
MENGAPA KAMU BERBEDA
Kegundahan hati ku tak lepas begitu saja, apalagi saat kamu berubah drastis dan bukan seperti gadis ku yang kukenal ceria, bahagia, dan always have fun.
Beribu maaf Axel untuk Julia tak mempan, bahkan Julia menganggap Axel adalah pria asing yang tidak pernah ia kenal selama hidup nya. Apa mungkin setelah kejadian tragedi kecelakaan yang menyebabkan gadis nya koma hampir satu bulan lama nya. Bahkan setelah sadar pun Julia layak nya seperti orang bingung yang tak tau tujuan hidupnya.
Hati orang tua mana yang tidak hancur, melihat putri semata wayang nya menjadi kepribadian yang pendiam dan sangat irit bicara. Apalagi dengan orang tua nya saja, Julia hanya berbicara seperlunya saja.
Julia sudah di perbolehkan pulang beberapa hari yang lalu, namun ada yang berbeda dari sosok Julia. Julia yang terkenal ceria, aktif dan banyak bicara mendadak 180° berubah drastis menjadi sosok yang dingin dan pendiam. Ia hanya mau bicara panjang dengan orang tua nya saja dan para sahabat nya.
" Nak makan malam dulu yuk, eomma udah masakin masakan kesukaan kamu sayang."
Eomma Sheina menuju ke kamar Julia dan melihat putri nya sedang membaca buku novel kesukaan nya begitu fokus di balkon kamar nya sambil menikmati pemandangan malam hari dengan di temani secangkir coklat panas.
" 네 엄마 \= ne eomma ( Iya eomma )."
Julia beranjak dari balkon dan menghampiri eomma Sheina dan memeluk nya, lalu mereka berdua menuju ke lantai dasar untuk makan malam bersama.
Di sana sudah ada appa Hoon yang sudah menunggu mereka beberapa menit yang lalu, sesampai nya di sana sudah di sambut pelukan hangat dari appa Hoon.
" Sayang kamu makan yang banyak ya nak, appa ingin kamu sehat terus sayang." Ucap appa Hoon setelah melepaskan pelukan hangat untuk putri tercinta nya.
Julia tersenyum manis mendengarkan apa yang di katakan oleh appa.
" Iya appa, aku akan makan yang banyak biar sehat selalu."
Eomma Sheina yang melihat perubahan sifat putri nya terharu sekaligus bahagia, bahkan tanpa ia sadari air mata nya lolos dengan sempurna.
__ADS_1
Terima kasih ya Allah, kau telah kembalikan kebahagiaan keluarga ku. Terimakasih kau telah mengembalikan senyum dan tawa putri ku. Ucap eomma Sheina dalam hati.
Julia yang melihat eomma Sheina menangis langsung khawatir dan mendekati nya.
" 엄마 왜 울어?\= eomma wae ul-eo? (kenapa mama menangis? )." Julia memeluk hangat tubuh eomma Sheina, appa Hoon yang melihat istri nya menangis pun ikut mendekati nya.
" Ada apa sayang? kenapa kamu menangis?" Ucap appa Hoon yang juga ikut khawatir.
Eomma Sheina mengusap air nya dengan di bantu oleh Julia dan appa Hoon, ia menguatkan hati nya untuk berbicara kepada dua orang yang begitu berarti dalam hidup nya.
" 엄마 괜찮아 자기야, 난 그냥 감동이고 당신이 쾌활한 모습을 다시 보게되어 기쁩니다.
eomma gwaenchanh-a jagiya, nan geunyang gamdong-igo dangsin-i kwaehwalhan moseub-eul dasi bogedoeeo gippeubnida. ( Eomma gak apa apa kok sayang, mama hanya terharu dan bahagia melihat kamu ceria kembali. )." Eomma Sheina memeluk erat tubuh dua orang yang ada di hadapan nya yang sangat ia cintai.
Appa Hoon membalas pelukan hangat istri dan anak nya, yang mana posisi Julia berada di tengah mereka berdua. Eomma Sheina melepaskan pelukan itu dan mengajak mereka berdua makan.
" Sudah sudah sedih nya, sekarang kita akan makan dulu."
Mereka bertiga begitu menikmati makan malam bersama yang tersaji spesial untuk nya. Hingga tak terasa makan malam setelah usai dan tandas tak tersisa.
Julia kembali ke kamar dan melanjutkan membaca novel kesukaan nya yang bergenre fantasi.
Tiba-tiba ponsel nya berdering tanda panggilan masuk dari seseorang, saat ia lihat ternyata pria yang sudah berhasil membuat hidup nya gundah gulana. Dengan sangat berat hati ia mengangkat panggilan telepon tersebut.
" Assalamualaikum Ana." Ucap suara pria itu, ternyata Axel lah yang menghubungi nya. Axel memiliki panggilan khusus untuk Julia sejak ia resmi jadian.
" Wa'alaikumsalam kak." Jawab Julia santai sambil terus membaca novel.
" Kamu lagi apa sayang." Tanya nya lembut.
Entah mengapa tiba-tiba Julia merasakan desiran hati saat Axel memanggil nya sayang.
__ADS_1
Aku kenapa ya, kok setiap kak Axel panggil aku sayang pasti hati aku deg degan gitu. Batin Julia bingung.
Sebenarnya ia merasa bingung dengan diri nya sendiri, entah sebenarnya apa yang terjadi kepada nya seolah-olah ia seperti orang baru hidup.
" Aku lagi baca novel kak, kalau kakak sendiri lagi apa?" Tanya Julia kepada Axel.
" Baru menyelesaikan beberapa pekerjaan, kamu udah makan sayang?" Tanya balik Axel.
" Udah kak tadi."
Sementara di sana, Axel merasa ada rasa yang hilang dari Julia, setelah kejadian yang hampir membuat sang kekasih merenggang nyawa akibat kecelakaan beruntun. Ia merasa jika ia berbicara kepada seseorang yang berhati dingin layak nya seperti es di kutub Utara.
Maafkan aku yang selalu menyakiti kamu sayang, jujur jauh dari lubuk hati ku yang paling dalam. Tak pernah sedikit pun aku berniat menyakiti mu sedikit pun tidak ada niatan sayang. Andai aja waktu itu aku tidak bertemu dengan Carissa, pasti hubungan kita gak akan sedatar ini. Berubah nya sifat mu adalah luka ku yang amat menyakitkan, bahkan karena aku lah penyebab kamu menjadi seperti ini.
Tak henti nya Axel selalu berasa bersalah jika menyangkut sakit nya Julia, dulu ia akui, waktu setiap kali ia mengajar di kelas, Julia tak henti nya menatap diri nya penuh kagum dan rasa ketertarikan yang sangat kuat.
Ia ingat bagaimana dengan usil dan jahil nya para sahabat nya memojokkan nya ketika ketahuan jika Julia menyukai diri nya. Wajah merah merona nya sangat ia sukai, bahkan sifat malu nya adalah candu nya. Tapi kini semua nya lenyap tanpa sisa. Sungguh ia merasa sangat berdosa dan ia bahkan tidak bisa memaafkan diri nya sendiri.
" Sayang hari semakin larut malam, sebaik nya kamu istirahat lah nanti kamu sakit loh." Ucap nya Axel khawatir
" Iya iya sebentar lagi kak." Ucap Julia yang terlihat santai.
Tak lama kemudian Julia telah selesai den dengan pekerjaan nya.
" Kakak istirahat juga, aku udah selesai kok, aku tidur duluan ya kak sweet dreams."Ucap Julia yang merasakan hawa kantuk yang melanda nya.
" Iya sayang aku sudah siap."
Aku sangat merindukan gadis ku, andai waktu bisa ku putar kembali, aku tak akan melakukan kesalahan besar itu. Sifat berbeda mu membuat hati ku sakit sayang.
...****************...
__ADS_1