
KEMAMPUAN BELADIRI DAV YANG SANGAT LUAR BIASA.
Tak terasa jam sekolah telah usai, masing-masing para siswa sangat tertib untuk berhamburan keluar dari kelasnya untuk pulang ke rumah mereka. Namun tidak dengan Dav dan para sahabat juga sebagian para siswa yang ikut ekskul beladiri yaitu taekwondo. Bukan hanya taekwondo saja, masih ada beberapa seni beladiri yang memang sudah tetapkan menjadi ekskul di sekolah SMA Tunas Bakti.
Mereka sudah berkumpul di lapangan basket sebagai tempat mereka latihan beladiri untuk hanya sekedar pemanasan saja, jika untuk latihan memang sudah ada ruangan khusus untuk nya.
" Oke guys kita udah sampai di tempat nya, dan di sini gw bakal jelaskan kepada kalian yang baru masuk ekskul ini, gw sengaja memilih lapangan basket sebagai sarana kita latihan beladiri adalah untuk pemanasan nya aja, dan untuk ke tahap berikutnya kita memiliki ruangan khusus beladiri tentu nya."
Dav begitu detail menjelaskan kepada para sahabatnya nya yang akan menjadi anak didi nya nanti.
" Tapi Dav kita kan pakai baju sekolah, masa iya latihan beladiri pakai baju sekolah?" Tanya Chintya.
" Eh iya Dav kami kan gak bawa baju nya jadi gimana dong." Sambung Winda.
Kali ini bukan Dav yang menjelaskan melainkan Teguh si pria es kutub Utara.
" Kalian gak perlu khawatir soal itu, karena kita udah menyiapkan segala nya bahkan kalau ada anak didik baru, tinggal kasih seragam aja." Jelas Teguh.
" Iya betul tu apalagi soal kebersihan, kalian gak perlu khawatir karena di sini bagi yang mengikuti ekskul beladiri otomatis baju nya boleh di bawa pulang dan bisa di katakan itu jadi milik kalian, kalau mengenai sabuk kita kasih warna putih dulu karena harus bertahap dan melalui setiap step by step nya." Sambung Edo yang juga ikut menjelaskan.
Yang lain manggut-manggut mengerti apa yang sudah di jelaskan tadi.
" Oke guys kalau udah paham semua kita langsung ganti baju dan siap-siap buat latihan pemanasan nya." Ucap Dav kepada semua sahabat nya.
" Siap guru." ucap mereka kompak.
Mereka pun berganti baju di ruangan khusus untuk laki-laki dan perempuan, tak lama kemudian setelah kurang lebih 10 menit berganti baju, mereka langsung menuju ke lapangan untuk berbaris sesuai instruksi dari Dav sendiri yang merupakan guru seni beladiri.
Kurang lebih sekitar 20 orang berkumpul dan masing-masing barisan terdiri dari 4 baris dan di bentuk menjadi 5 orang, tiap barisan membentuk garis horizontal.
" Baik semua nya, bagi yang sudah berkumpul harap untuk berbaris dengan rapi, dan saya meminta kepada teman kita yang baru masuk di dunia seni beladiri ini, harap ikuti instruksi dari saya. Saya juga meminta kepada 2 orang rekan saya yaitu Edo Mahardika dan Teguh Wijaya Kusuma untuk maju ke depan dan membantu yang baru masuk, dan bagi kalian yang lain akan latihan pemanasan dengan saya, oke baik lah buat kalian yang baru masuk silahkan ikut dengan 2 rekan saya, Mengerti!" Ucap Dav tegas.
" Siap mengerti guru." Ucap mereka serempak.
Gila si Dav kalau lagi gabung sama kita kita gak gini amat deh, lah ini gw berasa di sidang malaikat maut njir huaaa Dav mendadak serem. Ucap Julia dalam hati yang cukup terkejut melihat ketegasan Dav saat ini.
*S*i Dav berubah drastis njir, ini bukan dia deh masa iya sih dia mendadak jadi es balok kayak Teguh,,,haaaa malah gw merinding lagi. Ucap Chintya dalam hati.
Sedangkan Dav dan yang lain lebih memilih untuk menepi dan berlatih pemanasan di ruangan yang sama namun sedikit renggang. Karena Dav ingin memantau sendiri bagaimana sahabat nya berlatih beladiri, maka ia pun mempercayakan Edo dan Teguh sebagai pelatih mereka.
__ADS_1
*K*alian semua semangat ya,,, gw yakin kalian pasti bisa bahkan lebih hebat dari gw,,, fighting friends ❤️. Batin Dav tersenyum melihat keseriusan sahabat nya saat ingin belajar beladiri.
" Oke baik lah untuk kalian yang tersisa sekarang ini ada berapa? coba mulai berhitung dari sudut kanan depan sampai terakhir di bagian kiri, mengerti!" Tegas Dav.
" Siap mengerti guru." Ucap mereka kompak.
Ya. Semua yang berlatih pemanasan pada Dav adalah laki laki yang merupakan adik kelas mereka, karena yang lain lebih minat futsal dan basket ketimbang beladiri.
" Oke semua berhitung,,, mulai." Dav memberikan instruksi kepada mereka untuk menghitung jumlah orang.
" Satu,,, dua,,, tiga,,, empat,,, lima,,,,,,,, empat belas."
*H*m lumayan banyak juga gak kayak kemarin cuma 6 orang dan sekarang hampir 20 orang. ucap Dav dalam hati bangga.
" Jumlah kami secara keseluruhan ada 14 orang guru." Ucap salah satu anak didik nya yang memang Dav sendiri meminta nya untuk menjumlahkan semua orang yang ikut ekskul beladiri.
" Oke baik lah kita buat 2 barisan, dalam setiap barisan terdiri dari 7 orang dan buat jarak minimal 2 meter. Paham!!" Ucap Dav dengan lantang.
Mereka mengikuti arahan dari sang guru, dan berbaris sesuai instruksi nya.
" Siap sudah guru."
" Oke bagus, kalau begitu mari sebelum di mulai pemanasan nya alangkah baik nya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing masing,,, berdoa mulai."
.
.
.
.
Sementara di sebelah Dav, mereka juga tak kalah semangat nya ingin belajar beladiri, bahkan Edo yang selalu humoris mendadak tegas kepada mereka tanpa pandang bulu.
" Oke, untuk kalian yang baru masuk di seni beladiri ini, saya harap setelah apa yang kalian dapatkan baik ilmu nya maupun yang lain nya, saya harap pergunakan lah semata-mata karena kita memang membutuhkan nya,,, namun jika ilmu beladiri ini sampai di salahgunakan untuk hal yang merugikan orang lain dan mencederai banyak orang, maka dengan sangat senang hati saya sendiri yang akan memblacklist nama kalian di daftar ekskul beladiri mana pun. Kalian paham semua nya." Ucap Edo tegas dan lantang.
" Siap paham guru." Ucap mereka serempak gemetar.
Edo kenapa mendadak kayak orang abis kesetanan sih,,, si Dav juga malah mereka tampang nya serem serem kayak mafia hiiiiiiiiiii takut ah. ucap Vivian dalam hati.
Aaa Edo kok kamu galak banget sih kan aku merinding sendiri, malah kalian tampang nya sangar sangar. Batin Winda.
.
__ADS_1
.
.
.
Dav dan anak didik nya yang sudah selesai berdoa kemudian melakukan pemanasan sejenak, agar saat latihan tidak terjadi cedera.
Mereka berlatih begitu bersemangat, Dav Edo dan Teguh memberikan sedikit beberapa gerakan beladiri yaitu silat berawal dari teknik menangkis memukul dan menahan serangan lawan kepada setiap anak didik mereka.
" Baik lah setelah pemanasan selesai dan beberapa teknik tangkisan dalam silat sudah saya ajarkan, saat nya saya akan praktek kan kepada salah satu rekan saya yaitu Edo." Ucap Dav tegas dan dingin.
*W*hat gw!!! Dav bisa ganti orang gak m, lu perasaan hobi banget nyerang gw,,, Teguh kek lu aja adu mekanik, lah kenapa harus gw coba. Batin Edo yang agak panik, namun ia menutupi rasa panik itu dengan ketegasan nya lalu menuju Dav yang sedang melatih yang lain nya.
" Oke kalau begitu kalian perhatikan terus bagaimana cara kita menangkis setiap serangan lawan paham semua nya." Dav langsung memasang aba-aba untuk melakukan teknik menangkis lawan dengan Edo.
Mereka yang di dekat Dav begitu fokus setiap serangan demi serangan yang di lakukan oleh Edo saat melakukan perlawanan terhadap Dav. Bahkan sahabat mereka pun menonton aksi adu mekanik itu, sementara Teguh lebih memilih untuk menilai setiap gerakan tangkisan Dav saat Edo melakukan perlawanan.
*L*u emang tetap Dav yang gw kenal,,, ilmu beladiri lu emang apik bahkan serangan Edo aja dengan mudah nya lu tangkis,,, oh iya gw lupa kan lu ahli membaca gerakan lawan apalagi strategi gimana lawan mau mengecoh lu. Batin Teguh sangat terpukau melihat dua sahabat nya yang sedang adu mekanik.
*B*ugh
*B*ugh
*B*ugh
Beberapa serangan Edo selalu melesat, bahkan Dav hanya santai saja saat menangkis serangan Edo namun cukup membuat efek jera saat dalam bahaya.
*B*ugh ....
*B*amm...
Dav menyerang balik Edo dengan membaca strategi lawan hanya dengan beberapa gerakan Edo langsung tergeletak...
" Baik lah seperti itu kira-kira bagaimana cara kita menangkis serangan lawan, yang mana kita harus pandai membaca gerakan dan strategi saat lawan akan menyerang,,, kalian semua mengerti!!" Ucap Dav tegas tanpa rasa bersalah.
*G*ila lu Dav ada dendam apa sih Ama gw sampe gw di bikin tepar gini Allahuakbar,,, gimana kalau sampai dia nikah nanti, tangan ada laki nya K.O duluan di goyang ngebor nya. Batin Edo.
*W*ah luar biasa kak Dav, hebat banget beladiri nya, bahkan ia bisa menangkis serangan kak Edo dengan mudah,,, makin semangat gw buat belajar beladiri buat masuk Akmil nanti. Batin salah satu murid didik nya Dav.
...****************...
Wkwkwkwk jangan di bayangkan ya bestie🤣🤣
__ADS_1