
DANTE EVANORA ALI
Dante yang mendapat tugas dari tuan nya yaitu tuan Marvin, yang mana tuan Marvin sendiri memberikan nya sebuah amanah untuk mengusut siapa dalang di balik penyerangan putra dan sahabat anak nya juga mengusut siapa seseorang yang sudah berani meretas data keuangan perusahaan Hazard Group milik tuan Hazlan. Tuan Marvin melakukan ini semata-mata karena ia rekan bisnis tuan Hazlan sekaligus sebagai sahabat tuan Hazlan sendiri, juga anak-anak mereka berteman baik.
Sesampai nya di sebuah markas kebesaran mafia, Dante di sambut oleh anggota mereka dengan hormat karena Dante sendiri merupakan kepercayaan tuan Marvin yang juga sebagai ketua nya mafia menggantikan sosok tuan Marvin yang telah mengundurkan diri di dunia gelap itu semenjak ia menikah dan memiliki anak yaitu Teguh.
" selamat datang tuan Dante, tuan Marvin sudah menunggu anda di ruangan." ucap salah satu anggota nya.
" baik lah."
Dante berjalan menuju ruangan yang biasa tuan Marvin gunakan dulu sebelum ia yang sekarang menggunakan nya.
Sementara tuan Marvin sedang melihat-lihat ruangan dan memikirkan pria berlesung pipi itu sembari menyusuri ruangan yang pernah ia gunakan sebelum diri nya resmi mengundurkan diri dari dunia gelap nya dan menikah dengan wanita yang ia cintai hingga saat ini, bahkan ia telah di karuniai seorang anak laki-laki tampan yang wajah nya begitu mirip dengan nya
masih seperti dulu rupa nya,,, aku ingat itu, waktu Dante berusia 6 tahun, aku ingat waktu dimana ia hampir di bunuh ibu tiri nya karena di tuduh meracuni ibu tiri nya dengan racun sianida, padahal jelas-jelas ibu tiri nya sendiri yang sengaja menjebak Dante, ia berlari menangis ketakutan menyusuri jalan dan bertemu denganku, lalu aku mengangkat nya menjadi bagian anggota ku, sangat di sayang kan usia yang dimana perlu kasih sayang orang tua harus menggeluti dunia gelap itu, bahkan aku melarang keras, namun bocah itu terus memaksa hingga akhirnya aku pun menyetujui nya.
Aku bangga pada nya karena ia masih begitu sopan padaku, aku sudah menganggap nya sebagai anakku sendiri, bahkan tak pernah aku menganggap nya sebagai bawahan. Tak terasa sudah 18 tahun ia menjadi anggota mafia dan mengganti kan ku sebagai ketua mafia. Bahkan setelah aku menemukan cinta sejati ku, lalu aku menikah dan memiliki putra tampan ku Teguh. Berarti usia nya sekarang kurang lebih 24 tahun, tidak ku sangka dia tumbuh menjadi pria tampan, pasti ia menjadi idola para wanita, tapi aku belum pernah melihat nya dekat dengan wanita selama ini apalagi berganti-ganti wanita. Kau memang pria sejati Dan. Tetap lah seperti Dante yang ku kenal, kau sudah ku anggap seperti putra ku sendiri.
tuan Marvin masih dalam diam bergumam sembari melihat lihat ruangan yang pernah ia gunakan dulu. Tak lama sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunan nya.
tok tok tok
" masuk."
Dante masuk ke dalam ruangan itu dan menghampiri tuan Marvin dengan sopan.
__ADS_1
" ada yang bisa saya bantu tuan."
tuan Marvin melihat sekilas lalu mendekati sosok Dante tersebut.
" jangan terlalu formal begitu nak Dante, kamu sudah ku anggap seperti putra ku sendiri, di bawa santai aja, mari kita duduk di sofa sembari saya akan memberikan tugas penting untuk mu yang harus kamu tuntas kan secepat mungkin."
mereka berdua menuju ke sofa dan duduk di sana.
" lalu jika saya tidak formal, saya rasa sangat tidak sopan tuan, apalagi tuan lah yang berpengaruh besar dalam hidup saya, jadi sudah sewajarnya saya harus bersikap hormat kepada anda." ucap Dante sopan.
tuan Marvin tidak menyangka anak didik nya begitu menghargai dan menghormati nya.
" saya tau nak, tapi kalau menggunakan bahasa formal saya rasa kamu seakan-akan kayak orang mau menyalonkan diri jadi anggota dewan hahaha."
wah sebuah keajaiban sekali tuan Marvin tertawa begitu,,, biasa nya jangankan untuk tertawa,, senyum aja susah nya minta ampun.
" baiklah kalau begitu paman, ya bagaimana kalau paman saja."
Akhir nya mereka berdua berbincang sembari tuan Marvin menjelaskan apa saja misi yang harus ia lakukan untuk membekuk musuh nya itu, karena musuh nya ini merupakan saingan bisnis nya, tapi untung nya setelah di usut langsung oleh tuan Marvin, saingan nya ini tidak melibatkan anggota gelap itu sehingga mudah saja untuk bermain dengan tikus berdasi tersebut yang memang berniat menjatuhkan usaha nya dan rekan bisnis nya.
Setelah selesai membahas dan memberikan tugas kepada Dante, tuan Marvin pamit undur diri untuk kembali ke kantor nya, ia ke sini tidak sendiri melain kan bersama asisten pribadi nya yang merupakan anggota mafia juga namun ia juga mengundurkan diri karena ia lebih memilih untuk menjadi asisten pribadi tuan Marvin ketimbang ikut ke dunia hitam tersebut.
" ya sudah kalau begitu paman harus kembali ke kantor, dan kamu ingat akan tugas kamu nak Dante jangan lupa tetap utamakan keselamatan mu dan anggota yang lain, paman sudah mengusut nya bahwa saingan bisnis paman tidak melibatkan anggota mafia jadi kamu akan sedikit mudah mengerjakan tugas itu, tapi harus kamu ingat, jangan remehkan musuh mu siapapun lawan nya, kau mengerti." ucap tuan Marvin dengan memberikan peringatan agar Dante selalu waspada.
" baik paman saya akan ingat pesan paman."
" bagus kalau begitu paman pamit dulu."
" hati-hati di jalan paman."
__ADS_1
Setelah kepergian tuan Marvin, Dante menghampiri meja kebesaran nya untuk mengusut dan mencari informasi terkait masalah yang menimpa tuan Marvin dan juga rekan bisnis nya.
Ia berkutik hingga tanpa di sadari sudah menunjukkan pukul 6 sore, ia pun bergegas pulang, tak lupa ia juga berpamitan kepada anggota yang lain nya dan selalu menjaga ketat keamanan ruang kebesaran nya.
Ia mengendarai mobil nya menuju apartemen yang ia beli hasil kerja keras nya sendiri, perjalanan dari markas ke apartemen nya memakan waktu kurang lebih 30 menit.
Sesampai di apartemen, ia membersihkan diri nya yang seharian ini terasa lengket.
20 menit kemudian.
Dante yang sudah selesai dengan urusan mandi nya, lalu ia memakai baju kaos putih yang menampakkan bentuk tubuh nya yang seksi dan atletis apalagi perut kotak-kotak nya bak roti sobek dan celana boxer bercorak abstrak.
Kemudian ia menuju ke dapur dan berkutik dengan alat dapur nya, ia memilih untuk memasak makanan simple namun kenyang di perut. Ya ia saat itu sedang masak omelette dengan irisan daun bawang dan bawang goreng menambah cita rasa masakan itu sendiri.
" selesai, kau memang hebat Dante." gumam nya memuji diri sendiri.
Ia memakan masakan nya itu penuh hikmat, hingga tak terasa makanan itu tandas tak tersisa. Kemudian ia kembali ke kamar nya namun sebelum itu ia membawa segelas air mineral hangat lalu kembali ke kamar nya.
Ia baru menyadari sosok gadis yang membuatnya akhir-akhir ini selalu mengalihkan perhatian dan berhasil membuat nya penasaran pun mencoba untuk mencari informasi tentang Tere, gadis kecil nya itu.
Bahkan ia sangat ingat dimana diri nya spontan mengecup bibir merah stroberi milik gadis itu, senyum merekah tak lepas dari nya saat mengingat momen itu, apalagi mengingat momen kekesalan Tere yang terlihat sangat lucu di mata nya.
" kau akan menjadi milik ku my little girl, kita lihat aja nanti,, kau tidak akan bisa lepas dari ku sampai kapan pun." gumam nya tersenyum manis sambil melihat foto Tere.
Dengan cekatan ia mencari informasi tentang Tere, bahkan tanpa ia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 00.10 menit, semua info gadis kecil itu semua lengkap dalam genggaman nya.
bersiap lah kau akan menjadi milikku baby,,,
ku buat kau tak bisa lepas dari ku,, mengenai mantan mu yang mencoba mengusik mu,, kau tenang saja baby,, akan ku balas perbuatan nya dengan cara ku sendiri. Batin Dante sembari tersenyum menyusun suatu rencana.
__ADS_1
...****************...
Vito oh Vito saingan mu seorang ketua mafia loh,,, hati hati sejengkal kau menyakiti Tere maka nyawa mu taruhan nya wkwkwkwk.