Happy Story In High School

Happy Story In High School
144. JADI RINDU MY ICA


__ADS_3


JADI RINDU MY ICA



Three words to catch my deep feeling. I miss you ( Tiga kata untuk mencapai perasaan terdalam, aku rindu kamu ).


miss you now, tomorrow and for so on. I always think about you. I need you to be here, to calm me down and wipe my tears." (Aku merindukanmu sekarang, esok, dan seterusnya. Aku selalu memikirkan mu. Aku membutuhkanmu ada di sini, untuk menenangkan ku and menghapus air mataku.)


Seharian ini Darrell tak mendapat kabar dari gadis yang ia sukai sejak insiden di mana ia nyaris mencelakai nya. Tapi dari kejadian itu, ia sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan seorang wanita cantik yang sudah berhasil menggetarkan hati nya.


Banyak wanita yang ia kenali selama ia berada di luar negeri, baik ia kuliah di Amerika maupun di Prancis tempat tinggal nya. Namun selama ia kenal wanita, belum ada yang bisa menggetarkan hati nya seperti ia bertemu dengan Monica, adik dari sahabat nya sendiri.


" Jadi kangen my Ica tapi dia jam segini kan masih sekolah." Darrell melirik jam di pergelangan tangan nya yang menunjukkan pukul 11 siang.


Saat ini ia berada di ruangan Dev, dimana ia begitu banyak pekerjaan yang harus ia selesai kan sampai harus lembur dan pulang selalu menjelang malam.


Ia masih menikmati ketermenungan nya sambil memandang kendaraan berlalu lalang dari ruangan Dev, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan muncullah Dev yang baru saja selesai meeting bersama salah satu kolega bisnis tekstil yang merupakan kerabat dari tuan Hazlan sendiri.


" Kakak sedang apa di situ, ini waktu nya makan siang loh yuk makan dulu, tadi Irgi aku sama Clara sempat keluar sebentar pas selesai meeting beli makan siang. Nanti kita makan siang nya di ruangan ayah ya kak." Dev menghampiri Darrell yang sedang melihat gedung yang menjulang tinggi dan beberapa kendaraan yang ia pantau dari balik kaca ruangan Dev.


Darrell melihat Dev menghampiri nya, ia langsung menuju ke arah sofa untuk merehatkan diri nya yang seharian ini di sibuk dengan pekerjaan nya.


" Et dah ni orang di samperin malah pindah ke sofa, Allahuakbar." Dev mengelus dada melihat kelakuan Abang sepupu bule nya.


" Hehehehe yaelah gitu aja ngomel lu kayak perawan lagi palang merah." bahkan Darrell sempat-sempatnya mengejek Dev yang sudah memasang wajah cemberut nya.


Dasar bule suek, awas aja lu gw kerjain balik baru tau rasa ente ehehehe. Dia gak tau aja kalau gw raja nya membully orang huahahaha.

__ADS_1


Dev dengan licik nya membuat rencana agar ia bisa membalas kan dendam nya kepada kakak sepupu bule reog nya itu.


" Eh iya kamu bilang tadi katanya jam istirahat, perasaan tadi baru jam 11 siang."


" Kakak aja yang gak sadar, tu liat jam nangkring di sudut perpustakaan Segede gaban gitu kagak liat sih." Dev menunjukkan jam besar yang berdiri di samping sudut perpustakaan minimalis nya yang menunjukkan pukul 12 siang. Dev duduk berhadapan dengan Darrell.


" Oalah gak sadar kakak, yaudah yuk kita keruangan uncle, kasian uncle pasti lapar ya kan." Darrell beranjak dari duduk nya dan di ikuti oleh Dev.


Mereka hanya membuka pintu penghubung yang menghubungkan ruangan Presdir Utama Hazard Group. Disana sudah ada tuan Hazlan, Irgi dan Clara yang sudah menunggu mereka berdua.


" Nah udah pada ngumpul nih, yuk makan sama-sama. Kak, kamu mimpin doa, awas aja kalau sampai gak hafal, masa iya khatam Al-Qur'an tapi gak bisa baca doa makan." Tuan Hazlan menunjuk ke arah Dev dengan sedikit ancaman.


" Ya Allah yah masa iya sih doa makan aja kakak gak bisa baca, masa iya kalah sama anak TK, ya deh kakak yang mimpi doa nya."


" اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


“Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.”


" Aamiin." Ucap mereka semua serempak.


Dengan penuh hikmat mereka makan siang bersama. Tak hanya itu, bahkan dengan di selingi dengan Senda gurau dan gelak tawa yang kadang tercipta begitu saja.


Setelah mereka semua selesai makan, mereka semua kembali bekerja. Hingga tak terasa hari sudah menjelang sore, tapi baik Darrell maupun yang lain nya begitu fokus dengan pekerjaan nya hingga tak menyadari hari sudah sore.


Pintu Wakil Presdir Hazard Group terbuka nampak lah Irgi, Clara bahkan tuan Hazlan menghampiri mereka berdua yang masih fokus dengan layar komputer nya.


" Nak sudah lah, besok lagi di lanjutkan, hari semakin sore, nanti kita pulang nya kejebak macet loh tuh liat udah jam 4 lebih 15 menit." Ucap tuan Hazlan kepada Dev dan Darrell.


" Iya uncle kami juga udah selesai kok."

__ADS_1


" Iya yah kami udah selesai kok sama pekerjaan kita, yaudah yuk kita pulang, eee Ara kamu pulang bareng aku aja, kebetulan aku bawa mobil sendiri, kamu gak bawa mobil kan?" Tanya Dev.


Clara menganggukkan kepala nya pertanda iya.


" Ya sudah kakak pulang nya sama Clara, kalau kamu nak Darrell mau pulang sama uncle atau bawa mobil sendiri? kan di sini ada mobil yang udah di sediakan di ruang bagasi khusus." Tuan Hazlan menawarkan kepada Darrell ingin pulang dengan nya atau tidak.


" Aku ikut uncle aja deh, aku capek bawa mobil sendiri takut nya kenapa-napa." Darrell lebih memilih untuk ikut bersama tuan Hazlan dan Irgi.


" Baik lah kalau begitu, biar Irgi aja yang bawa mobil nya." Irgi yang paham jika mereka semua lelah, maka ia berinisiatif untuk menyetir.


" Jangan nak, kamu kan baru aja menyelesaikan beberapa proposal dengan rekan bisnis kita tadi, kamu lupa ya? tadi kan kita di antar supir, si Dev bawa mobil sendiri tadi ngantar Dav ke sekolah, entah deh tuh anak perawan satu tumben tumbenan gak bawa motor trail kesayangan nya."


Sepanjang perjalanan Darrell sedari tadi hanya terdiam sambil memikirkan gadis kecil yang sudah berhasil menaklukkan hati nya.


Tuan Hazlan yang melihat nya ingin bertanya, tapi ia paham apa yang di rasakan keponakan bule nya itu.


Anak muda jaman sekarang kalau rindu seseorang berasa puasa sebulan ya, lemes lesu letoy lelah😌 untung jaman ku dulu gak gitu. Tuh kan jadi kangen ayang di rumah, Sita makin hari makin cantik, montok dan bohay aja deh, bikin adik buat Dav aaahh,,,,, mana tau Dav mau ya kan reader hehehehe. Batin tuan Hazlan dengan pemikiran mesvm nya.


Itu emang mau nya ente sape'i . Umpat othor


Sedang Irgi sendiri duduk di kursi samping kemudi, ia berkirim pesan dengan dedek manis Dav lah tentu nya.


Darrell layak nya sepeti mayat hidup di landa gundah gulana, ia merasa bimbang ingin berkirim pesan dengan Monica tapi ia tak ada keberanian.


Jadi rindu my Ica. Nanti malam gw ajak dia video call aaa mana tau aja dia mau, masa ia dia nolak seorang Darrell Leandre sih, dia aja sampai salting gitu.


Hingga sebuah pesan notifikasi dari ponsel nya berbunyi, saat Darrell melihat siapa yang mengirim pesan dengan nya, sontak iya tersenyum bahagia jika yang mengirim pesan itu adalah little girl nya my Ica.


" Assalamualaikum kak Darrell, maaf ya aku chat kakak." Dengan emoticon wajah merah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2