
TERLANJUR MENCINTA
Terkadang segala sesuatu yang ingin kita raih belum tentu bisa kita miliki, mau sebesar apapun ambisi yang membara, jika garis takdir sudah menegaskan untuk selesai, maka selesai sudah.
Apalagi cinta, secinta apapun sesayang apapun kepada seseorang, jika garis takdir tuhan berkehendak lain meskipun dengan usaha maksimal ingin memiliki, maka sampai kapan pun tidak akan pernah bisa bersatu.
Cinta tak seharusnya memiliki, cukup melihat orang yang kita cintai bahagia dengan kehidupan nya dengan orang lain, dan berusaha untuk berdamai dengan keadaan, meskipun itu sulit untuk di jalani,,, pasti akan terasa tenang dan perlahan apa yang mengganjal di hati seolah hilang seiring berjalannya waktu.
Pagi cerah menyelimuti seluruh dunia, tak terasa malam Minggu kini berganti menjadi Minggu pagi yang sangat cerah, namun tidak secerah suasana hati gadis blasteran Indo-Korea ini.
Ia masih ingat di mana saat pria yang ia sukai terang-terangan belum bisa melupakan masa lalunya biarpun tidak berucap secara langsung, bahkan dia menyanyikan sebuah lagu layak nya ungkapan isi hati pria itu kepada sang mantan kekasih.
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, namun gadis bermata coklat ini masih dengan posisi tidur lelap nya seolah enggan menyapa balik mentari yang menyinari nya seperti sebuah sapaan kepada gadis itu.
Hoam...
Eomma dan appa sudah bangun sedari subuh hari tadi, bahkan mereka sudah melaksanakan shalat subuh, sementara gadis itu tidak terbangun saat adzan subuh berkumandang karena ia dalam keadaan menstruasi jadi ia tidak dapat melaksanakan shalat.
Saat itu, eomma dan appa sudah duduk di meja makan dengan sarapan yang selalu siap di sediakan oleh eomma sendiri.
" Sayang, apa Putri ku belum bangun juga, padahal waktu juga hampir menunjukkan pukul 7 pagi, apa selelah itu kah dia sampai bangun lama." Ucap appa Hoon.
" Ya sudah kalau gitu biar aku ke kamar Liana dulu, kamu tunggu sebentar ya sayang, aku akan membangunkan nya untuk sarapan pagi."
Eomma Sheina berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Julia, padahal rumah mereka tak kalah mewah nya dengan rumah Dav, bahkan rumah Julia juga terdapat lift yang menghubungkan lantai atas lain nya hingga lantai 4. Sesampainya eomma Sheina di depan pintu kamar Julia, eomma mencoba untuk mengetuk pintu tersebut.
*T*uk tuk tuk
" Liana sayang, bangun yuk nak kita sarapan bersama,,, eomma masuk ya nak." ucap eomma Sheina sembari membuka pintu kamar Julia.
*C*eklek.
Eomma Sheina melihat pemandangan, di mana Putri semata wayang nya masih bergulung dengan ranjang dan bantal guling nya sebagai teman penenang nya. Eomma Sheina berjalan menghampiri putri nya dan duduk di tepi ranjang sambil menepuk halus dan menggoyang kan pelan tubuh gadis itu.
" Sayang bangun yuk nak,,, apa kamu sakit nak, kok kamu bergulung gini sih, sini eomma periksa kening kamu." Eomma Sheina begitu telaten mengurus anak nya , bukan hanya anak semata wayangnya saja bahkan sang suami pun yang menjadi tugas utama untuk di layani nya.
" Gak panas kok." Eomma Sheina memegang kening Julia namun tak ada demam sedikit pun.
Humm...
" Kenapa eomma." Ucap Julia yang terbangun saat mendengar suara eomma, namun seakan hawa kantuk lebih besar melanda nya akhir nya ia hanya mendengar nya samar-samar karena kantuk yang begitu kuat menimpa nya.
" Bangun yuk udah siang loh,,, masa anak gadis bangun nya siang sih nanti seret jodoh loh hihihi yuk bangun yuk."
" Hum ya." ucap nya dengan mata terpejam.
Dengan langkah tertatih-tatih Julia menuju ke kamar mandi untuk sekedar menghilangkan rasa kantuk nya dengan mencuci muka dan gosok gigi.
Sementara eomma sudah kembali ke meja makan yang mana appa Hoon sudah menikmati secangkir teh hijau khas Korea.
__ADS_1
Tak lama kemudian Julia pun datang dengan senyum manis nya, bahkan madu pun kalah manis nya dengan senyum Julia.
*H*ahahaha sa ae gombal nya.
" 좋은 아침 아빠 엄마
joh-eun achim appa eomma ( selamat pagi papa mama )." Ucap Julia dengan logat Korea nya.
Ia menghampiri kedua orang tua nya tak lupa mencium kedua pipi mereka satu persatu.
*M*uach muach...
" 좋은 아침 너무 불행하게도 아빠 엄마
joh-eun achim neomu bulhaenghagedo appa eomma ( selamat pagi juga sayang nya papa mama ) ucap sepasangan suami istri itu kompak.
" Ya sudah mumpung semua nya kumpul,, sekarang kita sarapan bersama." ucap eomma Sheina.
" Baik eomma."
Mereka menikmati sarapan bersama itu, ya. Di keluarga Julia hanya beranggotakan 3 orang saja, yaitu appa Hoon, eomma Sheina dan Julia, karena Julia merupakan anak semata wayangnya.
Setelah selesai kedua pasangan suami istri itu ingin pergi keluar entah kemana, namun sebelum nya ia memberitahu kan kepada Julia jika mereka hendak pergi karena ada acara yang mengharuskan mereka datang.
" Sayang, appa dan eomma akan pergi keluar, kamu gak keluar juga nak atau perlu ikut appa kamu mau?" ucap appa Hoon.
" Enggak ah pa aku di rumah aja, aku juga malas mau keluar rumah."
" Wa'alaikumsalam kalian hati-hati di jalan ya."
Setelah kepergian mereka, tak lama bunyi notifikasi dari ponsel Julia berbunyi, Julia melihat pesan itu dari pria yang ingin ia hindari.
" Julia,,, aku minta maaf sama kamu, aku gak bermaksud menyakiti hati kamu. Jangan pernah berpikir untuk menghindari dari aku Li, aku sayang sama kamu,, dia hanya masa lalu aku,,, maaf kalau kemarin aku sempat membahas nya,, tapi demi tuhan Li, aku udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama dia, dia udah nikah Li, aku udah lupakan kisah masa lalu aku..
Please Li... jangan hindari aku, jangan tinggalkan aku, aku sayang sama kamu, kalau perlu aku akan buktikan kalau aku benar-benar mencintai kamu,,, baik lah... aku akan membuktikan nya jika memang ada keraguan di hati kamu,,, wajar kamu ragu sama aku...
Julia, sampai kapan pun aku gak akan pernah biarkan kamu menjauh bahkan menghilang dari aku, jangan pernah mencoba untuk menghindari aku... karena aku sayang sama kamu Li ❤️
pak Axel ❤️
Julia sebenarnya tidak marah kepada nya, hanya saja ia terlalu kecewa tapi di satu sisi ia sudah terlanjur mencintai sosok pria tampan ini.
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu
__ADS_1
Hanyalah menunda luka
Yang tak pernah ku duga
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap
Berharap kau memilih diriku cinta
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa.
Julia lebih memilih mendengarkan lagu yang bahkan sangat pas dengan perasaan yang ia rasakan saat ini.
...****************...
Semoga kalian bisa bersatu ya Aamiin❤️
__ADS_1