Happy Story In High School

Happy Story In High School
89. LITTLE GIRL


__ADS_3


LITTLE GIRL



Pria berlesung pipi dan berbadan tegap atletis menghampiri Tere yang saat itu mobil nya mengalami kendala, yang mana ban mobil nya bocor.


pucuk di cinta ulam pun tiba


" hai little girl." sapa pria itu.


Tere yang melihat kondisi ban mobil nya mencari suara yang pasti memanggil nya, dan betapa terkejutnya saat ia tau jika itu laki-laki yang sama saat Ervin meminta bantuan untuk memotret kebersamaan mereka semua di pantai Waecicu itu.


" kamu,,,, kamu bukan nya yang waktu itu kan,, yang di pantai itu." tebak Tere.


dengan tersenyum manis pria itu mendekati Tere dan menjawab. " benar sekali little girl."


" apa yang terjadi dengan mobil mu?"


" ban mobil aku bocor dan nyaris pecah." ucap Tere pelan.


pria itu melihat kondisi ban mobil Tere yang hampir pecah berinisiatif untuk mencari ban serep.


" apa mobil mu tidak ada ban serep nya?" tanya pria itu.


Tere hanya menggelengkan kepalanya, lalu pria itu menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.


" datang lah ke alamat xxx dan bawa mobil berwarna merah maroon yang ada di tepi jalan ke bengkel dan perbaiki ban nya yang bocor."


" baik tuan saya akan segera meluncur ke tempat." ucap seseorang itu di sana.


Setelah pria itu selesai menghubungi seseorang, ia menatap gadis itu dan menghampiri nya.


" kamu tenang aja mobil kamu akan di bawa sama orang bengkel, bagaimana kalau kamu pulang bersama ku aja, karena gak mungkin kan kalau kamu pulang bawa mobil dalam keadaan kurang baik begini."


Pria itu memberikan tawaran kepada Tere untuk mengajak nya pulang bersama, awal nya Tere menolak namun pria itu terus mengajak nya, ya walaupun sedikit memaksa pada akhir nya Tere pun mengiyakan nya dan pulang bersama pria tampan itu.


Sepanjang jalan pria itu mengendarai mobil ia begitu fokus, namun sesekali ia juga melirik Tere gadis kecil yang ia panggil dengan sebutan little girl.


" siapa nama mu." tanya nya lembut.


Tere yang semula menghadap ke arah kaca mobil berbalik menatap pria tampan itu.


" nama aku Tere kak, kalau kakak sendiri siapa?" tanya Tere balik.


menarik juga gadis kecil ini,,, baik lah aku akan mencari tau lebih dalam tentang gadis kecil ku ini. batin nya sembari tersenyum manis menatap wajah cantik natural Tere.


" kamu ingin tau siapa nama ku? baik lah nama ku Dante."

__ADS_1


gila ni cowok kalau senyum manis banget,,, malah vibes nya kayak mafia ,,, pipi nya bolong bak Afgan,,,oh my God,,, eh ingat Tere, jangan sampai hal di masa lalu terulang kembali,,, cukup lu terluka akan hal sekali jangan sampai yang kedua kali nya.. batin Tere yang nyaris terpesona akan senyum Dante.


Mereka berhenti ketika lampu merah, di situ juga Dante melihat Tere masih dengan mode melamun nya, ia berniat ingin menjahili gadis kecil itu sebelum lampu berganti hijau.


Ia mendekatkan wajah nya menghadap ke Tere yang masih terdiam.


fiuh


Dante dengan jahil nya meniup wajah Tere yang sedari tadi terdiam tanpa bergerak sedikit pun, Tere yang merasa ada hawa angin pun sontak terkejut bukan main saat wajah Dante begitu dekat dengan wajah nya, bahkan wajah mereka hanya beberapa cm saja sudah bersentuhan kulit.


" kakak ih kok dekat-dekat sih, sana ah malu tau nanti di liatin orang." ucap Tere gugup bahkan pipi nya yang cukup bulat itu sudah merah merona bak stroberi.


lucu sekali gadis kecil ku ini, baik lah aku akan mengerjai nya.


Semakin gencar Dante mengerjai Tere yang sudah tersipu malu. Ia bahkan tak segan-segan mendekatkan wajah nya kearah wajah Tere yang sudah memerah itu, semakin dekat ,,, semakin dekat ,,,, dekat bahkan Tere spontan menutup mata dan pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya, sementara Dante yang sudah tak tahan melihat ekspresi wajah Tere yang sangat menggemaskan tak kuasa menahan tawa saat itu apalagi saat tak lama kemudian lampu merah sudah berganti hijau, semua kendaraan berpacu pada laju kendaraan nya masing-masing.


hahahaha kenapa dia lucu sekali,,, kau sangat sangat menggemaskan gadis kecil ku.


" hei,,, apa kamu akan menutup mata mu sampai kita sampai di depan rumah mu."


Tere yang tak sadar jika lampu merah sudah berganti hijau sontak begitu malu apalagi ia merasa di kerjai oleh Dante. Tere kesal sendiri mengapa ia begitu spontan menutup mata nya jika tau ia akan di kerjai, ia pun juga merasa kesal dengan pria yang duduk di bangku kemudi itu dan memilih mengalihkan pandangannya ke kaca mobil samping nya dengan wajah kesal nya.


dasar nyebelin,,, malah malu banget lagi kayak gitu, awas aja gw kerjain balik baru tau rasa lu. batin Tere kesal.


Dante yang melihat Tere mengalihkan pandangannya seolah paham jika gadis kecil itu sedang kesal, ada rasa bersalah sendiri mengapa harus mengerjai nya.


maaf little girl aku tidak bermaksud begitu.


Tere yang masih tersulut akan kekesalan pun menjawab nya dengan kesal juga.


" pikir aja sendiri heh."


" puft hahaha mengapa kamu lucu sekali little girl." pecah sudah tawa Dante melihat kekesalan Tere yang justru di lihat nya sangat lucu.


Semakin kesal lah Tere melihat tawa Dante yang memang terlihat menyebalkan itu.


" heh lucu gitu,,, gak usah panggil-panggil little girl segala, emang gw bocah baru masuk TK apa." ucap Tere jutek.


hahaha dia lucu sekali ya ampun,,,, kalau begini aku mana tahan untuk tidak bisa menjahili nya.


" gak lucu tau!! gak usah ketawa, garing tau gak."


" emang nya kamu kira kerupuk apa kok garing segala, iya iya aku minta maaf aku salah yaudah deh, terus ini kemana lagi jalan nya." tanya nya.


" nanti pas di simpang jalan belok kanan ada deretan taman arah kompleks di situ udah sampai." jawab Tere sekena nya.


Dante melajukan mobilnya hingga ia sampai di depan halaman rumah Tere yang di bilang sangat besar, bahkan besar rumah nya sudah bisa di katakan mansion mewah, yang mana letak nya tak jauh dari taman kompleks perumahan elite.


Tere pun membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil tersebut, namun tiba-tiba tangan kekar itu menahan lengan nya, siapa lagi kalau bukan Dante pelaku nya.

__ADS_1


" tunggu dulu little girl." ucap nya yang masih memegang lengan Tere.


Tere yang lengan nya di pegang pun mau tak mau berbalik badan menghadap Dante, tanpa aba-aba sebuah kecupan manis mendarat manis tepat di bibir merah stroberi nya itu.


cup


Jangan tanyakan lagi bagaimana ekspresi wajah Tere yang tiba-tiba mendapat serangan mendadak berupa kecupan manis itu, apalagi yang memberi kecupan itu seolah santai saja bahkan tanpa rasa bersalah melakukan nya lagi.


cup.


debaran jantung tentu tak bisa Tere hindarkan saat ia merasakan nya kedua kali pada laki-laki yang sama, apalagi pria itu tersenyum manis menampakkan lesung pipi nya menatap wajah melongo Tere yang sangat kaget itu.


" apa masih kurang atau mau aku tambah lagi Hem Hem." ucap nya menggerakkan kedua alis nya naik turun seolah menggoda Tere yang sedang bushing itu.


Tere yang tersadar pun salah tingkah dan mengalihkan pandangan nya ke samping karena malu.


" kakak apa apaan sih main cium cium segala, gak sopan banget." ucap nya seolah kesal padahal dalam hati nya sudah bergejolak.


" tapi kamu gak nolak tu, mau lagi kah, dengan senang hati aku akan memberikan nya untuk gadis kecil ku." ucap Dante dengan mengedipkan sebelah mata nya.


blush


merah sudah pipi Tere mendengar penuturan dari pria berpipi bolong itu.


" gak,,, makasih aku mau masuk dulu." ucap Tere membuka pintu mobil.


" baik lah selamat beristirahat, jika kita bertemu lagi bisa kah kita mengobrol lebih banyak lagi?"


" ya kalau ada waktu, ya udah kalau gitu aku masuk dulu, kakak hati-hati di jalan,, dah kak assalamualaikum." ucap nya sembari menutup pintu mobil.


" oke gadis kecilku, wa'alaikumsalam." jawab ia tersenyum manis.


tak lama pintu mobil itu terbuka lagi.


" Kak bagaimana dengan mobil aku?"


" besok aku akan yang akan antar kamu ke sekolah, kamu tinggal stand by di rumah aja oke little girl."


" tapi aku gak mau merepotkan kakak "


" gak sama sekali kok kamu tenang aja, besok pagi aku udah ada di depan rumah kamu." ucap Dante.


" makasih ya kak, kalau gitu aku masuk dulu dah kak hati-hati di jalan,, assalamualaikum." ucap tere dengan kembali menutup pintu mobil.


" sama-sama my girl,,, wa'alaikumsalam."


Dante kembali mengendarai mobil nya menuju ke tempat yang sudah di beritahu oleh tuan nya, siapa lagi kalau bukan tuan Marvin.


...****************...

__ADS_1


cie cie yang lagi dekat,,, ahai malah dapat hadiah ya kan Ter hehehehe sikat terus🤭


__ADS_2