
PERUBAHAN DRASTIS DAV.
Akhir nya liburan pun berakhir, mereka memutuskan untuk pulang dikarenakan rasa lelah dan ingin segera kembali ke rumah, maka dari itu mereka memutuskan untuk kembali pulang.
Liat aja kak, seberapa lama nya lu bakal cuekin gw heh,,, emang lu aja apa yang bisa, jangan panggil Dav kalau gak bisa balas lebih dari apa yang lu kasih ke gw kak,,, siap-siap lah menerima kado spesial dari ku sayang heeeh.
Sepanjang perjalanan, Dav menyusun strategi untuk membalas rasa sakit hati nya kepada Irgi yang sudah berani mendiamkan nya.
Sesampai nya Dav di rumah tepat nya menjelang sore hari, ia di sambut hangat oleh pak Odi. Satpam penjaga rumah.
" Selamat sore nona Dav baru pulang nih liburan nya, kayak nya seru banget ya nona."
Pak Odi memang memiliki sifat yang humble dan ramah, maka nya ia sangat di sukai di keluarga Radiansyah.
" Eh pak Odi, iya nih pak seru banget loh coba aja tadi pak Odi ikut, pasti tambah seru deh."
" Hahaha nona Dav bisa aja deh, saya mah udah tua ngapain juga nona ikutan berlibur, lagipun saya masih jadwal nya jam kerja, jadi saya mah kumpul di sini sama yang lain udah Alhamdulillah senang."
" Ih pak Odi suka merendah deh, biarpun tua tapi butuh juga yang nama nya kesenangan, lagian bapak juga gak tua-tua amat kok masih ganteng lah hihi." Goda Dav.
" Hahaha nona bisa aja muji nya, saya jadi malu."
Sedangkan Dav sendiri yang menggoda pak Odi tertawa terbahak-bahak, karena lucu saja menjahili satpam yang satu ini apalagi karakter nya sebelas dua belas dengan nya yang sama-sama humoris.
" Wkwkwk haduh pak saya sampai sakit perut liat muka bapak tersipu malu haduhhh.... yaudah kalau gitu saya permisi masuk dulu ya pak,,, mari."
Pak Odi langsung membuka lebar pagar tersebut dan mempersilahkan Dav masuk yang mengendarai motor besar nya.
" Iya nona Dav silahkan masuk, selamat beristirahat juga."
Dav memasuki halaman rumah nya, lalu kemudian tak lupa ia memasukkan motor kesayangan nya ke dalam garasi khusus untuk menyimpan motor.
Setelah ia kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat sekeliling nya yang terlihat sepi, iya terus menyusuri rumah nya melangkah ke kamar tidur nya. Ia berhenti sejenak di ruang keluarga, di mana ayah, bunda dan saudara laki-laki nya dan ada satu wanita cantik di samping Irgi entah itu siapa, mereka bahkan tertawa riang tanpa tau kedatangan Dav yang baru pulang berlibur.
Dav yang merasa kehadiran nya tidak di ketahui, tiba-tiba raut wajah nya menampakkan sisi lain nya yang dulu pernah ia munculkan ketika sedang melihat musuh, dingin dan datar. Bahkan ia langsung menuju lift yang menghubungkan ke lantai atas di mana kamar nya di sana.
__ADS_1
Lelah sudah pasti Dav rasakan, apalagi ia harus menghadapi ujian kenaikan kelas yang sebentar lagi akan ia hadapi, belum lagi kisah cinta nya dengan irgi mendadak hambar. Entah lah saat ini Dav hanya butuh sendiri tanpa pengganggu, sekalipun keluarga nya.
Ia melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sangat lengket saat berlibur di pantai bersama bestai nya.
" Hemmm nikmat nyaaa." Gumam nya pelan.
Ia menikmati berendam di bathtub dengan tetesan aromaterapi plus aroma coklat sambil memejamkan mata nya, seolah beban yang ia pikul runtuh semua.
30 menit kemudian....
Dav telah menyelesaikan kegiatan berendam nya, aroma terapi yang khas di tambah aroma coklat sangat melekat di tubuh seksi nya. Ya dia memiliki tubuh yang sangat bagus dan berisi, karena ia sangat rajin berolahraga dan angkat beban bila di waktu santai.Lalu ia menuju ke walk in closet.
Setelah ia selesai memakai baju tidur nya, sejenak ia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 7 malam.
Ia keluar dari kamar nya untuk makan malam.
Ting
sesampai nya di lantai dasar ia menuju ke meja makan yang mana sudah ada keluarga nya berkumpul dan gadis cantik yang ia lihat tadi duduk tepat di samping Irgi.
" Sayang kamu kapan pulang berlibur nya? bunda kok baru liat sih, maaf ya sayang bunda gak tau."
Dav memilih duduk di samping tuan Hazlan di sisi kanan dengan ekspresi dingin dan datar.
" Maaf Dav gak ngabarin kalian." Jawab nya datar.
Tuan Hazlan sedari tadi sudah melihat ekspresi Dav yang tidak biasa nya, apalagi saat sang istri bertanya dengan datar nya Dav menjawab pertanyaan sang istri.
Ada apa dengan putri ku? tidak biasa nya dia bersikap dingin begini. Di lihat-lihat serem juga tampang nya, persis seperti mendiang papa kalau marah.
Dev pun menunjukkan ekspresi yang tak kalah terkejut nya sama seperti ayah nya.
Waduh nih anak kenapa mendadak dingin gini, apa jangan-jangan kesambet demit ya. Wah si Irgi bangunin banteng lagi tidur, parah dah bisa putus nih.
" Kamu kenapa sayang, apa kecapekan? mending kamu istirahat aja ya biar makan malam nya bunda bawakan ke kamar kamu." Ucap bunda Sita khawatir.
" Enggak kok bund, Dav baik-baik aja."
Irgi sendiri hanya diam seribu bahasa, entah itu karena terkejut juga melihat perubahan sifat Dav atau sebaliknya ia tak peduli.
__ADS_1
" Oiya nak kenalkan ini Eliva teman nya kakak mu Dev dan Irgi dan dia juga akan bekerja di perusahaan Hazard Group."
Tuan Hazlan memperkenalkan wanita cantik itu kepada Dav, dan gadis cantik itu tersenyum manis mengulurkan tangannya berkenalan dengan Dav.
" Aku Eliva sahabat kakak kamu, senang berkenalan dengan mu." Ucap gadis itu ramah.
Dav merubah raut wajah nya tersenyum manis menerima uluran tangan gadis cantik itu.
" Aku Davita adik kak Dev, senang berkenalan dengan mu juga." Senyum Dav menyapa gadis itu, bahkan sangat terlihat jelas lesung pipi di pipi kanan nya.
Eliva bagaikan di hipnotis saat melihat Dav tersenyum manis kepada nya.
Manis sekali senyum nya, beruntung sekali jika ada laki-laki yang menjadi kekasih nya.
" Karena kalian sudah berkenalan sekarang kita makan malam bersama."
Mereka berdua melepaskan uluran tangannya yang berkenalan tadi.
Setelah selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil menyambut kedatangan Eliva sahabat Dev dan Irgi. Namun tidak dengan Dav, ia lebih memilih untuk kembali ke kamar nya dengan alasan lelah.
" Dav duluan ya semua mau istirahat, permisi."
Belum sempat mereka bertanya, Dav berjalan menuju lift yang menghubungkan langsung ke lantai atas.
Aneh.
Itu lah yang terbesit di benak mereka semua termasuk Irgi.
Setelah kepergian Dav, mereka bingung ada apa dengan nya.
" Ayah. Dav kenapa ya kok mendadak dingin gitu ya sama kita semua, sifat nya mengingat kan bunda pada mending papa kalau marah." Ucap bunda khawatir.
" Ayah juga bingung bund, apa dia ada masalah ya, tapi gak biasa nya loh kayak gitu, coba deh nanti ayah tanyain langsung sama dia, ayah jadi khawatir."
Tuan Hazlan juga tak kalah khawatir nya melihat perubahan Dav yang mendadak drastis.
Irgi sudah menduga pasti Dav marah dengan nya, ia merasa menyesal dan bersalah dengan apa yang ia lakukan kepada kekasih nya.
Maaf kan aku sayang, aku tidak bermaksud begitu mendiamkan mu tanpa sebab.
__ADS_1
...****************...