
EKSKUL TAEKWONDO
Seorang pelajar memang sudah menjadi kewajiban mereka untuk menggali ilmu dan belajar sungguh-sungguh, tak ayal mereka berlomba-lomba menunjukkan diri siapa yang paling hebat dan cerdas.
Bukan hanya dalam mata pelajaran saja, melainkan ekstrakurikuler pun tak kalah juga mereka bersaing.
Saat itu jam pelajaran masih berlangsung, bahkan seluruh siswa begitu antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar nya.
Sekolah SMA Tunas Bakti memang di kenal ketat akan kedisiplinan nya, baik dalam segi sopan santun maupun tata tertib. Jadi jangan heran jika seluruh siswa-siswi nya tidak ada yang pernah berbuat keributan mencapai ambang batas, paling tidak hanya perkelahian kecil-kecilan saja.
Sama seperti yang di lakukan di kelas 11 A. Yang mana saat itu pelajaran bahasa Indonesia, mereka begitu menikmati proses belajar nya, Guru pun juga tak kalah semangat nya mengajar dengan penuh keikhlasan sehingga anak didik nya menyukai cara ia mengajar.
" Baik lah anak-anak sampai sini ibu bapak jelaskan mengenai materi kalimat bantu, apa ada yang ingin di sampaikan atau kalian semua nya sudah paham." Tanya pak guru yang di ketahui bernama pak Rahman, pria nya jika di lihat dari segi usia sepantaran tuan Hazlan.
" Tidak ada pak." Ucap mereka serempak.
" Baik lah kalau begitu,,, waktu juga sudah hampir habis kurang lebih 5 menit lagi, sebelum nya bapak akan menyampaikan jika Minggu depan kita akan mengadakan ulangan harian, bapak harap kalian belajar dengan rajin apalagi ini sangat membantu kalian saat ujian kenaikan, maka nilai dari tugas sehari-hari dan ulangan kalian yang membantu jika nilai ujian kalian kurang memuaskan, mengerti semua nya." Jelas pak Rahman panjang lebar.
*Y*a elah malah pake ulangan segala,,, otak lagi males mikir eh Minggu depan malah ulangan,,, hadeh malang nya nasib ku. Batin Chintya yang sudah memasang walah malas saat mendengar kata ulangan harian.
Sementara yang lain nya juga mendadak pucat pasih saat mendengar kata horor yaitu ulangan harian, yang mana kata itu sudah di cap haram bagi mereka.
*W*kwkwkwk segitu benci nya ya kalian sama kata ulangan.
" Mengerti pak." Ucap mereka serempak.
" Baik lah kalau begitu sampai jumpa di Minggu depan dan belajar dengan baik agar nilai kalian bagus-bagus." Ucap pak Rahman tegas.
" Baik pak."
Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi begitu nyaring nya.
*K*ring kring kring....
__ADS_1
" Baik kalau begitu kalian boleh istirahat."
Setelah pak Rahman keluar dari kelas mereka, mereka semua menjadi loyo saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat pak Rahman memberitahu kan bahwa Minggu depan akan ulangan harian.
Seluruh siswa berhamburan dari setiap lokal nya.
Mereka saat ini sedang istirahat menuju kantin, ya mereka adalah Dav dan para sahabatnya.
" Li. Terus gimana kelanjutan hubungan lu sama pak Axel, kalian saling asing asingan kah atau salah satu dari kalian berusaha buat meluruskan masalah nya." Tanya Tere.
" Iya Ter, jadi kemarin dari dua hari yang lalu dia kirim pesan terus sama gw buat minta maaf dan mau menjelaskan semua nya. Ya karena gw masih terlampaui kecewa sama dia yaudah deh gak gw respon di hari itu pas gw pamit pulang, dan keesokan hari nya dia tetap gitu dan bersikeras buat menjelaskan semua nya supaya gw gak salah paham, bahkan dia ngajak gw ketemuan di taman kota." Jelas Julia.
Mereka lebih memilih duduk yang tidak terlalu ramai orang berlalu lalang, karena ia paham jika salah satu dari sahabat nya pasti ingin menghibah.
" Terus lu sama pak Axel ketemuan di sana?" tanya Dav yang juga penasaran.
" Iya Dav sekitar pagi gitu deh jam 9 nan."
" Gw harap dia benar-benar serius sama lu Li, kalau sampai dia macam-macam sama lu, gw sendiri yang bakal hadapin dia." Ucap Edo yang masih ingat 2 tempo hari lalu, yang mana Julia baru kali ini menangis dan membuat Edo sangat marah besar jika sahabat nya di sakiti.
Hingga suara bariton serak-serak basah itu mengejutkan mereka termasuk Edo sendiri, sementara Teguh yang notabene pria dingin santai saja.
Ya. Pria itu adalah pak Axel, kekasih Julia sekaligus guru mereka semua.
" Baguslah kalau anda mengerti tanpa saya sendiri yang ikut turun tangan." Ucap Edo dingin.
Pak Axel duduk tepat di samping Julia, bahkan gadis itu merah merona saat kekasih nya itu duduk di dekat nya.
*A*duh kenapa sih selalu aja begini kalau di dekat dia.
" Udah lah Do, kita sebagai sahabat nya hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mereka ke depan nya tanpa perlu kita ikut campur, biarkan mereka sendiri yang menjalankan nya, kita cukup memberikan dukungan sama mereka berdua." Ucap Winda yang sedari tadi diam pun bersuara.
" Betul tu apa yang di katakan ayang Winda Do, marah boleh kecewa boleh tapi jangan sampai amarah kita menguasai diri kita hingga gelap mata buat membenci orang." Sambung Monica yang mendadak bijak.
" Sejak kapan lu mendadak jadi murid nya Najwa Shihab Nic?" Tanya Vivian.
Sementara 2 pasangan yang sedang hangat-hangatnya bagaikan eek ayam hanya dia menyaksikan sahabat mereka yang sedang berbincang membahas nya.
__ADS_1
*M*akasih ya guys kalian udah peduli sama gw, gw bener bener terharu,,, gw sayang kalian semua love you my bestie. Batin Julia.
" Iya Nic,,, malah kata-kata lu bagaikan orang lagi kena siraman qolbu tau gak hihihi." Dav pun ikut menimbrung nya.
Teguh hanya menggelengkan kepala nya saat sang kekasih bertanya hal konyol kepada Monica yang merupakan sahabat nya juga.
*K*amu ada-ada aja sih,,, malah gemesin banget lagi liat kamu kayak gitu. Batin Teguh
" Yaelah lu pada ngapa sih gitu amat respon nya sama gw et dah." Ucap Monica cemberut.
Sontak membuat semua nya tertawa terbahak-bahak.
" Oiya guys, kalian mau gak ikut ekskul taekwondo hari ini lepas pulang sekolah, jangan di paksa kalau gak minat." Tanya Dav kepada seluruh bestie nya.
" Wih kalau gw mah udah pasti ikut dong iya kan Guh." Jawab Edo.
" Betul itu." Sambung Teguh.
" Gimana, kamu mau ikut gak?" Tanya Axel pelan kepada Julia.
" Kayak nya sih seru, aku juga iri liat Dav sama Tere yang jago beladiri maka dari itu aku juga mau deh." Ucap Julia pelan namun pasti.
Kemudian Julia pun memberitahukan kepada sahabat nya jika ia juga akan ikut.
" Guys gw ikut, gw juga mau belajar beladiri sama kayak kalian, apalagi kan lu jago banget beladiri nya."
" Alhamdulillah,,, ya kita mah sama-sama belajar aja Li, kalau lu mau nanti kita barengan aja soal nya gw sendiri ketua nya." Ucap Dav.
" WHAT!! LU." Ucap mereka serempak kecuali Edo dan Teguh yang memang sudah tau.
" Iya,,, bahkan bukan cuma taekwondo aja yang bakal gw ajarkan ke setiap anak didik gw, tapi banyak seni beladiri yang gw ajarkan ke mereka dan di bantu sama pelatih yang di bidang seni beladiri itu sendiri. Yaudah nanti pas pulang sekolah nanti kumpul di lapangan basket, kalau yang lain gimana mau ikut?"
Akhir nya mereka semua sepakat untuk ikut, karena mereka juga ingin memiliki kemampuan beladiri seperti ke tiga sahabat nya yang begitu hebat dalam beladiri, bahkan Tere yang notabene juga sangat baik dalam beladiri pun ikut juga.
...****************...
Hai reader bestie semua ❤️
__ADS_1
maaf ya othor up nya selalu malam, tapi jangan sedih karena othor insya Allah akan usaha kan up 3 bab tiap hari biar kalian puas membaca nya.
Terima kasih 🙏