Happy Story In High School

Happy Story In High School
WAKTU NYA MENGHADAPI UJIAN KENAIKAN KELAS


__ADS_3


WAKTU NYA MENGHADAPI UJIAN KENAIKAN KELAS



Bruk


Ternyata salah satu di antara keempat kurcaci itu pingsan karena sangkin terkejut nya dengan penjelasan dari tuan Hazlan.


" Kak Darrell." Sahut ketiga nya.


" Ya ampun nak Darrell kenapa bisa pingsan begini, emang sehoror itu apa berita nya, kalian cepat bantu kakak kalian letakkan di sofa."


Mereka bertiga mengangkat tubuh bule itu dan meletakkan di sofa kamar tuan Hazlan. Untung nya Dav selalu membawa minyak kayu putih dan selalu tersedia di saku celana nya.


Dengan telaten Dav memberikan minyak tersebut tepat di hidung mancung Darrell agar cepat sadar. Dan benar saja, tak butuh waktu lama Darrell pun siuman dan menatap sekitar nya.


Setelah kesadaran Darrell kembali, ia sampai hilang nafas karena sesak di tubuh nya.


" Kak Darrell are you oke?" Tanya Dev khawatir.


" This is crazy,,, sumpah ini gak bohong kan uncle?" Ucap nya pelan.

__ADS_1


Darrell ingin meyakinkan sekali lagi jika yang di dengar nya itu fakta atau tipuan belaka.


" Yaelah kak,,, jadi kakak pingsan karena hal ini? Cih payah, harus nya kita senang dong kan nambah personil baru." Sahut Dev.


" Itu benar nak Darrell,,,, aunty Sita memang sedang hamil muda."


Darrell sungguh tidak habis pikir dengan apa yang ia dengar, entah ini berita bahagia tapi sekaligus membingungkan tentu nya.


Tidak hanya Darrell yang merasakan bingungnya, tetapi Dav sebagai perempuan satu-satunya dan anak bungsu harus tergantikan posisi nya, maka nya ia sedari tadi hanya diam.


Gw harus apa, di satu sisi gw bingung di satu sisi gw juga ikut bahagia kalau lihat mereka semua bahagia, tapi yang bikin gw pusing itu besok gw ujian kenaikan kelas huaaaaa,,,,, mumet kepala ku hiks.


Setelah kejadian tadi pagi, hingga tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, tak sadar waktu sudah menjelang malam.


Dapat Darrell lihat dari cara Dav diam, namun ia berasumsi jika Dav sedih karena akan memiliki adik. Sedangkan yang lain belum turun dari kamar mereka, karena pada saat itu Dav berada di ruang keluarga bersama Darrell yang sedang nonton pertandingan sepak bola sambil menunggu makan malam siap.


Pasti dia sedih banget apalagi dia cewek satu-satunya, dia pasti berpikir kalau dia gak akan di sayang lagi.


Darrell menatap penuh iba kepada adik sepupu bontot nya yang saat ini entah tidak tau raut wajah nya itu sedih, bingung atau apa.


Hingga lamunan Darrell yang sedang memperhatikan adik nya pun buyar, saat melihat kedatangan ayah, bunda dan saudara laki-laki nya secara bersamaan keluar dari lift.


Akan tetapi sosok Dav hanya terdiam sambil belajar bahkan buku nya setebal kulit badak, konsentrasi nya sangat tidak boleh di ganggu oleh siapapun. Diam nya Dav bukan karena hal lain, tapi ia terlalu fokus belajar hingga tak menyadari kedatangan orang tua dan kakak nya.

__ADS_1


" Dav udah dulu yuk belajar nya nanti di sambung lagi, sekarang kita makan malam dulu, tubuh kamu juga butuh energi buat persiapan ujian nya besok."


Darrell dengan lembut menepuk pundak Dav yang tengah fokus nya belajar.


Dav seketika melihat ke arah Darrell dan tersenyum teduh menatap nya.


" Kakak duluan aja soal nya ini pelajaran nya lumayan susah maka nya Dav belajar nya lebih ekstra."


" Iya kakak ngerti, tapi tubuh sama pikiran kamu juga butuh istirahat walaupun sejenak, kakak gak mau kamu sakit oke, kakak gak suka di bantah loh ya, mau gak mau kamu harus ikut makan SEKARANG,,,, right now oke." Penuh penekanan Darrell menasihati Dav.


Dav pun menurut apa yang di katakan oleh Darrell, kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju meja makan.


Di sana sudah ada tuan Hazlan, bunda Sita, Dev dan Irgi, namun aneh nya mereka terlihat biasa-biasa saja saat kedatangan mereka berdua. Dav tau itu, maka Dav memilih duduk di samping Darrell dengan raut wajah yang dingin tegas dan tajam.


Selama makan malam tak ada satupun suara yang memulai topik pembicaraan, biasa nya selalu ada canda tawa kini hanya bunyi sendok dan piring yang saling beradu.


Dav masa bodoh saja, ia jika sedang dalam mode diam maka satu huruf pun malas ia lontarkan.


Selesai makan malam Dav langsung beranjak dari kursi nya dan meninggalkan tanpa basa-basi sama sekali. Yang membuat mereka semua terkejut bukan main, saat gelas yang di pakai Dav mendadak pecah di tangan gadis itu dengan meninggalkan tetesan darah yang mengalir di tangan nya.


Mereka semua termenung dengan apa yang dilihatnya, hingga tanpa disadari Dav sudah tidak ada di tempat dan kembali ke kamar nya.


...****************...

__ADS_1


Duh kenapa lagi sih mereka nyari masalah terus sama Dav 🙂


__ADS_2