
OMAH HANA TELAH TIADA
Omah Hana yang masih terbaring lemah di ruangan inap VVIP itu perlahan menggerakkan tangan nya untuk mengumpulkan semua kesadaran nya namun belum di ketahui baik oleh tuan Hazlan sendiri maupun bunda.
Dev dan Irgi sudah pulang dari perusahaan nya dengan di ikuti oleh Clara karena ia juga ingin menjenguk omah Hana. Membuka pintu ruang tersebut dan tampak lah tuan Hazlan yang sedang duduk di samping sang omah, sementara bunda Sita tidur di sofa karena seharian ia mengurus sang suami dan mertua nya yang masih belum sadar kan diri.
Dev pun berjalan menuju ke arah ayah nya yang sedang duduk sembari menatap wajah omah Hana sendu.
" ayah sebaik nya ayah istirahat aja, biar Dev yang jagain omah atau sebaik nya ayah pulang biar dev atau Irgi yang antar kalian pulang."
" iya yah nanti kalau ayah gak istirahat ayah akan sakit, sebaik nya ayah istirahat di rumah biar Irgi dan Dev yang jagain omah."
" tapi ayah masih ingin menunggu omah kalian siuman nak, ayah ingin melihat itu dengan mata kepala ayah sendiri." ucap nya sedih.
Clara juga menghampiri tuan Hazlan dan melihat kondisi omah Hana yang masih belum sadar.
" assalamualaikum paman."
" wa'alaikumsalam nak Ara kamu ada di sini juga."
" iya paman, Ara ikut Dev dan Irgi karena mereka mau kerumah sakit untuk jenguk omah maka nya Ara mau ikut juga ke sini, maaf Ara tidak sempat membawa buah tangan."
" tidak apa-apa nak kamu mau datang dan jenguk omah itu sudah lebih dari cukup."
" terus gimana mengenai perkembangan omah paman, apa udah ada kemajuan."
" ya Alhamdulillah saat ini ia sudah melewati masa kritis nya namun belum sadar sampai sekarang."
" semoga saja omah Hana cepat sembuh dan sehat seperti sedia kala."
" Aamiin ya Allah."
Hingga tangan itu kembali bergerak dan di lihat langsung oleh tuan Hazlan, kemudian ia menghubungi dokter Fedi yang merupakan adik sepupu nya.
" bagaimana keadaan mamah Fed? "
" syukur Alhamdulillah kak kondisi Tante Hana sudah mulai membaik, tapi ingat kak jangan sepelekan hal ini karena kita tidak tau kedepannya seperti apa."
" iya Fed terima kasih." ucap nya lemah tapi di satu sisi ia juga senang karena mamah nya sudah membaik dan sudah sadar.
" sama sama kak kalau gitu aku keluar dulu, permisi."
setelah dokter Fedi keluar dari ruangan tersebut, omah Hana langsung membuka mulut nya menatap orang yang ada di sekitar nya, sementara bunda yang mulai merasa ada suara seseorang pun langsung bangun dari tidur nya dan melihat mertua nya sudah sadar.
" mamah ya Allah mamah Alhamdulillah mamah sudah sadar."
" iya nak kamu gimana keadaan nya." ucap omah Hana pelan.
" Alhamdulillah aku baik mah, mamah mau apa biar aku ambilkan."
" tidak nak mamah hanya ingin melihat kalian semua saja di sini tapi mamah rasa ada yang kurang dari kalian."
ya Allah kenapa firasat ku gak enak gini, semoga tidak terjadi apa apa dengan omah ya Allah Aamiin. ( Irgi )
kenapa perasaan ku gak enak ya, kenapa mamah bicara seakan akan ia ingin pergi jauh, ya Allah jauh kan lah aku dari pikiran buruk Aamiin. ( tuan Hazlan )
__ADS_1
" adek lagi ikut olimpiade omah, maka nya dia gak bisa datang dan kemungkinan ia pulang nya besok karena di acara kan sampai petang hari." jelas Dev yang memberi taukan bahwa Dav tidak ada di sini.
" nak bisakah kamu hubungi adik mu itu, pasti dia sedih karena omah tidak memberikan semangat buat nya."
" iya omah Dev akan hubungi adek dulu."
Dev menghubungi Dav yang di mana ia sedang mengikuti lomba olimpiade geografi di sekolah Dirgantara Bangsa.
.
.
.
.
Dav yang saat itu sudah selesai mengikuti olimpiade dan ia mampu mempertahan kan juara olimpiade geografi nya tahun ini setelah tahun lalu ia juga mengikuti lomba tersebut dan juara lomba olimpiade.
Tut Tut Tut
panggilan video call dari Dev pun terhubung dimana Dav sedang istirahat dan mendengar handphone nya berbunyi pun langsung mengangkat nya.
" assalamualaikum nak."
" omah ya Allah omah wa'alaikumsalam omah udah sembuh."
" iya nak maafkan omah ya tidak bisa mendukung kamu waktu kamu lomba, terus gimana nak hasil nya."
" gapapa omah, omah udah sehat kayak sekarang aja Dav udah bersyukur dan Alhamdulillah Dav menang dan dapatkan juara."
sambil menunjukkan piala nya Dav pun mengobrol dengan omah Hana dan di lihat oleh semua yang ada di ruangan itu.
" Alhamdulillah ya Allah cucu cucu ku semua memang pintar, nanti kalau kamu pulang dari sana jangan lupa tunjukkan secara langsung sama omah piala itu ya nak."
" iya nak, ya sudah kalau begitu omah tutup dulu ya panggilan nya omah mau istirahat."
" iya omah, omah istirahat ya jangan terlalu capek dan banyak pikiran."
" baik lah kalau begitu assalamualaikum nak."
" wa'alaikumsalam omah."
Dav yang mengetahui kondisi omah Hana sudah pulih dan membaik pun sangat bahagia apalagi ia di beri semangat langsung oleh nya dan semua orang.
di ruangan VVIP setelah selesai menghubungi Dav, omah Hana tiba-tiba merasakan sesak dan sakit di dada nya seperti terhimpit batu besar dengan memegang dada di sebelah kiri nya yang terasa nyeri.
Sontak membuat seluruh yang ada di ruangan itu panik bahkan bunda sudah menangis khawatir akan kondisi mertua nya yang tiba-tiba drop kembali, sementara tuan Hazlan yang panik pun langsung menghubungi dokter Fedi.
Layar monitor yang terhubung langsung dengan keadaan omah Hana pun perlahan melambat dan membuat dokter Fedi ikut panik dan kemudian menyuruh mereka semua keluar.
Dokter Fedi mengecek keadaan omah Hana yang semakin menurun apalagi dari grafik di layar monitor yang semakin melambat, semua para tenaga medis berusaha untuk mengembalikan kondisi omah Hana seperti semula, bahkan dokter Fedi sampai memakai alat pemacu jantung karena grafik di monitor tiba-tiba lurus.
tiiiiiiiiiii
mereka berusaha semaksimal mungkin bahkan dalam hitungan ke puluhan kali namun hasil nya sama.
Pada akhir nya mereka memutuskan untuk menghentikan tugas nya dan memberitahukan mereka bahwa omah Hana sudah di nyatakan meninggal dunia.
Dokter Fedi bahkan sampai meneteskan air mata nya karena tidak dapat menyelamatkan nyawa Tante nya.
__ADS_1
" maaf kan Fedi Tante hiks maaf Fedi gak bisa bantu lagi, karena ini memang sudah jalan nya, selamat jalan Tante semoga Tante tenang di sana dan tidak merasakan sakit lagi hiks."
para perawat pun ikut merasakan sedih nya dan berusaha menenangkan dokter Fedi yang hampir ambruk, kemudian perawat lain mencatat hari tanggal dan waktu kematian omah Hana.
Di luar ruangan mereka tak henti berdoa kepada Allah SWT agar omah Hana di beri kekuatan agar ia bisa melewati masa kritis nya, saat itu juga tak lama dokter Fedi keluar beserta para perawat dengan menyedihkan, apalagi dokter Fedi sudah berlinangan air mata, hal itu membuat mereka yang melihat kearah dokter Fedi ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
kenapa dokter Fedi menangis, ya Allah semoga tidak terjadi sesuatu dengan omah. batin Irgi
tuan Hazlan yang melihat itu sudah berpikir tidak enak dan menanyakan hal itu kepada dokter Fedi.
" Fed ada apa dengan mu, kenapa kamu menangis, apa yang terjadi Fed, jawab Fed." ucap tuan Hazlan dengan mengguncangkan bahu dokter Fedi.
dokter Fedi menatap tuan Hazlan yang sudah meneteskan air mata nya.
" kak hiks ma.. af maafkan aku hiks Tante Hana." pecah sudah tangis dokter Fedi.
Sementara Dev yang paham akan maksud dari paman nya menangis histeris, Clara yang melihat Dev menangis pun menenangkan nya dan ikut sedih, Irgi yang juga paham akan apa yang di sampaikan dokter Fedi pun meneteskan air mata nya.
" ada apa dengan mamah Fed, JAWAB!!"
" Sabar ayah, ayah tenang dulu yah biar dokter Fedi menjelaskan semua nya ya." ucap bunda yang ikut menangis sambil menenangkan sang suami.
" Tante Hana hiks... Tante su... dah meninggal dunia kak hiks." ucap dokter Fedi bahkan para perawat belum beranjak dari sana ikut merasa kesedihan yang sama.
Deg
Bagai di hantam panah belati menancap tepat di jantung nya, tuan Hazlan mendengar hal yang tidak ingin ia dengar harus dia ketahui juga, bahkan bunda nyaris tak sadarkan diri mendengar mertua nya meninggal dunia.
" mam... mamah hiks hiks hiks aaaarrrrrgggghhhhh." tuan Hazlan menangis histeris bahkan ia sampai terduduk di lantai tak kuasa mendengar kepergian sang mamah, Dimana sebelum nya ia juga telah kehilangan sang papah dan kini ia juga kehilangan sang mamah.
Hancur sudah hati tuan Hazlan melihat omah Hana yang sudah terbujur kaku di hadapan nya.
" mamah hiks hiks... mamah tega meninggalkan Haz sendirian hiks, Haz gak punya papah dan sekarang mamah juga mau meninggalkan Haz hiks." ucap tuan Hazlan memeluk tubuh sang mamah yang sudah tak bernyawa, sementara bunda yang melihat sang suami terpuruk lantas memeluk nya dengan erat.
" sudah ayah, kita harus ikhlas kan kepergian mamah hiks bunda tau ini berat untuk kita semua."
" kenapa harus mamah sayang hiks aku udah kehilangan papah dan sekarang harus kehilangan mamah hiks aku sendiri hiks hiks... ya Allah."
" ayah masih ada bunda dan anak-anak, kami sangat menyayangi mu yah, ayo sekarang kita urus pemakaman mamah, kasian kalau terlalu lama."
" iya bund. Dev, Irgi nak Ara kemari lah." tuan Hazlan memanggil mereka untuk mendekati nya.
" ayah hiks." bahkan Dev tak sanggup untuk berbicara dan mereka menguatkan Dev, karena mereka tau kalau omah Hana sangat menyayangi Dev sama seperti Dav.
Dav, jika ia tau kepergian omah Hana bagaimana reaksi nya.
" sudah nak ikhlaskan kepergian omah, kita doakan semoga omah di terima di sisi Allah SWT." ucap tuan Hazlan dengan memeluk tubuh kekar sang putra yang begitu rapuh akan kepergian omah nya
" iya nak kita doakan untuk omah agar ia tenang, omah juga sudah tidak merasakan sakit lagi." sahut bunda
" lalu bagaimana dengan Dav kalau tau omah sudah tiada hiks dia bahkan lebih Hancur dari kakak hiks."
mereka pun terdiam dan membenarkan apa yang di katakan oleh Dev,bahkan Dav lah yang lebih dekat dengan omah Hana ketimbang Dev dan Irgi, namun omah menyayangi mereka tanpa pilih kasih.
...****************...
innalilahi wainnailaihi rojiun selamat jalan omah Hana semoga tenang di sana 😭
aku ngetik nya sambil nangis😭
__ADS_1
gimana dengan Dav kalau sampai tau omah nya telah pergi, apalagi ia ingin memberikan hadiah untuk omah😔
turut berduka cita untuk keluarga Radiansyah ❤️