Happy Story In High School

Happy Story In High School
93. MENJELANG 100 HARI KEPERGIAN OMAH HANA


__ADS_3


MENJELANG 100 HARI KEPERGIAN OMAH HANA



Tidak terasa kepergian omah telah mencapai 100 hari, di mana hari penuh duka kembali menyelimuti keluarga Radiansyah. Tuan Hazlan yang saat itu berusaha kuat di hadapan semua orang, namun siapa sangka ia akan menangis sesenggukan di hadapan anak dan istrinya, bahkan para pelayan yang melihat tangis pilu tuan Hazlan tak kuasa ikut menangis.


Saat ini mereka berada di sebuah ruangan keluarga, di mana saat itu sudah terkumpul semua orang yang merupakan keluarga besar Radiansyah. Mereka mengadakan tahlilan mengenang 100 hari kepergian omah Hana. Lantunan surah Yasin terus mendera di rumah kebesaran keluarga Radiansyah tersebut, mereka mengadakan tahlilan di ruang tamu yang telah di hias rapi bahkan sofa pun sudah singkirkan dari ruang tamu.


Namun tuan Hazlan sendiri sebagai anak dari omah Hana lebih memilih untuk berdiam di ruang keluarga dengan mata yang sangat sembab, bunda yang dapat melihat kesedihan di pelipis mata sang suami tak kuasa ikut merasakan kesedihan itu, karena ia juga kehilangan sosok ibu mertua yang sudah ia anggap seperti ibu kandung nya sendiri.


Mah,,, tak terasa sudah 100 hari dirimu pergi meninggalkan kami, mamah pasti sudah bahagia kan di sana, apalagi mamah sudah tidak merasakan sakit lagi,,, bahkan mamah sudah bertemu papah di sana,, pasti kalian saling melepas rindu di sana.


Mah,,, Sita kangen mamah, mamah rindu Sita dan kak Haz kan,,, doa Sita dan kak Haz selalu untuk kalian agar kalian tenang dan bahagia di sana Aamiin. batin bunda Sita sembari ia memanjatkan doa, bahkan tak terasa air mata nya mengalir sempurna.


Saat dulu sebelum bunda menikah dengan tuan Hazlan, bunda memanggil suami nya itu dengan sebutan kakak, karena usia mereka yang berjarak 3 tahun, namun saat setelah mereka menikah nama panggilan itu sudah berganti.


Dev yang melihat bunda menangis dalam diam menghampiri nya dan memeluk tubuh wanita yang sudah melahirkan nya. Sementara Irgi sendiri duduk di samping kanan bunda yang ikut memeluk hangat wanita yang sudah ia anggap ibu kandung nya sendiri.


" bunda,,, bunda kenapa menangis Hem." Dev dengan lembut menghapus air mata bunda.


tuan Hazlan yang juga melihat kesedihan sang istri menghampiri nya dan memeluk dengan penuh cinta. Irgi yang paham pun memilih untuk menggeser kan diri namun masih di dekat mereka.

__ADS_1


" bunda gapapa kok sayang, bunda hanya merindukan omah kalian, gak terasa udah 100 hari beliau meninggalkan kita, jujur bunda kangen banget sama senyum omah, apalagi saat omah ajarin bunda membuat kue kering coklat yang sekarang sering bunda buatkan untuk kalian kalau lagi bersantai, bunda rasa baru kemarin omah kalian main ke sini, tapi tuhan begitu menyayangi omah kalian nak, maka nya omah pergi meninggalkan kita." dengan deraian air mata bunda menceritakan masa-masa ia bersama omah Hana.


" sayang, kita doakan yang terbaik untuk mamah ya, aku tau kamu begitu menyayangi mamah, semoga mamah dan papah tenang dan bahagia di alam sana, pasti saat ini mereka lagi menggandeng tangan saling melepas rindu satu sama lain." ucap tuan Hazlan merangkul bahu sang istri yang masih dalam keadaan bersedih.


" iya kak, aku gak pernah putus berdoa untuk mamah dan papah semoga mereka selalu bahagia." ucap bunda Sita.


" Aamiin." sahut mereka serempak.


Sementara itu di kamar Dav, ia tampak terdiam sedari tadi saat acara tahlilan 100 hari kepergian omah Hana di mulai. Bahkan ia tak mampu membendung air mata nya sembari menatap foto dari bingkai yang sengaja di letakkan di meja lampu tidur nya. ia meraih bingkai itu dengan air mata yang terus mengalir.


" omah,,, gak terasa omah udah pergi jauh dari Dav hiks hiks,, omah pasti udah gak merasakan sakit lagi kan, mungkin sekarang omah udah bertemu dengan opah dan bahagia di sana, Dav udah mengikhlaskan kepergian kalian berdua hiks hiks,,, tapi hati Dav terlalu sakit saat mengenang kepergian omah hiks, mengingat momen kebersamaan kita dulu, rasa nya baru kemarin kita sama-sama, omah ingatkan waktu kita ke pantai terus kita foto berdua, Dav gak pernah lupakan hari kebersamaan kita dulu bahkan sampai Dav dewasa dan menikah sekalipun, memori kenangan indah itu gak akan pernah Dav lupa hiks hiks hiks,,, kenapa omah pergi secepat ini, tapi demi Allah Dav udah ikhlas hiks,, maafkan Dav yang harus menangis lagi tapi Dav gak kuat kalau udah membahas omah, kenapa kalian berdua tega ninggalin kami di sini hiks hiks." ucap Dav dengan bingkai foto yang ia peluk erat sambil menangis tersedu-sedu.


Tanpa Dav sadari ada seseorang yang melihat kesedihan itu di balik pintu kamar nya yang tak tertutup rapat. Ya sosok itu ada Irgi, saat itu ia mencari keberadaan Dav yang tidak ada saat tahlilan.


flashback on.


tuan Hazlan yang baru menyadari tidak ada sang putri saat acara pun bertanya kepada sang istri, Dev dan Irgi pun baru menyadari nya akan sosok adik nya yang tidak nampak, bahkan sahabat mereka saja ada di sana sedang membaca surah Yasin.


" sayang di mana Dav, kok ayah gak liat dia dari tadi ya?" tanya tuan Hazlan.


" kayaknya dia ada di kamar yah, pasti dia lagi sedih di kamar, kamu tau sendiri kan Dav seperti apa, bunda rasa dia ada di sana."


Dev yang ada di samping kiri bunda mendengar apa yang di katakan bunda, ia pun menoleh ke arah Irgi, Irgi yang paham pun mendekat ke mereka dan meminta ijin untuk melihat keadaan Dav.

__ADS_1


" ayah,,bunda,, Dev Irgi coba liat keadaan Dav ya di kamar dan sekalian ajak dia ke sini." ucap Irgi meminta ijin kepada mereka.


" pergi lah Gi coba lu liat Dav, gw takut dia kenapa-napa sekalian aja suruh bi Tia sama bi Kalisa bawakan dia makan soal nya gw liat dia gak makan dari tadi pagi sampai sekarang." ucap Dev khawatir.


" iya nak nanti kamu ajak dia ke sini ya, kalau dia menolak biarkan saja jangan di paksakan." sambung tuan Hazlan dan di setujui oleh bunda.


" baik lah kalau begitu Irgi permisi dulu." pamit Irgi.


Namun saat ia menuju ke kamar pacar kecil nya itu, terlebih dahulu ia meminta tolong kepada bi Tia dan bi Kalisa untuk membawakan makanan ke kamar Dav.


Kemudian Irgi menuju lift dan memencet tombol 3.


Ting


Sesampai nya di lantai tiga ia melihat kamar kekasih nya itu tertutup namun tidak rapat dan masih menyisakan celah terbuka walaupun sedikit. Ia mendekati kamar Dav perlahan tanpa suara, bahkan suara sepatu nya pun tak terdengar, saat ia sampai di ambang pintu ia mendengar suara tangis Dav sembari memeluk bingkai foto yang mana ada Dav dan omah yang saling berpelukan di pantai.


Ia mendengar itu di balik pintu setiap isi hati Dav yang tercurahkan, tanpa ia sadari ia pun juga ikut merasakan kesedihan itu, ia menghapus air mata nya dan mendengar apa saja yang di sampaikan oleh kekasih nya itu.


kamu begitu menyayangi omah, bahkan kamu sampai memeluk hangat bingkai foto itu, aku sedikit iri melihat omah Hana di peluk hangat oleh mu, kamu wanita berhati hangat sayang,,, beruntung sekali aku memiliki gadis kecil yang aku cintai seperti mu, ini terakhir kali nya aku melihat mu menangis sayang, untuk kedepannya ijinkan aku membahagiakan mu selama nya sayang.


flashback off.


Irgi berjanji kepada diri nya sendiri akan membahagiakan gadis nya itu, bahkan ia berjanji untuk terakhir kalinya melihat air mata mengalir di pipi gadis manis nya.

__ADS_1


...****************...


Gak terasa ya udah 100 hari aja kepergian omah Hana,,, jadi sedih 😭 semoga keluarga di beri ketabahan dan kesabaran seluas luas nya Aamiin.


__ADS_2