
HARI PERTAMA CLARA BEKERJA
Cuaca hari ini sangat cerah, sebagai mewakili isi hati seseorang yang sedang bahagia. Sama hal nya yang di rasakan oleh Clara, hari ini ia sudah mulai bekerja di perusahaan yang ia ingin kan sejak ia masih duduk di bangku SMA.
Clara yang saat itu sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, tak lupa ia juga memberikan sedikit polesan tipis pada wajah nya dan lipbalm merah Cherry yang menambah kecantikan wajah oriental nya.
Setelah di kira nya sudah siap dan masih banyak waktu juga, ia sesempat mungkin untuk sarapan pagi dengan sandwich dan segelas susu hangat guna menambah tenaga dan semangat nya.
masih banyak waktu sebaik nya aku langsung aja lah ke Perusahaan, apalagi kan jam segini pasti jalanan macet.
Ia pun bersiap untuk berangkat bekerja, semua yang ia perlukan sudah di siapkan nya sejak malam tadi sebelum tidur, bahkan sempat juga Dev mengajak nya video call untuk saling bersenda gurau satu sama lain.
Clara sebelum nya membersihkan terlebih dahulu sarapan yang sudah ia makan habis mengingat asisten rumah tangga nya datang pada pukul 8 nanti, apalagi ia tinggal di rumah seorang diri, maka ia juga akan memutuskan untuk asisten rumah tangga nya tinggal di rumah nya untuk menjaga rumah nya sekaligus menemani nya di kala waktu senggang.
Perjalanan untuk kali ini sangat lancar, tidak ada kemacetan yang menjadi parno nya para deadline, apalagi waktu mepet untuk berangkat kerja seperti yang di lakukan oleh Clara sendiri.
20 menit kemudian...
akhirnya ia sampai di perusahaan Hazard Group tempat ia harus geluti bakat yang ia pendam.
Saat memasuki lobby, semua para karyawan pekerja menyapa nya karena mereka tau bahwa Clara merupakan pekerja baru yang bekerja sebagai asisten Presdir. Bahkan mereka juga tau nama diri nya.
" selamat pagi nona Clara." ucap para karyawan termasuk resepsionis.
wah mereka sopan sekali padahal kan aku baru aja masuk.
" selamat pagi juga semua, mari saya duluan."
" iya nona Clara."
Clara pun berjalan menuju lift karyawan karena di sana terdapat 2 lift untuk karyawan dan khusus untuk Presdir.
ternyata nona Clara ramah ya, ku kira dia kayak sekretaris yang di novel yang gaya nya sombong gitu, udah ramah baik cantik pula. ucap salah satu karyawan kerja.
pasti kamu korban novel ya hihihi maka nya jangan salah nilai setiap orang, terkadang tampang sangar di luar belum tentu di hati nya juga sangar, bisa aja hati mereka bak hello Kitty hihihi. ucap rekan kerja nya.
mereka pun kembali bekerja dan berjalan menuju lift ke lantai yang mereka tuju.
.
.
.
.
sesampai nya Clara di lantai teratas, ia sudah di sambut oleh Irgi selaku sekretaris utama Presdir HAZARD GROUP.
" selamat pagi nona Clara, mari saya antar ke ruangan tuan Hazlan."
__ADS_1
meskipun mereka akrab dan dekat, namun dalam lingkungan perusahaan mereka harus profesional layak nya seorang pekerja pada umum nya.
" baik tuan Irgi terima kasih."
mereka pun menuju ke keruangan Presdir yang terdapat di sisi kanan yang berhadapan dengan bangunan bundaran HI jika di lihat dari dalam ruangan Presdir sendiri, sementara sepanjang jalan menuju ruangan Presdir terdapat berbagai pajangan ukiran foto nuansa alam yang menambah indah tempat ini, belum lagi dekorasi nya yang di buat dengan gaya klasik ala Eropa, sempurna sudah tempat ini bagaikan surga dunia.
Sesampai nya mereka tak lupa mengetuk pintu untuk meminta persetujuan dari sang empu.
tuk tuk tuk
" masuk." ucap dari dalam sana.
mereka pun masuk ke ruangan tuan Hazlan, sontak membuat Clara terpukau bahkan dengan polos nya ia berkata nyeleneh.
" wah bagus banget ruangan nya bahkan hotel kelas VVIP pun kalah, apalagi bisa nyatu begini sama ruangan wakil Presdir, keren banget."
sementara Irgi dan tuan Hazlan menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Clara yang akan menjadi sekretaris tambahan untuk membantu Irgi nanti nya.
sadar akan apa yang ia lakukan dan betapa malu nya ia di lihat oleh tuan Hazlan dan Irgi dengan senyuman sementara ia hanya cengengesan.
" hehe maaf tuan saya agak norak, soalnya dekorasi ruangan nya sangat bagus, apalagi tertata rapi dengan sedemikian rupa."
" jangan terlalu formal gitu nak, jika hanya paman, Irgi dan Dev saja kamu gak perlu berbahasa formal seperti itu, kamu emang nya mau kampanye hihihi."
ayah mulai deh gesrek nya, nanti anak orang nangis auto panik.
" ye ayah kan nona Clara itu berusaha untuk profesional sama layak nya dengan irgi." ucap Irgi yang berbangga diri.
heran, kenapa punya anak kalau kepedean tuh kayak orang kehilangan kesadaran.
Padahal ia sendiri juga seperti itu tapi masih sempat-sempatnya mengumpat putranya.
" baik lah paman kalau begitu Ara mengerti."
" nah kalau gitu kan enak di dengar nya ya kan Gi." ucap tuan Hazlan yang meminta persetujuan kepada Irgi.
dih kalau ketemu orang sok dingin lah sok irit bicara lah, tapi kalau gini beh keluar deh tu mulut ibu-ibu arisan tukang rumpi nya.
" jangan mengumpat ayah nak, ayah tau apa yang ada di pikiran mu."
eh buset ni om om tau aja isi hati gw, apa jangan-jangan dia murid nya Roy Kiyoshi ya.
" hehehehe ayah bisa aja deh."
Sementara Clara mengulum senyum bahkan ia sedikit menahan tawa melihat kelucuan keluarga Radiansyah.
paman paman apa kata orang kalau liat kelakuan asli paman yang bertolak belakang begini, di luar cool tapi giliran ketemu yang sefrekuensi udah kayak ibu-ibu tukang ghibah hihihihi.
Tak lama kemudian Dev pun datang membawa berkas berkas yang memang di harus kan sang ayah yang menandatangi nya. Ia terkejut melihat pujaan hati nya ada di kantor.
eh ada my future wife hehehe makin semangat dong Abang buat kerja, kalau gw jadi laki nya dia gak perlu kerja cukup di rumah yang anteng, dandan cantik buat laki, layani laki apalagi soal... ahay de' makin bahagia hati Abang dek hahaha.
Dev yang senyum senyum sendiri bahkan tuan Hazlan pun melihat itu, bagaimana bahagia nya sang pujaan hati ada di kantor nya.
__ADS_1
" ehem senyum senyum bae, untung gak di kira orgil." sindir tuan Hazlan yang melihat Dev sudah kesal karena di ejek nya.
ni om om nyebelin ya... bunda nemu laki model begini dimana sih lemes banget.
" jangan mengumpat ayah nak, ayah tau kamu kesal hihihi ada apa kamu keruangan ayah."
" buahahahaha orgil, masa ganteng ganteng gila." Irgi tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di katakan ayah.
" mulai deh rese nya, gak kamu gak ayah sama aja nyebelin nya."
sementara Clara hanya diam sesekali ia juga tersenyum menanggapi nya tanpa ikut berkomentar.
hancur deh reputasi gw sebagai cowok cool apalagi di depan ayang beb.
" cie ngambek kayak anak gadis aja kamu kak hahaha. oiya kamu ada apa kak ke ruangan ayah."
" ini yah kakak mau kasih berkas yang memang ayah sendiri yang harus tanda tangan."
Dev menyerahkan berkas nya kepada tuan Hazlan, kemudian ia membaca kembali dan mengecek nya dengan teliti lalu ia tandatangan.
" oiya kak kamu ayah kasih tanggung jawab untuk membantu nak Clara bekerja, karena kan dia baru juga, pelan pelan aja kamu juga Gi bantu ya."
" gausah yah biar kakak aja kalau Irgi biar yang lain aja."
" iya deh yang mau dekat terus sama ayang beb gw mah kasih lu peluang aja."
" thanks bro kamu emang the best lah. kalau gitu kakak langsung antar Ara ke ruangan nya ya yah."
" iya kak, ingat ya jangan macam-macam kamu, ayah akan pantau itu dari kamera CCTV. Awas aja main colak colek anak gadis orang, ayah kawinin baru tau rasa." ancam tuan Hazlan kepada Dev, karena ia tidak mau anak nya terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas, bagi nya itu sangat tidak baik dan merugikan.
" iya siap ayah assalamualaikum."
" wa'alaikumsalam."
Dev pun mengantar kan Clara ke ruangan sekretaris di mana dulu di tempatkan oleh Elva kini berganti dengan nya.
" nah sekarang ini menjadi tempat kamu bekerja semoga kamu betah ya di sini." ucap nya lembut.
" iya Va makasih ya, ehm kalau boleh tau emang sekretaris yang sebelum nya kenapa? maaf kalau aku lancang."
Dev pun duduk di kursi Irgi dan duduk di samping Clara sembari ia juga mengajarkan cara bekerja.
" gapapa kok santai aja, jadi itu sekretaris lama ia mengundurkan diri karena sedang hamil besar dan suami nya juga menyuruhnya untuk istirahat, padahal saat itu kami sangat membutuhkan kinerja dia, tapi mau gimana lagi ini kan keputusan yang di ambil langsung sama dia dan juga suami nya juga, maka nya dengan berat hati kami melepasnya."
" oh begitu ya, kira-kira mbak Elva itu sendiri kerja nya udah lama." tanya Clara kembali juga sembari mengikuti arahan yang di ajarkan oleh Dev.
" kurang lebih 5 tahun gitu lah maka nya dia juga termasuk sekretaris andalan kami semua."
Clara pun mengangguk kan kepala mengerti lalu ia pun kembali fokus melihat dan mempraktekkan apa yang Dev ajarkan.
...****************...
Hallo semua yang penasaran dengan cerita Dev dan Clara othor akan buat cerita sendiri tentang mereka, namun untuk saat ini othor lebih memfokuskan dulu untuk Happy Story In High School ❤️
__ADS_1