
KEKHAWATIRAN OMAH HANA
Hari semakin malam namun masing-masing mereka masih berada di rumah sakit, saat itu mereka tetap menjaga Dav yang kondisi nya baru sadar kan diri. Dav yang saat itu sudah di pindahkan di ruang perawatan.
Dav yang saat itu tertidur pun terbangun dan melihat di sekeliling nya masih ada bunda Sita, ayah Hazlan, Dev, sekretaris Irgi bahkan Bu Clara pun juga ada.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam,dimana yang seharusnya mereka dengan hikmat menikmati makan malam di iringi dengan senda gurau yang terciptakan begitu saja, namun hal itu tidak terjadi di karenakan Dav tiba-tiba harus di larikan ke rumah sakit.
Dev yang melihat sang adik terbangun pun menghampiri nya.
" kamu udah bangun dek, apa kamu butuh sesuatu?" tanya Dev
Dav hanya menggeleng kan kepala nya sebagai jawaban.
Bunda yang saat itu tertidur pun tersadar mendengar sayup-sayup suara Dev yang mengatakan bahwa Dav sudah bangun tidur lalu berjalan melangkah ke arah nya.
" nak kamu udah bangun? mau sesuatu biar bunda siapkan sayang."
" gak bunda, Dav gak mau apa-apa Dav cuma haus aja." ucap nya pelan yang memang di karenakan kondisi nya belum sepenuh nya pulih. kemudian bunda mengambilkan minum untuk Dav yang memang begitu kehausan.
Bu Clara pun juga menghampiri Dav yang sebelum nya memang sudah siuman namun di beri obat bius untuk lebih banyak Dav untuk beristirahat. Sementara tuan Hazlan yang memang sudah sedari tadi stand bye pun hanya berdiri melihat perkembangan sang putri.
" bagaimana keadaan kamu nak, apa sudah baikan?" tanya tuan Hazlan yang melihat perkembangan sang putri yang memang belum sepenuhnya pulih.
" Alhamdulillah aku udah baikan yah,hanya sedikit pemulihan aja sama kepala aku yang masih agak pusing."
bunda yang mendengar itu sontak menjadi khawatir lalu menyuruh sang suami untuk memang dokter dan tak lama kemudian dokter pun datang memeriksa keadaan Dav.
" bagaimana hasil nya dok, apa anak saya sudah ada perkembangan mengenai kesehatan nya?" tanya tuan Hazlan.
" semua nya Alhamdulillah tuan sudah membaik dan mengenai pusing nya itu tidak apa-apa tuan nanti saya akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa pusing nya."
" syukur lah kalau begitu saya mengucapkan terima kasih banyak dok."
" iya tuan sama-sama, kalau begitu saya mohon pamit undur diri."
__ADS_1
tuan Hazlan hanya menjawab dengan anggukan kepala.
" Davi bagaimana keadaan kamu sekarang apa sudah mulai membaik?" tanya Bu Clara.
" Alhamdulillah bu saya udah mendingan."
" syukurlah kalau begitu sebaiknya memang kamu harus perbanyak istirahat dahulu."
" iya baik Bu Cla."
sementara sekretaris Irgi hanya memantau nya sesekali mereka beradu tatap namun hanya beberapa detik saja yang memang Irgi tak mampu melihat Dav dengan kondisi menyedihkan seperti ini.
aku harap kamu bisa sembuh seperti sedia kala Dav... kamu harus sembuh oke
semua di kaget kan dengan suara horor yang membuat mereka tidak dapat berkutik siapa lagi kalau bukan Omah Hana yang begitu khawatir mendengar kabar jika salah satu cucu kesayangan masuk kerumah sakit.
pintu pun terketuk dan kemudian masuk lah omah Hana dengan beberapa parsel buah untuk cucu nya pun menghampiri nya.
" ya Allah cucu ku, ada apa sama kamu nak kenapa kamu sampai begini, omah khawatir dengar ayah kamu nelpon omah kalau kamu masuk kerumah sakit sayang. kamu sakit apa nak,kenapa bisa begini?" ucap Omah Hana yang begitu khawatir nya.
Tak lupa mereka memberikan salam kepada omah Hana dengan mencium tangan nya.
" kamu memang harus sembuh nak, kamu harus bikin omah makin bangga dan makin sayang sama kamu nak."
" itu pasti omah Dav janji pada diri Dav sendiri." ucap nya pelan.
bunda kemudian menyuruh Dev dan sekretaris Irgi untuk mencari makan malam karena waktu nya memang untuk makan malam.
" kak, kamu sama nak Irgi beli makanan gih untuk makan malam nak kasian loh belum pada makan malam, jangan sampai ada yang telat makan, bunda gak mau itu terjadi, ya nak."
" iya kak, kasian loh apalagi ada nak Clara yang sedari tadi menjaga Dav."
" baik lah yah bund kalau gitu kakak sama Irgi mau cari makan malam dulu, assalamualaikum." Dev dan sekretaris Irgi berpamitan kepada semua nya untuk mencari makanan makan malam bersama di rumah sakit.
" Bu Cla terus bagaimana dengan olimpiade nya, apa saya akan di gantikan dengan orang lain?"
" kamu jangan pikirkan itu dulu Dav, sekarang hal yang paling penting adalah bagaimana kamu harus sembuh dan sehat seperti sedia kala."
" tapi saya kepikiran itu bu, saya sudah belajar dari jauh-jauh hari."
__ADS_1
tuan Hazlan menghampiri sang putri duduk di samping tempat tidur nya.
" nanti ayah yang menyampaikan sendiri kepada pak Rudi kamu tenang aja nak."
" benar itu nak kamu harus fokuskan pada kesehatan kamu dulu jangan pikirkan yang lain,dan apa yang di katakan Bu Clara itu benar nak kamu harus sembuh dan sehat." ucap bunda.
" iya nak penting kan kesehatan kamu dulu." sambung omah Hana.
" baik lah kalau begitu Dav harus sehat dan sembuh."
mereka semua tersenyum menanggapi apa yang Dav sampaikan hingga Dev dan sekretaris Irgi pun datang membawa makanan untuk makan malam dan mereka pun makan dengan begitu hikmat nya.
tak terasa waktu menunjukkan pukul 9 malam, Bu Clara pamit untuk pulang yang dikarenakan esok hari ia kembali harus mengajar di kelas 11 B.
" kalau begitu semua nya saya pamit undur diri paman, tante, omah Dev dan Irgi Dav juga saya pamit pulang."
" nak Cla kamu pulang nya sama Dev aja ya gak baik kalau anak perempuan malam-malam pulang sendirian apalagi ini udah mau larut juga." ucap bunda Sita
" benar nak kamu pulang di antar Dev saja takut ada apa-apa nanti di jalan."
" maaf sebenarnya paman tante saya membawa mobil sendiri, jadi saya bisa kok pulang sendiri." Clara menolak secara halus.
" bagaimana mobil kamu di bawa Irgi dan kamu pulang nya sama Dev ya, tante gak tenang nak kalau kamu pulang sendirian apalagi kamu perempuan."
" iya nak Clara omah juga khawatir kalau kamu pulang sendirian, kamu biar di antar pulang sama Dev aja ya kalau soal kendaraan kamu biar Irgi aja."
" baik lah kalau begitu terima kasih banyak sudah memperhatikan saya."
" iya nak kan kamu juga tanggung jawab kami semua, otomatis keselamatan kamu paling di utamakan."
" iya paman tante omah kalau begitu say pamit pulang dulu assalamualaikum." pamit Clara dan di ikuti oleh Dev dan sekretaris Irgi.
" wa'alaikumsalam hati-hati di jalan ya nak."
" iya."
mereka pun pamit undur diri untuk mengantarkan Clara pulang ke rumah sedangkan sekertaris Irgi membawa mobil Clara dan Clara sendiri ikut dengan Dev dengan kendaraan Dev sendiri.
...****************...
__ADS_1
hallo semua maaf ya kalau othor nya low update karena kondisi kesehatan aku yang kurang fit juga, dan jangan lupa untuk like komen dan vote cerita nya ❤️🙏✍️