
CLARA MELAMAR KERJA DI HAZARD GROUP
Perusahaan yang menjulang tinggi tak ayal membuat semua orang berlomba-lomba ingin bisa merasakan sejuk nya udara dan sibuk nya bekerja di sana. Bukan hal mudah untuk bisa masuk di perusahaan bergengsi tersebut, mereka harus melakukan beberapa tes yang memang sudah menjadi hukum mutlak untuk bekerja di setiap perusahaan.
Biasa nya para pelamar kerja melakukan beberapa tes untuk menguji kemampuan mereka. Tak hanya itu saja, tetapi juga beberapa hal yang lain nya seperti kesehatan mereka dan tidak memiliki penyakit serius apalagi mengonsumsi alkohol, maka pihak perusahaan dengan sangat tegas menolak pelamar yang tidak termasuk dalam kandidat tersebut, dan mereka juga akan di beri sumpah untuk para pekerja apabila membuat pelanggaran yang menyangkut penghinaan, pembullyan dan hujatan. Maka pihak perusahaan akan dengan sangat tegas mengeluarkan mereka dari perusahaan tersebut secara tidak hormat dan di kecam sebagai karyawan buruk.
Saat itu posisi yang sedang membuka lowongan adalah bagian sekretaris, karena sekretaris yang biasa bekerja dengan tuan Hazlan dan Dev sudah mengundurkan diri di karenakan ia sedang hamil besar. Ya dia bernama Elva, yang biasa nya membantu Irgi dalam bekerja dengan sangat terpaksa harus mengundurkan diri. Padahal kinerja nya dalam bekerja sangat bagus bahkan ia menjadi sekretaris andalan tuan Hazlan dan Dev. Namun, mereka tidak bisa memaksa nya apalagi ia sedang hamil besar maka dengan sangat berat hati ia pun mengijinkan nya.
Tak hanya di bagian sekretaris saja yang saat ini sedang membuka lowongan namun seperti staf bagian pemasaran dan distribusi juga sedang membuka lowongan.
Clara yang saat itu sedang bersiap menuju perusahaan besar tersebut sebelum nya merasakan gugup yang sangat luar biasa, di tambah lagi dengan perusahaan tersebut merupakan miliki paman Hazlan. ayah dari laki-laki yang dulu pernah mengisi hati nya.
Sebelum nya juga ia mengajar terlebih dahulu namun setelah nya ia meminta ijin dengan pak Rudi selaku kepala sekolah dan beliau pun mengijinkan nya.
Ia juga tak lupa membawa segala lamaran pekerjaan dalam surat-surat penting lain nya untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.
Bismillahirrahmanirrahim semoga aja aku di terima di perusahaan itu, apalagi itu impian aku sejak dulu bisa bekerja di perusahaan, dan aku akan berusaha semaksimal mungkin. oke semangat terus Cla.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Sementara di perusahaan Hazard Group tepat nya di lantai teratas, lantai 38. Dimana perusahaan yang menjulang tinggi itu sedang padat padat nya para pekerja sibuk dengan pekerjaan nya tak terkecuali tuan Hazlan Dev dan Irgi.
Saat itu mereka ada di satu ruang yaitu ruangan tuan Hazlan sendiri. Mereka sedang berdiskusi mengenai siapa yang layak mendudukkan posisi nya sebagai sekretaris pengganti Elva.
" yah kira-kira siapa aja ya yang ngelamar di posisi sekretaris, kan kita gak mungkin Irgi aja yang sebagai sekretaris apalagi berkas-berkas yang harus di urus dan mengenai pembangunan mall juga harus butuh minimal 2 orang, sedangkan Elva mengundurkan diri karena lagi hamil besar, padahal aku udah sreg banget sama kinerja nya yang bagus, susah loh ayah cari pengganti Elva." Dev pun berpikir keras untuk mencari pengganti Elva dan tuan Hazlan juga Irgi pun sedang memikirkan nya. Memang mereka akui kinerja Elva sangat bagus dan teliti, itu lah yang membuat mereka sulit mencari pengganti nya karena belum tentu ada yang sebagus Elva.
" kamu benar nak, ayah juga mikir siapa yang bisa menggantikan posisi Elva untuk jadi sekretaris buat bantuin Irgi, kan Elva sedang hamil besar ya otomatis suami nya gak akan ijinin dia kerja, ayah juga berpikir begitu mengapa Elva sampai mengundurkan diri dan ayah juga akan memberikan dia bonus selama kerja nya dan mengenai persalinan nya itu sudah tanggung jawab perusahaan karena dia juga dapat tunjangan dari perusahaan." ucap tuan Hazlan panjang lebar
" oiya yah kan mumpung Elva masih kerja nih untuk hari ini, lagipun dia juga cuma bisa setengah hari aja, gimana kalau kita minta bantuan dia buat merekrut sekretaris yang pas buat pengganti nya." sambung Irgi yang menyumbangkan ide nya.
" benar juga ya ide kamu Gi, yaudah kalau gitu ayah panggil Elva ke sini untuk meminta bantuan nya."
tuan Hazlan memanggil Elva yang merupakan sekretaris kedua yang bekerja membantu Irgi dengan sambungan telepon.
" Elva kamu ke ruangan saya sekarang."
.........
" baik tuan."
tak lama kemudian suara ketukan pintu pun berbunyi.
tuk tuk tuk
__ADS_1
" masuk."
Elva pun masuk berdiri di hadapan mereka.
" duduk lah, sebenarnya kami meminta bantuan kamu sedikit." ucap Dev.
Elva pun duduk di sofa di hadapan mereka bertiga.
" saya dengan sangat senang hati bisa membantu, tuan. tugas apa yang harus saya lakukan." ucap Elva dengan perut besar nya dan itu tak luput dari pandangan mereka.
" begini Elva, saya meminta bantuan kamu dalam merekrut sekretaris pengganti kamu, apalagi kamu sedikit kesusahan dalam bergerak dan kamu lagi hamil besar, apa kamu bisa membantu saya?"
" apa saya pantas tuan ikut dalam merekrut sekretaris pengganti saya, saya bisa bekerja di sini saja sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk saya, apalagi membantu dalam hal ini. Apa tuan yakin sama saya." ucap nya
" Elva apa kamu lupa akan peraturan perusahaan ini, perusahaan ini tidak boleh ada yang merasa diri nya paling tinggi apalagi dalam hal jabatan, bahkan kalau sampai ada yang melakukan tindakan penghinaan terhadap profesi rekan kerja, maka saya akan dengan sangat tegas mengeluarkan mereka dari perusahaan ini secara tidak terhormat. Saya memilih kamu sebagai sekretaris saya karena saya suka akan kinerja kamu, keuletan kamu dan kegigihan kamu, bahkan kamu lebih hebat dari anak anak saya sendiri. Jadi jangan merasa rendah diri akan apa yang kamu rasakan, kita semua sama saja. kamu paham kan Elva." ucap tuan Hazlan panjang lebar, sementara Dev dan Irgi hanya menyimak apa yang mereka bicarakan.
" iya tuan terima kasih anda sudah mempercayakan saya dan saya janji tidak akan mengecewakan tuan semua dan saya juga sangat berterima kasih karena tuan juga saya bisa bekerja di sini, tempat yang saya idam idamkan sejak dulu. Sekali lagi terimakasih tuan."
ya tuhan tuan Hazlan baik sekali sama saya, saya bahkan merasa di istimewa kan di perusahaan ini, apalagi semenjak saya hamil, tuan Hazlan beserta anak nya memberi pengertian kepada saya untuk pulang kerja lebih awal, apalagi biaya persalinan saya yang di tanggung oleh perusahaan membuat saya berterima kasih banyak kepada nya.
ya tuhan... berilah mereka kebahagiaan, jangan sampai ada kesedihan yang menyelimuti mereka.... Aamiin.
" iya sama-sama Elva kalau begitu kamu boleh kembali ke ruangan kamu dan ingat akan pesan saya, jika kamu butuh pekerjaan lagi, perusahaan ini akan terbuka lebar untuk kamu."
Masya Allah bahkan tuan sebaik ini kepada saya, dan apa tadi? dia bilang sama-sama... baru kali ini saya mendengar tuan Hazlan berbicara seramah dan sepanjang ini.
" baik tuan terima kasih banyak sekali lagi kalau begitu saya permisi undur diri."
__ADS_1
tuan Hazlan hanya mengangguk kan kepala nya pertanda setuju. Akhir nya mereka pun lega karena Elva mau di ajak kerja sama dengan mereka, tanpa mereka ketahui bahwa Clara juga melamar kerja di bagian sekretaris.
...****************...