
KUNJUNGAN AUNTY AYARA KE RUMAH 2
Tak terasa waktu hampir telah semakin sore. Mereka berdua begitu asik berbincang tanda ia sadari sepasang mata memandang mereka kesal.
" Udah kali rumpi nya, ghibahin siapa sih perasaan enak banget tuh obrolan."
Suara bariton itu mengejutkan mereka berdua yang sedang asik berbincang hangat di ruang keluarga. Mereka berdua menoleh dan melihat sosok tuan Hazlan sudah memakai pakaian santai bahkan ia terlihat sangat tampan, di tambah lagi depan body atletis nya menambah daya tarik tersendiri.
Tuan Hazlan menghampiri mereka berdua dan duduk di samping Irgi.
" Kak. Emang kakak gak capek apa dari Paris loh kak, nanti kalau sampai kak Aldric tau kakak kurang istirahat, kakak pasti akan di marahi nya, jadi sebaik nya kakak istirahat lah dulu, nanti saat makan malam Marwah dan bi Tia yang akan membantu kakak menyiapkan segala kebutuhan kakak." Ucap tuan Hazlan penuh perhatian kepada kakak satu-satunya.
Aunty Ayara pun merasakan lelah yang sangat melanda nya pun mengikuti saran adik satu-satunya itu.
" Baik lah kakak juga capek banget kakak mau istirahat dulu."
" Ya udah aku akan panggil bi Tia dan bi Marwah buat antar kakak ke kamar." namun saat tuan Hazlan beranjak dari sofa di tahan oleh Irgi.
" Biar Irgi aja yah sekalian Irgi beritahu mereka untuk mempercepat menyiapkan makan malam nya, Irgi kasian liat aunty Ayara pasti dia capek terus lapar." ucap Irgi.
" Baik lah nak."
Irgi beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke dapur, di mana ia melihat para pelayan sedang memasak untuk persiapan makan malam nanti. Saat di dapur para pelayan melihat Irgi mendekati mereka yang tengah sibuk mempersiapkan makan malam, bahkan mereka masak cukup banyak.
" Tuan Irgi, apa tuan butuh sesuatu dari kami?" Tanya kepala pelayan yang merupakan bi Tia sendiri.
" iya bi. Saya butuh bibi Tia sama bibi Marwah untuk mengantarkan aunty Ayara ke kamar, soal nya dia baru sampai dari Indonesia pagi tadi pasti dia capek banget, terus persiapan makan malam nya bisa di percepat ya bi, soal nya takut aunty belum makan." Ucap Irgi sopan.
" Ya Allah nyonya Ayara ada di sini tuan?" Irgi mengangguk.
" Baik lah saya dan bi Marwah akan menyiapkan segala keperluan nyonya Ayara dan mempercepat persiapan makan malam nya." Ucap bi Tia dengan berbinar.
" Kalau begitu saya kembali lagi bi, mari." Irgi berlalu dari dapur dan kembali ke mereka yang sedang berbincang.
Tak lama bi Tia dan bi Marwah datang dan membantu aunty Ayara menuju ke kamar nya.
__ADS_1
" Terima kasih ya bi." Ucap aunty Ayara saat sampai di kamar nya.
" Sama-sama nyonya, kalau butuh apa-apa nyonya bilang saja sama saya." Ucap bi Tia perhatian.
" Iya nyonya, kami akan menyiapkan segala keperluan nyonya." Sambung bi Marwah.
Ayara sangat kagum karena pelayan yang ada di rumah kebesaran keluarga Radiansyah selalu memperlakukan semua orang dengan baik, bahkan mereka di pekerjakan saat mendiang sang ayah masih ada.
Hal itu membuat Ayara tak terasa meneteskan air mata nya, saat mengenang masa ia dan sang adik ketika kedua orang tua mereka masih ada, dan saat itu Ayara dan Hazlan belum menikah dan usia mereka kurang lebih sebaya dengan Dav bahkan di bawah nya.
~ kenangan Ayara ~
30 tahun yang lalu saat Ayara berusia 16 tahun dan tuan Hazlan sendiri berusia 14 tahun, mereka berdua hanya berjarak 2 tahun. Saat itu Ayara duduk di bangku SMA kelas 2, sedangkan tuan Hazlan duduk di bangku SMP kelas 3.
Ia ingat saat itu sang adik sedang melaksanakan ujian Nasional, Tama ya itulah panggilan Ayara kepada adik satu-satunya nya itu.
Ia sangat menyayangi adik laki-laki nya itu, bahkan ia sampai berandai apa yang terjadi jika mereka berdua telah berumah tangga dan menemukan kebahagiaan mereka masing-masing, apakah mereka bisa bersama seperti saat ini.
Bahkan ia mengingat saat ia berusia 19 tahun, dia mana ia menjabat sebagai Presiden Direktur sembari ia kuliah sebelum di ganti kan oleh sang adik, karena saat itu tuan Hazlan masih sekolah kelas 3 SMA, ya saat itu tuan Hazlan sudah mengenal sosok wanita yang sudah menggetarkan hati nya, gadis sederhana berwajah bulat, berlesung pipi badan memiliki tubuh yang sangat bagus. Gadis itu bernama Sita Saraswati, ia merupakan adik kelas nya yang baru kelas 1 SMA.
Usia gadis itu 14 tahun jalan 15 tahun, sedangkan tuan Hazlan sendiri 17 tahun pas, jadi jarak usia tuan Hazlan tua di bulan dan tahun dengan bunda Sita kurang lebih 10 bulan. Jadi saat menikah usia bunda Sita 18 tahun, sedangkan tuan Hazlan sendiri 20 tahun jalan 21.
Ia juga mengingat saat ia meminta restu kepada kedua orang tua nya, bahkan tuan Radiansyah sangat terkejut saat tau calon suami putri semata wayangnya nya adalah anak dari sahabat nya di Paris.
" Aldric Leandre? kau putra Kharel Leandre, benar kan." Tanya tuan Radiansyah penuh kagum.
Dengan tersenyum manis pria yang melamar ku ini menjawab nya, bahkan papa tau nama dari calon suami ku itu yang kini sudah menjadi milik ku,,,, Dia cintaku selama nya.
" Iya uncle, saya putra Daddy Kharel dan Daddy kirim salam kepada uncle, jika ada waktu ia akan mengunjungi uncle." Jawab nya sopan.
" Wah sudah lama aku tidak bertemu sahabat ku itu,,, jika kau adalah pria yang melamar putri ku, maka aku akan merestui hubungan kalian, karena aku tau bagaimana didikan Kharel." Ucap nya sangat yakin.
Keluarga Leandre adalah seorang mualaf, mereka mualaf saat mendiang kakek dari suami ku memutuskan mualaf dan menikah dengan wanita asal Indonesia bernama Halimah, hingga lahir lah Daddy dari suami ku lalu ke generasi berikut nya, bahkan Daddy Kharel sudah haji bersama sang istri saat itu.
~ end ~
Tak terasa ia terhanyut dalam lamunan nya saat di mana kenangan manis bersama kedua orang tua nya dan adik nya kini hanya bisa ia pendam.
" Nyonya,,, nyonya kenapa?"
__ADS_1
Bi Tia sedari tadi melihat Ayara melamun panjang.
" Gapapa kok bi, yaudah kita ke bawah yuk saya ingin menyapa adik ipar saya sama keponakan nakal saya." Ajak nya kepada bi Tia juga bi Marwah.
" Baik lah nyonya, mari saya bantu."
Sesampai nya di sana sudah berkumpul keluarga Radiansyah generasi nya. Dav yang melihat sosok Ayara langsung menjerit histeris bahagia saat Ayara menghampiri mereka yang sedang duduk di meja makan.
" AUNTYYYYYY YA ALLAH AUNTY DAV KANGEEEEN." Dengan rasa bahagia nya dia berlari lalu memeluk Ayara erat. Ayara dengan bahagia mengelus kepala keponakan kecil nya lalu mengecup kepala nya.
Bunda Sita yang saat itu berada di dapur langsung melihat sosok yang di teriaki putri bungsu nya. Bunda Sita membelalakkan mata nya seolah kaget saat kakak ipar nya datang, ia sontak berlari dan memeluk erat tubuh wanita itu.
" Kak Yara ya Allah kak,,,, kakak apa kabar?" Ucap bunda Sita setelah melepaskan pelukan nya dari Ayara.
" Kakak baik kok dek,,, eh ponakan aunty sayang aunty juga kangen banget sama kamu, gimana keadaan kalian berdua sehat kan?" Tanya Ayara.
" Kami berdua baik kok kak, loh kakak kenapa sendiri? terus kak Aldric sama yang lain gak ikut?" Tanya balik bunda Sita.
" Mereka seperti nya lusa, kalau Yvone sendiri kakak rasa gak jadi dek soal nya dia baru kemarin melahirkan."
" Oh syukurlah kalau begitu,,, wah nambah cucu tuh hehehe,,, iya sih kak lagipun biarkan lah Yvone istirahat, terus Darrell kapan cari jodoh nya."
" Dia aja baru lulus S3 nya di di Amerika, rencana kakak ingin dia segera menikah."
Mereka sudah duduk di meja makan dan sudah terkumpul semua nya.
" Aunty, gimana kalau kak Darrell di jodohkan aja sama salah satu sahabat nya Dav, ya kan dek? ucap Dev.
E**h iya ya,,, kan si Monic suka banget tuh sama bule bule hehehehe sabi kali ah gw jadi Mak comblang nya. Dav mempunyai ide cemerlang langsung tau apa yang ia rencanakan.
" Betul tuh aunty kan kak Darrell juga suka tuh sama cewek indo asli."
" Wah iya juga ya,,, eh nanti saat kakak kamu sampai Indonesia, dia kan juga ada perjalanan bisnis juga tuh di sini, nanti kamu kasih tau aja sama aunty orang nya, oke nak."
" Siap aunty."
Sementara tuan Hazlan, bunda Sita dan Irgi hanya menggeleng kan kepala nya jika sudah kumat penyakit nyeleneh kedua anak nya itu.
...****************...
__ADS_1
Astaghfirullah Dav,,, Dav,,, ente mendadak mau jadi Mak comblang 😌