Happy Story In High School

Happy Story In High School
KESEDIHAN WINDA


__ADS_3


KESEDIHAN WINDA



Seminggu sudah ujian kenaikan kelas telah mereka hadapi. Raut wajah kebahagiaan terlepas dari mereka semua setelah selesai melepaskan beban yang menumpuk dalam benak mereka. Namun kini mereka juga harus di buat was-was dengan penentuan hasil ujian mereka.


Bukan hanya yang lain saja yang merasa berdebar kencang, bahkan Dav yang terkenal dengan kecerdasan nya saja sampai takut dan was-was.


" Lu kenapa sih Dav dari tadi gw liatin merengat merengut gelisah gak jelas gitu, kenapa sih?" Tanya Monica yang berada di samping nya.


Mereka beramai-ramai duduk di taman sekolah, di mana terdapat tempat duduk perkelompok bahkan gazebo untuk bersantai dan belajar bersama pun ada.


" Gapapa Nic gw cuman takut aja nilai gw turun drastis, apalagi akhir-akhir ini gw banyak banget pikiran." Jawab nya lesu.


" Gak lah gw yakin nilai lu naik, apalagi gw liat nilai lu perfect semua, jadi ya di bawa santai aja lah." Sambung Tere.


" Lu gak liat tuh saingan gw 2 orang, nilai dia berdua aja bagus-bagus semua."


Semakin gelisah lah Dav, di tambah lagi saingan nya yang merupakan sahabat nya yaitu Edo dan Teguh yang tak kalah bagus nya dengan nya semakin membuat Dav panik bukan main.


" Hahahaha lu gak ingat waktu paman Hazlan bilang, kalau salah satu di antara gw sama Teguh bisa ngalahin lu, maka paman Hazlan udah janji kasih hadiah."


" Iya gw ingat kok, gw harap semoga hasil kalian memuaskan semua." Ucap Dav


" Aamiin, lu juga Dav gw yakin pasti nilai lu jauh lebih memuaskan."


" Iya guys makasih banyak ya, inti nya semua semoga hasil nilai kita bagus-bagus."

__ADS_1


" Aamiin ya Allah." Sahut mereka serempak.


Acara pembagian hasil raport semester 2 ujian kenaikan kelas, akan di selenggarakan pada hari ini tepat nya pukul 9 pagi. Masing-masing dari orang tua siswa telah sampai untuk mengambil dan mengetahui hasil ujian yang anak mereka jalani selama seminggu.


" Yaudah yuk guys kita langsung ke aula sekolah aja, bentar lagi udah mau mulai juga acara." Ajak Winda kepada mereka semua.


" Let's go."


Mereka bersama melangkah menuju aula sekolah, di mana di sana sudah mulai ramai para wali murid yang sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan.


" Mami sama papi gw kemana ya kok gak keliatan." Ujar Edo memperhatikan sekeliling aula sekolah.


" Tuh Mak bapak lu tuh baru sampai, tuh dia mau ke arah kita." tunjuk Tere ke arah orang tua Edo.


Edo langsung menuju ke arah orang tua mereka dan mengajak nya ke aula.


" Mih pih, langsung aja ke aula sekolah udah mulai ramai kok." Ajak Edo.


" Oh gitu ya, yaudah aku gabung sama yang lain ya pih mih."


" Oke sayang hati-hati." Ucap kedua nya bersamaan.


Edo melangkah kembali ke arah sahabat nya.


Sedari tadi Winda hanya berdiam dan sesekali bersuara jika itu penting menurut nya, Edo sebagai sahabat sekaligus kekasih nya juga bisa melihat itu. Ia melangkah mendekati Winda yang diam dan terlihat sedih.


" Kamu kenapa."


Edo memegang kedua tangan Winda dan menatap wajah nya yang terlihat sedih.

__ADS_1


Perlahan air mata itu menetes dari pelipis mata Winda.


" Kenapa, kenapa kamu nangis."


Yang lain pun ikut melihat Winda yang terlihat sedih.


" Win kamu kenapa, ada apa?" Tanya Chintya.


" Di saat seperti ini, kedua orang tua ku gak bisa hadir,,,, mereka terlalu jauh pergi sampai aku sendiri gak bisa menggapai nya hiks."


Mereka semua terdiam, Dav yang pada dasar nya berhati lembut ikut menangis dan memeluk sahabatnya.


" Kamu jangan sedih ya, kami semua ada buat kamu apapun itu, mereka pasti bangga punya anak sehebat dan sekuat kamu bahkan secerdas kamu,,,,,, aku kalau jadi kamu belum tentu sekuat kamu Win. Kamu banyak mengajarkan kita semua arti kuat, tegar, sabar dan ikhlas. Makasih ya berkat kamu aku bisa belajar dari semua nya, meskipun aku belum seperti kamu."


segala keluh kesah Dav curahkan kepada Winda dan semua nya, bahkan pelukan itu belum terlepas dari nya.


Winda melepaskan pelukan itu dan menatap Dav dan yang lain nya penuh hangat.


" Makasih juga ya berkat kamu, aku bisa melalui semua nya sampai sekarang ini, aku bersyukur punya sahabat sebaik kalian semua."


" Win, apapun yang terjadi yang kamu alami, jangan pernah kamu pendam sendiri oke, kita semua udah kayak keluarga, janji ya jangan ada yang di tutupi antara kami." Sahut Chintya.


" Iya Chin aku akan terbuka sama kalian."


" Udah dong jangan sedih terus nanti make up gw luntur nih." Ucap Tere melo.


Mereka semua tertawa lepas saat mendengar ucapan Tere yang sedikit nyeleneh.


...****************...

__ADS_1


Hallo reader bestie, sebentar lagi season satu akan tamat, insya Allah akan othor lanjutkan di sini juga tapi gak terlalu banyak karena othor juga harus nulis cerita nya Devara.


Selamat membaca dan terima kasih 🙏😁


__ADS_2