
GURU KILLER YANG SESUNGGUHNYA
Keheningan tercipta saat seluruh siswa tengah fokus nya belajar, apalagi yang mengajar itu adalah guru killer yang terkenal akan ketegasan nya, bahkan ia tak segan-segan menghukum siswa itu tanpa pandang bulu, meskipun mereka anak raja sekalipun. Karena ia lebih menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, kerajinan, dan norma-norma yang ada.
Nah ini nih baru nama nya guru, gak pandang bulu, mau pintar sekalipun kalau salah ya tetap salah. Mantap pak guru.
Saat ini pak Danar selaku guru ekonomi membahas mengenai materi metode perhitungan pendapatan nasional.
" Baik lah anak-anak, dalam setiap perhitungan pendapatan nasional terdapat 3 pendekatan untuk mengukur pendapatan nasional, apa saja kalau itu. Baik bapak akan jelas apa saja ."
" Metode yang pertama yaitu pendekatan produksi atau dalam bahasa Inggris nya production approach, pendekatan ini menekan kan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah ( value added ). Maka dari itu, perhitungan hanya mencakup nilai tambah pada sektor produksi. Jadi perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut ya akan bapak tulis di papan tulis.
...Y \= ( Q1 x P1 ) + ( Q2 x P2 ) + ( Q3 x P3 )+....+ ( Qn x Pn )...
Keterangan :
Y \= Pendapatan Nasional
P1 \= Harga barang ke-1
Pn \= Harga barang ke-n
Q1 \= Jenis barang ke-1
Qn \= Jenis barang ke-n
Untuk contoh soal nanti bapak akan sekalian berikan kalian tugas, dan kalian bisa menggunakan 3 metode perhitungan yang akan bapak jelaskan nanti, baik lah kita akan sambung lagi." Jelas pak Danar.
" Baik pak guru." ucap mereka serempak.
Pak Danar pun kembali menjelaskan materi pelajaran yang selanjutnya.
" Untuk metode yang kedua yaitu pendekatan pendapatan atau disebut sebagai income approach, jadi bapak akan jelaskan rinci nya bahwa pendekatan kedua ini di hitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang di terima masyarakat ( pemilik faktor produksi ) sebagai bahan jasa yang mereka terima, dalam proses produksi meliputi..."
Pak Danar kembali menuju ke papan tulis dan menulis rumus nya.
Semua murid begitu memperhatikan setiap materi pelajaran yang di jelaskan oleh pak Danar.
Gila pak Danar jago banget pelajaran ekonomi nya, apalagi soal hitungan behhhh,,,, i love you pul lah. Batin salah satu murid nya yang begitu memperhatikan gitu killer itu mengajar.
" Anak-anak jangan lupa untuk di catat rumus nya dan kalian pahami, karena setelah ini bapak akan memberikan tugas yang harus kalian selesaikan di rumah, dan Minggu depan harus di kumpulkan untuk nilai tambahan kalian saat ujian kenaikan kelas nanti jika nilai ujian ekonomi kalian rendah. Mengerti!!!" Tegas pak Danar
" Mengerti pak." Ucap mereka kompak.
" 1. Upah/ gaji ( w ) \= balas jasa pemilik tenaga kerja.
Sewa ( r ) \= balas jasa pemilik tanah
Bunga ( i ) \= balas jasa pemilik modal.
__ADS_1
Keuntungan ( profit/p ) \= balas jasa pengusaha
berdasarkan matematis, menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional di rumuskan sebagai berikut :
...Y \= w + r + i +p...
Keterangan :
Y \= Pendapatan Nasional
r \= Pendapatan dari upah, gaji dan lainnya
w \= Pendapatan bersih dan sewa
i \= Pendapatan dari bunga
p \= Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan
Ingat anak-anak untuk di catat juga keterangan nya dan pahami rumus nya juga, karena bisa saja rumus ini akan masuk dalam ujian kenaikan kelas nanti." Jelas pak Danar.
Gila ya ni guru gak pusing apa ya tu kepala, tiap hari rumus mulu heran gw,,, gw aja mencari rumus cinta susah,,, lah ini malah di tambah rumus pelajaran ekonomi huaaaa gak sukaaaa mending belajar sama Bu Livy aja. Batin Chintya yang sudah merasakan hawa malas setiap pelajaran ekonomi.
Sementara Dav begitu fokus dan memahami apa yang di terangkan oleh pak Danar, apalagi ia sangat baik dalam hal hitung menghitung. Winda pun tak kalah fokus nya, apalagi ia sangat menyukai pelajaran ekonomi. Sedangkan Julia dan yang lain nya mulai mumet dengan penjelasan pak Danar yang begitu detail menerangkan materi hari ini.
" Gila pak Danar hebat banget ya, bisa hapal rumus gitu, emang gak pusing apa ya tu kepala mikir rumus dan rumus, gw aja yang mikir utang 2 ribu kepikiran sampai di ke bawa mimpi." gumam salah satu teman sekelas Dav yang bernama Billa.
Bahkan Dav bisa mendengar gumaman Billa yang memuji guru killer ini, ya usia nya pak Danar hampir sama dengan pak Axel.
" Apaan sih gak lah, gw cuma kagum aja kok." Ucap nya malu-malu.
Kemudian pak Danar kembali menjelaskan materi pelajaran kembali.
" Baik lah kita lanjut kembali pembahasan nya, kemudian untuk metode yang ketiga adalah pendekatan pengeluaran atau bisa di sebut expenditure approach. Jadi pada pendekatan ini pendapatan nasional di hitung dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari para pelaku ekonomi ( konsumen, produsen, dan pemerintah ) dalam suatu negara. Meliputi..."
Ia kembali menuju ke depan papan tulis dan menulis bagian penting yang memang harus ia tulis di papan tulis.
Pengeluaran konsumen rumah tangga ( Consumption/ C )
Investasi domestik bruto ( Investment/ I )
Pengeluaran konsumsi pemerintah ( Government expenditure/ G )
__ADS_1
Ekspor neto atau nilai ekspor ( Export/ X ) di kurangi impor ( Import/ I ) -> ( X - M )
Jadi rumus nya sebagai berikut.
...Y \= C + G + I + ( X - M )...
Keterangan :
Y \= Pendapatan Nasional
C \= Consumption ( konsumsi rumah tangga )
I \= Investment ( investasi )
G \= Government expenditure ( pengeluaran pemerintah )
X \= Ekspor
M \= Impor
Jadi, dengan menggunakan 3 metode pendekatan pendapatan nasional yaitu produksi, pendapatan, dan pengeluaran dapat membantu suatu negara untuk menentukan jumlah atau besar nya nasional. Karena besar kecil nya pendapatan nasional suatu negara menentukan maju atau berkembangnya suatu negara karena berhubungan dengan laju perekonomian negara.
Jadi begitu lah anak-anak, dari ketiga metode perhitungan pendapatan nasional yang sudah bapak jelas kan panjang lebar seperti ini, apa ada yang mengalami kesulitan?"
Pak Danar menjelaskan begitu detail dan panjang bagaikan lagu pengantar tidur.
" Saya pak." Tunjuk Teguh.
" Iya teguh, apa yang ingin kamu tanyakan."
" Yang mau saya tanyakan, bagaimana cara nya kita menggunakan ketiga metode perhitungan pendapatan tersebut?" Tanya Teguh.
" Pertanyaan yang sangat bagus, baik lah akan saya jelaskan. Jadi penggunaan ketiga metode tersebut berdasarkan pada inti dari pertanyaan yang di cantumkan, contohnya ketika pertanyaan itu mengarahkan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah, maka metode yang digunakan yaitu pendekatan produksi atau production approach dan begitu pun seterusnya, apa kamu sudah mengerti Teguh?" Tanya pak Danar kembali.
" Sangat paham pak." Ucap Teguh.
" Baik lah anak-anak apa masih ada yang ingin bertanya kembali?"
" Tidak ada pak." Ucap mereka.
" Baik lah kalau tidak ada nanti kalian buat tugas ini di rumah dan kumpulkan Minggu depan, bagi yang tidak membuat tugas saya suruh menghafal rumus dari semester 2 awal sampai sekarang. Apa kalian mengerti!!" Jelas pak Danar si guru killer.
" Mengerti pak."
Pak Danar kemudian menulis soal di papan tulis sebagai tugas rumah untuk mereka. Setelah selesai tak lama bel berbunyi pertanda jam pelajaran telah usai dan berganti jam berikutnya.
Kring
" Baik lah semua nya, ingat tugas nya harus di kerjakan dan di kumpulkan Minggu depan, kalau begitu terima kasih dan selamat siang." Ucap pak Danar lalu ia berlalu keluar dari ruang kelas 11 A.
Semua murid yang bernapas lega saat guru killer itu keluar dari kelas nya, bahkan salah satu dari mereka menenggak air mineral yang di bawa nya dari rumah hingga tandas.
" Gila tu guru killer, gak tanggung-tanggung kalau ngajar, detail banget njir. Gw aja yang denger nya berasa ni kepala mau meledak." Ucap Chintya lesu.
" Hahaha di bawa santai aja kaleeee anggap aja itu sebagai pengantar tidur wkwkwk." Ucap Dav santai.
Akhir nya mereka bisa menghirup udara bebas, mereka seolah berada di penjara bawah tanah.
...****************...
__ADS_1
Bagaimana bestie pasti kepala kalian mumet lier gimana gitu ya kan wkwkwkwk