
KUNJUNGAN AUNTY AYARA KE RUMAH
Tak terasa waktu telah menjelang sore, setiap para pekerja telah usai dengan kerja mereka, dengan penuh semangat mereka berhamburan keluar dari tempat kerja nya yang begitu menguras tenaga dan fisik nya.
Di lantai teratas tepat nya di lantai 38, tuan Hazlan dan Dev sudah selesai dengan kerja mereka, bahkan Ayara pun tak kalah sibuk nya ikut bersiap untuk menuju ke rumah kebesaran keluarga Radiansyah.
Saat mereka bertiga keluar dari ruangan nya, ia melihat Clara yang masih berkutik di meja kerja nya dengan wajah yang cukup serius. Dev yang tidak tega melihat calon istri nya bekerja terlalu ekstra pun menghampiri nya.
" Sayang udah ya kerja nya, di sambung besok aja gak perlu lembur, nanti kamu sakit loh kalau kecapekan, jangan terlalu porsir banget kerja nya, sebaik nya kita pulang yuk lagian juga hari udah semakin sore." Dengan penuh perhatian bahkan Dev lah yang turun tangan membenahi beberapa berkas yang menumpuk di meja kebesaran sekretaris, yang mana sekretaris nya itu calon istri nya sendiri.
" Iya nak, biar lah besok kamu sambung aja kerja nya. Paman khawatir kamu sakit nanti nya, biar lah untuk besok kerja nya, sebaiknya kita semua pulang." Ucap tuan Hazlan peduli, karena ia juga sudah menganggap Clara seperti anak nya sendiri.
" Benar nak sebaik nya kerja mu di lanjutkan besok, hari pun semakin sore apalagi kamu seorang wanita nak, tidak baik jika terlalu lama pulang apalagi sampai malam hari." Sambung aunty Ayara penuh perhatian.
*D*ia cantik sekali. Batin aunty Ayara.
" Makasih ya Va kamu udah bantu aku, seharusnya gak perlu sampai begitu kan aku bisa sendiri." Ucap Clara tidak enak hati.
Dev gemas sendiri melihat calon istri nya yang masih saja malu-malu, dengan gemas nya ia mencubit pipi tembem nya itu.
" Au,,, sakit Va kamu mah suka banget cubit pipi orang." Clara cemberut dengan pipinya yang mengembung penuh.
Sontak membuat Dev tak tahan ingin mencubit pipi calon istri nya itu dengan gemas.
" Abis nya kamu kayak sama siapa aja pakai terima kasih segala, aku kan calon suami kamu ya udah sewajarnya dong aku bantu calon istri aku ya kan." Goda Dev dengan mengedipkan sebelah matanya.
*B*lush
Merah sudah pipi bulat itu saat Dev menggoda nya.
Tuan Hazlan yang melihat kemesraan putra sulung teringat akan istri bohay nya yang ia rindu kan.
*A*aaaa jadi kangen ayang kan,, ish emang deh tu anak nyebelin banget, gak tau apa bapak nya merana begini karena memikirkan bunda nya yang super yahut. Batin tuan Hazlan kesal.
" Ya udah kalau gitu kita semua pulang, karena hari juga udah semakin sore dan takut nya terjebak macet di jalan, kamu pulang sama kami aja yang." Ucap Dev menawarkan Clara tumpangan.
" Gapapa Dev aku pulang sendiri soal nya aku bawa mobil kok, yaudah yuk nanti keburu sore loh." Tolak Clara.
__ADS_1
Lalu mereka berempat pulang dari perusahaan tersebut, yang mana mereka terpisah saat Clara mengendarai kendaraan nya sendiri saat sampai parkiran khusus mobil, sedangkan Dev, ayah dan aunty nya dengan sang supir.
Sebelum nya Dev menghampiri Clara yang sudah masuk ke dalam mobil
tuk tuk tuk
Dev mengetuk kaca mobil di samping kemudi, lalu Clara membuka nya dengan tatapan heran.
" Ada apa Va?" Tanya Clara
" Jangan ngebut ngebut ya bawa mobil nya, aku ada di belakang kamu loh, oke sayang." Dev mengusap lembut kepala Clara.
Tak lama kemudian sebuah kecupan hangat mendarat di kening Clara.
*C*up
" Hati-hati ya sayang, kalau udah sampai rumah kabarin aku." Ucap Dev lalu ia kembali menuju mobil dan duduk di kursi belakang bersama aunty Ayara.
.
.
.
.
.
Mereka bertiga sudah sampai di depan rumah nya, dengan penuh hormat pak Odi selaku menjaga rumah memberikan sapaan hangat kepada tuan nya.
" Selamat sore tuan." Pak Odi cukup terkejut saat melihat wajah yang sangat ia kenali yang merupakan kakak kandung dari tuan nya langsung menyapa nya juga.
" Selamat sore nyonya Ayara, wah nyonya kapan sampai ke Indonesia nya, makin awet muda?" Ucap pak Odi sopan.
*Ci*h,,, mana ada awet muda,, awet jadi murid nya Zeus gw baru percaya. Batin tuan Hazlan kesal.
" Hehehe pak Odi bisa aja deh, pak Odi juga tuh makin keren aja hehe kalau begitu kami permisi dulu ya pak, mari." Ucap aunty Ayara sopan.
" Iya silahkan nyonya tuan."
Pak Odi mempersilahkan mereka masuk. Sesampai nya mereka tepat di depan halaman rumah, mereka bertiga keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Saat mereka memasuki rumah kebesaran keluarga Radiansyah, mereka melihat sebuah pemandangan yang menyejukkan hati setiap yang melihat nya, bagaimana tidak. Saat mereka menuju ruangan keluarga, mereka melihat bunda Sita, Dav dan Irgi sedang ketiduran di karpet berbulu, yang mana paha bunda Sita di jadikan bantalan mereka berdua sebagai alas kepala nya tidur. Sedangkan bunda sendiri tertidur dengan tubuh nya bersandar di tepi sofa sebagai penyanggah tubuh nya agar tidak jatuh.
" Heemm adem banget sih liat nya kalau udah begini, jadi gak tega deh bangunin mereka. Padahal kakak mau kasih mereka bertiga kejutan, tapi gapapa deh kayak nya mereka keliatan tidur nya pulas gitu."
" Tapi Tam kayak nya posisi Sita kurang enak banget loh, pasti kepala nya sakit itu, sebaik nya kamu angkat gih bawa dia ke kamar." Ucap aunty Ayara
" Kalau gitu Dev angkat Dav terus aunty bangun kan Irgi nya biar pindah aja tidur nya di kamar, kasian dia masih kurang enak badan." Ucap Dev lalu ia menghampiri mereka bertiga yang tertidur di karpet bulu, kemudian Dev mengangkat tubuh Dav dan membawa nya ke kamar yang mana terletak di lantai tiga.
" Baik lah nak, kamu bawa adik mu ke kamar biarkan dia istirahat, ayah akan mengangkat bunda mu." Ucap tuan Hazlan.
Dev mengangkat tubuh Dav lalu menuju ke lift yang menghubungkan ke lantai 3. Sementara di ruang tamu bunda Sita masih tertidur pulas, mungkin ia kelelahan seharian ini. Sedangkan Irgi sudah terbangun dan cukup terkejut saat melihat ada aunty Ayara di hadapan nya.
*H*oam
" Aunty!! aunty Ayara,,, ya Allah aunty apa kabar." Ucap Irgi bahagia saat melihat kedatangan wanita yang juga berperan dalam mengurus nya sedari mendiang sang ayah masih ada.
" Alhamdulillah kabar aunty baik nak, apa benar kamu sakit nak?" Ucap aunty Ayara khawatir sembari mengusap kepala Irgi lembut.
" Iya aunty tapi Alhamdulillah udah mulai membaik kok, aunty ke sini sama siapa? kok sendiri?" Tanya Irgi.
Sementara tuan Hazlan sudah membawa sang istri ke kamar nya.
" Iya sayang, aunty ke sini sendiri."
Mereka berdua berbincang hangat dan tak lama kemudian bi Kalisa membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka berdua, karena bi Kalisa sempat mendengar suara seseorang dan ia melihat sekilas dari dapur ada dua orang.
Saat bi Kalisa membawakan minuman dan makanan ia sontak terkejut melihat kakak dari tuan Hazlan datang jauh-jauh dari Paris.
" Masya Allah nyonya Ayara." ucap nya speechless.
" Bibi,,, bi Kalisa? ya Allah bi, bibi apa kabar?" tanya aunty Ayara bahagia
Ya. Ayara di sangat baik oleh semua orang, memang ia akan terlihat tegas di hadapan rekan bisnis bahkan saingan nya, tapi jika sudah kenal lebih dalam, maka akan sangat berbanding terbalik, kurang lebih kelakuan nya sama seperti sang adik.
" Alhamdulillah saya baik, nyonya makin cantik aja malah awet muda lagi." Puji bi Kalisa.
" Hahaha bibi bisa aja deh, ya kalau suami horang kayah mah pasti perawatan juga harus kayah bi hahaha." Ucap aunty Ayara tertawa terbahak-bahak.
" Ya gapapa lah toh uang suami ya uang istri juga toh nyonya,, kalau begitu saya permisi dulu nyonya tuan mari." Ucap bi Kalisa pamit undur diri di hadapan mereka.
Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih 30 menit.
__ADS_1
...****************...