
DAV DAN EDO DI HADANG OLEH BEGAL PAS PULANG SEKOLAH.
Hari melelahkan sudah mereka lalui bersama, dan mereka juga sudah mengungkapkan isi hati mereka satu sama lain. Siapa lagi kalau bukan Vivi dan Teguh, mereka dua pasangan sejoli yang awal nya hanya teman kelas namun asing untuk berkenalan, apalagi geng mereka dulu nya pernah bermusuhan. Namun kini mereka menjalin persahabatan dan hubungan antara mereka juga jauh lebih baik terutama Teguh dan Vivi yang sebelum nya hanya mengagumi kini cinta Vivi terbalaskan.
Setelah mereka selesai istirahat makan di kantin, mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Sepanjang lorong menuju kelas senyum Vivi terus terpancar dan kali ini senyum nya benar-benar penuh kebahagiaan, hal itu membuat para laki-laki di berbeda kelas pun melihat itu dan menatap Vivi penuh kagum. Sementara Teguh sudah memasang wajah kesal karena kekasih nya menjadi pusat perhatian para kaum lelaki.
Dav yang merasa aneh akan tatapan setiap laki-laki pun sontak menoleh ke setiap para bestie nya, kemudian ia paham bahwa Vivi lah yang menjadi pusat perhatian nya.
" Vi, kenapa cowok cowok pada liatin lu terus sih." tanya Dav yang penasaran.
" gak tau gw Dav emang dasar nya aja mereka yang kegatelan."
" wkwkwkwk gak mandi kali Vi maka nya gatel." ucap Edo yang tertawa terbahak-bahak dan di ikuti oleh para bestie yang lain nya.
" beda arti Edo mas Dodo.... ini kegatelan nya karena gak bisa liat cewek cantik." ucap Teguh kesal.
" dih kok lu sewot gitu sih guh, why... lu cemburu." ejek Tere dan yang lain nya juga ikut mengejek nya.
" cemburu bilang sayang hahahaha." Julia juga ikut mengejek Teguh.
Dav hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan gesrek sahabat nya, di satu sisi ia merasa bersyukur ia bisa berteman baik kepada Lady sweet yang sebelum nya bersitegang namun sekarang sudah menjadi bestie sejati.
cemburu tanda cinta...
marah tanda nya sayang...
kalau curiga, itu karena ku takut kehilangan
kalau dekat bertengkar, kalau jauh kurindu
jadi serba salah, buat ku dilema
tapi aku s'lalu aishiteru...
Edo mengejek Teguh dengan nyanyian ia bawakan sepanjang jalan menuju ke kelas, sementara Teguh sudah memasang wajah cemberut, tapi di mata Vivi terlihat sangat menggemaskan.
ya ampun kamu lucu banget sih hihihi
cemberut gitu jadi pingin aku cubit pipi kamu...
Edo makin hari makin rese ya, hancur sudah reputasi gw sebagai cowok cool karena di permalukan bestai sendiri... ( Teguh )
Sesampai nya di depan kelas mereka menyapa teman sekelas nya yang sedang di depan kelas.
" hai guys."
" hai kalian semua."
" hehehe guru belum masuk kelas kan." tanya Monica
" belum kok kan bel juga belum bunyi, palingan juga bentar lagi."
__ADS_1
" oh oke thanks ya."
" iya siap."
mereka pun masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi mereka masing-masing dan tak lama kemudian bel pun berbunyi.
Kali ini guru yang memasuki kelas 11 A adalah pak Axel guru bahasa Inggris.
siap siaplah akan di buat bucin kamu Julia hahahaha....
Tak lama kemudian pelajaran pun berlangsung, masing-masing para murid begitu mengamati apa yang pak Axel terangkan di depan kelas. Beliau mengajarkan materi-materi dengan begitu baik dan detail nya.
Hingga tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 1 siang, semua siswa-siswi SMA Tunas Bakti berhamburan keluar kelas untuk pulang sekolah.
Mereka yang terdiri dari Always shine dan Lady sweet pun sudah berkumpul di halaman depan sekolah, mereka memang membawa kendaraan masing-masing, sama seperti Dav juga Edo pun membawa motor, sedangkan Teguh dan Lady sweet membawa mobil.
Dav yang membawa motor di sepanjang perjalanan dengan kecepatan sedang pun terus menyusuri jalan, hingga tanpa Dav dan Edo sadari, ia sudah diikuti oleh begal yang berjumlah kan 3 orang yang berbonceng tiga.
Sampai di jalan raya yang nampak sepi, Dav dan Edo di hadang oleh sekelompok begal yang sudah mencegat di depan nya.
ciiitttt ....
" berhenti lu pada." ucap salah satu begal yang sudah turun dari kendaraan motor nya.
Dav yang tidak merasakan takut sama sekali pun turun dengan santai nya, begitupun dengan Edo, karena mereka yang sangat hebat dalam segala bela diri dan sudah bersabuk hitam pun tak heran melihat kejahatan seperti ini menyerang nya, karena dulu mereka juga pernah di hadang oleh preman yang berusaha untuk memalak uang nya.
Sementara Teguh yang khawatir dari belakang melihat 2 sahabat nya di hadang begal pun melaju kan mobil nya dan menepi di tempat yang masih ada orang berlalu lalang.
" cih ternyata kita begal cewek bro. Hai cantik mending kamu ikut kita senang-senang, gimana mau gak, terus kamu serahin juga motor nya, masa iya cewek cantik bawa motor kayak gini kan gak anggun dong, ya kan bro." ucap seorang begal yang kemudian mendekat ke arah Dav namun dengan sigap di tepis oleh Edo yang sudah menahan emosi.
gila, dia kalau marah ngeri banget malah muka nya merah gitu, kan gw nya yang takut.
Julia yang melihat beserta yang lain nya pun sontak kaget karena Dav dan Edo di hadang begal.
" astaghfirullah Dav, Edo mereka di begal ya Allah lindungi mereka, andai gw bisa bela diri gw bakal bantu mereka, gw ngerasa gak berguna banget buat mereka." ucap Julia yang merasa sedih karena ia merasa tak berguna ketika sahabat nya dalam bahaya, karena Julia paham hanya 3 sahabat nya saja yang jago bela diri.
" hus lu ngomong apa sih Li, setiap orang punya kemampuan yang berbeda beda, yang terpenting sekarang kita harus doakan Dav sama Edo agar mereka bisa selamat dari begal itu."
Julia memang ikut mobil Teguh yang di dalam nya ada Teguh sendiri yang mengemudi mobil nya lalu Vivi juga ikut dengan teguh, Julia bahkan Winda juga ikut dalam mobil Teguh, karena Edo tidak mengijinkan Winda ikut dengan nya karena takut kepanasan, bukan mereka marahan ya.
" iya Li betul apa yang di katakan Vivi, kamu harus doakan mereka, karena doa dari kita lah yang utama." sambung Winda yang juga merasa sedih karena Edo pun ada di sana bersama Dav yang di hadang oleh begal tersebut.
" tapi gw takut terjadi apa-apa sama mereka guys, apalagi Dav baru aja sembuh dari sakit nya. Gw gak mau mereka kenapa-kenapa, untung nya kamu ikut kita Win, ada benar nya juga Edo, secara gak langsung Edo nyelamatkan kamu."
" iya Li, untung Edo larang aku ikut dia, tapi aku juga ngerasa bersalah karena posisi mereka dalam bahaya."
" udah ya guys kalian tenang aja, kalian tunggu di sini, gw mau bantu Dav sama Edo oke kalian jangan ada yang keluar, kalau perlu kalian kunci mobil nya dari dalam, oke." ucap Teguh yang melihat posisi sahabat nya dalam bahaya.
" iya guh lu hati-hati ya, jaga Dav jangan sampai luka."
" iya Li, Vi aku keluar sebentar ya bantu mereka." ucap Teguh yang kemudian berbicara kepada Vivi di kursi depan samping kemudi, sementara Julia dan Winda di kursi belakangan.
" iya kamu hati-hati ya."
" iya makasih ya."
__ADS_1
" sama-sama."
" udah lah ijin sama pacar nya tuh keburu Dav wafatin anak orang." ucap Julia yang memang sudah tau kalau mereka sudah resmi berpacaran, bahkan yang lain nya juga sudah tau tinggal semua siswa-siswi SMA Tunas Bakti saja yang belum mengetahui nya.
Teguh pun keluar tapi sebelum nya ia ke arah mobil Chintya dan mengetuk pintu mobil nya.
tuk tuk tuk
" Chin lu sama yang lain nya jangan keluar ya, kalau bisa lu kunci dari dalam buat jaga-jaga."
" eh kok lu keluar emang kenapa?" tanya Chintya panik dan diikuti oleh yang lain yang ada di dalam mobil nya.
" Dav sama Edo di cegat sama begal di depan, lu pokok nya jangan keluar oke."
" hah di begal, iya iya lu hati-hati, jaga Dav guh jangan sampai luka."
" iya Chin thanks lu tenang aja Dav lebih jago beladiri nya dari pada gw, oke gw susul mereka."
Sementara Edo sudah terpancing emosi pun langsung menghajar salah satu begal dengan membabi buta, sontak membuat para begal yang lain nya panik ketakutan melihat kemurkaan Edo yang menghajar lawan nya hingga mengeluarkan banyak darah.
bugh bugh bugh
anjir tu orang kesetanan apa gimana sih, waduh bisa mati muda gw.
Mereka para begal yang lain nya pun terpancing juga untuk menghajar Edo.
" kurang ajar lu bocah tengik, mati lu sama gw." ucap salah satu begal lain yang sudah terpancing.
hhhhaaakkkkk......
begal itu berencana menyakiti Edo dengan pisau yang ia genggam di tangan nya, Dav yang melihat nya dengan cepat langsung menghajar begal itu hingga skarat dengan pisau yang menancap di perut si begal.
bugh bugh bugh
Akkhhh
sret...
darah mengalir deras di lengan Dav dan baju putih abu-abu nya sudah berganti merah darah. Edo dan Teguh yang menyaksikan sendiri dengan alangkah terkejut nya, kemudian amarah mereka tak dapat di bendung langsung mengajar habis begal tersebut hingga tumbang semua nya, sementara begal yang sudah di hajar Dav tidak ada pergerakan sama sekali karena pisau yang seharusnya melukai sahabatnya justru ia secara tak langsung membunuh begal tersebut.
Dav yang masih termenung dengan apa yang terjadi tanpa sadar darah di lengan nya mengalir sangat banyak, bahkan ia tak merasakan sakit itu, setelah mereka selesai melawan para begal, Edo dan Teguh menghampiri Dav yang masih berdiri terdiam.
" Dav are you oke, maaf harus nya gw terluka bukan lu, dan apa yang udah lu lakuin semata-mata untuk melindungi diri right." ucap Edo yang prihatin akan Dav yang tiba-tiba meneteskan air mata nya.
" gw bukan pembunuh kan hiks hiks gw cuma lindungi lu Do, gw gak mau sahabat gw terluka." Dav tiba-tiba menangis
" tapi lu yang luka Dav, lengan lu kena pisau mereka." ucap Teguh yang khawatir
" gw takut hiks hiks."
" enggak Dav lu gak salah kok udah ya kita antar lu pulang oke, lu harus di obati Dav atau gw bawa ke rumah sakit ya." Edo berusaha menenangkan Dav dengan memeluk nya dari samping, ia merasa bersalah akan hal ini.
" gw mau pulang aja."
" yaudah kita pulang."
__ADS_1
Akhir nya mereka pun pulang dengan para sahabat nya yang sangat terkejut melihat luka sobekan di lengan Dav, sementara Dav menangis. Baru kali ini Winda dan Vivian melihat Dav menangis, Lady sweet belum mengetahui hal ini karena ia beda mobil, dan motor mereka di titipkan di tempat orang lain yang akan di ambil nanti nya oleh orang suruhan tuan Hazlan ayah Dav. Edo dan Teguh hanya diam tanpa ingin menjelaskan apa yang terjadi karena untung nya mereka yang lain dalam mobil tak melihat kejadian tersebut dan melajukan mobil nya di ikuti oleh mobil Chintya dari belakang.