Happy Story In High School

Happy Story In High School
129. HARAPAN YANG TIPIS


__ADS_3


HARAPAN YANG TIPIS



Seluruh awak media tak lepas meliput berita terbaru, bahkan mereka langsung meluncur ke lokasi melihat insiden tersebut.


Sementara di rumah mewah nan megah kediaman Julia, eomma Sheina dan appa Hoon sangat mengkhawatirkan keadaan putri nya yang belum pulang sedari tadi pulang sekolah.


" Sayang kok Liana belum pulang juga ya, malah perasaan eomma gak enak banget, eomma takut terjadi apa-apa sama anak kita pa." Ucap eomma Sheina khawatir.


" Sabar lah sayang, aku sudah mengerahkan anak buah ku untuk mencari putri kita, aku juga sangat khawatir kepada nya. Kita doakan yang baik saja kepada nya." Sahut appa Hoon.


Mereka memilih duduk di sofa ruang keluarga, lalu mereka menyalakan televisi dan mereka di kejutkan dengan sebuah fakta jika ada kecelakaan besar yang terjadi di simpang jalan menuju taman kota. Saat mereka tengah menonton berita yang tengah di tayang kan, tiba-tiba sebuah panggilan telepon dari ponsel appa Hoon. Ia langsung mengambil ponsel nya yang berada di meja.


" Hallo selamat malam, apa benar ini dengan keluarga atas nama Juliana Puspita Hoon?" Seorang anggota polisi menelpon dari ponsel Julia.


" Nnnak eh iya selamat malam, iya betul saya dengan ayah dari nya, kalau boleh tau ada apa ya pak." Ucap appa Hoon was-was.


" Jadi begini pak, mohon maaf sekali jika ini sangat mengejutkan seluruh keluarga, bahwa anak anda Juliana Puspita Hoon mengalami kecelakaan di ruas simpang jalan menuju taman kota pak, ia mengalami luka yang sangat serius. Dan ambulance sudah membawa korban jiwa ke rumah sakit." Ucap anggota polisi tersebut.


Duar


Bagai petir di siang bolong, ia harus mendengar berita yang jika bisa jangan sampai terjadi harus menimpa nya. Putri semata wayang nya sedang berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit.


Seketika air mata nya menetes mendengar kabar putri nya mengalami kecelakaan, eomma Sheina yang melihat suami nya terdiam menangis pun panik dan bertanya kepada nya.


" Sayang kenapa? ada apa? kenapa kamu menangis? terus itu siapa yang menelpon, biar aku aja bicara."


Eomma Sheina mengambil ponsel suami nya, untung nya panggilan telepon masih tersambung.


" Selamat malam."


" iya selamat malam Bu, kami dari pihak kepolisian ini menyampaikan suatu berita atas nama Juliana Puspita Hoon, apa betul anda keluarga dari beliau."


Beliau?


" Iya betul saya dengan ibu nya, ada apa ya pak kalau boleh saya tau."


" Atas nama Juliana Puspita Hoon menjadi korban kecelakaan di ruas simpang jalan menuju taman kota Bu, bahkan kondisi korban sangat parah, dan ambulance sudah membawa nya ke rumah sakit terdekat."


Appa Hoon langsung menopang tubuh sang istri yang nyari limbung saat mendapat informasi jika Putri nya mengalami kecelakaan.


" Appaaaa huuuuuuhhhhh hiks Lianaa hiks anak kuuuu hiks ya Allah hiksss kenapa harus terjadi pada anak kuuu hikss." pecah sudah tangis eomma Sheina mendengar berita yang menyorot nama Putri nya menjadi korban kecelakaan beruntun di ruas simpang jalan.


Appa Hoon berusaha menguatkan sang istri agar tetap kuat dan tegar, namun tak lama tiba-tiba eomma Sheina tak sadarkan diri karena terlalu banyak menangis.


.

__ADS_1


.


.


.


Bahkan berita itu sudah sampai di telinga keluarga Radiansyah, bahkan mereka semua berkumpul di ruang keluarga saat berita kecelakaan beruntun ini di alami oleh sahabat Dav yaitu Julia.


" Astaghfirullah Julia." Ucap Dav terkejut bahkan ia sampai menangis melihat kecelakaan beruntun yang menyebabkan kehancuran pada mobil milik Julia.


" Li, lu kenapa sampai kayak gini hiks huuuuuuhhhhh ya Allah semoga dia kuat dan bisa di selamatkan."


Dengan deraian air mata, Dav melihat layar televisi yang mana mobil Julia ringsek tak terbentuk di bagian belakang dan sisi kanan mobil nya.


" Ya Allah Julia astaghfirullah gimana nasib nya,,, kasian sekali." Ucap bunda Sita.


" Ayah kita ke rumah sakit sekarang yuk, Dav mau liat keadaan Julia yah hiks hiks ayo yah Dav takut terjadi apa-apa sama Julia." Ajak Dav yang masih menangis.


" Benar Tam, sebaik nya kita ke rumah sakit sekarang, kan tadi rumah sakit nya udah di kasih tau lokasi nya di mana." Ucap Aldric.


" Ya sudah ayo segera kita siap-siap."


Bukan hanya keluarga Radiansyah saja yang mendengar berita kecelakaan beruntun tersebut, bahkan berita itu sudah menyebar hingga ke telinga sahabat nya yang lain, bahkan berita itu menjadi trending topik.


Di lain tempat Axel tak sengaja membuka medsos milik nya, hanya sekedar melihat akun medsos milik Julia. Ya, entah mengapa ia merasa sangat ingin melihat foto gadis blasteran Korea itu.


" Kamu memang gadis ku yang manis dan cantik." Gumam nya tersenyum.


Setelah melihat berita yang sangat trending, ia sangat terkejut jika berita itu terdapat nama gadis pujaan hati nya yang menjadi sorotan publik.


Seorang gadis berusia 17 tahun blasteran Indo-Korea mengalami kecelakaan beruntun di ruas simpang jalan menuju taman kota. Ia mengalami luka sangat parah dan kepala tepat nya di bagian kening nya mengalami luka sobekan cukup panjang, apalagi saat ini ia memakai seragam sekolah yang sudah bercampur darah nya. Gadis tersebut merupakan anak dari seorang pengusaha sukses asal Korea Selatan yaitu Song Dae Hoon yang bernama Juliana Puspita Hoon.


Duar


Betapa hancur hati nya saat gadis nya mengalami kecelakaan beruntun.


" Gak,, gak mungkin arghh JULIAAAAA huuuuuuhhhhh hiks silahkan kamu membenci aku tapi jangan hukum aku dengan cara seperti ini hiks hiks huuuuuuhhhhh." Pecah sudah kesedihan nya, saat ini ia berada di dalam kamar nya. Andai saja ia tidak bertemu dengan mantan sialan itu, mungkin hubungan nya dengan Julia tidak akan separah ini.


....


Di sebuah rumah sakit, mereka semua telah berkumpul ramai-ramai di sana. Bahkan eomma Sheina sudah sadar dari pingsan nya.


Tepat nya di ruang ICU, mereka semua berkumpul menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani Julia. Karena berdasarkan hasil TKP, kecelakaan beruntun terjadi akibat kurang nya keseimbangan supir truk pengangkut bahan bangunan itu, dan ia juga sempat di kabar kan mengantuk lalu ia hilang kendali dan menabrak sebuah mobil berwarna merah hati yang ada di depan nya.


Kondisi setiap korban rata-rata luka ringan, sedangkan Julia lah yang bernasib naas harus mengalami luka berat terutama luka sobekan di bagian kening nya cukup dalam.


" Paaaa hikss hiks huuuuuuhhhhh anak ku gimana keadaan nya, aku takut pa dia kenapa-napa hikss." Pecah sudah tangis eomma Sheina, ia lah yang paling terpuruk akan kejadian ini, bagaimana tidak. Putri semata wayang nya hampir merenggang nyawa dalam insiden kecelakaan ini.


" Bersabarlah sayang, kita tunggu di sini ya, kita berdoa semoga putri kita baik-baik saja."

__ADS_1


" Benar Shen kamu yang tabah ya, kita semua harus doakan agar Julia bisa melewati semua ini oke, aku tau apa yang kamu rasakan, kamu harus yakin jika Putri kamu bisa selamat." Ucap mommy Safira yang merupakan teman arisan nya sama seperti yang lain.


" Shen, kita sama-sama berdoa ya semoga putri kita semua bisa di selamatkan dan bisa melewati masa kritis nya." Sambung bunda Sita.


" Iya Shen yang sabar ya kami di sini untuk kamu selalu." Ucap mami Silvi.


" Makasih ya, kalian semua begitu baik dan peduli kepada putri ku, maafkan dia jika dia terkadang suka berbuat salah hikss aku hanya takut jika ia,,,,,, hikss hiks." Berkata saja rasa nya tak sanggup.


" Shutttt jangan mendahului kehendak Allah sayang, kita gak tau jalan Allah seperti apa, Allah punya cara di balik ujian yang kita alami, benar apa kata mereka, kita berdua harus kuat untuk putri kecil kita." Dengan lembut appa Hoon memeluk hangat tubuh sang istri.


Setelah satu jam di tunggu akhir nya pintu ruang ICU terbuka, Seluruh tenaga medis yang menangani Julia langsung menghampiri mereka semua.


" Dengan keluarga Juliana Puspita Hoon." Ucap seorang dokter pria muda yang di ketahui bernama dokter Rico yang juga merupakan teman kecil nya Vivian memanggil salah satu keluarga pasien.


" Saya ayah nya dokter, bagaimana dengan kondisi anak saya dok?" Tanya appa Hoon.


Dokter Rico menghela nafas sejenak untuk menghilangkan rasa lelah nya.


" Sebelumnya saya mohon maaf pak jika harus menyampaikan berita menyakitkan ini. Kondisi pasien sangat memprihatikan sekali pak, lambung pasien mengalami kerusakan akibat benda tumpul yang menerpa tubuh nya cukup kuat, belum lagi luka cukup serius di kening nya yang mengharuskan kami menjahit kening pasien sebanyak 25 jahitan. Dan juga ia banyak kehilangan darah yang mengharuskan nya untuk mendapatkan donor kurang lebih 6 kantong darah, bahkan,,,, harapan nya bertahan sangat tipis sekali pak, sekali lagi maaf kan saya jika berbicara seperti ini, tapi kami para tim medis akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien bisa di selamatkan." Jelas dokter itu panjang lebar dengan raut wajah yang menyedihkan.


" hikss huuuuuuhhhhh anak kuuuuuu hiksss lianaaa jangan tinggalkan eomma nak hikss, bertahan lah untuk kami sayang hikss."


Bunda Sita yang yang lain nya mendekati eomma Sheina dan berusaha untuk menenangkan nya.


" Bersabarlah Shen, kita akan cari jalan nya gimana pun hasil nya." Ucap mommy Safira meyakinkan dan di setujui oleh yang lain nya.


" Safira hikss anak kuuuu hikss huuuuuuhhhhh kenapa harus gadis kecil ku yang mengalami nya hikss."


" Shen kamu yang sabar ya, kita berdoa sama-sama dan kita cari jalan keluarnya agar Julia bisa di selamatkan." bunda Sita mengusap punggung Sheina lembut.


" Sit hikss aku takut Sit hikss anak kuuuu hiks."


" Shutt enggak Shen kamu harus percaya kalau Julia gadis yang kuat."


Sahabat nya juga ikut sedih dan menangis mendengar kabar jika salah satu sahabat nya sedang berjuang antara hidup dan mati.


Li. Lu harus bertahan right, gw tau lu gadis yang kuat. Batin Teguh.


Li. Cepat sadar ya, gw gak bisa kalau lu gak ada sama kita Li, rasa nya kurang lengkap kalau gak ada lu, bertahan lah demi kami Li. Batin Dav.


" Lalu bagaimana dengan kerusakan lambung itu dok, apa yang harus di lakukan." Tanya tuan Hazlan menghampiri dokter Rico, karena appa Hoon tak sanggup mendengar kabar menyakitkan tentang anak nya.


" Kita butuh pendonor lambung tuan Hazlan, maka dari itu secepat mungkin kita harus segera mencari nya, karena di rumah sakit sedang tidak ada stok bahkan sangat jarang ada." Jelas dokter Rico.


" Baik lah kalau begitu."


" kalau begitu saya permisi tuan semua nya, saya permisi dulu, mari."


Setelah dokter Rico berlalu mereka semua kembali di landa kesedihan cukup mendalam, apalagi mendengar kabar jika harapan Julia bertahan sangat tipis.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2