Happy Story In High School

Happy Story In High School
73. MELAMAR MU


__ADS_3


MELAMAR MU



Persiapan demi persiapan tak henti hingga malam hari, dimana kesibukan menyelimuti keluarga Radiansyah. Selesai mereka dengan makan malam nya, mereka bergegas kembali ke kamar untuk mempersiapkan segala keperluan yang akan ia bawa berlibur nanti di pulau indah tersebut.


Clara yang tidur di kamar tamu bersama Winda sedang berbincang, bukan hanya mereka berdua saja namun ada Dav juga di sana sembari membereskan keperluan mereka.


Hingga pertanyaan pun melayang kepada nya.


" kak Ara, boleh kan Dav panggil kakak soalnya kan usia kakak sama kayak kak Dev." tanya Dav.


Clara tersenyum manis mendengar penuturan dari Dav.


" ya gapapa dong Davi, kan kak Ara bukan guru kamu lagi, dan mulai sekarang kalian berdua maupun yang lain panggil kakak aja biar kita lebih akrab lagi."


" oke kak." ucap Dav dan Winda.

__ADS_1


" oiya kak, cerita dong gimana awal kakak bisa dekat sama kak Dev terus bisa sampai sekarang lah inti nya." tanya Dav yang memang sedikit kepo kepada kisah cinta mereka, terlebih Dev tidak pernah sekalipun menggandeng wanita selain Clara.


" jadi tuh kakak awal nya dekat sama kak Dev itu waktu kakak masih di sekolah SMA, jadi waktu kakak kenal kak Dev saat di kelas 11, jadi kami sekelas dan di situ lah awal mula kakak dekat dengan kak Dev, memang gak semudah yang dikira karena waktu itu kak Dev idola para wanita, apalagi dia kapten basket sekaligus ketua OSIS jadi siapa yang gak tergila gila sama kak Dev, bahkan sampai ada seorang wanita yang menyatakan cinta nya kepada kak Dev tapi ia menolak bahkan si gadis itu gak pernah putus asa buat menyatakan cinta nya kepada kak Dev namun hasil nya tetap sama di tolak nya juga, bahkan di sekolah kak Dev berbanding terbalik dengan sifat nya yang sekarang cenderung lebih humoris, ia di sekolah terlihat seperti cool boy gitu lah, bahkan para fans wanita itu semakin tergila-gila melihat sifat nya yang begitu, tapi aneh nya setiap dengan kakak ia selalu mudah tersenyum bahkan ia juga sangat humoris, berbanding terbalik dengan ia saat tidak dengan kakak."


Begitu panjang lebar Clara menceritakan kisah cinta mereka, yang berawal dari kekaguman Dev terhadap Clara sedari dulu hingga kini yang tak pernah berubah. Bahkan rasa cinta itu selalu tumbuh setiap hari karena mereka berdua selalu bertemu di kantor.


" wah ternyata selama ini kak Dev toh yang suka duluan sama kakak, tapi aku bersyukur banget loh kak kalau kak Dev emang lebih bucin ke kakak di bandingkan dia dekat sama cewek lain."


Sementara Winda hanya menyimak percakapan mereka saja sembari membalas pesan via WhatsApp dari Edo.


" soal nya kenapa kak, aku bukan nya mau berburuk sangka atau apa tapi aku ngerasa gak yakin kalau kak Dev dekat sama wanita lain, tapi aku bersyukur kalau kak Dev gak pernah respon cewek mana pun selain kakak, malah aku berharap kakak suatu saat nanti kakak sama kak Dev menikah dan aku ayah, bunda, kak Irgi dan yang lain nya menyaksikan hari bahagia kalian, bahkan aku berdoa semoga kak Dev dan kakak nanti nya di karuniai seorang anak yang lucu-lucu dan menggemaskan, ya kan Win."


" benar kak apa yang Dav katakan, apalagi Dav kan dekat banget sama kakak, karena Dav juga ingin memiliki teman curhat serumah pasti nya kan gak kebayang gimana seru nya nanti, apalagi kedekatan kalian bagaikan adik kakak, benar kan Dav."


" iya Win kamu betul banget, soal nya aku juga mau punya kakak cewek yang bisa aku ajak curhat bareng, jalan bareng, shopping habiskan uang kak Dev bareng, nonton bareng dan lain lain lah hehehe pasti seru."


Dav sudah membayangkan betapa seru nya jika ia memiliki kakak perempuan, ia bisa mengajak nya jalan jalan dan berandai andai hingga ia berkhayal cukup jauh jika tidak di kejutkan oleh Clara mungkin Dav berkhayal hingga langit ke tujuh.


ya ampun bahkan aku sudah di sukai oleh Dav, padahal setau ku sangat sulit sekali beradaptasi dengan calon ipar, tapi Dav dengan tangan terbuka secara tidak langsung menyukai ku dan menginginkan ku sebagai kakak ipar nya dan menikah dengan Deva.

__ADS_1


Clara memeluk Dav dan Winda karena ia merasa sangat senang bisa bercurhat ria dengannya, tanpa ia sadari sepasang mata memandang kedekatan mereka dari sela pintu yang tertutup tidak rapat.


ternyata kamu masih ingat itu Ara ku, kamu bahkan tidak meninggalkan sedikit cerita yang pernah kita lalui semasa sekolah dulu, kau tau bahwa aku sedari dulu mengagumi mu tanpa batas, bahkan seindah apapun pemandangan di luar sana, tetap bagiku kau lebih indah daripada seisi dunia ini.


Ya Dev yang tak sengaja keluar dari kamar ingin menuju ke dapur mengambil minuman karena haus melihat kamar tamu yang di tempat kan Clara dan Winda dengan sedikit lancang mengintip dan melihat apa saja yang mereka lakukan, bahkan di sana juga ada adik nya yang sedang mengobrol sembari memakan cemilan.


Ia mendengar apa saja yang mereka katakan, bahkan Dav sangat ingin jika dirinya dan Clara menikah dan menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai.


soal nya kenapa kak, aku bukan nya mau berburuk sangka atau apa tapi aku ngerasa gak yakin kalau kak Dev dekat sama wanita lain, tapi aku bersyukur kalau kak Dev gak pernah respon cewek mana pun selain kakak, malah aku berharap kakak suatu saat nanti kakak sama kak Dev menikah dan aku ayah, bunda, kak Irgi dan yang lain nya menyaksikan hari bahagia kalian, bahkan aku berdoa semoga kak Dev dan kakak nanti nya di karuniai seorang anak yang lucu-lucu dan menggemaskan, ya kan Win.


" aku akan mengabulkan keinginan adik ku,,, oke baik lah aku akan memutuskan untuk melamar nya nanti saat liburan nanti, aku juga akan memberikan sebuah kejutan untuk semua nya tanpa mereka ketahui, aku akan meminta bantuan kepada Irgi untuk menyiapkan semua nya." Dev bermonolog.


Ia pun menuju ke dapur dan mengambil minuman.


Sementara di kamar tamu mereka masih dalam posisi berpelukan dan saling bercerita kisah mereka hingga tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun hawa kantuk belum melanda nya yang malah justru mereka sangat antusias bercerita kisah mereka masing-masing. Hingga di mana hawa kantuk pun melanda nya pada akhir nya mereka tidur bertiga di kamar tamu, dan Dev yang melihat itu langsung mengangkat tubuh sang adik dan memindahkan ke kamar nya, sebelum nya ia juga menyelimuti mereka berdua dan menutup pintu kamar dan lampu kamar yang di ganti dengan lampu tidur. Lalu ia menutup pintu kamar adik nya dan kembali ke kamar nya.


...****************...


um so sweet banget sih kamu Dev jadi gak sabar nunggu besok kalian liburan.

__ADS_1


__ADS_2