
JUARA HARAPAN 3
" Inti nya gak boleh ada kesedihan ya, apapun yang terjadi kita harus selalu sama-sama dan gak boleh ada yang di tutupi."
Bagaikan sebuah titah ratu, Dav begitu tegas menyampaikan kepada para bestai nya.
" Iya Davi sayang kita pasti akan selalu terbuka kok." Julia memeluk tubuh Dav dan di ikuti teman wanita yang lain nya, sedangkan Edo dan Teguh hanya melihat nya sambil tersenyum senang.
" Yaudah yuk kita masuk ke dalam aula, soal nya bentar lagi acara nya di mulai."
" Oke deh."
Mereka bersama masuk ke dalam aula sekolah, karena mereka pasti tahu jika kedua orang tua nya akan datang, maka dari itu mereka lebih memutuskan untuk menuju ke aula terlebih dahulu.
Seluruh siswa dan orang tua mereka sudah berada di dalam satu aula besar dan megah, yang mana aula sekolah ini bisa menampung hingga 1000 kapasitas orang.
Hingga sebuah kata sambutan yang ada di atas podium menghipnotis semua orang yang ada di dalam aula.
" Assalamualaikum wr.wb."
Ucapan salam dari pak Axel selaku Waka kurikulum memberikan kata sambutan utama untuk memulai acara pembagian hasil raport semester akhir.
" Wa'alaikumsalam wr.wb." Sahut semua orang yang ada di dalam aula tersebut.
" Selamat pagi kepada anak-anak yang saya banggakan dan para wali murid yang saya hormati. Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang mana pada pagi hari ini kita di berikan kesempatan untuk bisa berkumpul bersama di sini dalam keadaan sehat wal'afiat. Baik lah untuk mempersingkat waktu pada pagi hari ini, tepat nya hari penentuan hasil ujian baik itu ujian nasional dan ujian kenaikan kelas akan kami sampai kan sekaligus sebagai hari perpisahan untuk kelas 12. Untuk itu, sebuah kata sambutan akan di sampaikan kepada bapak Rudi selaku kepala sekolah, kepada pak Rudi waktu dan tempat kami persilahkan."
Sambil menunggu sebuah kata mutiara penghantar tidur, justru para orang tua lah yang sangat antusias mendengarkan kata sambutan dari kepala sekolah. Sangat berbeda jauh dengan para siswa nya yang sedari tadi menguap menahan kantuk, bahkan ada di antara mereka sampai tertidur di belakang tempat duduk terakhir, karena di situ tidak tersorot kamera dan lampu.
" Gila bisa tidur gw lama-lama dengar curhat nya pak Rudi, mimpi apa gw semalam ya Allah." Gumam salah satu murid kelas 12.
Teguh yang mendengar kakak senior nya bergumam pun tak dapat menahan tawa, apalagi yang berbicara itu salah satu siswa tengil dan aktif yang ada di sekolah. Tapi jangan salah, di balik sifat nya yang buruk rupa, ternyata dia siswa tercerdas di sekolah bahkan tingkat kecerdasan nya setara dengan Teguh Edo dan Dav.
__ADS_1
" Parah lu bro gitu-gitu kepsek legend tuh wkwkwkwk." Sahut Teguh tertawa kecil.
Hingga tanpa terasa acara penentuan hasil kelulusan sekaligus pembagian hasil raport semester akhir akan segera di sampaikan.
" Baik kepada seluruh siswa dan para wali murid, hasil ujian nasional akan kami sampaikan dengan predikat juara kelas 3 sampai 1dan di lanjutkan dengan juara 3 umum dan juara 1 terbaik untuk kelas 12. Bagi kelas 10 dan kelas 11 akan di sampaikan oleh wali kelas masing-masing di kelas masing-masing juga. Untuk itu, bagi kelas 10 dan kelas 11 kembali ke kelas masing-masing juga beserta wali murid untuk mengetahui hasil pembagian raport siswa, terima kasih atas partisipasi kalian maka dari itu acara akan kami lanjutkan."
Pak Axel memberikan sambutan kembali untuk mengetahui hasil ujian nasional bagi kelas 12, sedang kan untuk kelas 10 dan kelas 11 akan di bagikan di kelas masing-masing.
Sepanjang lorong kelas Dav dan para bestie juga orang tua mereka selalu memanjatkan doa agar acara berjalan dengan lancar dan nilai mereka mendapatkan hasil yang memuaskan.
Aamiin.
" Ayah bunda kakak Dav takut, takut nilai Dav gak memuaskan."
" Jangan takut sayang, ayah yakin nilai kamu pasti bagus semua."
Lain hal nya dengan Winda, ia sedari tadi berdoa bahkan berzikir dalam diam sepanjang jalan ia menuju ke kelas, ternyata Winda ada yang mengambil raport nya, yang mana itu ibu RT yang sangat baik dengan Winda, bahkan sudah di anggap ibu kandung nya sendiri.
" Nak Winda apapun hasil nanti, ibu akan tetap bangga punya kamu, meskipun kamu bukan anak kandung ibu, tapi ibu sangat menyayangi mu layak nya anak kandung ibu sendiri. Dia ibu akan selalu menyertai mu, ibu yakin pasti ibu mu dan ayah mu bangga punya anak seperti kamu nak."
Tanpa di sangka Winda menangis memeluk tubuh ibu RT yang sudah menjaga nya sejak kepergian kakek dan nenek nya.
" Makasih ya Bu Tami makasih banyak, saya gak tau kalau gak ada ibu hidup saya kayak gimana hiks...."
Winda menangis dalam pelukan Bu RT, bahkan ibu RT pun juga ikut terharu.
" Nak Winda kamu gak sendiri sayang, kan ada mami juga apa papi ada Edo semua nya ada Bu RT juga, kamu semua sayang sama kamu nak, jangan pernah merasa sendiri ya sayang."
" Iya nak Winda, bunda juga sudah menganggap kamu seperti anak bunda sendiri, jangan sedih ya sayang, anak cantik gak boleh sedih harus selalu senyum."
" Iya bunda Sita iya mami Silvi semua nya, kalian memang orang baik Winda sayang sama kalian semua."
Tak lama kemudian Bu Rahayu selaku wali kelas 11 A masuk dengan membawa raport dan piala yang di bawa oleh Bu Livy.
" Selamat pagi menjelang siang semua nya, mohon maaf sedikit terlambat,baik lah untuk tidak memperpanjang waktu maka saya akan menyampaikan hasil ujian kenaikan kelas yang telah di tempuh oleh anak kami."
__ADS_1
Suhu kelas mendadak dingin dan tentu nya hawa tegang langsung melanda cepat.
" Saya mulai dari 10 besar ya, baiklah akan saya sampaikan."
" Peringkat 10 jatuh kepada anak kami Alvin Aditya Sakti dengan keseluruhan nilai 1980, dengan rata-rata 84,32."
Hingga mencapai titik juara 3.
" Untuk juara 3 akan ada 2 orang karena yang satu ini sangat spesial bahkan bisa di bilang juara harapan, maka yang berhak mendapat juara harapan 3 adalah Winda Daniaty dengan keseluruhan nilai 1996 yang mana rata-rata nilai adalah 92,54 lanjut dengan juara 3 kelas jatuh kepada Edo Mahardika dengan keseluruhan nilai 1997 dengan rata-rata 94,46. Selamat untuk kedua nama yang saya sebutkan harap maju ke depan."
Sorak suara heboh terdengar di kelas 11 A, apalagi kali ini ada rekor baru.
" Selamat ya untuk nama yang sudah ibu sebut kan, lanjut untuk juara 2 kelas dengan nilai keseluruhan 2000 dengan rata-rata 95,84 di berikan kepada...... ayo kepada siapa?"
Anjir tegang gw siapa ya kira-kira, gw atau Dav ya. Batin Teguh
Bismillahirrahmanirrahim hamba pasrah kan pada mu ya Allah.
Para orang tua juga tak kalah tegang apalagi saingan anak mereka sangat kuat dan ketat.
" Juara 2 diberikan kepada anak kami Teguh Wijaya Kusuma, selamat untuk Teguh dan silahkan maju ke depan. Nah ini dia yang kalian semua tunggu-tunggu, juara 1 dengan jumlah keseluruhan 2006 dengan jumlah rata-rata 98,77 sebuah rekor baru kembali pecah ya para bapak-bapak ibu-ibu sekalian, baik lah juara 1 jatuh kepada anak kami Davita Saraswati,,, waw fantastis ya,,,, kepada Davita silahkan maju ke depan."
Suara sorak bahagia terdengar jelas saat pengumuman juara 1 yang kembali jatuh di tangan Dav.
" Masya Allah ayah anak kita hebat sekali ya Allah."
Ucap syukur bunda Sita saat Dav kembali mengalungi juara 1 berturut-turut.
" Kakak juga gak nyangka bund kok adek bisa sejenius itu ya otak nya,,, waw amazing." Sahut Dev yang juga sangat terkejut bukan main saat sang adik tercinta kembali menduduki posisi juara 1.
" Gw juga kagum sama Dav, bisa ya otak nya encer gitu, gila sih dia mah."
" Betul Gi."
Pembagian raport semester akhir sudah mereka dapatkan, dan hasil nya sangat memuaskan bahkan seluruh siswa kelas 11 A di nyatakan naik kelas 100%.
__ADS_1
...****************...
Selamat ya untuk kalian semua, tingkatkan terus prestasi kalian dan jangan pernah lelah untuk terus belajar, belajar dan belajar.