
SPESIAL BUCIN NYA EDO & WINDA ( DI ANTAR PULANG OLEH EDO )
Karena mereka begitu larut dalam suasana senang yang tercipta, hingga tanpa mereka sadari hari pun sudah petang menjelang malam. Pada akhir nya mereka pun bersiap-siap untuk pulang dan tak lupa juga ia berpamitan kepada tuan rumah tentu nya.
Tak ayal seperti sahabat Dav dan lady sweet pun juga pamit untuk pulang karena hari pun sudah hampir menjelang malam. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih 30 menit.
Pada saat mereka ingin pulang, sahabat Dav memang masih betah berada di rumah Dav dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk pulang malam saja, kemudian yang lain pun harus pamit undur diri untuk pulang.
" tuan Hazlan terima kasih karena sudah memberikan wejangan mewah seperti ini dan saya sangat mengucapkan banyak terimakasih sekali lagi kepada tuan, dan saya juga berdoa semoga Dav kembali pulih dan bisa sekolah seperti semula." ucap pak Rudi
" sama-sama pak Rudi, justru saya yang seharusnya berterimakasih kepada bapak karena sudah begitu turut andil dalam hal ini."
" oh itu sama sekali tidak tuan Hazlan, semua ini adalah berkat ide dari teman-teman Davita yang memang sangat menyayangi nya dan Davita juga merupakan salah satu murid kebanggaan saya tentu nya tuan."
" terima kasih juga pak karena sudah begitu peduli akan anak saya."
padahal orang lain selalu bilang kalau tuan Hazlan ini irit bicara dan dingin, tapi bagi saya tuan Hazlan ini orang nya ramah dan sangat menyayangi anak-anaknya apalagi kepada sang istri. Saya rasa mereka hanya melihat dari sisi tegas tuan Hazlan saja. batin pak Rudi.
" sama-sama tuan Hazlan kalau begitu saya beserta yang lain pamit assalamualaikum."
" wassalamu'alaikum."
Bunda Sita yang saat itu sedang di kamar mandi pun keluar dan ia melihat sudah mulai berkurang orang yang ada di di rumah kemudian menghampiri sang suami yang sedang duduk di sofa bersama Irgi di ruang keluarga, sementara Dev dan Dav juga beberapa yang lain nya di ruang tamu.
" yah, yang lain pada kemana kok mulai agak berkurang orang nya."
" yang lain udah pada pulang bund tadi pak Rudi sama teman nya Dav yang sebagian ada yang pulang juga."
" oh gitu ya, oh iya yah ayah liat gak anak gadis cantik yang pakai baju dress pink soft itu kalau gak salah nama nya Winda yah."
" kayak nya teman Dav yang satu itu masih di rumah bund tadi Irgi ada kok liat dia lagi ngobrol sama si sahabat Dav yang muka nya agak ke orang tamil gitu siapa ya... oh iya si Edo iya sama Edo."
" ye kalau Edo emang keturunan tamil kali Gi, kan papi nya Edo asli sana cuma dia bisa bahasa Indonesia, dia kan rekan bisnis ayah kamu gimana sih emang kamu gak kenal sama pak Arul Muskhan, kenal gak yang hidung nya mancung itu loh."
__ADS_1
Irgi pun memikirkan apa yang tuan Hazlan jelas kan dan ia pun langsung tau.
" oh iya aku tau yah, dia kan yang kalau gak salah bisnis tekstil gitu kan."
" nah itu kamu tau."
......................
Di sisi lain...
mereka yang sedang asik mengobrol pun tak sadar jika jarum jam menunjukkan pukul 6 lewat 15 menit dan mereka pun berencana langsung pamit pulang.
" Dav, gw sama yang lain pamit pulang dulu ya takut nanti di cari sama orang tua kita soal nya kita ijin gak lama." ucap Teguh yang sudah bersiap untuk pulang dan tak lama bunda, tuan Hazlan dan Irgi pun datang ke mereka.
" loh kalian mau pulang, makan malam dulu yuk mumpung kalian di sini." sahut bunda Sita yang melihat mereka akan pamit pulang.
" gak usah Tante soal nya kami juga ijin nya gak lama takut orang tua khawatir."
" oh gitu yaudah kalian hati-hati di jalan ya jangan ngebut bawa kendaraan nya."
" wa'alaikumsalam."
sementara Winda terlihat bingung harus pulang gimana dan Dav pun tau harus berbuat apa dan ia pun menghampiri Edo yang sudah bersiap pulang.
" Do do do lu gak mau anterin Winda pulang, kayak nya dia bingung tuh mau pulang nya gimana."
" hehehe lu tau aja apa yang bikin gw senang ya pasti gw beri tumpangan lah biar bisa ada hawa adem gitu hihi."
" yaudah gih sono anterin Winda pulang, ingat harus selamat sampai tujuan, awas aja lu."
" iya nona muda aman itu mah."
Edo pun berjalan menghampiri Winda yang kebingungan ingin pulang tapi jam segini sudah pasti sangat rawan apalagi ia seorang wanita.
" hai win mau pulang bareng aku gak, kebetulan aku bawa kendaraan kok kalau mereka gabung sama Teguh karena dia bawa mobil."
" emang nya gak ngerepotin kamu Do ?"
__ADS_1
Dav menuju mereka yang sedang mengobrol dan ia juga sedikit mendengar pembicaraan dari winda.
" win mending kamu pulang nya sama Edo aja deh, soal nya ini udah malam, kalau naik angkutan takut bahaya apalagi kamu cewek."
" betul nak apa yang di katakan Dav sebaik nya kamu pulang sama nak Edo saja." sambung tuan Hazlan yang sudah ada di samping Dav.
" hm baik lah aku pulang barengan kamu Do, makasih ya kamu mau ajak aku pulang bareng."
" iya win sama-sama kalau gitu semua nya kami pamit assalamu'alaikum."
" iya wa'alaikumsalam hati-hati di jalan."
Edo dan Winda pun sudah berada di luar halaman rumah Dav, kemudian Edo pun menyalakan motor nya tak lupa ia memberikan helm kepada Winda.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam namun sesekali mereka mengobrol untuk mengusir kesunyian saja sambil bertanya alamat rumah Winda.
15 menit kemudian...
Mereka pun sampai di depan halaman rumah Winda, rumah yang sederhana, minimalis namun sangat nyaman dan teduh karena di pekarangan rumah nya terdapat tanaman hias dan juga bunga mawar yang selalu di tanam Winda di kala waktu senggang.
" akhir nya sampai juga, maaf ya win aku antar kamu pakai motor soalnya aku emang kurang suka pakai mobil, kalau pakai motor mudah hindari macet hihihi."
" iya gapapa kok Do, kamu udah antar aku pulang aja udah syukur kok sekali lagi makasih banyak ya Do."
ya Allah manis banget senyum nya, malah penampilan nya cantik pula. kenapa harus Winda coba, apa jangan-jangan gw emang udah bucin akut ya... pengen cepet-cepet kelar sekolah biar bisa nikahin Winda huaaaa papi... anak mu mau nikah
" iya sama-sama win yaudah kalau gitu aku pamit pulang ya assalamualaikum oh iya nomor telepon kamu masih yang lama kan?"
" wa'alaikumsalam iya Do masih kok emang kenapa ya ?" tanya Winda kembali.
" oh gapapa kok eh aku pamit."
" iya hati-hati di jalan Do."
Edo pun melesat jauh dengar motor kesayangan milik nya. memang ia dengan Dav sangat menyukai motor, sangat beda dengan Teguh yang suka dengan mobil sama seperti Julia. Sepanjang perjalanan Edo terus tersenyum bahagia dengan apa yang ia rasakan hari ini, ia bisa berboncengan dengan sang pujaan hati nya.
...****************...
__ADS_1