
LUAR BIASA
Ujian pertama pun telah mereka lalui dengan baik, bahkan Dav mampu menjawab seluruh soal dengan sempurna. Meskipun belum di periksa dan di nilai oleh guru, Dav berulang kali memeriksa soal dan jawaban tersebut agar tidak ada yang salah isi dan salah jawab.
Hampir 5 kali Dav mengulangi nya agar ia tak keliru, di saat menurut nya tidak ada yang salah, tepat juga berbunyi pula bel sekolah berbunyi tanda waktu ujian telah usai, masing-masing para siswa sudah selesai mengerjakan soal tersebut dengan hening dan tenang, karena ia tau guru yang sedang di hadapan nya cukup tegas dan mereka tidak ingin berbuat ulah dan berakhir merugikan diri mereka sendiri.
kring
" oke baik lah anak anak waktu sudah habis dan kumpul kan seluruh lembar jawaban dan soal ke depan dengan tertib."
" baik Bu guru."
Sesuai instruksi yang di arahkan guru tersebut, mereka dengan tertib maju ke depan untuk mengumpulkan lembar soal dan jawaban tanpa ada keributan sedikit pun.
Selesai mereka mengumpulkan semua lembar soal dan jawabannya, mereka semua kembali ke tempat duduk semula sembari mendengar sepatah kata dari guru itu.
" baik lah apakah sudah semua nya telah di kumpulkan?"
" sudah semua Bu."
" bagus kalau begitu, baik lah ibu akan memperkenalkan diri dulu sebelum nya nama lengkap ibu Livy Qianzy, kalian bisa panggil senyaman nya kalian dan ibu harap kita sama sama saling memberikan aura positif dan saling mensupport, oke."
gila nih Bu blasteran bule bikin gw spot jantung aja pas gw ngerjain soal ujian, malah tatapan nya kayak mata elang mencari mangsa ya mana bisa nyontek.
" oke Bu guru."
" baik, sebelum nya ibu ingin bertanya kepada kalian siapa guru matematika kalian sebelum beliau tidak mengajar lagi?"
" waktu itu kami di ajar oleh Bu Clara Bu, beliau sudah mau menjelang 2 bulan tidak mengajar lagi." ucap Teguh selaku ketua kelas menjelaskan semua nya kepada Bu guru tersebut.
" Clara? Clara Ayunda maksud kamu." tanya guru itu penasaran.
__ADS_1
" benar sekali Bu, mohon maaf kalau saya lancang, apa ibu kenal dengan Bu Clara."
" baik lah ibu akan jelaskan kalau Bu Clara itu sahabat saya waktu kuliah di Amerika dulu dan ia juga salah satu lulusan terbaik Stanford university maka nya beliau mendapat gelar sarjana cumlaude, kalau ibu beda jurusan sama Bu Clara tapi beliau memang sosok yang sangat cerdas dan memiliki otak yang jenius."
Ia menceritakan pengalaman nya selama kuliah bersama Clara di negara Paman Sam, hingga mereka lost contact karena Clara kembali ke Indonesia sementara ia harus menyusun skripsi dan tinggal menunggu saja.
" jadi kurang lebih begitu anak anak, jika ada yang mau di tanyakan silahkan aja."
Dav yang penasaran sedari tadi pun mengangkat tangan nya.
" Bu Livy saya mau tanya eh ibu blasteran negara apa?"
Bu Livy tersenyum mendengar pertanyaan Dav.
" oke. Ibu ada campuran Indo-Prancis-thailand, jadi mommy nya ibu Indonesia Thailand, karena mommy nya ibu ada darah Thailand juga, tapi lahir di Indonesia tepat nya orang Yogyakarta. kalau Daddy nya ibu dari Prancis tapi bisa bahasa Indonesia, begitu lah kira kira, oiya nama kamu siapa."
" sama saya Davita Saraswati Bu biasa di panggil Dav."
" bukan Dav Bu tapi lebih tepat nya tengil queen Bu hahahaha."
Dav yang mendengar nya pun langsung melototkan mata nya ke arah Edo, ia memberi peringatan kepada nya tanpa suara seolah seperti sebuah ancaman.
" sudah sudah jangan berisik yaudah kalau gitu kalian bersiap lalu pulang, ingat ya langsung pulang jangan kemana mana dan selalu tertib."
Mereka semua bersiap untuk pulang dan tak lupa ucapan salam hormat kepada guru, setelah nya mereka dengan tertib keluar kelas dan di ikuti oleh seluruh siswa yang lain nya juga yang baru keluar dari kelas nya untuk pulang.
" ingat ya pulang nya hati hati, kalau bawa kendaraan jangan kebut kebutan di jalan, selalu patuhi rambu lalu lintas mengerti semua nya."
Bu Livy memberikan beberapa pesan kepada murid nya agar selalu hati hati, bahkan Bu Livy mendadak sudah jatuh hati dengan sekolah SMA Tunas Bakti, lebih tepat nya kelas 11 A kelas di mana Dav dan para sahabatnya di sana.
" siap Bu kami akan selalu mendengarkan apa yang telah ibu sampaikan kepada kami iya kan guys." Edo seolah begitu semangat apalagi ujian pertama nya berjalan dengan lancar.
Meskipun Edo terlihat tengil dan petakilan, tapi kalau soal mata pelajaran jangan di ragukan lagi. Bahkan ia selalu mendapat juara 3 besar di kelas apalagi kalau pelajaran ekonomi yang merupakan favorit nya yang sama seperti Winda my ayang.
" betul banget dong." ucap mereka sekelas dengan serempak.
__ADS_1
" kalau begitu kami semua pamit pulang Bu Livy assalamualaikum."
" wa'alaikumsalam."
mereka sekelas berjalan tanpa keributan menyusuri lorong keluar menuju ke parkiran kendaraan mereka masing masing, sepanjang jalan aura kesenangan terpancar di wajah mereka entah lah hanya dia dan tuhan yang tau.
" oiya guys gimana tadi pas jawab soal ujian nya, kalian ada kendala gak?" tanya Tere kepada semua para bestie nya.
" kalau gw sih always confidence aja sih Ter semoga aja nikah kita memuaskan apalagi kita belajar nya di bawa santai, jadi otomatis memori otak pun ikut relaks dan mudah kalau di ajak kerja hehehe." ucap Julia dan di setujui oleh Edo tentu yang sependapat dengan nya.
" kalau aku sih Alhamdulillah apa yang kita pelajari kemarin sama tadi pagi masuk semua di soal itu, emang sih ada keliru karena emang gugup maka nya ada kendala, setelah aku koreksi beberapa kali Alhamdulillah nya udah aku perbaiki yang menurut aku ada yang salah." ucap Winda yang juga sempat mendapat kendala karena grogi.
" gw juga gitu win maka nya gw coba cek berkali kali mana tau ada yang salah isi maka nya gw ulang terus."
Teguh juga hampir mengalami kendala yang sama dan di setujui hampir semua nya termasuk Dav sendiri.
" terus kalau lu Dav gimana?"
" kalau gw mah sama aja kayak kalian, gw cek berkali-kali terus gw baca ulang dan ada salah satu aja selebihnya menurut gw ya correct."
" wew luar biasa, pasti lu betul semua nih apalagi daya ingat lu kuat." puji Teguh.
" Aamiin semoga kalian juga gak kalah memuaskan nilai nya ya guys."
" Aamiin ya Allah." ucap mereka kompak.
" eh btw kita belajar bersama lagi boleh kali ya." Chintya yang memberikan ide bagus nya untuk belajar bersama kembali.
" gw setuju banget maka dengan ini memudahkan kita buat nanya kalau ada yang kurang ngerti, soal tempat di basecamp kayak kemarin aja kali ya, boleh kan Dav."
" boleh lah malah gw berharap banget kita belajar bersama di sana terus."
Mereka semua menyetujui belajar bersama di tempat biasa nya yaitu basecamp kebesaran Always Shine yang berada di belakang rumah Dav.
...****************...
__ADS_1