Happy Story In High School

Happy Story In High School
70. PLANNING LIBURAN BERSAMA


__ADS_3


PLANNING LIBURAN BERSAMA



Saat Dav memasuki kamar nya dan para sahabatnya juga telah ada di basecamp belakang rumah, tuan Hazlan merasa sedikit aneh dengan sikap Dav yang mendadak diam dan irit bicara. Saat ia menyinggung tentang liburan bersama mendadak ia berubah.


ada apa dengan anak ku ya, kenapa ketika aku singgung soal liburan ia mendadak berubah begitu, apa ada kata kata ku yang membuatnya tersinggung, nanti aku akan tanyakan langsung padanya.


Bunda yang melihat suami nya termenung menepuk bahu nya.


puk


" kenapa yah kok ayah melamun gitu, apa ada masalah pekerjaan atau yang lain nya?"


tuan Hazlan cukup terkejut mengapa istri bisa tau apa yang ia pikirkan.


Dengan tersenyum sambil mengusap wajah cantik sang istri tuan Hazlan menjelaskan apa yang mengganjal di hati nya, bahkan ia juga menceritakan perubahan sikap putri semata wayangnya itu.


Sementara Dev dan Irgi menuju ke kamar mereka masing-masing bersamaan dengan Dav.


• Basecamp •


" guys kalian ngerasa gak sih saat paman Haz bahas tentang liburan terus mendadak Dav berubah gitu ekspresi nya, kayak ada suatu penolakan gitu lah." ucap Chintya kepada para sahabatnya.


ternyata lu ngerasain apa yang gw rasain juga ya Dav, gw tau apa yang ada di keinginan lu. batin Teguh.


" iya Chin gw juga ngerasa gitu, eh tunggu tunggu bukan nya lu juga gitu ya Guh?" sahut Julia yang beralih bertanya kepada Teguh


" iya guys gw tau apa yang Dav rasain saat ini, dia pasti pingin liburan sama kita. Tapi di satu sisi dia akan liburan sama keluarganya dan gw tau dari Daddy kalau mereka liburan pasti gak jauh dari luar negeri, biasa nya negara yang mereka kunjungi itu negara di benua Eropa, soal nya Daddy juga sahabatnya paman Haz, jadi dia tau tempat mana aja yang akan mereka kunjungi kalau musim liburan tiba."


Teguh menjelaskan kepada sahabat nya apa yang membuat salah satu sahabat mereka mendadak murung.


Tanpa mereka sadari sepasang suami istri itu melihat dan mendengar apa yang di katakan sahabat anak nya.


jadi ini penyebab putriku murung dan mendadak diam, aku terlalu egois pada anak ku. Tanpa memberitahu dan mengusulkan terlebih dahulu kepada keluarga ku, justru aku malah membuat keputusan sendiri. ucap tuan Hazlan dalam hati yang cukup menyesali apa yang dia rasakan.


Bunda yang tau apa yang di rasakan oleh suami nya memberi pengertian kepada nya dan mengajak nya kembali kedalam rumah tanpa mengganggu mereka.


Tak lama Dav pun datang dengan pakaian santai nya dan bergabung kepada mereka, disana sudah ada pelayan dengan membawa minuman segar dan beberapa cemilan kue kering dan Snack.

__ADS_1


" hai guys maaf ya agak lama tadi gw mandi sebentar." sapa Dav dan di antara Winda dan Julia.


" gapapa Dav santai aja kali yang penting ada teman cemilan sama minuman segar ya no problem hehehe."


siapa lagi kalau bukan Edo nama nya jika bukan membahas makanan, sementara Winda yang paham sifat pacar nya mendadak malu sendiri.


kenapa aku punya pacar gini banget ya, makanan mulu yang ada di pikiran nya, eh tapi kok dia agak gendutan dikit ya jadi gemas sendiri hihihi. batin Winda.


" yeee makan mulu yang ada di pikiran lu, tuh si ayang juga kudu lu pikirin keles, lemah bestie gw tu gak di tawarin ayang makan." ujar Julia.


Edo yang baru sadar jika sedari tadi Winda memperhatikan nya mendadak gugup dan salah tingkah.


aduh hancur dah reputasi gw sebagai cowok keren malah di depan ayang pula huh yang ada dia ilfeel lagi sama gw. ( Edo )


sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya karena mereka tau sifat Edo yang seperti itu, tapi jika di tanya soal kesetiakawanan jangan di tanya lagi dia salah satu sahabat terbaik bahkan di dunia.


" oh iya guys jadi gimana tentang liburan kita kali ini, apa kita jadi buat planning nya atau kita minta pendapat dari orang tua kita juga." ucap Chintya kepada semua nya.


Dav juga sedari tadi berpikir akan hal ini, ia juga bingung harus bagaimana karena sangat mustahil bisa liburan bersama sahabatnya sekaligus dengan orang tua mereka dan orang tua nya juga.


" gw juga lagi mikir gitu guys, di satu sisi ayah pasti bakal ngajak kami semua berlibur ke Eropa, di satu sisi gw pingin berlibur sama kalian ramai ramai gitu pasti lebih asik apalagi kita sama keluarga barengan libur nya pasti lebih asik banget." ucap Dav yang terlihat murung dan bercerita kepada sahabat nya.


Di sana sudah ada tuan Hazlan yang sedang berdiskusi kepada bunda, Dev dan Irgi untuk planning liburan kali ini.


" benar juga apa yang di katakan Dev yah. Oh iya Irgi punya ide, gimana kalau kita liburan nya sama keluarga sahabat nya Dav aja ramai ramai gitu, kan keliatan asik banget tuh, benar kan." Irgi memberikan sebuah ide cemerlang.


" oh iya benar juga apa yang kamu katakan nak ayah sampai gak kepikiran ke hal sana, yaudah ayah akan atur persiapan nya.


di belakang rumah.


Winda yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun semakin bungkam, apalagi ia merasa iri dengan sahabat nya yang memiliki keluarga yang lengkap tidak seperti diri nya.


Dav yang melihat Winda yang sedari tadi diam seribu bahasa menyapa nya.


" Win kamu kenapa, kenapa keliatan sedih gitu?" tanya Dav.


" aku gapapa kok Dav, aku baik baik aja." jawab Winda yang memberikan senyuman manis nya, bahkan sesekali Winda mengalihkan pandangan dari mereka karena tanpa di minta air mata itu lolos dengan sempurna. Dav melihat Winda mengusap air mata nya semakin penasaran ada apa dengan nya.


" Win kenapa kamu nangis, apa yang membuat kamu sedih win ayo cerita sama kita semua, kita sahabat win, suka duka kita hadapi sama sama."


tes

__ADS_1


air mata Winda lolos bahkan terlihat di hadapan para sahabat nya, Edo yang melihat Winda menangis tanpa suara mencoba mendekati nya dan memberi sedikit ketenangan untuk nya.


" kamu kenapa win, ayo cerita sama kita semua cerita sama aku, kamu ada masalah kah?" tanya Edo.


Sementara yang lain juga ikut penasaran ketika Winda mendadak meneteskan air mata nya.


" harus nya di saat saat seperti ini hiks, aku bisa berkumpul bersama keluarga, tapi ibu sama ayah udah lebih dulu pergi ninggalin aku sendiri hiks hiks... dan sekarang aku sebatang kara hiks aku gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini hiks serasa dunia yang aku jalani gak pernah terasa."


Pecah sudah air mata Winda disitu juga Edo memeluk nya dan memberikan kekuatan untuk nya agar lebih tenang.


Dav memeluk Winda juga ikut menangis mendengar cerita sahabat nya yang satu ini, bahkan yang lain juga ikut menangis karena ia tau bahwa Winda yatim piatu.


" gak win kamu gak sendiri, kamu ada kita semua, kita bukan hanya sebatas sahabat aja tapi kita keluarga buat kamu oke, kita semua keluarga kamu." ucap Chintya yang ikut menenangkan Winda dimana ia juga menangis mendengar kisah hidup sahabat nya.


Bunda Sita,tuan Hazlan Dev dan Irgi menuju ke belakang rumah nya dan melihat mereka tiba tiba mendadak Melo bahkan ada yang menangis sesenggukan.


" loh ini ada ada nak, kenapa pada menangis semua nya?" tanya bunda Sita.


Winda yang masih menangis sesenggukan di pelukan Edo sampai tak menyadari kedatangan orang tua Dav dan para kakak nya.


" gapapa tan, Winda lagi cerita kisah hidup nya sama kami aja dan itu membuat kami tiba tiba merasa sedih." ucap Julia dengan mengusap air mata nya.


" nak Winda kamu kenapa sedih bahkan sampai menangis seperti ini?" tanya bunda.


Winda yang sudah melepaskan pelukan dari Edo pun berusaha sekuat tenaga untuk menceritakan kisah hidup nya, bahkan dengan deraian air mata yang masih mengalir Winda berusaha menceritakan kisah nya.


" Winda selama ini kesepian tan, di mana yang seharusnya Winda butuh seseorang untuk menguatkan Winda di kala rapuh kini ia lebih memilih meninggalkan Winda selama nya di sini sendirian, sekarang Winda sebatang kara Tan hiks hiks terkadang Winda merasa sendiri ketika malam hari yang mana biasa nya ibu sama ayah selalu datang ke kamar melihat Winda udah tidur apa belum, sekarang hilang dan menyisakan kenangan hiks hiks."


pilu sekali kisah hidup Winda, tanpa di ketahui oleh orang lain bahkan sahabat nya sekali pun, di mana biasa nya ia selalu ceria kini tumpah sudah air mata nya.


" ya Allah nak kasihan sekali kamu, begitu kuat ujian yang kamu jalani tapi kamu sangat sanggup melewati nya, mungkin tante kalau jadi kamu tidak akan mungkin sekuat kamu nak, jangan pernah merasa sendiri nak, kamu sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri nak, doakan kedua orang tua mu sayang agar beliau tenang di sisi Nya." bunda Sita memeluk tubuh Winda dan menyalurkan kekuatan agar ia lebih tenang dan tegar.


" iya nak Winda, paman sangat salut dengan mu nak, bahkan paman saja jika ada di posisi mu belum tentu sekuat dirimu, meskipun kini kedua orang tua paman juga sudah berpulang namun paman masih ada anak dan istri paman, kamu anak yang luar biasa nak Winda, paman doakan kelak kamu akan menjadi anak yang sukses dan membanggakan kedua orang tua mu di surga ya nak." ucap tuan Hazlan yang juga merasa sedih bahkan ia juga meneteskan air mata mendengar kisah pilu sahabat anak nya.


ya Allah bahkan ada yang lebih menyedihkan dari aku tapi dia begitu kuat dan tegar, aku malu dengan gadis ini ya Allah.


" terima kasih Paman Tante dan semua nya, kalian begitu baik sama aku."


" win kamu itu satu satu nya sahabat kami yang paling kuat, bahkan kamu begitu rapi menutupi luka yang selama ini kamu pendam gak pernah kamu cerita kan dan baru kali ini." ucap Teguh dan di setujui oleh semua nya.


Senyum terukir di wajah mereka semua dan menyemangati Winda dan satu sama lain nya.

__ADS_1


Mereka pun berkumpul bersama dengan membahas tentang liburan mereka, mereka semua kompak akan berlibur di daerah pantai di wilayah Indonesia bagian tengah.


...****************...


__ADS_2