Happy Story In High School

Happy Story In High School
PANGGIL KAKAK AJA JUGA BOLEH


__ADS_3


PANGGIL KAKAK AJA JUGA BOLEH



Setelah usai makan malam di keluarga Radiansyah, akhir nya selesai itu mereka memutuskan untuk mengobrol di ruang tamu untuk melepas jenuh dengan kegiatan yang menguras tenaga.


" nak, kira-kira gimana ya mengenai pembangunan mall kita, nak Irgi, apa kamu udah pantau perkembangan nya udah sampai tahap apa?" tanya tuan Hazlan kepada Dev dan sekretaris Irgi.


" dari yang aku liat pembangunan udah hampir 70% yah, dan semoga saja cepat selesai dalam waktu dekat." jawab Dev


" benar yah, saya juga selalu pantau lewat tap dan Alhamdulillah hampir mendekati 70% seperti yang di katakan Dev barusan." sambung sekretaris Irgi.


Dav yang sedari tadi memperhatikan mereka yang sedang berbincang membahas mengenai pekerjaan mereka.


tumben sekretaris Irgi gak panggil ayah dengan embel-embel tuan ? terus kakak juga di panggil nya nama aja gak ada pake tuan segala, apa aku ketinggalan berita ya.


Dav berpikir apa ada hal yang aneh dengan keluarga nya. Tanpa di sadari oleh Dav, bunda memperhatikan ekspresi wajah Dav yang terlihat bingung.


" ada apa nak? kok kamu kayak keliatan bingung gitu, apa kamu sakit sayang, itu muka kamu agak pucat loh?" tanya bunda.


Dav yang di tanya pun gelagapan dan membuat tuan Hazlan, Dev dan sekretaris Irgi melirik ke arah nya.


" ee.. anu bund ee Dav gapapa kok hehehe."


" kamu kenapa nak? kamu sakit? kalau sakit ayah panggilkan dokter Leon." ucap tuan Hazlan yang khawatir.


sementara sekretaris Irgi yang melihat nya pun khawatir akan kondisi Dav ( wanita pujaan hati nya ).


" kamu gapapa dek? kok pucat gitu muka nya? kalau sakit nanti biar hubungin dokter aja." ucap Dev.


" iya Dav muka kamu udah pucat itu, saya hubungi saja dokter Leon sekarang untuk memeriksa anda." sekretaris Irgi panik yang melihat wajah Dav yang sedikit pucat.


" Dav gapapa kok tenang aja."

__ADS_1


kenapa semua orang pada aneh sih, kan gw cuma bingung. pucat juga kagak ih aneh deh mereka.


" Dav itu cuma bingung aja kenapa kalian bisa sesantai ini, biasa nya juga kalau santai gak gini-gini banget."


" oh jadi itu toh, jadi gini ya dek, kamu sih tadi pas ayah, kakak dan sekretaris Irgi pulang gak di sambut."


Dav hanya dapat menyunggingkan senyumnya.


" hehehehe maaf kak Dav kecapekan banget dan gak sadar kalau sampai ketiduran."


" pasti belajar ya kan."


" ya iya lah kak masa nyinden aneh deh lay."


sementara bunda, tuan Hazlan dan sekretaris Irgi hanya menyaksikan perdebatan unfaedah antara adik dan kakak.


" sudah-sudah kok jadi pada berdebat emang nya mau sidang paripurna, yaudah biar ayah jelaskan biar kamu paham nak."


akhir nya tuan Hazlan menjelaskan secara panjang lebar momen yang telah Dav lewat kan tadi sore, momen yang di mana penuh dengan emosional tingkat dewa wisnu alias penuh haru dan Dav pun paham apa yang di jelaskan oleh tuan Hazlan.


" oh jadi gitu malah bagus dong yah, tadi gak ada lagi tuh istilah embel-embel tuan dan nona, karena bagi aku itu terlalu formal banget, lagipun kan sekretaris Irgi udah seperti kakak Dav sendiri." ucap Dav tersenyum manis dan hal itu tak lepas dari pandangan sekretaris Irgi.


ngarep aja deh hihihihi.


" jadi aku panggil sekretariat Irgi siapa dong?" Dav yang meminta pendapat kepada ayah, bunda, Dev dan sekretaris Irgi tentu nya.


hehehe gw bakal jahili aaa


" ya senyaman kamu lah nak mau panggil apa." ucap bunda.


" betul tuh." sambung tuan Hazlan.


" panggil abang juga boleh kali ehem atau enggak panggil gitu apa mas Irgi kek apa kek kalau perlu sayang juga boleh hahahahaha." ejek Dev


sementara wajah sekretaris Irgi sudah memerah menahan malu.

__ADS_1


" nyambung aja lu kak kayak gledek azab."


" ya kan adek bilang sendiri mau panggil apa yang kalau menurut kakak itu lah yang bagus."


hehehehe emang enak gw jahili maka nya jangan macam-macam sama Devanka Radiansyah Putra.


" panggil kakak aja kali ya." ucap Dav kembali yang meminta persetujuan dari semua orang termasuk sekretaris Irgi.


padahal kalau panggil mas kan lebih berdamage gitu loh tapi gapapa deh kakak juga boleh biar makin sweet.


" ya kalau menurut ayah sih gak masalah ya kan bund."


" iya yah benar tuh, kalau menurut kamu sendiri gimana nak Irgi?"


" ya kalau saya di panggil kakak juga boleh bund."


" oke deh kalau gitu Dav mulai sekarang panggil kakak aja tapi jangan pakai saya dong kan itu masih bahasa formal, pakai kata aku aja."


aaaaa gw boleh teriak gak sih, sumpah gw mau teriak bodo amat lah di katain lebay sekali pun.


" iya Dav s.sa..saya eh maksud nya aku."


" kenapa gak adek aja kan lebih berdamage tuh." goda Dev yang semakin menjadi.


" hush kakak, jangan ngeledek terus ah kebiasaan deh." tegur bunda


" hehehehe maaf bunda."


" yaudah ini juga makin malam sebaik nya kalian semua istirahat tuh liat udah pukul 9 malam."


" siap bunda."


mereka pun memasuki kamar mereka masing-masing untuk beristirahat,karena hari pun semakin malam.


...****************...

__ADS_1


Hello semua maaf ya kalau othor up nya sedikit karena harus melakukan tahap revisi biar cerita nya makin menarik dan makin seru.


oiya jangan lupa untuk di like, komen, dan vote cerita nya terima kasih 🙏


__ADS_2