
DAV DEMAM TINGGI.
Irgi yang mengantarkan Dav ke kamar nya telah sampai ke lantai 3, di mana kamar Dav dan kedua kakak laki-laki nya di sana.
Saat Irgi membuka pintu kamar tiba-tiba Dav nyaris tumbang, untung nya sedang sigap menahan tubuh mungil itu agar tidak terjatuh.
" Sayang kamu kenapa? kamu gapapa kan, kamu pucat loh? " Khawatir Irgi.
Lalu ia menggendong kekasih kecil nya itu hingga sampai di ranjang king size nya, yang mana kamar kekasih nya itu memiliki background dengan nuansa netral dan terkesan alami.
Dengan penuh kehati-hatian Irgi meletakkan tubuh mungil itu di atas ranjang.
" Aku gapapa kok kak." Ucap nya pelan
Namun tak lama Dav kembali menangis tersedu-sedu, Irgi yang paham apa yang di rasakan gadis kecil nya itu memberikan kekuatan dengan memeluk tubuh itu penuh kehangatan.
" Hiks huuuuuuhhhhh kak,,,, hiks aku takut ayah marah besar sama aku hiks hiks,,, aku tau aku salah, aku gak kasih kabar ayah sama bunda kalau aku pulang terlambat, tapi aku gak bohong kak, aku memang saat itu lagi ada ekskul beladiri terus ada tambahan orang baru maka nya aku pulang lama, terus belum lagi ada tambahan belajar sekolah karena gak lama lagi aku akan kenaikan kelas." Jelas nya sambil menangis dalam keadaan memeluk Irgi.
" Shuttt,,, kakak percaya kamu sayang, kakak tau kamu udah lama bahkan dari kamu kecil. kakak percaya sepenuh nya sama kamu sayang." Irgi memberikan kecupan hangat di kepala gadis nya.
" Makasih ya kak, kakak udah percaya sama aku."
" Sama-sama sayang,,, udah ya sekarang kamu bersihkan diri dulu baru istirahat, kakak udah kasih tau bibi Tia dan bibi Kalisa untuk mengantar kan kamu makanan, kakak khawatir kamu melupakan makan siang kamu tadi maka nya kakak suruh mereka membawa kan makanan."
" Iya kak aku bersih-bersih dulu ya, kalau kakak sibuk kakak bisa kok tinggalkan aku sendiri." ucap Dav lembut setelah melepaskan pelukan hangat mereka.
" No sayang. Aku akan tunggu kamu di sini sampai bi Tia dan bi Kalisa datang, mereka gak akan lama lagi kok." tolak Irgi secara halus.
Dav pun beranjak dari ranjang nya, namun saat ia melangkah menuju ke kamar mandi tiba-tiba saja tangan kekar itu menahan lengan gadis kecil itu dan.
" Baik lah kalau gitu."
*C*up.
Irgi menarik lengan Dav lalu memegang tengkuk gadis nya, dan mendaratkan sebuah kecupan tepat di bibir manis gadis kecil itu.
Cukup lama ciuman manis itu sampai gadis kecil nya di rasa kehabisan nafas, Irgi melepaskan nya lalu menyatukan kedua kening itu seolah tak ingin terpisah. Dengan penuh cinta Irgi mengelap bibir manis gadis nya yang basah akibat ulah nya.
" I'm sorry baby." Ucap Irgi yang sejujurnya bukan merasa bersalah, melainkan ia sangat menikmati itu.
" Ish kakak mengotori akal sehat anak sekolahan." Ucap Dav kesal.
Irgi tertawa lucu saat kekasih nya kesal, tapi di satu sisi ia bersyukur jika Dav tidak sampai mengalami trauma psikis seperti yang pernah di rasakan waktu 12 tahun yang lalu.
" Hahaha tapi kamu menikmati itu sayang hem,,,Hem." Goda Irgi, sontak membuat Dav tersipu malu.
" Ah kakak udah lah aku mau mandi dulu." Ucap Dav yang malu lalu pergi menuju ke kamar mandi.
Irgi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan lucu gadis kecil nya.
__ADS_1
Pintu kamar Dav terketuk menandakan jika bi Tia dan bi Kalisa sudah datang.
*T*uk tuk tuk
" Masuk."
Pintu pun terbuka dan benar saja, bi Tia dan bi Kalisa datang dengan membawa nampan berisi lauk pauk juga susu hangat untuk Dav, gadis kecil nya itu.
" Permisi tuan Irgi saya sudah membawa kan semua yang anda minta." Ucap bi Kalisa.
" Hm baik lah,,, kalau gitu kalian tunggu Dav di sini karena saya ada sedikit urusan, jika Dav tanya kalian jawab saja yang sebenarnya, mengerti kan" Ucap Irgi tegas.
10 Menit kemudian...
Dav baru keluar dari kamar mandi nya, dan saat ia keluar sudah tidak mendapatkan sosok kekasih nya itu malah melain kan bi Tia dan bi Kalisa yang sedang berdiri menunggu nya.
Dav yang sudah berpakaian rapi lalu menghampiri mereka berdua.
" Bi Tia dan bi Kalisa udah lama nunggu nya ya?" Tanya Dav kepada mereka.
" Kurang lebih 15 menit nona Dav." Ucap bi Tia tersenyum hangat.
" Maaf ya bi nungguin Dav nya lama, kalau gitu bibi bisa duduk di sofa sekalian teman kan Dav di sini." Ucap Dav merasa bersalah.
" Iya nona Dav, kami berdua akan menjaga nona. Karena itu perintah langsung dari tuan Irgi." Jelas bi Kalisa.
Akhir nya bi Tia dan bi Kalisa menemani Dav yang sedang makan, karena sedari tadi siang ia tak makan sesuap nasi pun karena waktu nya tidak ada hanya sekedar mengisi perut nya yang kosong, bahkan Dav memakan nya hanya sedikit.
" Bi,,, Dav udah selesai makan, kalau gitu bibi boleh kok tinggalkan Dav sendiri soalnya Dav juga mau tidur."
" Loh kenapa makan nya sedikit sekali nona, ayo makan lagi, bibi akan tunggu nona selesai makan nya sampai habis." Ucap bi Tia khawatir.
" Gapapa kok bi,,, Dav juga udah kenyang, yaudah ya kalau gitu Dav mau istirahat dulu bibi boleh kembali kok."
" Baik lah kalau begitu, tapi jika nanti nona butuh sesuatu beritahu bibi atau bi Kalisa bahkan yang lain nya ya nona."
" Iya bi."
Mereka berdua pun keluar dari kamar Dav, sementara Dav sendiri memilih untuk tidur karena rasa lelah juga sakit pada badan nya.
.
.
.
Malam hari nya terkumpul semua nya di mana sudah anda tuan Hazlan, bunda Sita, Dev dan Irgi. Namun Dav tidak menampakkan batang hidung nya sejak kejadian sore hari tadi.
" Loh kok Dav gak ada." Tanya bunda Sita.
" Eh iya ya Dav kok gak turun juga, ya Allah nak apa kamu masih marah sama ayah." Ucap tuan Hazlan khawatir sekaligus sedih.
Dev menghampiri ayah nya dan mengusap bahu pria yang usia nya jauh dari nya.
__ADS_1
" Dav gak mungkin gitu yah, kakak tau sifat adek gimana, mungkin Dav kecapekan kan tadi dia bilang nya ada ekskul beladiri,,, yaudah kalau gitu biar kakak cek adek di kamar nya, kalian lanjutkan makan malam nya aja." Ucap Dev.
" Biar ayah aja yang menghampiri adik mu, kalian saja yang lanjutkan makan malam nya."
Tuan Hazlan beranjak dari kursi meja makan mewah itu, lalu ia menuju lift yang menghubungkan ke lantai kamar anak nya.
Ting...
Sesampai nya tuan Hazlan di lantai 3, ia langsung menuju ke kamar putri kecil nya itu.
*T*uk tuk tuk.
tuan Hazlan mengetuk pintu kamar Dav saat ia berada di depan kamar nya.
Namun hasil nya nihil, tidak ada sahutan sama sekali, mau tak mau tuan Hazlan masuk ke kamar Dav.
Saat membuka pintu kamar, tuan Hazlan melihat Dav dalam keadaan tidur meringkuk dalam selimut tebal nya. Tuan Hazlan menghampiri sang putri dan duduk di pinggir ranjang tersebut.
" Nak bangun yuk, kita makan malam, nanti kalau kamu gak makan kamu sakit loh nak. Maaf kan ayah nak, ayah ga bermaksud membentak kamu dan memarahi kamu tadi, ayah sangat mengkhawatirkan kamu yang belum pulang nak, ketahui lah ayah sangat menyayangi kalian... Bangun yuk sayang kita makan dulu baru tidur." Ucap tuan Hazlan lembut bahkan ia harus sebisa mungkin menahan air mata nya agar tidak menangis.
Tak ada pergerakan sama sekali dari Dav, sontak tuan Hazlan panik lalu membalikkan tubuh putri kecil nya.
Betapa kaget nya saat melihat Dav pucat pasih dan keringat yang banyak hampir di seluruh wajah nya.
" Astaghfirullah nak kamu kenapa ya Allah."
Tuan Hazlan tak kuasa menahan tangis melihat sosok rapuh anak nya kembali terulang lagi, lalu ia memegang kening sang putri. Alangkah terkejut nya tuan Hazlan saat menyentuh kening sang putri yang demam tinggi.
" Ya Allah nak kamu demam tinggi sekali."
Dengan cepat ia menghubungi dokter Leon untuk datang ke rumah nya, ia juga memberitahukan kepada anak istri nya jika Dav demam tinggi, bahkan sampai berhalusinasi.
Bunda yang berada kamar Dav menangis tersedu-sedu saat Dav demam tinggi dan mengalami halusinasi.
Dev dan Irgi pun juga tak dapat membendung air mata nya saat melihat kondisi adik kecil mereka.
*S*ayang. Kamu kenapa? ya Allah sembuhkan lah gadis kecil ku ini. batin Irgi pilu.
Tak lama dokter Leon datang dan memeriksa keadaan, kurang lebih 10 menit dokter memeriksa keadaan Dav.
Setelah selesai ia memberitahu kan apa yang sebenarnya terjadi kepada Dav.
" Dok. Bagaimana keadaan anak ku?" Tanya tuan Hazlan khawatir.
" Nona Dav mengalami demam tinggi tuan dan dehidrasi, karena ia seharian ini saya periksa tidak ada asupan air mineral masuk ke tubuh nya, tapi syukur nya trauma psikis nya tidak kambuh, Alhamdulillah trauma itu sudah tidak di rasakan nona Dav, dan ini resep obat nya anda bisa menebus nya di apotek." Jelas dokter Leon.
" Syukur lah kalau begitu, terima kasih dokter. Oh iya dok, kira-kira demam nya akan turun berapa lama?" Kini Irgi yang bertanya begitu antusias.
" Mengenai demam sendiri tidak akan lama tuan, biasa nya paling lambat esok hari sudah turun suhu tubuh nya, biasa nya suhu akan turun jika tidak tengah malam ya menjelang pagi atau lewat." Jelas dokter Leon kembali.
" Baik lah terima kasih dokter."
" Sama-sama tuan kalau begitu saya permisi."
__ADS_1
" Mari saya antar dok." Ucap Irgi berjalan di belakang dokter Leon sembari mengantarkan nya keluar, ia juga sekalian menebus obat di apotek.
...****************...