Happy Story In High School

Happy Story In High School
UJIAN KENAIKAN KELAS


__ADS_3


UJIAN KENAIKAN KELAS



Masa-masa yang paling indah memang semua akui adalah ketika berada di bangku menengah atas, masa di mana puber nya para remaja yang beranjak dewasa, apalagi sudah mengenal kata cinta dan patah hati.


Namun kini bukan saat nya bagi mereka membahas cinta, melainkan perang yang akan mereka hadapi nanti saat bel berbunyi nanti. Tak terasa mereka sudah di ujung akhir semester 2.


" Gw deg-degan loh apalagi ini ujian pertama, semoga aja nilai kita memuaskan ya, ini ujian bikin kepala gw migrain." Keluh Tere.


" Sama Ter gw aja sempat hilang konsentrasi gara-gara sangkin fokusnya gw belajar, untung nya gw buru-buru ngulang lagi, kalau sampai lupa,,,, beh tamat riwayat gw."


" Lah tumbenan lu sampai gitu Dav, mikir apaan lu." Tanya Edo.


" Gak mikir apa-apa sih Do, emang gw kalau udah gila belajar kan emang gini, kadang suka ngeblank juga."


" Oh gitu."


Mereka semua memutuskan untuk belajar bersama, hingga bel berbunyi dan waktu nya mereka bersiap untuk menghadapi ujian kenaikan kelas.

__ADS_1


" Selamat pagi anak-anak, gimana persiapan ujian kenaikan kelas kalian, ada sudah banyak belajar atau sudah siapin contekan kalian." Kata sambutan dari pak Rudi sungguh membuat nyali mereka menciut seketika.


Pak Rudi yang melihat ekspresi wajah murid nya tertawa lepas dan segera mungkin menyudahi nya.


" Hahahaha kalian lucu sekali ya tuhan, saya hanya bercanda ya sudah kalau begitu semua yang berhubungan dengan buku mata pelajaran ujian hari ini tolong di masukkan ke dalam tas kalian dan tas kalian kumpulkan di depan semua nya." Titah pak Rudi tegas.


" Baik pak."


Tanpa menunggu lama, ujian kenaikan kelas telah mereka hadapi, terlihat tenang namun menegangkan karena ujian yang mereka hadapi adalah matematika.


Selamat berjuang untuk kalian semua...


Ujian penuh hikmat dan tenang terus berjalan, hingga tanpa terasa waktu sudah akan berakhir nya ujian.


Bel berbunyi pertanda ujian telah berakhir, sua siswa yang mengikuti ujian kenaikan kelas bergegas keluar dari ruang kelas, karena ujian selanjut nya akan di laksanakan 30 menit kemudian dengan di beri istirahat selama 25 menit.


" Akhir nya kelar juga tuh matematika, gila susah juga ya gw sampai melongo liat soal nya." Sumber suara itu berasal dari Monica yang terlihat lega sekaligus lesu.


" Ya mau gimana lagi, nama nya juga ujian say emang begitu lah." Jawab Dav santai.


" Lu mah enak bisa ngerjain nya, lah gw berasa migrain ngerjain soal nya njir susah banget." Sahut Vivian.

__ADS_1


" Yee gw aja ngerjain soal nya berasa ni kepala beruap tau gak."


" Tapi inti nya kita bisa selesaikan ujian nya dengan baik itu udah lebih dari syukur sih, ya emang susah tapi mau gimana lagi."


" Betul Win."


Tak lama bel kembali berbunyi, semua siswa kembali masuk ke dalam kelas dan mengikuti ujian yang kedua.


Selesai sudah ujian pertama mereka lalui, terasa lega lelah dan membuat seluruh tenaga terkuras habis. Tapi untung nya mereka semua melalui nya tanpa ada hambatan apalagi sampai menyontek.


" Alhamdulillah selesai juga pelajaran tersulit, kelar sudah gw lalui." Teriak lega berasal dari Chintya.


" Segitu menderita nya lu Chin sama tu pelajaran wkwkwk emang iya sih gw akui itu killer." Sambung Julia.


" Eh gimana nanti kita selesai ini belajar sama-sama mau gak?" Ajak Teguh kepada para bestai nya.


" Kalau aku sih yes."


" Oke let's go ke basecamp ya."


Akhir nya mereka semua memutuskan untuk belajar bersama di basecamp mereka yang mana itu rumah Dav sendiri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2