
I LOVE LABUAN BAJO
Sebuah kata yang terlukis di benak Dev, saat tau jika wanita yang di cintai Dev juga memiliki perasaan yang sama dengan nya, maka ia juga lebih ingin membalas nya lagi perasaan itu adalah dengan melamar nya.
Dev ingin menjadikan sosok gadis berwajah imut itu menjadi pelabuhan hati nya yang terakhir, karena memang hanya ia saja gadis yang sudah berhasil mengobrak ngabrikkan hati nya..
Persiapan demi persiapan sudah mereka siapkan, saat ini mereka semua telah berkumpul di depan rumah tuan Hazlan, bahkan rumah nya mendadak ramai bak acara dangdutan.
" dengan hari ini, maka kita semua agar selamat sampai tujuan, menurut agama dan kepercayaan masing masing berdoa mulai."
Tuan Hazlan selaku tuan rumah memberikan kata sambutan dengan memimpin doa untuk keselamatan nya agar semua selamat sampai tujuan.
" berdoa selesai, Alhamdulillah sekarang kita semua sudah berkumpul dalam keadaan sehat wal'afiat, maka segenap doa yang kita panjatkan kepada Tuhan yang maha esa hari ini kita akan mengadakan liburan dengan perjalanan yang memakan waktu cukup lama, maka dari itu kita semua harus selalu menjaga kesehatan fisik agar tetap berstamina dan kuat." tuan memberikan sedikit penjelasan untuk melakukan perjalanan kali ini.
" benar sekali tuan Hazlan maka dari itu, semua perlengkapan baik itu dalam pakaian segala obat-obatan dan para penjaga telah kami siapkan apabila sewaktu-waktu ada kejadian yang di luar dugaan kita." sambung tuan Arul ikut memberikan sedikit wejangan kepada semua nya.
Akhir nya mereka bersiap untuk menuju ke bandara Soekarno-Hatta dengan mobil yang di kendarai oleh supir mereka masing-masing, bahkan mobil yang mengantar mereka berjumlah 10 mobil karena mereka berlibur hampir seluruh sahabat Dav dan sahabat Dev yang juga rekan bisnis tuan Hazlan ikut merayakan keramaian liburan kali ini.
Sepanjang perjalanan raut kebahagiaan terpancar dari Dev, yang mana kala itu ia semobil dengan gadis imut nya, siapa lagi kalau bukan Clara, bahkan ia sendiri yang mengendarai mobil nya dengan di samping nya ada Irgi, sementara Clara di kursi belakang bersama Dav dan Winda bertiga.
" Gi apa udah siap semua nya?" tanya Dev pelan.
" lu tenang aja lu terima rebes eh beres dah yang penting pulus mah lancar." jawab Irgi pelan.
" dasar Arab matre lu gak gw restuin lu sama adek gw." ancam Dev dengan suara pelan.
" Dih gitu amat sih lu Dev demi kesejahteraan bersama Dev oke."
__ADS_1
" oke lah eh tapi soal cincin udah lu siapin belum?"
" tenang aja kalau soal cincin mah udah gw siapin sesuai pesanan lu."
" oke mantap."
Sementara di belakang kursi kemudi nya Clara sedikit dan yang lain sedikit bingung, mengapa Dev dan Irgi berbicara namun berbisik-bisik seolah mereka bertiga tidak boleh tau.
" kalian pada ngomongin apa sih kok bisik bisik segala, kalian ghibahin janda kampung sebelah ya." ucap Dav sembarang.
" enak aja ghibahin janda, kalau janda itu favorit nya Saipul ya kan Gi, enak aja kamu dek." jawab Dev tak terima dan membawa nama Ervin sahabat gokil nya.
" betul tuh."
Dav yang masih penasaran apa yang dibicarakan kedua kakak nya bertanya kembali.
" terus kalau bukan bahas janda kalian ngomongin apa?"
" siapa yang kepo sok tau banget deh kakak."
Mereka pun terdiam hingga tak terasa sampai di bandara Soekarno-Hatta, disana sudah banyak sahabat Dav dan keluarga nya juga rekan bisnis tuan Hazlan juga ikut serta dalam mengadakan liburan ke Labuan Bajo.
" bagaimana apa semua nya sudah siap tidak ada barang yang ketinggalan, boleh di periksa dulu sebelum jam keberangkatan, karena jam berangkat kurang lebih 20 menit lagi dan sekarang sudah pukul 10 lebih 25 menit." ujar tuan Hazlan kepada semua nya.
" semua nya aman terkendali tuan, ayo kita segera menuju ke ruang tunggu." ucap tuan Marvin mewakili semua nya.
" oke baik lah ayo."
mereka beramai-ramai menuju ke ruang tunggu untuk menunggu jam keberangkatan mereka ke labuan Bajo.
Sebenarnya tuan Hazlan dan rekan bisnis nya ingin menggunakan pesawat pribadi namun anak-anak mereka menolak karena mereka ingin merasakan seperti sibuk nya orang berangkat ke luar kota dengan pesawat komersial bukan pesawat pribadi, dan pada akhir nya mereka mengalah demi menyenangkan anak-anak mereka dan mengikuti keinginan mereka, bahkan tuan Marvin mengarah kan beberapa anggota nya dengan menyamar menjadi siapa saja, bahkan samaran mereka tidak bisa di deteksi oleh siapapun demi keselamatan nya juga keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar nya.
__ADS_1
Mereka menggunakan pesawat first class demi kenyamanan bersama.
Hingga waktu yang mereka tunggu telah tiba, waktu menunjukkan pukul 10 lebih 40 menit mereka bersiap menuju ke pesawat first class dengan fasilitas terbaik dan telah tersedia makanan juga tempat tidur mewah untuk mereka.
5 menit kemudian...
Pesawat melesat terangkat menuju atmosfer udara, yang mana semua pemandangan yang hanya bisa di lihat dari sebagian sisi saja, kini mereka bisa melihat dari atas awan dengan keindahan pulau yang ada di bawah sana, ketinggian pesawat saat ini mencapai 25.000 feet di atas permukaan air laut.
" bund istirahat aja kalau capek, kan di sana ada kamar tidur dan kata nya kamar di pesawat ini mencapai 4 kamar belum lagi yang lain nya, maka nya pesawat nya sangat besar."
" iya yah tapi bunda mau nya di sini aja sambil liat pemandangan indah di atas awan ini."
" yaudah tapi kalau capek bunda langsung istirahat jangan kecapekan oke sayang."
" iya sayang." ucap bunda dengan meletakkan kepala nya di bahu sang suami sembari melihat keindahan awan dari kaca pesawat.
2 jam 25 menit tiba...
Mereka telah sampai di Bandar Udara Internasional Komodo pada pukul satu siang lebih sepuluh menit.
Sudah ada seseorang yang memang suruhan tuan Marvin untuk menjemput mereka dan mencari tempat penginapan terbaik di daerah ini, lalu Aras menyarankan untuk menginap di Ayana Komodo resort, Waecicu beach. Jarak dari bandara ke penginapan hanya 18 menit dengan kendaraan mobil.
Tak butuh waktu lama mereka pun menuju ke tempat penginapan yang di saran kan oleh tuan Aras, karena ia sedari awal sudah membooking kamar kelas VVIP untuk 17 kamar yang mana untuk pasangan suami istri saja mencapai 9 kamar dengan fasilitas mewah, belum lagi anak anak mereka untuk para lelaki masing masing kamar sedangkan untuk wanita satu kamar berdua.
Mereka semua beristirahat untuk mengumpulkan semua tenaga mereka yang terkuras habis di jalan.
Namun satu kata yang melesat di benak mereka.
I LOVE LABUAN BAJO
...****************...
__ADS_1