
UNGKAPAN HATI TEGUH KEPADA VIVIAN
Saat jam pelajaran di mana Bu Clara mengajar untuk terakhir kalinya, tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi.
kring kring kring
seluruh siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin sekolah,tak terkecuali Dav dan para sahabat nya dan juga Lady sweet. Mereka berjalan menuju ke kantin dan sepanjang lorong kelas mereka bersenda gurau namun tak ada gelak tawa sedikit pun dari mereka, mengingat kesedihan mereka akan melepaskan sosok guru kesayangan nya, Bu Clara guru matematika.
Sesampai nya mereka di kantin, mereka memesan makanan ringan dan minuman air jeruk peras secara bersamaan.
" guys kalian gak pesan apa-apa lagi nih, cuma ini aja, Vi lu gak pesan juga?" tanya Teguh kepada para bestie nya dan juga Vivian dengan lembut.
" terserah guh ge ikut aja." ucap Dav yang sedari tadi diam pun akhir nya mengeluarkan suara nya.
" Dav lu kan juga baru banget sembuh, lu harus makan yang udah di saranin dokter jangan sampai kambuh lagi." ucap Julia yang khawatir akan perintah Dav yang memilih makanan sembarangan.
" iya Dav lu kan baru sembuh juga, mending gw pesankan makanan lain aja ya." ucap Edo.
" benar tu Dav apalagi kan kamu punya anemia jadi harus makan yang sehat sehat." jawab ucap Winda dan di setujui oleh semua bestie nya.
" iya guys terserah kalian aja, gw makan kok."
" oke lu tunggu ya."
Teguh pun beranjak dari tempat duduk nya dengan memesan kan makanan untuk para sahabat nya, kemudian ia kembali lagi dan duduk di samping Edo. Ia juga sekilas melihat ke arah Vivian yang lebih banyak diam.
kenapa dia akhir-akhir ini sering diam ya, jarang banget dia kayak gitu, apalagi dia ngomong sama gw aja irit gitu. Apa dia mau hindari gw ya, apa gw udah keterlaluan banget ya sama dia, tapi gw harus gimana dong... batin Teguh.
Sedangkan Vivian juga sekejap melihat ke arah Teguh dan tatapan mereka bertemu, di situlah tersirat sebuah arti yang tidak bisa di mengerti.
kenapa Teguh juga liatin gw, kan gw jadi malu, gagal deh rencana gw buat bersikap cuek sama dia, gw kan emang sengaja buat cuek sama dia biar dia bisa ngerasain apa yang gw rasain, dari gw pura-pura dekat sama kak Ricko sampai jalan bareng, supaya dia bisa cemburu, tapi kenapa dia seolah nutup mata gitu buat gw,emang ini saat nya buat gw lupain Teguh kali ya. batin Vivi
Vivian punya ide untuk menenangkan hati nya untuk beralasan ke toilet.
" guys gw ke toilet sebentar ya kebelet banget."
" gak mau gw Tere atau Tyti antar aja Vi." tawar Monica.
" iya Vi gw antar aja gimana." lanjut Tere yang menawarkan diri untuk mengantar Vivi ke toilet.
" atau bareng gw aja." sambung Julia.
" udah gak usah guys gw sendiri aja." tolak Vivi.
" oh yaudah buruan ya nanti makanan lu habis lu sama Uli wkwkwk." ledek Chintya
" sembarangan lu mentang mentang gw agak gemoy." kesal Julia dengan wajah cemberut nya sedang kan Dav hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah laku sahabat nya yang sangat rese.
__ADS_1
" bhuahahahahaha parah lu Ty emang sih dia tu makan nya banyak maka nya body nya gemoy." sambung Edo
mengundang gelak tawa yang lain nya sedangkan sedari tadi Teguh melihat langkah Vivi yang berusaha menghindari nya.
fiks dia hindari gw, gw gak akan biarin dia hindari gw, gw akan mencoba minta maaf sama dia.
Ia pun akhir nya membuat alasan untuk pergi ke kelas nya karena uang nya tertinggal di tas.
" guys gw ke kelas sebentar ya, uang saku gw ketinggalan di kelas."
" pake uang gw aja kali guh, tenang aja gw yang bayarin semua nya." ucap Tere dan di setujui oleh yang lain nya.
" gak usah Re biar gw aja yang traktir kalian semua, sekalian gw nanti ada tanding futsal lawan SMA Harapan Bangsa doain gw semua nya semoga gw menang."
" Aamiin oke deh kalau gitu." ucap nya serempak.
yes akhir nya gw bisa nyusul Vivian... Vi maafin gw kalau gw baru nyadarin sekarang akan perasaan gw sama lu, gw yang akan perjuangkan lu sekarang.
Teguh pun berjalan menuju ke toilet laki-laki yang bersebelahan dengan toilet wanita, tak lama kemudian ia melihat Vivian yang baru saja keluar dari toilet tersebut dan ia juga melihat mata nya yang sembab.
pasti dia nangis karena gw... maafin gw Vi, gw gak ada maksud buat nyakitin lu.
Vivian pun berjalan keluar dari toilet hingga ia tak menyadari akan Teguh yang sedari tadi menunggu nya. Hingga tepat di balik tembok Teguh bersembunyi ia menarik tangan Vivi dan mengajak nya ke gudang tempat untuk meletakkan kursi yang tidak terpakai.
Vivian yang saat itu tak menyadarinya pun kaget dan melihat tangan nya di tarik oleh Teguh.
" lepasin Guh, lu apa apaan sih narik tangan gw segala, mau lu apa hah!" Vivian yang kesal pun berusaha melepaskan genggaman tangan Teguh yang menarik nya menuju ke sebuah gudang.
" mau lu apa sih Guh hah!"
Teguh pun berjalan menghampiri Vivi dan Vivi sontak memundurkan langkah nya hingga terbentur ke tembok gudang hingga jarak di antara mereka pun hanya beberapa senti saja.
" kenapa kamu hindari aku? "
Vivi tak berani menatap Teguh menatap nya dengan tatapan yang tajam.
what!!! kamu? aku? sejak kapan dia ngubah kata-kata itu, ada apa dengan hati gw. Please jangan kasih harapan buat gw.
" apa aku ada nyuruh kamu hindari aku, aku gak pernah ngerasa aku nyuruh kamu hindari aku, aku akui emang aku gak peka sama apa yang kamu rasain, aku tau aku salah, aku akui aku cemburu pada saat kamu dekat sama dokter itu, tapi aku emang dasar nya pengecut yang gak bisa berani ngomong sama kamu, dan hari ini aku memberanikan diri buat ngomong sama kamu. Tapi aku gak pernah sedikitpun risih akan itu Vi. Please jangan hindari aku, aku tau aku salah sama kamu." ucap Teguh yang panjang lebar. Baru kali ini ia berbicara sepanjang ini kepada Vivian karena sebelum nya ia selalu dingin kepada nya yang seolah merasa risih akan kehadiran Vivian, padahal nyata nya tidak, hanya saja ia belum menyadari akan perasaan nya kepada Vivi.
Dengan penuh keyakinan Vivi pun menatap Teguh yang juga menatap nya sehingga tatapan itu saling bertemu.
" kamu tau, aku udah kayak orang bodoh bahkan dengan gak punya harga diri nya aku terus kejar kamu tapi apa yang aku dapat, hah! aku selalu sakit hati sama yang aku dapat Guh, kamu gak akan tau apa yang aku rasain, seengak nya kalau aku berbuat sesuatu bisa kan kamu respon sepatah dua kata, apa sesulit itu kamu mau ngomong." ucap Vivi tanpa terasa air mata nya menetes, hal itu membuat hati Teguh sakit melihat nya.
" dan sekarang kamu baru merasakan itu setelah aku udah gak mengejar kamu hindari kamu, kemarin-kemarin kamu kemana aja, apa sekeras itu hati kamu sampai aku gak bisa hancurin hati keras kamu yang justru hati aku yang hancur hiks."
Teguh yang melihat kesedihan Vivi karena nya dan mendengarkan semua keluh kesah nya tentang diri nya merasa sangat bersalah dan tentu sangat sakit melihat wanita yang sudah berhasil membuat hati nya gundah gulana sedih karena nya.
Ia pun memeluk Vivi dengan erat bahkan di tolak oleh nya, sangkin di tolak nya Teguh tetap memeluk nya walaupun Vivi sekeras mungkin melepaskan pelukan nya dan memukul bahu Teguh sekuat mungkin, namun Teguh sedikit pun tak merasakan sakit malah justru hati nya yang sakit akan ungkapan hati Vivi yang sebenar nya tentang dirinya.
" i'm sorry Vi." ucap teguh masih terus memeluk Vivi yang masih menangis.
__ADS_1
" you're mean."
" i know."
masih dengan memeluk nya dengan erat Teguh terus mengucapkan kata maaf sembari menenangkan hati Vivi.
setelah di rasa nya Vivi sudah tenang, teguh melepaskan pelukan dari Vivi dan melihat wajah gadis itu yang sembab dan memerah.
" i'm sorry my Vivi." ucap teguh menggenggam kedua tangan Vivi.
sementara Vivian berusaha untuk menenangkan hati nya yang baru saja selesai menangis dan sekuat tenaga untuk menatap wajah laki-laki yang sudah berhasil membuat hati nya resah gelisah.
Ia pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
cup...
Teguh spontan mencium kedua tangan Vivi dan langsung memeluk nya.
" aku janji Vi, ini yang terakhir kali nya kamu menangis,dan untuk kedepannya aku akan bahagiakan kamu dan kita akan terus bersama sampai kapan pun." ucap Teguh yang masih memeluk Vivi.
" makasih ya Guh, akhir nya cinta aku gak bertepuk sebelah tangan."
Teguh pun melepaskan pelukan nya dan menggenggam erat tangan Vivi.
" maafkan aku yang gak peka akan perasaan kamu, dan mulai hari ini kita mulai semua nya dari awal oke sayang."
haaaaa apa barusan tadi? sayang, kamu gak berusaha bohongin aku kan OMG mimpi apa aku semalam.
blush
merah sudah pipi Vivi dan sontak Teguh pun tertawa melihat wajah Vivi yang merah merona.
" kenapa, kamu gak percaya kalau aku sayang sama kamu, aku serius Vi, aku gak mau melakukan kesalahan bodoh itu untuk yang kedua kali nya."
" iya aku tau Guh, tapi apa gak terlalu cepat buat kita ya."
" enggak Vi, aku gak mau ini terjadi untuk yang kesekian kali nya, apalagi sampai liat kamu jalan sama dokter itu, gak ikhlas aku pokok nya."
" hihihi dokter Ricko maksud kamu, dia kan teman kecil aku, kamu cemburu ya."
" gak ada teman yang istilah nya begitu Vivi sayang, apalagi sama lawan jenis pasti salah satu di antara kalian akan ada yang menyimpan perasaan di antara kalian, and oke fine aku cemburu apalagi dia sampai merangkul kamu kayak kemarin."
" hihihi iya deh terserah kamu aja, padahal kan aku emang sengaja biar kamu cemburu."
" kamu nyebelin juga ya ternyata awas aja kmu kalau sampai dekat-dekat sama dokter itu, yaudah yuk ke balik ke kantin nanti yang ada mereka cari kita lagi karena kelamaan, oiya nanti aku ada tanding futsal lawan SMA Harapan Bangsa, kamu datang ya."
" iya aku akan datang kok."
Kemudian Teguh menggandeng tangan Vivi keluar dari gudang dan berjalan menuju kantin. Sebenarnya tadi teguh berbohong kalau ia mengambil uang di kelas, nyata nya ia selalu membawa dompet di dalam saku celana nya.
...****************...
__ADS_1