
INGATAN MASA LALU IRGI
Irgi yang sudah berhasil menenangkan gadis kecil nya itu, kemudian ia menyuapi sang kekasih dengan penuh perhatian. Bahkan Dav yang merasa di istimewa kan oleh Irgi sontak merasa bahagia.
sayang,,, maaf ya, aku baru bisa membalas perasaan kamu, aku tau kamu pria yang baik maka dari itu, aku ingin memberi waktu agar aku bisa yakin bahwa aku pantas atau enggak bersama kamu,,, maafin aku kak, bukan maksud aku meragukan cinta kamu, tapi ketahui lah aku juga mencintai kamu,,, kamu tau sendiri kan kalau aku di satu sisi masih berstatus pelajar, apalagi aku belum lulus sekolah, aku ingin lebih fokus ke belajar dulu sebelum aku mengenai kata cinta-cintaan. Tapi kehadiran kakak saat ayah membawa kakak ke hadapan kami waktu itu seolah menggoyahkan pendirian aku... aku sayang sama kamu kak. I LOVE YOU MY BOYFRIEND Batin Dav sembari menatap kagum kekasih blasteran Turki itu.
flashback on.
Tuan Hazlan membawa sosok pemuda tampan, mungkin usia nya sepantaran Dev,, kurang lebih 13 tahun, tuan Hazlan memanggil sosok istri nya. Ia membawa pemuda itu kehadapan keluarga nya, bunda yang saat itu sedang berada di dapur pun menuju ke ruang tamu di mana sudah ada suami dan seorang pemuda seusia putra semata wayangnya nya.
" ayah,, loh pemuda tampan ini siapa?" tanya nya sembari mencium tangan sang suami.
" kenalkan bund ini Irgi, anak dari mendiang Andi,,, ayah sengaja mengajak nya ke sini apalagi ia sebatang kara sayang,, ayah gak tega kalau dia tinggal sendiri,, gimana, bunda setuju gak kalau Irgi tinggal sama kita." Tuan Hazlan meminta pendapat kepada sang istri.
" boleh banget dong sayang, malah kalau dia di sini kan ada Dev dan Dav jadi makin ramai rumah kita, gimana nak Irgi kamu mau kan tinggal di sini."
Irgi masih bingung harus tinggal bersama keluarga Radiansyah atau tidak. Di satu sisi ia ingin mengabulkan permintaan terakhir dari sang ayah, namun di satu sisi ia ingin sendiri karena ia tak ingin menyusahkan orang lain.
Tak lama Dav kecil datang dari arah belakang rumah menghampiri mereka.
" ayah bunda kakak ini siapa?" ucap nya dengan suara lucu khas anak kecil usia 6 tahun.
Irgi sempat melihat gadis kecil itu, bahkan ia seolah speechless akan sosok gadis berpipi chubby itu.
dia gadis yang lucu, apalagi pipi nya yang bulat sekali seperti kue bakpao,,, rasa nya ingin aku gigit saja pipi bulat merah gadis kecil itu.
" nama nya kak Irgi sayang, kamu tau kan anak nya paman Andi."
__ADS_1
Dav kecil seolah mengingat sosok yang di katakan tuan Hazlan, tak lama Dav kecil tau akan sosok pria yang di katakan oleh tuan Hazlan.
" anak nya paman Andi,,, tapi paman Andi nya kan udah gak ada huaaaa haaaaa hiks hiks." tiba-tiba Dav kecil menangis saat mengingat sosok Andi yang ternyata juga dekat dengan Dav.
Bunda yang melihat putri kecil nya itu menangis langsung menghampiri nya dan menenangkan nya.
" sayang,,, jangan sedih ya, kan sekarang paman Andi udah gak sakit lagi, udah tenang di sana dan paman Andi udah bahagia di surga." Dengan penuh kelembutan bunda mengusap air mata Dav kecil dari pipi bulat nya.
Dav kecil seolah kesulitan mencerna kata-kata bunda nya, maklum saja karena usia nya baru menginjak 6 tahun.
" bunda, surga itu apa." tanya Dav kecil polos.
" surga itu tempat yang sangat indah sayang, bahkan kalau mau kesana kita itu harus banyak berbuat kebaikan dan gak boleh jahat sama orang lain, karena kalau mau kesana hanya orang-orang baik aja nak bisa ke sana." bunda Sita hanya mampu menjelaskan yang bisa di mengerti anak seusia Dav kecil.
" berarti Dav harus jadi orang baik dulu dong bund, biar bisa kesana,,, terus berarti,,paman Andi orang baik dong iya kan bunda ayah."
" benar sekali nak,,, paman mu itu orang yang sangat baik, maka nya tuhan menghadiahkan surga sebagai tempat nya." ucap tuan Hazlan.
" oh begitu,,, oiya hai kak nama aku Davita panggil aja Dav." ucap Dav kecil memperkenalkan diri nya sembari mengulurkan tangan ke arah Irgi.
" nama ku Irgi,,, kamu bulat banget sih kayak bola hihihi tapi kamu cantik kok."
awal nya Dav cemberut saat ia di bilang gadis bulat, namun saat di akhir kata ia di puji cantik ia tersenyum manis.
" maaf semua nya bukan maksud Irgi menolak, tapi Irgi belum bisa lepas dari kenangan ayah,,, Irgi ingin tinggal di apartemen saja tempat di mana kenangan aku sama ayah di sana." ucap Irgi menolak secara halus.
" kamu yakin mau tinggal sendiri,,, emang kamu gak takut."
Suara seorang pria berperawakan tinggi dan tampan itu baru pulang entah dari mana, lalu ia menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang tamu.
" kenal kan nama ku Devanka, kamu bisa panggil aku Dev kamu pasti anak nya paman Andi ya kan." ucap Dev.
__ADS_1
" iya,,, saya anak nya ayah Andi, nama saya Irgi tuan muda."
" kamu yakin tinggal di apartemen, emang nya kamu gak takut sendirian di sana." tanya Dev kepada Irgi.
" tidak tuan muda, saya sudah terbiasa sendiri maka dari itu saya tinggal di apartemen saja."
tuan Hazlan dan bunda Sita yang sedari tadi diam pun memikirkan cara agar Irgi tak mungkin tinggal di apartemen seorang diri, saat mereka menemukan ide, mereka saling berpandangan seolah ia tau apa yang ingin ia sampaikan.
" baik lah jika kamu tidak ingin tinggal di sini, tapi kamu juga tidak boleh menolak apapun pemberian saya, mengerti."
" baik tuan besar."
" baik lah yang pertama, kamu boleh tinggal di apartemen mu asal di sana kamu bersama para pelayan yang akan membantu segala keperluan kamu, saya akan membawakan pelayan dari sini kurang lebih 4 orang, dan biaya sekolah kamu akan saya tanggung, saat ini kan kamu baru menengah pertama dan baru kelas 2 ya kan, dan mengenai kamu lulus sekolah menengah atas nanti,, saya tidak memaksakan kamu harus sekampus dengan anak saya,, kamu bebas memilih kampus yang kamu mau, ingat ini perintah, kamu tidak boleh menolak."
Irgi harus memutar kembali otak nya agar ia tak terlalu merepotkan tuan Hazlan, tapi tuan Hazlan bersikeras menolak dan pada akhirnya mau tak mau Irgi menerima nya.
" baik lah tuan besar saya terima,,, kalau begitu boleh kah saya ijin pamit untuk pulang ke apartemen saya."
" untuk malam ini kamu tidur di sini, saya tidak menerima penolakan." ucap tuan Hazlan tegas.
" aku juga gak menerima penolakan kamu Irgi." sambung Dev yang tak kalah tegas nya.
" Dav juga,, kak Irgi malam ini tidur di rumah ini TITIK."
Akhir nya Irgi mengalah untuk tidur di rumah kebesaran keluarga Radiansyah.
flashback off.
bahkan tanpa terasa Irgi menyuapi Dav yang terakhir, karena Dav saat itu mungkin sangat lapar hingga tanpa di sadari nya piring pun mulus tanpa tersisa, apalagi saat Irgi menceritakan masa kecil mereka awal pertama kali bertemu.
...****************...
__ADS_1
oh ternyata eh ternyata emang udah lama toh mereka udah saling kenal nya.
Hehehehe pepet terus Gi sampai ke pelaminan 🤣