah terkejut nya jika itu sahabat nya ketika kuliah di Amerika.
" Zidane. Lu,,, eh tunggu dulu kok lu bisa ada di rumah nya Monica ?" Tanya Darrell bingung.
" Lah Ica kan adek gw yang sering gw ceritain sama lu, jadi nama nya itu Monica tapi keluarga gw manggil nya Ica." Jawab Zidane.
Hah demi apa? aaa kakak tau aja deh selera adik nya modelan kelas bule hehehehe. Batin Monica girang.
" Oalah ternyata dunia hanya selebar daun kelor ya, perasaan sempit banget gitu eh btw sorry ya gara-gara gw adek lu sampai luka."
Zidane melihat keadaan sang adik yang mana kaki nya terdapat perban.
" Loh dek kamu kenapa? Rell ini adek gw kenapa kok bisa luka gini sih." Ucap Zidane khawatir.
" Gw minta maaf banget, jadi waktu gw bawa mobil gw lagi di telpon sama Daddy, terus gw gak liat ada adek lu nyebrang, untung nya dia gak ketabrak dan gw pun berhasil rem mendadak, gw liat nya saat adek lu lari dia tersungkur terus kaki di bagian betis nya robek tapi untung nya cuma sedikit." Ujar nya merasa bersalah.
" Wah lu, lain kali hati-hati dong untung adek gw gak kenapa-napa, tapi thanks ya udah tanggung jawab, eh mampir dulu kali ke rumah." Tawar Zidane.
" Iya Dane gw minta maaf banget nih, gw harus ke rumah sepupu gw, soal nya gw di suruh sama Daddy kesana, lain waktu gw main ke sini, sekali lagi sorry banget ya, oiya Nic jaga kesehatan kamu ya."
" Iya makasih ya sekali lagi." ucap Monica.
" Sama-sama, yaudah kalau gitu gw cabut ya bro assalamualaikum." Pamit Darrell masuk ke dalam mobil dan memencet klakson nya.
" Wa'alaikumsalam hati-hati bro."
Sepanjang perjalanan tak henti nya Darrell tersenyum bahagia saat ia pertama kali bertemu seorang gadi kecil, yang lebih mengejutkan nya lagi gadis kecil itu adalah adik dari sahabat nya saat kuliah di Harvard university Amerika.
" Gak nyangka ternyata cewek yang sering Zidane ceritain dulu ternyata adik nya sendiri yang sekarang jadi incaran gw, emang deh tuhan tau banget apa yang gw sukai, makasih ya Allah." Gumam nya pelan.
Sesampai nya Darrell di depan ,dengan sigap pak Odi membukakan gerbang, kaca mobil pun terbuka dan nampak lah sosok Darrell yang sangat di tunggu semua orang.
__ADS_1
" Masya Allah tuan Darrell, ya Allah lama gak ke sini sekali main malah makin tampan ya." Puji pak Odi
" Pak Odi bisa aja, oiya kalau begitu saya masuk dulu, mari pak."
Setelah itu, ia langsung bergegas menuju ke dalam rumah untuk memberikan mereka surprise.
Perlahan ia memasuki rumah itu,dan saat di rasa nya sudah waktu nya, ia pun memanggil mommy nya.
" Assalamualaikum mommy semua nya."
Mereka yang berkumpul di ruangan keluarga sangat terkejut saat melihat sosok Darrell.
" oh my God Darrell,,,, anak ku Darrell."
Ayara menghampiri sang putra lalu memeluk erat tubuh atletis itu.
" Hai mom,,, oiya Daddy ada gak mom, i'm sorry aku telat ke sini nya." Ucap Darrell merasa bersalah.
" Gak masalah nak yang penting kamu sampai sini dalam keadaan selamat, yaudah yuk kita masuk ke dalam, Daddy mu dari tadi menanyakan mu." Ajak Ayara.
" Baik lah mom, ayo."
Mereka berdua menuju ruang keluarga, dimana saat itu mereka semua sedang berkumpul bersama, sesampai nya mereka berdua di sana, mereka langsung bergabung bersama.
" Hai bro, Alhamdulillah kakak baik lalu bagaimana dengan kalian?" Tanya kembali Darrell.
" Kami juga baik kak." ucap mereka berdua kompak.
" Kak, terus kakak ke sini semua pakaian kakak di mana?" Tanya Dav.
" Ada tuh di mobil, kakak masih capek banget bawa barang ke sini."
" Loh nak kenapa gak minta tolong pelayan aja, biar aunty yang panggil salah satu dari mereka untuk mengambil barang kami di mobil." Ucap bunda Sita.
" Terima kasih ya aunty." Ucap nya lembut.
" Sama-sama nak."
Kemudian bunda Sita menuju dapur menuju salah satu dari mereka untuk mengambil barang keperluan keponakannya yang baru datang dari Paris.
" Bi, bisa kah saya minta tolong kepada 2 orang untuk membantu membawakan barang keponakan saya."
__ADS_1
Ketika sampai di dapur, bunda Sita melihat mereka sedang membersihkan sebagian dapur dan aja juga yang membersihkan taman belakang.
" Eh bunda, bunda membutuhkan bantuan kami, baik lah kalau begitu mari bund." Ucap bi Kalisa
" Iya bi soal nya Darrell anak kak Yara baru sampai dari Paris, yaudah yuk."
Mereka berdua berjalan sembari berbincang, tak lama pelayan juga membantu.
" Oalah tuan Darrell sudah datang toh, Masya Allah pasti makin tampan." Puji bi Kalisa.
" Hahaha iya bi."
Mereka berdua sampai di ruang keluarga untuk meminta Darrell memberikan kunci nya. Setelah itu mereka kembali berbincang.
" Mom, kok aku gak liat Daddy SMA uncle Hazlan." Tanya Darrell.
" uncle sama Daddy mu sedang ada urusan mendadak nak, jadi mereka di ruangan kerjaan sedari tadi bahkan dari pukul 7 pagi." Jawab Ayara.
" Hm seperti nya sangat penting sampai mereka selama itu." Batin Darrell.
" Oh gitu yaudah lah nanti juga mereka ke sini kok."
Dan benar saja saat mereka semua begitu asik berbincang satu sama lain, kedua pria yang sudah tak muda lagi namun masih terlihat wajah tampan nya menghampiri keluarga bahagia nya yang sedang berbincang.
" Lagi pada ngapain sih, kok kayak nya seru banget deh." Tanya tuan Hazlan kepada semua nya.
Darrell melihat sosok paman nya yang masih terlihat muda dan tampan itu menuju ke sini di ikuti oleh Daddy yang menatap senyum sang putra.
" Ini uncle tadi tu pada saat aku mau kesini, tiba-tiba saat aku di telpon Daddy aku waktu itu lagi bawa mobil, terus saat itu aku gak liat ada gadis menyebrangi jalan, dengan cepat aku langsung ngerem mendadak tapi gadis itu terluka karena berusaha menghindar." Jelas Darrell.
" Ya Allah nak kok bisa sih, tapi gadis itu gapapa kan nak, terus kamu juga gapapa kan nak, gak ada yang luka kan." Ucap Ayara khawatir.
" Aku nya gapapa mom tapi gadis itu luka karena dia lari untuk menghindar, terus dia tersungkur dan kaki nya luka, terus pas di periksa dokter ternyata luka sobekan, maka nya dia sampai kesakitan begitu, aku merasa bersalah banget." Ucap nya merasa bersalah.
Kenapa aku jadi kangen gadis kecil itu ya, kira-kira dia lagi ngapain. Batin Darrell.
" Ya sudah inti nya kamu sudah bertanggung jawab, dan untung nya dia gadis yang baik karena tidak menuntut kamu macam-macam dan hanya ingin kamu tanggung jawab membawa nya ke rumah sakit. Lain kali berhati hati lah nak, kalau bisa tolak panggilan telpon saat berkendara sekali pun itu penting, karena nyawa jauh lebih penting nak." ucap bunda Sita.
" Iya aunty."
Mereka kembali berkumpul bersama hingga tanpa sadar hari sudah menjelang makan siang.
__ADS_1
...****************...