
PRIA TAMPAN ITU LAGI
Tak terasa sudah seminggu mereka telah kembali dari Jakarta, ternyata liburan tersebut sangat membuat mereka menikmati nya hingga tak terasa seminggu telah berlalu.
Kesibukan seperti biasa nya telah mereka semua jalani, baik keluarga Radiansyah maupun rekan bisnis mereka.
Di cuaca cerah seperti ini sangat di sukai setiap orang nya, apalagi Dav dan para sahabat yang baru beberapa hari memasuki sekolah ajaran tahun baru, mereka sedang berada di kantin sekolah sembari menikmati sebuah es kepala dengan di balut sirup manis rasa strawberry menambah kesegaran tenggorokan.
Mereka berbincang-bincang entah apa yang mereka ceritakan, hingga sebuah kalimat membuat salah satu sahabat Dav nyaris skak mat.
" Ter, kenapa lu gak coba buka hati aja buat cowok, gw tau apa yang pernah lu rasakan di masa lalu, tapi harus selalu lu tau Ter,kalau lu masih dalam bayang-bayang masa lalu,tanda nya lu belum siap melangkah ke depan dan otomatis lu gak nyaman sama apa yang lu rasakan tapi hati lu masih terpaut sama masa lalu, sebisa mungkin coba lah untuk berdamai dengan masa lalu Ter, gak semua cowok kayak gitu kok, mungkin waktu itu tuhan lagi menunjukkan sifat asli cowok yang lu agung agung kan selama ini sampai pada akhir nya lu termakan sama kekecewaan sama cowok yang lu agungkan itu, maaf gw gak bermaksud gitu tapi gw gak mau liat sahabat gw terpuruk akan bayang-bayang masa lalu." ucap Vivian panjang lebar.
" betul Ter apa yang di katakan Vivi, jujur gw sebagai cowok aja sakit kalau merasakan ini, apalagi lu yang merasakan nya langsung. Lu cewek hebat Ter, belum pernah gw liat lu serapuh waktu di pantai kemarin, baru kali ini gw liat sosok Tere yang di kenal ceria memiliki kisah hidup yang pahit tapi dengan apik nya lu tutupi itu dengan keceriaan yang lu jalankan . Kalau gw jadi lu belum tentu gw sesanggup itu, lu wanita hebat Ter,,, bangga gw punya sahabat hebat kayak lu, kita janji sebagai sahabat sekaligus keluarga akan selalu ada buat lu di kala susah maupun senang." ucap Teguh yang baru pertama kali ini berbicara panjang lebar, ia sangat kasihan dan prihatin mendengar kisah kehidupan sahabat nya yang cukup menyedihkan.
Sementara Tere sendiri masih diam tanpa menyahut perkataan mereka, namun bukan ia enggan menjawab tapi hati nya begitu hancur jika membahas masa lalu nya itu.
" guys kita sebagai sahabat nya tidak bisa memaksa kehendak Tere, biarkan alur itu Tere sendiri yang menjalankan nya sebagaimana mesti nya, sebagai sahabat dan keluarga, kita hanya bisa mendukung apapun keputusan yang memang sudah menjadi keputusan mutlak Tere sendiri, apapun itu keputusan nya apapun itu juga hasil nya, jika itu yang terbaik buat dia ya kita hargai."
Dav lebih memilih untuk tidak terlalu ikut campur, di satu sisi itu adalah privasi sahabat nya, biarpun Tere sahabatnya tapi jika sudah menyangkut hal pribadi tentu Dav lebih memilih untuk tidak ikut campur dan selalu mendukung dan berdoa yang terbaik untuk Sahabatnya.
" betul juga guys apa yang dikatakan Dav, gw juga sependapat sama apa yang dia bilang, biar lah Tere sendiri yang menentukan semua nya, kita sebagai sahabat nya hanya mampu mensupport dan mendoakan yang terbaik aja, lagipun itu kan udah termasuk privat nya dia, biarpun dia sahabat kita, tapi kalau udah masuk kategori nya pribadi kita gak bisa ikut campur, kita cukup mendoakan yang terbaik buat Tere."
Entah angin dari mana Edo bisa berkata sebijak itu, tapi bagus dan bijak sekali kata-kata itu, bahkan Tere yang semula diam pun seolah speechless.
__ADS_1
" wah Do,,, lu kesambet demit apaan dah kok bisa kata-kata ente sebijak Mario Teguh, wah gak nyangka gw sama lu Do, apa Tante Silvi waktu bikin sarapan nya di kasih jampi-jampi."
Tere yang sedari tadi diam pun bersuara seolah ia tersihir mendengar kata-kata bijak Edo.
" sembarangan lu Ter eee,,,, lu pikir mami gw dukun apa pakai jampi-jampi segala,,, ngaco deh lu." Edo kesal sendiri buat nya.
" hehehe elah lu gitu aja ngambek,,, kan ada ayang tuh biar ada yang semangati mu bestai."
" hehehe jelas dong bestai maka nya gw selalu segar bugar karena di semangati ayang."
Chintya yang melihat kegenitan Edo memutar mata nya jengah apalagi sahabat mereka yang lain, andai saja Samudra Pasifik dekat, maka ia akan dengan senang hati membuang sahabat nya ini ke sana biar di jadikan pawang nya segitiga Bermuda.
wkwkwk serem dong
Mereka melanjutkan kegiatan makan minum mereka hingga tak terasa bel pun berbunyi pertanda waktu masuk nya jam pelajaran terakhir.
Seluruh siswa berhamburan menuju kelas mereka masing-masing, lalu tak lama kemudian setiap guru yang akan mengajar pun perlahan masuk ke ruang kelas tiap nya.
Tak terasa hingga satu jam empat puluh lima menit mereka begitu fokus pada pelajaran yang mana guru itu adalah Bu Livy, guru matematika pengganti Bu Clara. Bu Livy begitu detail dan cekatan setiap ia mengajar, bahkan hanya sekali saja setiap murid yang di beri pertanyaan langsung paham, karena metode ia mengajar hampir sama seperti Bu Clara.
Hingga tak terasa waktu jam pelajar terakhir pun telah usai, tak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi begitu nyaring nya.
Ting Ting Ting
Semua murid telah bersiap pulang, mereka begitu rapi dan tertib hingga membuat para guru di buat kagum.
Akhir nya mereka pun bubar dan pulang, seluruh siswa berhamburan pulang, ada yang menuju parkiran mobil, motor bahkan ada juga yang berjalan kaki karena rumah mereka tidak jauh dari sekolah.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pulang, masing-masing mereka membawa kendaraan bahkan Tere sendiri pun pertama kali nya membawa kendaraan mobil nya.
Sepanjang ia menyusuri perjalanan terlihat baik baik saja, bahkan ia begitu menikmati saat mengendarai mobil nya, hingga tiba tiba mobil nya bagaikan suara bom berbunyi cukup kencang.
Buumm
Tere yang sedikit oleng saat mengendarai mobil nya lebih memilih menepikan mobil nya di bahu jalan yang memang jalanan tersebut cukup ramai.
Ia keluar dari dalam mobil ingin memastikan apa yang terjadi, betapa terkejut nya jika ban mobil nya bocor dan nyaris pecah.
" waduh kok bisa bocor sih ban nya, malah gak bawa ban serep,,, aduh gimana ni."
Seorang pria yang begitu gagah dan tampan nya sedang mengendarai mobil, hingga ia melihat seorang gadis kecil yang sudah berhasil membuat hati nya terobrak Abrik memikirkan nya.
bukan kah itu gadis kecil yang ku lihat di pantai itu, wah tak ku sangka kita bertemu lagi... batin pria berlesung pipi dan gagah.
ia pun pada akhirnya menghampiri Tere yang sedang kesulitan karena ban mobil nya bocor.
" hai little girl."
Tere membalikkan tubuh nya dan melihat siapa yang telah memanggil nya, betapa terkejut nya saat ia tau jika itu laki-laki yang sama.
" kamu...."
...****************...
hayo kira-kira siapa pria itu ya,,,
__ADS_1
ikuti terus kisah mereka