
BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN
Entah harus bagaimana lagi jika sudah menyangkut anak, orang tua mana yang tidak hancur dan terluka melihat buah hati nya terbaring lemah di rumah sakit, bahkan harus berjuang antara hidup dan mati nya di sana.
Sama yang di lakukan oleh eomma Sheina dan appa Hoon, mereka bahkan sedari malam hari hingga menjelang pagi begitu setia berada di rumah sakit. Julia yang belum bisa di jenguk karena masih dalam kondisi kritis, tidak di perbolehkan sementara untuk di jenguk agar pasien lebih tenang.
Sedangkan yang lain nya sudah kembali ke kediaman mereka sejak semalam. Tanpa terasa hari sudah menjelang pagi, tetapi sepasang suami istri dan juga beberapa pelayan masih setia menunggu kabar dari dokter, sesekali eomma Sheina tidur di kursi yang tersedia di sana.
" Sayang sebaik nya kamu pulang lah, aku khawatir kamu sakit. Kasian anak kita kalau liat eomma nya juga ikut sakit."
Appa Hoon sangat khawatir akan kondisi sang istri yang sudah memucat akibat kurang istirahat sedari malam kemarin.
" Tapi aku masih mau tunggu kabar dari dokter sayang, aku mau tau sendiri perkembangan anak kita udah sejauh mana, aku takut Julia kenapa-napa hikss." Ucap eomma Sheina menangis tersedu-sedu.
" Shutt,,, itu gak akan pernah terjadi sayang, percaya lah kepada putri kecil kita, aku yakin dia gadis kecil kita anak yang kuat dan hebat." appa Hoon menenangkan eomma Sheina agar lebih tenang.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, dengan samar-samar matahari menampakkan diri nya sebagai salam hangat nya menyambut cerah nya suasana pagi hari. Namun kedua pasangan suami-istri tersebut di posisi yang sama, di mana mereka masih membuka mata nya tanpa tidur sedikit pun bahkan hanya sekedar memejamkan mata saja seolah mereka tak bisa.
................
Dia sebuah rumah mewah menjulang tinggi, seorang pria dengan mata panda nya terus merutuki kebodohan nya hingga menyebabkan gadis nya bertaruh nyawa antara hidup dan mati nya di rumah sakit akibat kecelakaan beruntun yang terjadi kemarin.
Mata sembab nya tak dapat di bohongi lagi, ia semalaman menangis tanpa henti sambil memandang foto gadis blasteran Indo-Korea itu. Ya pria itu adalah Axel, pria yang sudah berhasil membuat seorang Juliana Puspita Hoon jatuh dalam pesona dan karena nya juga lah yang membuat hati Julia terjatuh ke dasar jurang.
" Sayang,,, maafkan aku hikss andai aku tidak bodoh kala itu, mungkin kamu gak akan mengalami hal ini, jangan tinggalin aku,,, kamu boleh marah sama aku, kamu boleh membenci aku semaumu,,, tapi jangan hukum aku dengan keadaan ini hikss hiks huuuuuuhhhhh maaf." Ucap nya sambil memandangi foto kekasih kecil nya yang sedang tersenyum dengan memakai baju hanbok ( baju tradisional ala Korea ) waktu Julia berlibur ke Korea mengunjungi nenek dan kakek nya di sana.
" Sayang, aku tau kamu marah saat aku bersama Carissa, tapi harus selalu kamu tau. Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa lagi, dia sekarang adalah kakak ipar ku hikss. Dia sudah menikah dengan kakak sepupu ku sendiri, maaf kalau beberapa hari aku tidak menghubungi mu, karena saat itu aku berada di luar kota apalagi jaringan di sana susah.... Maaf kan kebodohan ku ini sayang, maafkan pria bodoh seperti ku hiksss,,, kamu harus tau sayang. Waktu itu aku gak sengaja ketemu Carissa di mall, tapi kami gak berdua saat itu. Aku awal nya datang sendiri sedangkan dia bersama suami nya, mungkin cerita ku ini terdengar seperti bualan tapi itu fakta nya,,, percaya lah aku gak pernah sedikitpun berniat mengkhianati kamu sayang hikss huuuuuuhhhhh,,, bahkan perasaan ku untuk Carissa sudah hilang sejak aku mengenal mu, jangan tinggalin aku hikss andai waktu bisa ku putar, aku gak akan pernah memilih untuk bertemu dengan Carissa. Maaf kan aku kala itu aku refleks mencium tangan nya sayang, aku gak ada maksud apa-apa ,,, bertahan lah sayang aku tau kamu gadis yang kuat,,, aku akan menjenguk mu meski sekali pun mereka ingin membunuhku tak masalah, asalkan aku bisa melihat mu walau sebentar." Gumam nya dengan terus menatap foto gadis yang memiliki senyum manis itu.
....
" Guys kenapa hari ini terasa kurang enak ya, biasa nya kita ada aja bahan ghibahan, tapi kali ini jangan kan mau ketawa, mau ngobrol banyak aja rasa nya ada yang kurang." Tere merasakan kesepian karena tidak ada nya Julia.
" Iya guys gw juga ngerasa kayak ada yang kurang, Julia biasa nya paling heboh kalau kita makan bakso apalagi minum nya es teh manis. Jujur gw kangen banget sama dia, semoga Julia kuat ya dan bisa melewati masa kritis nya." Sambung Monica
" Aamiin ya Allah."
__ADS_1
" Oh iya guys nanti setelah pulang sekolah kita jenguk Julia yuk, semoga aja dia udah sadarkan diri." Ajak Edo.
" Boleh juga, tapi nanti kita barengan ya jangan sampai ada yang pisah jalan." Peringat Teguh.
" Iya guys bener banget, yaudah yuk kita balik lagi ke kelas nanti keburu bel bunyi." Ucap Dav.
Mereka saat ini berada di kantin sekolah, bahkan mereka sudah berencana setelah pulang sekolah akan menjenguk Julia ke rumah sakit.
Sementara di rumah sakit, appa Hoon sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa kondisi putri nya saat ini, eomma Sheina sudah pulang sedari pagi tadi, karena appa Hoon memaksa nya pulang dan beristirahat di rumah.
Tak lama kemudian pintu ruangan ICU terbuka dan dokter juga para perawat yang lain keluar dari ruangan tersebut, appa Hoon langsung menghampiri dokter Rico sedang kan para perawat sudah undur diri.
" Dokter bagaiman keadaan putri saya, apakah sudah ada perkembangan mengenai kondisi nya?" Tanya appa Hoon.
" Kondisi pasien masih sama pak, karena kerusakan pada lambung nya lah yang menjadi faktor utama pasien belum ada perkembangan sadar sampai saat ini,saran saya segera lah mencari pendonor lambung agar pasien bisa terselamatkan, kami juga para tenaga medis sudah merekomendasikan kepada RS yang lain nya untuk mencari pendonor lambung. Maaf kan saya jika saya harus menyampaikan kabar pilu ini lagi." Jelas dokter Rico yang juga merasakan kesedihan nya.
" Heemmm baik lah dok tolong lakukan yang terbaik untuk putri kecil ku, berapapun biaya nya akan saya bayar, saya juga akan berusaha mencari pendonor lambung untuk putri ku." Pinta nya memohon.
" Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan pasien pak karena itu menjadi tanggung jawab kami sebagai tenaga medis. Pasien boleh di jenguk namun hanya satu orang saja, mengingat pasien belum sadar kan diri dan juga menjaga kenyamanan nya. Kalau begitu saya permisi." Jelas dokter Rico dan kemudian ia berlalu di hadapan appa Hoon.
__ADS_1
Entah apa yang harus ia lakukan jika nyawa putri kecil nya di atas tanduk, apalagi hidup nya bergantung pada lambung nya yang rusak agar ada orang yang sudi mendonorkan lambung nya untuk putri nya. Tapi syukur nya Julia mendapat transfusi dara dari appa Hoon sendiri dan Winda yang ternyata memiliki golongan darah yang sama.
...****************...