
CLARA MELAMAR KERJA DI HAZARD GROUP 2 ( CLARA DI TERIMA KERJA)
Sementara di tempat lain, Clara sudah bersiap untuk berangkat ke perusahaan Hazard Group. Lowongan pekerjaan tersebut di antar langsung ke perusahaan dan langsung di tes untuk menduduki posisi setiap pelamar.
Clara mengendarai mobil nya menuju ke perusahaan dengan kecepatan sedang. Jarak antara rumah Clara dan perusahaan Hazard Group kurang lebih 10 km dan kalau menggunakan kendaraan kurang lebih sekitar 20 menit, tergantung laju kendaraan nya.
Sesampai nya Clara di perusahaan, sudah banyak orang yang melamar kerja dan kurang lebih sekitar puluhan orang yang dilihat nya. Kemudian Clara bergabung bersama mereka yang sedang berdiri di lobby yang mana memang telah di beri arahan untuk duduk di sana sambil menunggu instruksi.
Beberapa lama kemudian pihak perusahaan datang untuk memberikan sambutan kepada mereka yang sudah melamar di perusahaan ini.
" selamat pagi semua nya, terima kasih sudah berpartisipasi dalam melamar pekerjaan di perusahaan kami ini dan tentu nya ada beberapa tahapan atau langkah untuk mengikuti tes guna untuk mengetahui kemampuan kalian semua. Dan juga di perusahaan ini sangat ketat sekali akan peraturan terutama jika ada seseorang yang menghina profesi rekan kerja dengan cara pembullyan, penghujatan dan penghinaan. Maka perusahaan akan dengan sangat tegas mengeluarkan orang itu dari sini dengan sangat tidak tidak terhormat bahkan di cap sebagai karyawan buruk,bahkan perusahaan lain belum tentu ada yang menerima karyawan seperti itu karena Hazard Group sudah terlebih dahulu memberitahukan setiap perusahaan yang lain,dan Hazard Group juga memiliki beberapa cabang, jadi tau siapa karyawan yang memiliki atituted yang buruk." ucap HRD tegas menjelaskan panjang lebar mengenai peraturan di perusahaan ini.
gila sih kalau sampai ada yang kayak gitu, ya wajar aja kalau perusahaan kasih hukuman begitu, baru kali ini gw ngelamar kerja ada peraturan yang tidak memuliakan jabatan tinggi. Salut lah sama Hazard Group, pantas aja susah masuk perusahaan ini ternyata peraturan nya juga sangat ketat. batin salah satu pelamar kerja yang berjenis kelamin laki-laki itu.
waw sadis juga peraturan nya tapi gw bersyukur banget bisa ngelamar kerja di sini, gak kayak sebelum nya, OB di bully abis abisan tapi bos nya seolah tutup mata, itu lah yang bikin gw gak betah kerja di sana, untung di sini ada lowongan and then gw cepat-cepat lah ngelamar di sini biar orang tua gw bangga. batin gadis yang juga sebagai pelamar kerja.
Di perusahaan Hazard Group juga membuka lowongan untuk 12 orang OB/OG hal itu menjadi kesempatan buat mereka yang sedang mencari pekerjaan di bagian itu.
" baiklah saya sudah menjelaskan peraturan apa saja dan bagi pelamar kerja yang melamar di bagian OB/OG ikut bersama rekan saya untuk mengikuti tes dan ikuti arahan nya,dan untuk bagian sekretaris ikut saya ke ruangan untuk tes dan bagian staf kalian ikut bersama rekan saya."
" baik pak." ucap mereka serempak.
Mereka semua yang melamar kerja di posisi yang sesuai arahan HRD pun mengikuti, sama hal nya seperti Clara yang melamar kerja di bagian sekretaris pun mengikuti HRD tersebut menuju ke ruangan khusus untuk melakukan tes kerja.
Terdapat 6 orang yang melamar kerja di bagian sekretaris, dan yang paling banyak pelamar kerja adalah di bagian OB/OG sekitar 20 orang, untuk bagian staf sekitar 10 orang.
.
.
.
.
Di ruangan Presiden Direktur yang menyatu dengan Waka Presiden Direktur di mana Dev yang memantau para pelamar kerja yang lumayan banyak di minati pun bersyukur karena berjalan sangat lancar. Namun ia sangat terkejut melihat seorang gadis yang berhasil membuat hati nya bergetar dan selalu membuat hati nya tak menentu ada di sana yang melamar kerja di bagian sekretaris.
Dev yang memantau dari kamera CCTV pun melihat pergerakan gadis itu.
" bukan kah itu Ara, oh benar itu Ara. ya Allah apakah ini yang di namakan jodoh, sejauh apapun ia melangkah pada akhir nya ia kembali kepada ku hihihi."
kemudian Dev pun keluar dari ruangan nya menuju ke ruangan ayah nya.
tuk tuk tuk
" masuk."
__ADS_1
Dev pun masuk dengan wajah yang sumringah, dan itu tak luput dari pandangan tuan Hazlan dan tak lama kemudian Irgi pun datang tak lupa juga mengetuk pintu nya terlebih dahulu.
" ada apa nak muka nya sumringah gitu, nemu duit di jalan ya?"
" ish ayah emang aku bocil apa, ini lebih penting dan lebih warrbiyasahh dari nemu duit."
" emang apaan sih Dev, jangan senyum-senyum gitu Dev nanti dikira orang kamu gila hahaha."
" sembarangan kamu Gi, oiya aku sampai lupa itu loh yah Gi ada Ara juga yang ngelamar kerja dan aku mantau mereka dari kamera CCTV kalau Ara ngelamar di bagian sekretaris dan sekarang lagi di tes."
" serius kamu Dev bukan nya dia jadi guru di sekolah nya Dav ya."
" iya nak kan setau ayah nak Ara itu guru, kalau gak salah guru matematika gitu lah, apalagi daddy nya kan juga punya perusahaan di Bali . Mungkin kamu salah orang kali kak, gini nih efek udah gak ketemu ayang beb jadi rada rada gesrek." sindir tuan Hazlan.
" enggak ayah Gi beneran aku liat sendiri dari CCTV, kalau kalian gak percaya coba aja cek sendiri." ucap Dev yang kesal dan cemberut.
" dih gitu aja kok ngambek nanti gak dapat jodoh loh." ejek tuan Hazlan kepada Dev.
" ih ayah mah nyebelin deh." makin cemberut lah Dev dengan mimik wajah yang sangat lucu di mata tuan Hazlan dan Irgi.
" bhuahahahahaha Dev Dev kamu kayak anak kecil deh hihihi, yaudah deh daripada aku juga penasaran mending aku liat di CCTV coba deh ayah liat mana tau apa yang di katakan Dev benar."
" iya deh ayah coba liat di komputer."
tuan Hazlan pun memantau kegiatan para pelamar kerja dari kamera CCTV yang layar monitor komputer nya dan benar saja ada Clara yang sedang tes namun di bagian tes kesehatan.
sementara di bagian tes, Clara di nyatakan lulus tes tertulis bersama 2 rekan nya yang lain nya, sementara bagi yang tidak lulus di beri motivasi dan di rekomendasikan untuk bekerja di cabang Hazard Group di bagian manufacturing tanpa tes, karena ini langsung perintah dari tuan Hazlan. Mereka yang mendengar nya sangat bersyukur setidak nya jika tidak dapat bekerja di pusat nya di bagian cabang nya pun tidak masalah.
Pengumuman mengenai tes kesehatan di nyatakan lulus semua di karenakan mereka sehat tanpa ada riwayat sakit apapun dan termasuk yang lain nya.
kini tinggal interview yang harus mereka jalani, rekan kerja Clara yang sudah sangat gugup apalagi Clara juga yang tak kalah gugup lebih memilih untuk mempasrah kan diri kepada yang kuasa.
ya Allah aku ikhlas apapun hasil nya. Bismillahirrahmanirrahim ayo bisa Clara.
Beberapa rekan Clara sudah di interview oleh HRD yang memang tuan Hazlan sendiri yang menyuruh nya dan untuk mengenai keputusan HRD yang bernama Evan itu memberikan nya kepada tuan Hazlan atau Dev sendiri.
Selesai sudah mereka di interview,kini tinggal menunggu hasil keputusan yang tepat dalam memilih siapa yang pantas mendapat dan menjabat posisi sebagai sekretaris. Lalu mereka di perbolehkan untuk pulang.
" baik lah terima kasih untuk kalian yang sudah ikut berpartisipasi dalam melamar pekerjaan ini dan berdoa saja semoga salah satu di antara kalian di terima di perusahaan ini, dan bagi yang tidak terpilih mohon jangan berkecil hati karena pihak perusahaan juga saat ini sangat membutuhkan banyak karyawan di bagian staf dan di bagian tersebut nanti banyak juga lowongan kosong yang akan kalian isi. kalau begitu kalian boleh pulang, sekali lagi terima kasih dan selamat siang menjelang sore semua nya."
" sama-sama pak selamat siang."
mereka pun pulang dan sepanjang jalan mereka berdoa semoga di terima di perusahaan ini.
" hai kenal kan nama aku Marwah,kamu siapa." ucap gadis berjilbab itu dengan menjabat tangan nya untuk berkenalan dengan Clara.
" nama ku Clara salam kenal Marwah, oh iya kalau kamu yang sebelah nya siapa."
" aku Argan kebetulan aku teman kecil nya Marwah."
__ADS_1
" wah kalian bisa barengan gini hebat banget, semoga aja kita di terima ya."
" iya Cla Aamiin walaupun bukan sebagai sekretaris tapi seengak nya bisa kerja di perusahaan ini udah syukur Alhamdulillah lah."
" iya Aamiin."
sementara di ruangan tuan Hazlan sudah ada Dev Irgi tentu nya Elva dan Evan si HRD yang mengetes para pelamar kerja dan yang lain nya untuk bagian OB/OG dan staf ia serahkan langsung kepada Evan sendiri.
" coba saya lihat biodata para pelamar kerja nya Van." ucap Dev.
" ini tuan Dev, terdapat tiga orang yang satu laki-laki dan dua orang wanita."
tuan Hazlan memang menyerahkan semua nya kepada Dev dalam hal mengenai biodata para pelamar kerja dan lain nya tak lupa juga dengan Irgi dan Elva tentu nya ikut andil dalam melihat biodata dan berkas lamaran kerja nya.
Sementara Evan duduk tak jauh dari mereka dengan perasaan gugup apalagi melihat keseriusan Dev.
gila tuan Dev kalau serius gini serem banget, kayak mau nerkam orang hidup hidup hiiiiiiiiiii. batin Evan yang bergidik ngeri.
"bagaimana nak apa ada yang pas menurut kamu, bagaimana dengan Elva?"
" maaf tuan sebelum nya kalau menurut pendapat saya, yang pas dan sesuai dengan kandidat menjadi sekretaris itu yang ini tuan, bagaimana menurut anda." Elva memberikan biodata dan berkas-berkas lamaran kerja Clara Ayunda.
Dev dan Irgi pun melihat berkas lamaran yang di tunjuk oleh Elva dan menunjukkan biodata dan berkas kerja Clara.
" bagaimana menurut kalian, kalian setuju?"
Dev Irgi dan Elva pun menyetujui nya,kemudian menyuruh Evan untuk menghubungi Clara yang terpilih sebagai sekretaris pengganti Elva.
" Van saya sudah memutuskan untuk memilih siapa sebagai sekretaris saya dan nanti kamu langsung hubungi dia atau kamu kirim lewat email nya. dan untuk bagi kedua nya yang belum di terima nanti kamu hubungi dia juga masukkan di bagian administrasi dan manajemen kamu mengerti, kamu boleh kembali keruangan kamu." jelas tuan Hazlan kepada Evan.
" baik tuan kalau begitu saya permisi."
setelah Evan keluar dari ruangan Presdir, ia langsung menuju ke ruangan nya untuk menghubungi orang yang di terima kerja.
.
.
.
.
.
Clara yang di terima kerja pun sontak bahagia karena apa yang menjadi impian nya terwujud dan mau tak mau ia harus mengundurkan diri dari sekolah nya untuk lebih fokus bekerja di perusahaan Hazard Group.
" Alhamdulillah akhirnya aku di terima kerja terima kasih ya Allah."
Clara juga tak lupa memberitahu kepada kedua orang tua nya, sebenarnya Clara termasuk orang yang berada, apalagi Daddy nya juga memiliki perusahaan namun di Bali dan menetap di sana. Ia pun lebih memilih untuk mandiri dan memilih untuk tetap di Jakarta.
__ADS_1
Sementara laki-laki yang di samping Clara waktu itu pun di terima di bagian staf produksi sementara gadis yang melamar kerja yang di ketahui bernama Ina di terima di bagian pemasaran.