Happy Story In High School

Happy Story In High School
92. PIKIRAN KU SELALU TERBAYANG


__ADS_3


PIKIRAN KU SELALU TERBAYANG



Sesampai nya Dante mengantar Tere tepat di depan gerbang sekolah, terlintas di pikiran nya ingin mengerjai gadis kecil nya sejenak.


" girl sayang." panggil nya.


blush


Jangan tanyakan lagi betapa merah nya pipi Tere saat Dante memanggil nya dengan kata sayang, seolah ia adalah milik nya, lah padahal emang udah jadian toh.


" i,,iya kak ada apa." Tere membalikkan badan nya menghadap Dante yang saat itu juga menatap nya dengan pesona lesung pipi nya yang dalam bak Palung Mariana.


" boleh kah aku mencium mu,,, tapi bukan di sini." Dante menunjuk pada pipi nya.


" tapi di sini dan sini." melainkan di bibir merah stroberi Tere dan leher putih nya.


" ja,,, jangan kak nanti kalau di liat orang gimana, nanti aku berurusan sama pihak sekolah lagi, apalagi aku belum lulus sekolah masa iya harus berhenti karena skandal ini."


Tere menolak secara halus, namun siapa sangka jika kata-kata nya tak di hiraukan sama sekali oleh Dante, ia justru sudah melancarkan aksi menjahili gadis kecil nya.


Bahkan Tere sendiri harus memundurkan tubuhnya hingga terbentur pintu mobil. Semakin gentar Dante mendekati Tere, maka semakin berusaha pula Tere untuk menghindari nya, hingga suara gelak tawa tak mampu Dante luapkan saat melihat wajah lucu gadis kecil nya itu yang terlihat ketakutan.


" hahahaha kamu lucu banget sih,,, aku gemas liat nya." Dante dengan rasa tidak bersalah nya bahkan mencubit pipi berisi Tere gemas.


Tere yang sudah kesekian kali merasa di kerjai pun kesal, pada akhir nya ia membuka pintu mobil tersebut namun dengan sigap Dante menahan tangan gadis itu yang hendak keluar dari mobil nya.


" apa lagi sih kak, nanti aku telat udah jam berapa ini, yang ada aku nanti di hukum." ucap Tere kesal.


" kamu marah sama aku?" tanya Dante.


Tere yang masih terkait awan emosi pun menjawab sekena nya, bahkan terdengar jutek.


" udah tau malah nanya, pikir aja sendiri." ucap nya kesal.


kenapa gadis ku ini terlihat menggemaskan ya kalau sedang kesal begini,,, apalagi pipi nya yang bulat seperti roti bengkak hihihi rasa nya ingin ku gigit pipi bulat itu. ucap Dante dalam hati.

__ADS_1


" maaf sayang aku gak bermaksud buat kamu kesal, aku cuma berniat buat becanda aja kok." ucap nya yang pura-pura merasa bersalah, namun sejujurnya dalam hati ia sangat ingin menjahili nya lagi karena bagi nya gadis kecil itu jika kesal terlihat sangat menggemaskan.


cup


sebuah kecupan manis mendarat di kening Tere, sementara Tere sendiri di buat speechless karena aksi romantis Dante, pacar nya.


ciee udah jadian ni yeee pajak jadian nya kaleeee....


" belajar yang baik dan ingat jaga mata mu saat memandang, awas aja kalau berani lirik lirik cowok lain." Dante memberikan pesan dalam bentuk ancaman agar Tere tidak sembarangan melirik laki-laki lain, bahkan Tere sendiri yang mendengar nya merinding ngeri akan ancaman itu.


yaelah gimana sih,,, kalau gw gak lirik sana sini terus fungsi mata gw buat apaan Sobri et dah. umpat Tere dalam hati.


" jangan mengumpat ku sayang, aku tau matamu berfungsi untuk melihat, tapi lihatlah pemandangan yang bagus-bagus bukan bikin mata minus." cercah Dante.


gila ya ni orang tau aja kalau gw ngumpat dia,,, apa dia keturunan cenayang ya atau jangan-jangan dia titisan NYI Blorong hiii serem.


" iya kak aku ngerti, yaudah kalau gitu aku masuk dulu udah mau bel juga ni,,,, daah kak assalamualaikum." ucap Tere pamit lalu keluar dari mobil.


" wa'alaikumsalam sayang." jawab Dante.


Tak lama mobil yang di kendarai oleh Dante pun melesat menyusuri jalan menuju tujuan ia melangkah.


Bel berbunyi nyaring, bahkan setiap sudut kelas hingga ke lorong-lorong lain nya pun terdengar akan bunyi bel sekolah pertanda jam pelajaran sekolah akan di mulai. Untung nya Tere tepat waktu saat memasuki gerbang sekolah dan di sambut sapaan hangat dari satpam penjaga sekolah.


kring kring


" selamat pagi nona Tere cie yang di antar sama pacar." goda pak Budi yang merupakan satpam penjaga sekolah itu.


" pagi pak Budi,, enggak kok itu teman hehehe yaudah kalau gitu Tere permisi dulu mari pak." demi menghindari banyak pertanyaan dari pak Budi, Tere langsung melangkah menuju kelas nya.


" oh iya silahkan atuh nona." pak Budi menyambut nya dengan sangat baik.


Sampai di depan kelas, ia berpaspasan dengan Dav yang saat itu berlawanan arah menuju ruang kelas nya.


" eh Dav lu abis dari mana dah." tanya Tere penasaran.


" oh gw abis dari toilet Ter, eh lu tumben baru sampai, biasa nya lu yang selalu datang awal."


Mereka memasuki ruang kelas, tak bel sekolah berbunyi.

__ADS_1


kring kring.


Kelas 11 A begitu rapi, tak lama kemudian seorang guru datang memasuki kelas tersebut dengan ekspresi wajah yang cantik dan anggun, ya wanita itu adalah Bu Livy.


" selamat pagi anak-anak." sapa nya kepada seluruh siswa.


" pagi bu Livy ." ucap mereka serempak.


Setelah segala doa mereka semua panjatkan kini giliran diri nya yang kegiatan belajar mengajar itu di mulai.


Bu Livy yang begitu fokus mengajak nya juga ikut fokus, bahkan sampai tak peduli sekali pun semut melintas di depan nya.


Tere yang separuh mendengarkan separuh nya lagi kepikiran akan sosok Dante yang sudah berhasil melabui isi kepala nya.


kenapa sedari tadi aku kepikiran kakak, apa aku merindukan nya ya.


Tere yang sedari tadi melamun tanpa sadar Bu Livy menghampiri nya dan menegur nya dengan lembut.


" ayo kamu kenapa Tere, kenapa dari tadi say perhatikan melamun terus, lagi mikir apa tuh." tanya Bu Livy yang sedari tadi sudah memperhatikan Tere melamun.


Sedangkan Tere sendiri yang di tanya pun gugup harus menjawab apa.


" eh itu eh ehehehe maaf Bu kalau saya gak konsentrasi belajar nya, saya lagi banyak pikiran Bu, maafkan saya ya Bu." ucap nya mencari alasan.


" memang nya kamu lagi ada masalah apa Tere?" tanya Bu Livy lembut.


" paling lagi mikirin ayang Bu." ucap salah satu biang kerok siapa lagi kalau bukan Edo pelaku nya.


Tere yang bagaikan kepiting rebus bingung sendiri harus menjawab apa, tapi di satu sisi ia merasa kesal Edo seolah mengompori Bu Livy.


" berisik lu sok tau deh." ucap Tere kesal.


" hey hey hey kok malah jadi ramai sih,, ya sudah kita lanjutkan kembali belajar kita ya,, untuk kamu Tere ingat ya konsentrasi jangan melamun oke." ucap Bu Livy melerai keributan.


" baik Bu."


mereka pun kembali fokus belajar, dan Tere sendiri pun sudah tak memikirkan Dante yang sedari tadi menghantui pikiran nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2