
HARI TERAKHIR BERLIBUR DI LABUAN BAJO
Keesokan hari nya mereka terbangun sangat kesiangan, bahkan mereka terbangun pada pukul 8 pagi, itu karena efek lelah semalam mereka berlari cukup kencang ditambah lagi dengan memang mereka sangat lelah menyusuri setiap kawasan pantai Waecicu.
Mereka semua telah bersiap menikmati hari terakhir mereka disini, karena esok nya mereka akan kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaannya yang cukup lama di tinggal nya, mereka rasa seminggu waktu yang untuk berlibur,maka dari esok tepat nya satu Minggu mereka ada di sini memutuskan untuk kembali ke Jakarta.
Saat ini mereka sudah ada di restoran mewah dengan di tersedia breakfast yang sangat memanjakan isi perut. Drama semalam seolah mereka melupakan nya begitu sadar bahkan mereka tak membahas nya sama sekali.
" ayah apa setelah ini esok nya kita semua akan bersiap kembali ke Jakarta?" tanya Dav.
" iya nak, ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu lama apalagi dalam keadaan emergency seperti itu." jawab tuan Hazlan memberikan penjelasan kepada putra nya.
" iya juga sih apalagi kasus kemarin saja belum terungkap siapa pelaku nya, baik lah kakak setuju kalau begitu, alangkah baik memang harus cepat kembali."
Tiba-tiba drama malam hari kemarin yang penuh horor itu pun kembali di ceritakan oleh tukang rusuh Tere.
" eh guys kalian penasaran gak sih sama kejadian malam tadi, gw curiga deh kayak nya ada yang ngerjain kita, masa iya dia cuma bersuara tapi sosok nya gak menampakkan diri sih, gw ngerasa ada yang ganjal sama kejadian malam itu."
Tere yang masih memikirkan kejadian malam tadi, bagaimana seluruh keluarga besar nya maupun sahabat nya, mendadak di buat spot jantung hanya karena suara horor tersebut tanpa ada nya sosok menyeramkan yang biasa nya suka menampakkan diri ketika suara nya mulai berkumandang.
" lu Ter masih aja bahas si Mbah Kun Kun, udah lah Ter biarkan mereka hidup damai, mungkin aja dia lagi kesepian terus gak ada teman nya, maka nya dia sengaja mau bersuara biar ada yang dengar rintihan hati nya begitu." ucap Edo asal.
" lu kira Mbah Kun Kun abis di cerai apa sampai mengeluarkan rintihan hati segala, yang benar aja lu Do,,, Do." ucap Vivian.
__ADS_1
Sementara yang lain pun berpikir sama seperti yang di katakan Tere, Dev dan Clara juga ikut menimbrung perbincangan sahabat adik nya itu.
" eh tapi apa yang di bilang Tere ada benar nya loh, kenapa gak kalian coba cek aja tempat nya, atau kalian buat jebakan seolah-olah kalian takut gitu kalau pada saat kalian kembali ke sana buat sekedar mampir apa lah gitu, ya kan." Dev yang sedari tadi diam pun membuka suara nya memberi ide yang cukup masuk akal meskipun sedikit konyol.
" benar juga apa yang dikatakan kak Dev, gimana guys apa gak coba kita cek aja,,, Dav,, Do kalian kan raja dan ratu nya usil tu Sabi lah ya ngerjain demit sesekali hehehe." ucap Julia.
" sembarangan lu, kalau soal demit gw mohon maaf lahir batin dah ya,,, maaf ,,, maaf aja dah gw mah angkat kaki eh angkat tangan maksud nya." ucap Dav tidak terima.
" gw juga sependapat sama Dav, kalau seandainya ada apa-apa emang kalian mau tanggung jawab, emang gak mikir resiko nya kalau sampai terjadi apa-apa sama kami, kalian tega banget sih." ucap Edo pura-pura melow dan mencari kesempatan dalam kesempitan dengan memeluk dengan Winda sebagai sasaran nya.
" ya gak gitu juga Do masa iya kita tega sih sama kalian berdua, kan apapun yang terjadi kita selalu sama-sama." ucap Teguh.
Edo semakin memeluk lengan Winda erat bahkan tanpa rasa malu di hadapan orang tua mereka sekali pun. Mereka yang melihat kelakuan Edo hanya dapat menghela nafas dan menggeleng kan kepala nya karena merasa sudah tidak heran lagi akan kelakuan teman gila nya satu ini. Bahkan mami Silvi selaku ibu nya Edo pun hanya mampu mengelus dada melihat kelakuan konyol putra semata wayangnya itu.
anak ku kenapa begini ya Allah, padahal aku ngidam nya makanan bergizi kok, pasti ini gak beda jauh kelakuan nya sama papi,,, awas aja kalau sampai papi kayak gitu sama cewek lain,,, jangan harap kamu dapat jatah kehangatan dari istri seksi mu ini heh... ( mami Silvi )
papi bangga boy, kau memang penerus generasi papi mu yang tampan ini, meskipun wajah kita tampan bak artis Bollywood tapi harus selalu kau tau boy,,, bahwa papi mu yang tampan ini hanya mencintai mami Silvi seorang, bahkan kalau bisa papi ingin memberikan mu adik yang lucu biar kamu tidak kesepian saat di rumah boy,,, hehehehe. ( tuan Arul )
sahabat nya yang lain pun hanya mampu mengumpat Edo dalam hati karena sudah terlanjur kesal, namun semarah apapun mereka tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar apalagi sampai hubungan persahabatan mereka menjadi renggang karena ego masing-masing.
sok sok an sedih tapi masih sempat sempat nya modusin anak orang lu, dasar kentut nya Fir'aun,,, gw tampol ganteng lu. ( Chintya )
cih lagak lu pake acara sedih segala, bilang aja mau cari perhatian sama ayang,,, ehh dasar lu ketek nya opet, malah gw gak ada pasangan,,, aduh mas tampan gw,,,, mamas Axel adek kangen huaaa. ( Julia )
gini ya kalau kesabaran udah di ambang batas, mau nampol tapi sahabat sendiri, tapi kelakuan nya bikin darah tinggi, sabar Guh jangan sampai reputasi lu sebagai pria cool hancur karena emosi sesaat. ( teguh )
boleh gak sih aku lempar ni anak ke Palung Mariana, pingin banget aku liat dia kelelep di sana,,, ehh jahat amat aku ya, tapi aku kesel tapi aku juga sayang sama dia yang selalu bikin emosi orang naik turun. ( Winda )
__ADS_1
Winda yang merasa tidak nyaman pun berbicara pelan dengan Edo, bahkan ia pun sampai berbisik-bisik tepat di telinga Edo yang memang cukup dekat dengan nya.
" Do... lepas dong, gak enak loh di liat sama yang lain, apalagi ada papi sama mami kamu, belum lagi mereka semua liatin kita, kita berasa bandar sabu yang lagi keciduk." ucap Winda.
Edo yang masih betah memeluk lengan Winda pun menatap wajah bulat Winda yang cukup aneh dengan kata-kata sang pacar.
" ih kamu ngawur deh, masa iya kita disamakan sama bandar sabu ya amit-amit jabang bayi lah sayang,,, kalau aku bandar bucin nya kamu baru benar." ucap Edo pelan dengan mengedipkan sebelah matanya.
Winda di buat salah tingkah melihat apa yang Edo lakukan, apalagi saat Edo memanggil nya dengan kata sayang, rasa nya gimana gitu.
" woi malah tatap tatapan, di kira drama India kali." ucap Dav.
" lu Dav ganggu aja lu,,, iya deh mending gak usah di usut lah lagian juga itu gak membahayakan kita semua kok, yang terpenting sekarang kita semua menikmati liburan terakhir kita di pantai ini sebelum besok nya kita kembali ke Jakarta."
" nah benar sekali apa yang dikatakan nak Edo, lebih baik kita bermain wahana di sekitar pantai ini bagaimana, pasti kan." ucap tuan Dito orang tua dari Clara.
" tuh kan paman Dito aja setuju berarti pemikiran kita sama paman, daripada buang-buang waktu mending kita cus ke pantai."
" oke kita let's go." ucap tuan Aras yang menanggapi nya.
Mereka pun menghabiskan liburan tahun baru di Pantai Waecicu saja tanpa kemanapun, karena bagi nya cukup di pantai ini sudah membuat mereka merasakan nuansa liburan di tempat orang. Bahkan keinginan Dev pun terkubur yang ingin menikmati pulau Padar harus sirna, namun ia tak kecewa karena pantai Waecicu pun tak kalau bagus nya bahkan sangat bagus untuk di nikmati oleh setiap pengunjung yang sedang berlibur di Labuan Bajo.
...****************...
nah akhir nya mereka menikmati juga liburan tahun baru tanpa hambatan,,, ya karena konflik di cerita ini memang sengaja gak othor buat berat², karena ini kan menceritakan tentang kisah remaja, yang mana kisah nya memang remaja sekolah namun di tambah juga kisah keluarga sahabat mereka sebagai bumbu tambahan cerita ini aja.
jangan lupa ikuti terus cerita nya 🙏❤️
__ADS_1
salam reader bestie ❤️