Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Hujan


__ADS_3

Naura sudah lelah mencari kesemua ruangan, tapi ia tak menemukan Daddy nya sejak tadi. Hingga ia bertemu dengan salah satu pelayan dan langsung mendekatinya.


"Nona? salam Nona" ujarnya yang terkejut akan kedatangan Naura.


"Dimana Daddy?" tanyanya langsung


"Tuan besar....." belum sempat ia menyelesaikan ucapannya seorang wanita datang dari taman.


"Ada apa sayang?" tanyanya pada sang putri


"Mom..... aku mencari Daddy dimana dia??" tanya Naura


"Itu... Daddy mu sedang pergi, baru saja" ujar wanita paruh baya itu


"Apa!!!!


"Kemana????" tanya Naura


"Swiss!" balas Mommy nya membuat Naura lemas seketika.


Kabir pergi menyusuri jalanan London yang terlihat basah karena diguyur hujan saat ini, ia hanya sendiri dan meninggalkan Sam di hotel.


Sam sendiri tak tau kepergian Tuan nya itu, entah kemana ia saat ini yang jelas ia hanya ingin pergi dan mencari cara agar suasana hatinya membaik.


Hingga akhirnya berhenti disebuah jalanan di dekat parkiran gedung mewah, pria itu mematikan mesin mobilnya dan ia menyandarkan tubuhnya di bangku supir itu.

__ADS_1


Alice baru saja keluar dari gedung pemotretan nya dengan memakai pakaian yang bisa dikatakan tak cocok untuk cuaca seperti ini.


Wanita itu memakai dress selutut berwarna hitam dengan payung senada dengan dress-nya.


Tak tampak ia kedinginan saat ini, entah apa yang ia cari namun, ia sibuk melihat kesana-kemari.


"Dasar Jane! kemana dia? dia bilang sudah dekat" gerutunya


"Ponselnya tidak aktif lagi! aku mengantuk sekali astaga!" ujarnya


"Untung saja hanya ada satu pemotretan" Alice bersyukur ia bisa pulang cepat karena jadwalnya tak terlalu padat.


Alice sedang menunggu Jane yang akan menjemputnya sehabis pemotretan, akan tetapi, hingga detik ini juga, tak ada tanda-tanda kedatangan wanita bule itu.


"Astaga! ponselku hampir mati lagi" sepertinya keberuntungan tak berpihak padanya. Terjebak ditengah hujan dan hari menjelang gelap tak ada tanda-tanda kedatangan Jane dan ditambah ponselnya akan kehabisan daya.


Kabir memandangi hujan yang turun dengan derasnya, ada sesuatu yang menariknya untuk keluar. Hingga pria itu turun dan tubuhnya langsung diguyur air hujan yang membuat hatinya ikut tersirami.


"Tidak buruk" ujarnya, ia semakin larut dan mulai bermain dengan air hujan itu, tak perduli tubuhnya yang sudah basah dan beberapa kendaraan dan orang orang memandangi nya.


Termasuk Alice, ia melihat ada seseorang yang mandi hujan dan mengadahkan kepalanya keatas menatap langit merasakan hujan itu mengenai nya.



"Dasar orang aneh!" ujar Alice

__ADS_1


"Astaga dimana dia??....." Alice merasakan getaran di ponselnya dan segera melihat ada pesan dari Jane.


✉️ Aku ada diseberang, kau kesini saja"


"Benar benar dia ini..." Alice langsung melihat tempat yang diberikan oleh Jane dan mengarah ke tempat pria aneh tadi.


"Pasti disana" Alice segera melangkahkan kakinya kesana disertai angin kencang yang menerpanya tiba tiba.


Payung yang ia bawa mulai kehilangan kendali karena kencangnya angin, Alice sekuat tenaga memeganginya dan.....


"Aghhhh!! payungku!!!" Alice segera berlari mengejar payungnya yang terbang terbawa angin, tubuhnya mulai basah terkena air hujan. Alice terus berlari namun pandangnya sedikit mengabur karena tetesan air hujan yang mengenali matanya, dan tubuhnya tiba tiba menabrak seseorang.


Sepasang mata itu saling berpandangan, Alice berusaha menajamkan matanya dan ia melihat sepasang manik mata itu menatap manik mata coklat miliknya.


Degggg.........


Bersambung.......


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho**!!!!



Sebutan anak haram melekat pada diri Rose sejak kecil karena ia tidak mengetahui siapa ayah kandungnya. Setelah sang ibu meninggal, Rose diasuh oleh paman dan bibinya. Namun bibi dan sepupunya yang kejam selalu memperlakukan Rose sebagai pembantu. Hingga pada usia empat belas tahun, nasibnya berubah total. Seorang pria bernama Denzel mengatakan bahwa Rose adalah pewaris dari Louis Brown, CEO Brown Group yang terbunuh secara misterius. Namun demi keselamatan dirinya Rose harus tetap menyembunyikan identitas aslinya. Rose memilih menjadi mahasiswi biasa di fakultas seni. Tidak ada yang mengetahui bahwa Rose sesungguhnya adalah pemilik perusahaan property Brown Group yang bernama Miss Black, sekaligus seorang violinis terkenal. Namun identitas aslinya hampir terbongkar ketika Luke, anak angkat Louis Brown datang untuk menuntut haknya. Akankah Rose dan Luke terlibat persaingan atau hubungan mereka justru berubah menjadi cinta?

__ADS_1


__ADS_2